Untitled Document
Ahad, 2 Muharram 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 26 Oktober 2014 16:22
Wabup Rohil Ajak Masyarakat Semakin Islami di Tahun Baru Hijriyah

Ahad, 26 Oktober 2014 16:20
Pelalawan Finish di Empat Besar Porprov Riau 2014

Ahad, 26 Oktober 2014 16:17
Juara Umum Porprov Riau, Bupati Bengkalis Janji Segera Kuncurkan Bonus Atlet

Ahad, 26 Oktober 2014 16:14
Dua Mayat Pria dan Wanita Ditemukan Mengambang di Perairan Rohil

Ahad, 26 Oktober 2014 16:13
Posisi 8 di Porprov VIII Riau di Inhu, Bupati Rohul Tetap Bangga

Ahad, 26 Oktober 2014 13:23
Kebakaran di Pasar Lubuk Ambacang Kuansing Lukai Seorang Bocah

Ahad, 26 Oktober 2014 12:29
Nama dan Lokasi tak Sesuai,
Bono Off Road Dikritik Mahasiswa




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 10 April 2013 18:06
Hari Kedua Pendaftaran Bacaleg di KPUD Pelalawan Sepi

KPU Pelelawan telah membuka pendaftaran Bacaleg 2014. Memasuki hari kedua belum ada partai yang mendaftarkan Bacalegnya.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Dua hari setelah dibuka secara resmi pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Pelalawan masih terlihat sepi dari aktifitas pendaftaran yang dilakukan oleh parpol peserta pemilu legislatif tahun 2014.

Ketua KPUD Pelalawan, Abdul Hamid Msi, Rabu (10/4/13) mengungkapkan bahwa KPU telah membuka pendaftaran bacaleg sejak tanggal 9 sampai tanggal 22 April, pada jam kantor dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

“Kita membuka pendaftaran dari rentang waktu tanggal 9 smapai 22 April, dari pukul 8 pagi sampai 4 sore, kalau lewat dari jadwal itu tidak diperbolehkan lagi”jelasnya.

Walau sudah dua hari dibukanya pendaftaran caleg sementara oleh KPUD Pelalawan, namun sejauh ini belum ada partai yang mendaftarankan calegnya, pihak KPUD sendiri tidak mempersoalkan belum adanya partai yang mendaftarakan calegnya mengingat masih lama waktu yang diberikan kepada partai untuk menyerahkan berkas pendaftaran bacaleg. “Sampai saat ini belum ada yang mendaftar, biasanya last minute (di waktu akhir pendaftaran) baru ramai yang mendaftar” lanjutnya.

Secara umum, beber Hamid, syarat pendaftaran bacaleg harus melampirkan 19 berkas yang harus di serahkan ke KPUD, diantaranya, surat pencalonan yang ditandatangani ketua dan sekjen, KTP, KTA Parpol, Ijazah terakhir serta keterangan terdaftar sebgaai pemilih (DP4) yang dikeluarkan oleh KPU.

“Pendaftaran bacaleg di KPUD bukan dilakukan oleh bacaleg sendiri melainkan diwakili oleh partai, sistemnya kita menerima bacaleg melalui partai, jadi utusan partai yang membawa berkas berkas pendaftaran ke KPUD “ bebernya Selain membawa berkas pendaftaran bacaleg, utusan partai juga harus melampirka persyaratan lain ke KPUD seperti, jumlah bacaleg per dapilnya serta persentase 30 persen keterwakilan perempuan.

“Untuk keterwakilan perempuan, adanya penetapan sekurang kurangnya satu orang perempuan dalam tiga urutan caleg per dapilnya, urutannya dalam satu sampai tiga harus ada nama bacaleg perempuan begitu juga seterusnya, dengan kata lain susunan bacaleg tidak boleh bacaleg perempuan di urutan buncit semuanya, jika tidak memenuhi itu maka pendaftran dapil itu dibatalkan” terangnya.

Ketika disinggung mekanisme pendaftaran bagi anggota dewan yang mendaftar sebagai bacaleg dari partai lain, dijelaskan Hamid, anggota dewan tersebut harus melampirkan surat pengunduran diri dari partai lama, sekaligus surat pengunduran diri dari keanggotaanya di DPRD. “Surat pemberhentian atau pengunduran diri dari partai ditandatangani ketua partai, sedangkan surat keterangan pengunduran diri dari dewan di tandangani pimpinan dewan yang menerangkan bahwa surat pengunduran diri itu tengah di proses” jelasnya.

Ketika ditanya, setelah mendaftar dari partai lain, apakah anggota dewan tersebut harus segera mundur dari anggota dewan, ditegaskan Hamid bahwa itu bukan menjadi ranah kewenangan KPU, pihaknya hanya memproses berkas berkas yang secara administrasi dinyatakan mundur. “Jika mereka sudah melayangkan surat pengunduran diri, itu menjadi kebijakan intern partai dan dewan, apakah mau segera di PAW atau tidak” tegasnya.

Untuk jumlah kursi anggota pada DPRD Kabupaten Pelalawan periode 2014-2019, berjumlah 35 kursi, bertambah lima kursi dari periode sekarang yang hanya 30 kursi.

“Untuk dapil satu yang terdiri dari Kecamatan Bandar Seikijang, Langgam dan Langgam tersedia 12 kursi, untuk dapil dua, Kecamatan Pelalawan, Teluk Meranti dan Kuala Kampar, Bunut dan Bandar Petalangan tersedia sembilan kursi, dapil tiga, Kecamatan Pangkalan Kerumutan dan Ukui dengan enam kursi dan terakhir dapil empat, Kecamatan Pangkalan Kuras dan Pangkalan Lesung dengan delapan kursi, jadi totalnya 35 kursi”pungkas Hamid.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
dcpt dapil I
nyo ambo pulak du yang suuh buyung du ikut caleg... kato ambo... kalau tk bisa jadi pegawai do nak cubo pulak nyaleg macam wang du.. mano tau elok nasib kau disitu..

dcpt dapil I
dek apo anak ambo lum daftar lg kekpu? padahal potang la diboi duit untuk ngurus persyaratannyo kato anak ambo tu saratnyo samo dengan masuk kuliyah aidu...


Berita Politik lainnya..........
- Perpu Wajibkan Pemilihan di DPRD,
Andy Rachman tak Otomatis Bisa jadi Gubernur Riau

- Silahkan, Sampaikan Aspirasi Lewat Blog Pribadi Ketua DPRD Rohul
- Operasi Mantap Brata 2014 Polres Kuansing Berakhir
- Sebagai Ketua Fraksi PDI-P di DPRD Riau,
Ma'mun Solikhin Akan Gantikan Manahara Manurung

- Rekomendasi Provinsi Riau Pesisir Mulai Dipermasalahkan Wakil Rakyat
- KPU Dumai Tunda Penyusunan Tahapan Pilkada 2015
- Semua Kepentingan Daerah Diperjuangkan Bersama,
Wakil Rakyat dan Senator Riau Bentuk Forum MDD



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.111.111
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com