Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Kamis, 26 Mei 2016 21:30
APRIL Tunjukkan Operasional Perusahaan Kelas Dunia

Kamis, 26 Mei 2016 21:24
Kembali Pimpin PKB Riau, Abdul Wahid Targetkan Raih Suara Maksimal dalam Pemilu 2019

Kamis, 26 Mei 2016 21:21
Besok, Dinas Pariwisata ‎Launching Potensi Pariwisata Riau di Jakarta

Kamis, 26 Mei 2016 20:31
Paspi Luncurkan Buku Mitos Vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia

Kamis, 26 Mei 2016 20:20
Reskrim Polres Pelalawan Sikat 4 Penjudi Domino

Kamis, 26 Mei 2016 20:15
Toilet Jorok,
Sekwan: Gedungnya Sudah Tua dan Dana Renovasinya Masih Proses Lelang


Kamis, 26 Mei 2016 20:03
200 Anak Petani Kelapa Sawit Terima Beasiswa DI

Kamis, 26 Mei 2016 19:29
Bupati Harris Luncurkan BLUD Puskesmas di Kerumutan

Selasa, 24 Mei 2016 19:19
Pemko Pekanbaru Wacanakan Jadikan Sungai Siak Tempat Wisata Terapung

Kamis, 26 Mei 2016 19:05
Suap APBD Riau, KPK Sebut Segera Panggil Johar Firdaus dan Suparman Lagi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 8 Maret 2013 19:14
Camat Simpang Kanan Ditegur,
TPS Pilgub Sumut Berdiri di Rohil Riau


Camat Simpang Kanan mendapat teguran tegas dari Wakil Bupati Rohil menyusul berdirinya TPS Pemilihan Gubernur Sumut di Kepenghuluan Bukit Mas.

Riauterkini-SIMPANGKANAN-Satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) berdiri di Kepenghuluan Bukit Mas Kecamatan Simpang Kanan Rohil. Akibatnya, camat setempat mendapat teguran keras Wakil Bupati Rohil Suyatno.

“Saya sudah ditegur Pak Wakil Bupati, diperintah mendata yang warga Bukit Mas yang sebenarnya berapa, suruh laporkan beliau nanti, dokumen-dokumen kemaren tu yang saya foto juga, disimpan. Jadi harus dipertahankan wilayah Rohil,” kata Sunarto, Plt Camat Simpang Kanan Rohil, Jum’at (8/3/13) melalui selulernya kepada riauterkinicom.

Adanya TPS di Kepenghuluan Bukit Mas Rohil diakuinya sudah mendapat laporan dari pihak kepenghuluan setempat, namun hanya dari staf, tidak dari Datuk Penghulunya. “Saya dapat laporan tu malam tanggal 7, yang lapor pun staf kepenghuluan, namanya Nur Komar, katanya ada satu buah TPS Desa Beringin (Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumut, red) yang di lokasi Kepenghuluan Bukit Mas (Rohil),” katanya.

Keberadaan TPS itu ternyata belum diambil tindakan apa-apa karena mencemaskan terjadi huru-hara.”Mau diusir, nanti terjadi huru hara, ya kan, saya bilang nunggulah saya datang, kebetulan tanggal 7 itu saya ada rencana rapat dengan PT SMA, saya nunggu PT SMA, jam 10 pun ternyata PT SMA, ndak datang, baru saya menyusul jam 11,” katanya terus berkisah.

Sampai disana, dia melihat proses pemungutan suara sudah berlangsung. “Sampai sana saya lihat, itu proses sudah berlangsung, itu pemilihan suara itu, ada kamar disana kan, kemudian saya datanginlah ketua KPPS itu, apa dasar Kepenghuluan Beringin (Sumut, red) d isini (meletakkan TPS, red),” tanya heran.

Sunarto menegaskan, tempat TPS itu berada merupakan wilayah Rohil, hasil pemekaran Kabupaten Bengkalis, Riau. “Saya bilang ini wilayah Rohil, hasil pemekaran Kabupaten Bengkalis menjadi Kabupaten Rokan Hilir. Tapal bataspun sudah jelas, masuk Kabupaten Rokan Hilir, Simpang Kanan. Dari dulu masuk Kabupaten Bengkalis, kan gitu,” tandasnya.

Di TPS itu hanya ada 228 suara, dan yang menang pasangan Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi (Gantemg). “Dan akhirnya waktu itukan ndak begitu banyak suara, situ tu ada 228 suara. (yang menang siapa pak) kalau ngak salah, Pak Gatot itu. Jadi akhirnya saya bilang sama petugas itu, pokoknya harus dipindahkan, jangan lagi disini dipindahkan ke kantor Desa Beringin,” katanya tegas.

Sunarto menyesalkan sikap Datuk Penghulu Bukit Mas, tidak mengantisipasi keadan itu sebelumnya. “Cuman yang saya sesalkan itu, Penghulu Bukit Mas itu ndak mengantisipasi, ndak ada antisipasi. Saya tanya, Bukit Mas macam mana, aman, aman, aman tapi ternyata masih terjadi juga hal-hal yang negative ya ndak,” katanya menyesalkan.

Di tempat itu katanya juga pernah ada dua TPS dalam suatu pesta demokrasi. “Memang dulu dua TPS disitu, dua TPS Kepenghuluan Beringin itu. Sekarang kan cuma satu, mudah-mudahan tahun berikutnya ngak ada lagi di situ,” katanya menargetkan.***(nop)

TPS 1 pada Pilgubsu 2013 yang didirikan di wilayah Rokan Hilir (Rohil).




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Waspadalah..!!!
Herman Abdullh hanya cocok jadi Gubernur Kampar, bukan Gubernur Riau. Krn track record dan kiprahnya selama ini membuat HA pantas dijuluki "Bapak Kamparisasi". Selama 2 periode menjadi walikota Pku, 90% pejabat penting dan posisi kunci dipegang oleh

kades %@!*
ganti kades nya pak.!

warga bagan batu
Inilah bukti bahwa kakek annas maamun itu lemah dlm pengawasan perbatasanx, beranix org sumut msuk seenakx tanpa izin ke wilayah kekuasaan annas,mana taring annas yg selama ini katanya garang n sgt berani dlm permasalahanx?


Berita Politik lainnya..........
- Kembali Pimpin PKB Riau, Abdul Wahid Targetkan Raih Suara Maksimal dalam Pemilu 2019
- Wakil Rakyat Harapkan Wagubri Harus Berkomitmen dan Satu Visi dengan Gubri
- Pilkada Kampar 2017, Rahmat Jevary Juniardo Ikuti Penjaringan PAN
- Pasca Dilantik Gubri Definitif,
Dewan Meminta Segera Usulan Dua Nama Calon Wagub

- KPU Terima Tembusan PAW Fikri Wahyudi dan Eri Sumarni dari DPRD Pekanbaru
- Riau Memilih Wakil Gubernur,
Kordias Merasa Siap jika Digandeng Andi Membangun Riau

- Aklamasi, Wahid Kembali Dipercaya Pimpin PKB Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.162.48.54
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com