Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:45
Orasi Ilmiah, Wisuda Angkatan Kedua STAILe Pekanbaru akan Diisi Menteri Hanif Dhakhiri

Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:32
Firdaus-Rusli Janjikan Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak Sama Maju

Sabtu, 24 Pebruari 2018 20:55
Dugaan Anak Bunuh Ayahnya di Siak,
Hasil Autopsi Korban Meninggal Karena Sakit Komplikasi


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:59
Keunikan Kampung Wisata Koto Ranah,
Mulai Puncak Suligi 900 MDPL Hingga Naskah Kuno


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:26
Muhaimin Iskandar Beri Kuliah Umum di UR

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:19
Warga Kampung Baru Temukan Tengkorak Manusia Dalam Parit

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:17
Penyu Seberat 50 Kg Terdampar di Pantai Muntai, Bengkalis

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:07
Miliki 68 Paket Sabu, Warga Duri Ditangkap Polisi

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:47
Hadir di Sri Palas, Rusli Effendi Berasa Pulang ke Rumah

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:42
Kembangkan Pariwisata dan Pendidikan, Pemkab Kuansing Bekerjasama dengan UGM

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 14:57
GPPI kampar Tutut Pendidikan Gratis 12 Tahun

Aktivis GPPI dan masyarakat lakukan hearing bersama Komsi II DPRD Kampar. Mereka menuntut pendidikan gratis yang telah diwacanakan Bupati.

Riauterkini-BANGKINANG-Gerakan Pemuda Patrotik Indonesia (GPPI) Kabupaten Kampar bersama masyarakat melakukan hearing dengan Komisi II DPRD Kampar. Hearing ini menindaklanjuti tuntutan gratis biaya pendidikan hingga SMA.

Hearing yang digelar pada Senen (15/4/13) itu disimpulkan tiga poin pertama, mendukung surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, kedua biaya pendidikan untuk SD dan SMP digratiskan sesuai amanah undang-undang, ketiga, biaya pendidikan tingkat SMA dan sekolah swasta akan dibicarakan selanjutnya dengan mengundang kepala sekolah dan pihak Komite.

Adapun isi surat edaran tertanggal 11April 2013 yang ditandatangi Kadis P dan K Kabupaten Kampar Jawahir itu pihak sekolah dilarang memungut uang diantaranya uang masuk, uang pemabungan, uang bangku, uang perpisahan, uang buku, uang sisipan siswa baru, uang ac, uang kantin, uang pendaftaran ulang. Kemudian disepakati bagi sekolah yang telah memungut uang perpisahan agardikembalikan.

Dalam hearing yang dipimpin anggota Komisi II Repol itu beberapa orang perwakilan dari masyarakat menyampaikan keluh kesahnya terkait mahalnya biaya pendidikan seperti yang disampai Erniwati yang mengaku mempunyai anak tiga orang anak dua orang diantaranya duduk dibangku SMA dan satu orang duduk di bangku SMP.

‘’ Satu orang anak saya yang di SMA tidak bisa melanjutkan pendidikannya karena punya hutang disekolah karena tiga bulan belum membayar uang pembangunan, sebab saya tidak bisa melunasi karena saya hanya pedagang sayuran,’’ujarnya.

‘’Bapaknya sudah meninggal jadi saya terpaksa mencari nafkah untuk mencari biaya pendidikan yang tinggi untuk itu saya sangat berharap kepada Bapak-bapak agar biaya pendidikan dapat diringankan terutama bagi kami masyarakat lemah ini,’’harapnya sambil menangis.

Sementar itu Laila Latur Kodimah salah seorang murid SD yang duduk di kelas 6 juga menyampaikan hal yang dialami bahwa dirinya saat ini punya hutang sebesar Rp. 500 untuk biaya perpisahan. ‘’ Saya punya hutang di tempat saya menuntut ilmu yakni di SD 004 Bangkinang sebesar Rp.500 ribu untuk biaya perpisahan namun saya tidak bisa membayarnya sebab ayah saya hanya sebagai penjual air yang punya penghasilan satu hari sebesar Rp.35 ribu,’’ tuturnya.

‘’ Kemana uang Rp.500 ribu itu akan saya cari ayah saya matanya sudah buta dengan pendapatan cuma Rp.32 ribu perhari tentu saja tidak cukup untuk menutupi biaya perpisahan belum lagi untuk biaya makan,’’ ujarnya sambil menangis.

Salah seorang mahasiswa Anwar menyatakan bahwa isu pendidikan gratis ini sudah mereka gulirkan semenjak bupati sebelumnya tapi sampai saat ini belum ada solusi dan kemudian masih banyaknya pungutan liar di sekolah-sekolah.

‘’ Kenapa Kabupaten Kampar tidak mampu memberikan pendidikan gratis sementara daerah lain mampu ada apa ini apakah pemerintah tidak punya niat baik untuk membantu masyarakat yang memang membutuhkan,’’terangnya.

Anggota Komisis I Firman Wahyudi sempat miris mendengar hal yang dialami yang disampaikan masyarakat tersebut dan menyatakan agar dinas P dan K dapat memberikan solusi,’’Jujur saya kecewa dengan pihak eksekutif terkait biaya pendidikan ini, toh kita tahu bahwa pihak eksekutif bisa menggandeng pihak perusahaan dengan program CRS apa ini sudah dilakukan,’’ujarnya sembari bertanya.

‘’ Untuk itu hari ini harus ada solusi yang konkrit apalagi beberapa waktu lalu DPRD Kampar sudah memberi tenggat waktu kepada Dinas P dan K terkait biaya pendidikan gratis ini,’’terangnya.

Menyikapi hal tersebut Kadis P dan K Kabupaten Kampar Jawahir menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan kajian terkait pendidikan gratis hingga SMA,’’ Kita sudah berusaha semaksimal mungkin mencari solusi menggratiskan biaya pendidikan ini namun karena biaya penyelenggaraan pendidikan kita belum mendukung,’’jelasnya.

‘’ Akan tetapi kita telah komit untuk memberikan bantuan biaya pendidikan kepada masyarakat yang kurang mampu,’’jelasnya.

‘’ Menyikapi hal ini saya sudah membuat surat edaran yang dikirimkan kepada setiap sekolah tidak boleh memungut uang perpisahan, uang penerimaan murid baru dan lainnya,’’terangnya.

Wakil Ketua DPRD Kampar Syahrul Aidi menyatakan bahwa salah satu solusi yakni perlu adanya revisi tentang penunjukan Komite Sekolah dan Komite sekolah itu betul-betul dapat membantu dalam pembiayaan.

Ketua Komisi II Indra Gamal, kepada P dan K meminta agar betul-betul mengawal dan mengawasi agar tidak terjadi lagi pungutan liar disekolah-sekolah,’’ Kami menekankan agar dinas P dan K benar-benar melakukan pengawasan,’’harapnya.

Kemudian selaku pimpinan Repol membacakan kesimpulan yang telah diperoleh hearing tersebut pertama mendukung surat edaran dinas P d K serta mengawasi surat edaran tersebut dan apabila ada pihak sekolah yang melanggar akan diberikan sangsi, kedua biaya pendidikan untuk SD, SMP digratiskan dan ketiga untuk biaya pendidikan tingkat SMA dan swasta akan dibicarakan pada minggu depan dengan mengundang Kepala Sekolah dan Komite Sekolah.(man)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Firdaus-Rusli Janjikan Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak Sama Maju
- Hadir di Sri Palas, Rusli Effendi Berasa Pulang ke Rumah
- Muhaimin Iskandar Wajibkan Seluruh Kader PKB Menangkan Paslon LeHa di Pilgubri
- Silaturrahmi ke Ponpes Nurul Huda al-Islami Pekanbaru,
Muhaimin Iskandar Didoakan Jadi Wapres RI 2019-2024

- Pasangan AYO Kampanye Dialogis di Dumai
- Teken Kontrak Politik di Inhil,
LE Siap Mundur Jika Dana Rp1 Miliar/Desa/Tahun Tak Terwujud

- Gakkumdu Hentikan Laporan Dendy Gustiawan Terkait Paslon ber-KK 2
- Pendukung Harris dan Zukri Bersatu, Siap Menangkan Syamsuar-Edy Natar Nasution
- Lolos Peserta Pileg, PSI Langsung Tancap Gas Target Dua Digit
- Sosialisasi ke Meranti, Warga Minta Cagubri Arsyadjuliandi Bangun SMA di Pulau Padang
- Partai Demokrat Panggil Putra dan Putri Terbaik Rohul sebagai Bacaleg di Pileg 2019
- Formas Riau Gelar Rapat Konsulidasi DPP
- Blusukan ke Pasar Bengkalis,
Cawagub Suyatno Diminta Perhatikan Ekonomi Pedagang

- Kunjungi Posko Karib Pelalawan, Syamsuar Ajak Relawan Kompak Cari Dukungan
- Kampanye Dialogis di Pulau Padang, Andi Ingin Rangkai Pulau dengan Jembatan
- Bukan untuk Menjatuhkan, LE Laporkan 3 Pesaingnya ke Bawaslu
- Ditemui Demonstran dari BEM se-Indonesia,
Legislator Riau Janji Perjuangkan Aspirasi Mahasiswa

- Menuju Swasembada Daging,
Cagubri Andi Rachman Bertemu Para Peternak Pejuang di Siak

- Paslon Ber-KK 2, Gakkumdu Klarifikasi KPU RI
- Demo di Gedung DPRD Riau,
Ratusan Massa BEM se-Indonesia Tolak UU MD3



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.227.104.53
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com