Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Nopember 2017 22:26
Besok, Pemkab Kuansing Serahkan KUA-PPAS RAPBD 2018 ke Dewan

Kamis, 23 Nopember 2017 22:14
Ketua DPH LAMR Pekanbaru Ditabalkan Sebagai Datuk Amanah Adat

Kamis, 23 Nopember 2017 22:07
Bawa 40 Kg Sabu dan 15.000 Ekstasi,
Dua Pemuda di Siak Dituntut Hukuman Mati


Kamis, 23 Nopember 2017 21:44
Pilkades Usai, Wabup Halim Himbau Warga Desa Bersatu Kembali

Kamis, 23 Nopember 2017 20:33
Kadisdik Dinilai Langgar Aturan ASN,
PKC PMII Riau-Kepri Kirimkan Surat ke Menteri Pendidikan RI


Kamis, 23 Nopember 2017 19:05
Fokus Antisipasi Bencana, Pemko Segera Bentuk BPBD

Kamis, 23 Nopember 2017 18:33
Gubri Buka BBGRM di Bangkinang, Kampar

Kamis, 23 Nopember 2017 18:08
Memburu Satriandi, Polresta Pekanbaru Justru Menciduk Pecatan Polisi Membawa Sabu

Kamis, 23 Nopember 2017 17:16
Jalan Rusak Parah,
Warga Rupat Sindir DPRD dan Pemkab Bengkalis dengan Pohon Pisang


Kamis, 23 Nopember 2017 16:27
Gubri Resmi Cabut Status Siaga Darurat Penanggulangan Asap

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 11 April 2013 06:08
Jon Erizal : Dunia Usaha Butuh Kepastian Hukum dan Keamanan

Jon Erizal berikan ceramah dihadapan 1.500 peserta Diklat Nasional Kamtibmas dan Telematika. Tanpa kepastian hukum dan keamanan dunia usaha tidak akan berjalan.

Riauterkini-JAKARTA-Bakal Calon Gubernur Riau yang juga Bendahara Umum DPP PAN, H. Jon Erizal, Se, MBA, mengatakan dunia usaha membutuhkan kepastian hukum dan keamanan. Tanpa kepastian hukum dan keamanan dunia usaha tidak akan berjalan. Namun untuk menjaga keamanan tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian karena jumlahnya terbatas. Karena itu, peran civil society sangat diharapkan.

Hal itu disampaikan Jon Erizal dalam ceramahnya di depan 1.500 peserta Diklat Nasional Kamtibmas dan Telematika yang dilaksanakan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri di Jakarta, Selasa (9/4/13). Pengusaha nasional ini memaparkan tentang pengaruh Hankam dan Kamtibmas terhadap pembangunan ekonomi Indonesia. Selain Jon Erizal, juga tampil menjadi pembicara pengusaha Hasjim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto.

Menurut Jon Erizal, fundamental ekonomi Indonesia saat ini tergolong sangat kuat. Angka kemiskinan dan pengangguran terbuka dalam lima tahun terakhir terus berkurang. Inflasi terjaga. Pendapatan perkapita terus meningkat. Diproyeksikan pada tahun 2025 income perkapita Indonesia mencapai 15.500 US Dollar. Untuk saat ini saja, Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Tiongkok.

Tentu saja cerita diatas akan berbeda jika faktor non-ekonomi berupa keamanan dan ketertiban tidak diurus dengan baik. Untuk menjaga keamanan dan ketertiban tersebut, tidak bisa seluruhnya dibebankan kepada Polri. Lembaga ini punya keterbatasan, terutama sumber daya manusia. Oleh karena itu, kata Jon Erizal, diperlukan wadah dari kelompok b>civil society yang bisa menjadi katalisator antara masyarakat dan Polri. ‘’Disinilah peran penting Senkom sebagai Mitra Polri,’’ ujarnya.

Jon Erizal mengatakan yang dibutuhkan dunia usaha saat ini adalah kepastian hukum dan jaminan keamanan. Ia berharap Indonesia tidak mengulangi tragedi 1998, dimana kerusuhan terjadi hampir merata di Indonesia. Seluruh pengamat luar negeri berpendapat bahwa Indonesia akan menjadi negara gagal, bahkan hancur. Tetapi Tuhan berpendapat lain, setelah 15 tahun berlalu, bangsa ini mampu bangkit bahkan menjadi kekuatan ekonomi dunia yang diperhitungkan.

Karena itu, menurutnya, Senkom bisa menjembatani kebutuhan dasar masyarakat akan rasa aman dan menjadi ujung tombak Polri dalam menjaga stabilitas teritori. ‘’Gerakan b>civil society seperti Senkom ini harus didukung dan dijadikan model strategi partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,’’ ujarnya.***(rls)



Berita Politik lainnya..........
- Besok, Pemkab Kuansing Serahkan KUA-PPAS RAPBD 2018 ke Dewan
- Golkar dan PDI-P Siap Berkoalisi di Pilgubri 2018
- Senin Depan, DPP Demokrat Akan Putuskan Nama Cagubri
- Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Riau Ini Perjuangkan Anggaran Pembangunan Dua SMA Negeri di Pelalawan
- 34 Panwascam di Bengkalis Digembleng Bimtek Pengawasan Pilgubri 2018
- Syamsuar Optimis Dapatkan Dukungan Partai di Pilgubri 2018
- Fokus Bahar RAPBD 2018, Wakil Rakyat Dilarang 'Pelesir' ke Luar Negeri
- Keuangan 60 Persen,
Realisasi Fisik APBD Riau Baru Capai 79 Persen

- Kadernya Dilirik Golkar, PDI Perjuangan Belum Berani Beri Tanggapan
- Termasuk 4 Pelamar Sekda, 30 Calon PTP Ikuti Tes Kompetensi Manajerial
- Peta Politik Pilkada Bisa Berubah,
Wasekjen Golkar Sebut 8 DPD I Golkar Usulkan Munaslub

- Terkait Sengketa Lahan PT RPI,
Komisi II DPRD Pelalawan Hearing dengan Warga Desa Air Hitam

- Legislator Riau Ini Sebut Hanya 14 Parpol Lolos Peserta Pemilu 2019
- Munawar Nakhodai Garda Pemuda NasDem Riau
- Seluruh Kader Golkar Wajib Taati SK Penetapan Gubri dan Wagubri
- 30 Calon Lulus Administrasi Assesment 10 Pejabat Eselon II Pemkab Bengkalis
- Meski Setnov Dicopot, Masnur Yakin Golkar Tetap Usung Andi-Suyatno di Pilgubri 2018
- Pembangunan Gedung Dianggarkan di APBD,
Dewan Minta Dua Instansi Penegak Hukum di Riau Tidak Tebang Pilih

- Rakernas PP TIDAR di Pekanbaru Bakal Dibuka Prabowo Subianto
- Jelang Rakornas Tiga Pilar, PDI-P Riau Matangkan Persiapan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.225.16.10
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com