Untitled Document
Sabtu, 26 Syawwal 1435 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 22 Agustus 2014 22:57
Jelang Akhir Jabatan,
Dalam Sehari DPRD Inhu Lakukan 4 Paripurna


Jum’at, 22 Agustus 2014 22:12
Pembukaan MTQ ke-47 Pekanbaru Sukses dan Meriah

Jum’at, 22 Agustus 2014 22:01
Bertambah Rp 229 Miliar,
APBD-Perubahan Inhu Rp 1,9 Triliun Disahkan


Jum’at, 22 Agustus 2014 20:37
Diduga Karena 'Ketahuan', Gubri Batalkan Pelantikan Puluhan Pejabat

Jum’at, 22 Agustus 2014 20:35
Dispenda Riau Prediksi PAD di KUA-PPAS RAPBD Murni 2015 Sebesar Rp3,6 Triliun

Jum’at, 22 Agustus 2014 20:30
Pengelolaan Dinilai Berhasil,
Pemkab Lingga Stuban ke UED-SP dan Bumdes di Rohul


Jum’at, 22 Agustus 2014 19:09
Pacu Jalur 2014,
Jalur Rohil Kandas di Hari Kedua




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Sabtu, 27 April 2013 06:19
DCS untuk DPRD Riau Didominasi Wajah Lama

Anggota DPRD Riau priode depan sepertinya tak banyak mengalami perubahan. Wajah lama masih mendominasi Daftar Caleg Sementara atau DCS.

Riauterkini-PEKANBARU- Dari berbagai data dan informasi yang berhasil dihimpun riauterkinicom, yang di mulai dari hari Senin kemarin sampai hari ini (Jum'at). Kebanyakan anggota DPRD Riau periode 2009-2014 masih mencalonkan dirinya sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Riau periode 2014-2019.

Dari tujuh fraksi yang ada di DPRD Riau (PDI Perjuangan, PAN, Golkar, PPP, PKS Demokrat dan Gabungan), minat anggota DPRD Riau periode 2009-2014 untuk kembali duduk sebagai anggota DPRD Riau sangatlah tinggi.

“Kalau kami, pak AB Purba dan Toerechan Asy'ari saja tidak ikut Caleg DPRD Riau. Pak AB Purba memilih DPR RI Dapil Riau 1 dan Toerechan Asy'ari karena terlibat kasus hukum,” kata Zukri, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan kepada riauterkinicom di Ruang Komisi C DPRD Riau, Jum'at (26/04/13).

Saat ini, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Riau mempunyai 7 anggota, yakni Robin Hutagalung, Zukri, Almainis, James Pasaribu, Rusli Ahmad, Lampita Pakpahan (dari PPRN gabung ke Fraksi PDI Perjuangan), AB Purba dan Toerechan Asy'ari.

“Khusus untuk buk Lampita, berhubung partainya tidak bisa ikut pemilu 2014, dia sudah menjadi Caleg partai Gerindra,” ungkap ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Riau yang juga anggota Komisi C DPRD Riau ini.

Fraksi PAN DPRD Riau, mayoritas seluruh anggotanya masih menjadi Caleg DPRD Riau, terkecuali Adrian Ali. “Saya, pak Bagus Santoso, Hazmi Setiadi, A.kirjuhari, Hikmani jadi Caleg DPRD Riau. Hanya pak Adrian Ali yang tidak, karena beliau terdangkut masalah hukum yang saat ini tengah dihadapinya,” ungkap Ramli Sanur, Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, kemarin.

Di Fraksi Golkar, wajah lama masih menghiasi Caleg Golkar untuk DPRD Riau. Dari 15 anggotanya, 9 di antaranya sudah mendaftarkan diri sebagai Caleg dan 6 lainnya, ada yang memilih Caleg DPR RI, DPD RI dan tidak ikut Caleg karena tersangkut masalah hukum.

“Pak Johar Firdaus, Masnur, Ruslan Jaya, Gumpita, Suparman, buk Sumiyanti, Elly suryani, Rosvanilda Zulher dan Supriati itu Caleg DPRD Riau dan saya Caleg DPR RI dari Dapil Riau 1. Pak Ilyas Labay dan buk Iwa Sirwani Bibra itu Caleg DPD RI. Pak Syamsuri Latif, Abu Bakar Siddik dan Zulfan Heri mereka tidak Caleg lagi, pak Syamsuri Latif memang keinginannya seperti itu, kalau Abu Bakar Siddik dan Zulfan Heri karena mereka sedang terlibat kasus hukum,” jelas Tabrani Maamun, Anggota Fraksi Golkar DPRD Riau, beberapa hari yang lalu.

Sementara itu, untuk Fraksi PPP DPRD Riau. Dari 6 anggotanya, 2 Caleg DPRD Riau, 2 Caleg DPR RI dan 2 lagi tidak diperbolehkan ikut Caleg. “Saya dan pak Jabarullah itu Caleg DPRD Riau. Pak Aziz Zaenal dan Rusli Efendi itu Caleg DPR RI. Pak Syarif dan Roem Zain, mereka tidak ikut Caleg karena masalah hukum yang dihadapinya,” sebut Tengku Nazlah Khairati, Sekretaris DPW PPP Riau yang juga anggota Komisi B DPRD Riau, beberapa hari yang lalu.

Kemudian, dari 5 anggota Fraksi PKS DPRD Riau, hanya 2 orang yang menjadi Caleg DPRD Riau. “Di Fraksi PKS, hanya saya dan pak Indra Isnaini saja yang Caleg DPRD Riau. Syafruddin Sa'an, Darisman Ahmad dan Mahdinur, mereka tidak Caleg lagi,” sebut Mansyur, Sekretaris Fraksi PKS DPRD Riau, beberapa hari yang lalu.

Untuk Fraksi Demokrat, Koko Iskandar, Anggota Fraksi Demokrat mengatakan, hanya Mukhniarti Basko yang Caleg DPR RI. “Saya, Rita Zahara, Noviwaldy Jusman, Edy A. M Yatim,Tony Hidayat, Asrul Jaafar masih Caleg. Tengku Muhazza tidak bisa Caleg karena persoalan hukum,” ungkapnya beberapa hari yang lalu.

Terakhir, berhubung Fraksi Gabungan merupakan beberapa gabungan partai. Abdul Wahid, Riky Hariansyah, Gustini Zulianti (dari PKB), Nurzaman (dari Gerindra) ikut Caleg DPRD Riau. Ramli FE, Solihin Dahlan (dari PBR) juga ikut Caleg DPRD Riau menggunakan partai Demokrat dan PKB. Kemudian, Zulkarnain Nurdin (dari PBB) memilih ikut Caleg DPD RI. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Kader PKS
Ustad tapi otak uang, Tidak bisa dipungkiri Ahmad Fatanah kader PKS tapi main perempuan. Omongnya partai islam kelakuan lebih parah dari yang lain. PKS ( Partai Kotor Sekali)

Kader PKS
Ustad tapi otak uang, Tidak bisa dipungkiri Ahmad Fatanah kader PKS tapi main perempuan. Omongnya partai islam kelakuan lebih parah dari yang lain. PKS ( Partai Kotor Sekali)

Kader PKS
Ustad tapi otak uang, Tidak bisa dipungkiri Ahmad Fatanah kader PKS tapi main perempuan. Omongnya partai islam kelakuan lebih parah dari yang lain. PKS ( Partai Kotor Sekali)

Kader PKS
Ustad tapi otak uang, Tidak bisa dipungkiri Ahmad Fatanah kader PKS tapi main perempuan. Omongnya partai islam kelakuan lebih parah dari yang lain. PKS ( Partai Kotor Sekali)

Kader PKS
Ustad tapi otak uang, Tidak bisa dipungkiri Ahmad Fatanah kader PKS tapi main perempuan. Omongnya partai islam kelakuan lebih parah dari yang lain. PKS ( Partai Kotor Sekali)

Kader PKS
Ustad tapi otak uang, Tidak bisa dipungkiri Ahmad Fatanah kader PKS tapi main perempuan. Omongnya partai islam kelakuan lebih parah dari yang lain. PKS ( Partai Kotor Sekali)

Kader PKS
Ustad tapi otak uang, Tidak bisa dipungkiri Ahmad Fatanah kader PKS tapi main perempuan. Omongnya partai islam kelakuan lebih parah dari yang lain. PKS ( Partai Kotor Sekali)

Kader PKS
Ustad tapi otak uang, Tidak bisa dipungkiri Ahmad Fatanah kader PKS tapi main perempuan. Omongnya partai islam kelakuan lebih parah dari yang lain. PKS ( Partai Kotor Sekali)

Kader PKS
Ustad tapi otak uang, Tidak bisa dipungkiri Ahmad Fatanah kader PKS tapi main perempuan. Omongnya partai islam kelakuan lebih parah dari yang lain. PKS ( Partai Kotor Sekali)

orang kuansing
Untuk demokrat,kenapa orang yg sakit masihdi calonkan,pak asrul jafar lebih baik bapak j aga kesehatan. beri kesempatn bagi yang muda

orang kuansing
Untuk demokrat,kenapa orang yg sakit masihdi calonkan,pak asrul jafar lebih baik bapak j aga kesehatan. beri kesempatn bagi yang muda

mantan politikus
untuk sree, jangan golput dong, bendera putih kan berarti nyerah. betul gak, mendingan ikut aku aja pilih PeKaEs!

mantan politikus
biarlah %@!* menggonggong, kafilah tetap berlalu. wala aku hanyalah mantan politikus, PeKaEs tetap pilihanku.

Rohis
Benarrr tuu pks partai daging, dan semua anggota DPRD RIAU ITU KORUPSI !! Dasarr org tua isi otaknya uang aja. Mengolah APBD dan RAKYAT RIAU . GOLPUT SAJA KITA 2014.

Masyarakat riau cerdas
Anyway : PKS ITU PARTAI DAGING !!! JANGAN SOK SUCI. JENGGOT AJA YG PANJANG TAPI KORUPTOR SEMUA . DASAR PKS %@!* RAKUS

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

AnyWay
Dari semua partai Itu, Hanya PKS yang tidak mencalonkan kadernya lagi tanpa terlibat kasus hukum (Korupsi), Partai Yang lain, SEBAGIAN kadernya tidak mencalonkan diri karena Terlibat Kasus KORUPSI, Semoga PKS Riau tetap menjadi Partai Yang Bersih Dar

mafia
jadi DCS tidak gratis, sesuai dg nomor urut.

koko iskandar
thamsir rachman tidak bisa masuk karena kasus korupsi dan akan dibui sekamar dengan taufan andoso. Pas lah, cocok:-) seprofesi sbg korup, untung saja mereka tidak sempat jadi gubri.


Berita Politik lainnya..........
- Jelang Akhir Jabatan,
Dalam Sehari DPRD Inhu Lakukan 4 Paripurna

- Bertambah Rp 229 Miliar,
APBD-Perubahan Inhu Rp 1,9 Triliun Disahkan

- Rp9 Miliar untuk Bangun Kubah dan Pembenahan Kantor Gubri
- PDIP Buka Pendaftaran Calon Bupati Inhu
- Pekanbaru Sampaikan RAPBD 2015 Rp 3,34 Triliun
- APBD Perubahan 2014 Riau,
Pembangunan Jembatan Siak IV Dianggarkan Rp42 Miliar

- SK Pelantikan Anggota DPRD Pelalawan Baru Sudah Diteken Gubri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.127.59
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com