Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Kamis, 30 Juni 2016 15:24
Shalat Idul Fitri 2016 di Rohul Dilaksanakan di 530 Lokasi

Kamis, 30 Juni 2016 15:21
5,000 Alat Berat Beroperasi di Riau,
Dewan Sayangkan Hanya 430 Unit yang Bayar Pajak


Kamis, 30 Juni 2016 14:11
Harga TBS Sawit di Rohul Turun Rp87,46 Per Kg dan Karet Turun Rp200 Per Kg

Kamis, 30 Juni 2016 14:07


Kamis, 30 Juni 2016 14:07
Bupati Inhil Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya Siak 2016

Kamis, 30 Juni 2016 13:58
Larang Pakai Mobnas, Wabup Bengkalis Ingatkan ASN Tidak Nambah Libur Lebaran

Kamis, 30 Juni 2016 13:31
Gubri Intruksikan Dinas BM Siagakan Alat Berat di 9 Titik Rawan Longsor Jalur Mudik

Kamis, 30 Juni 2016 13:28
Jalin Keakraban, PWI Meranti Gelar Buka Puasa Bersama

Kamis, 30 Juni 2016 12:08
Bupati Pelalawan Pimpin Apel Ramadniya Siak 2016

Kamis, 30 Juni 2016 12:05
Belum Ada Tersangka, Polisi Mulai Kuak Sebab Dua Kapal Pemkab Bengkalis Terbakar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 3 Maret 2013 18:05
Himarohu Himbau Balon Gubri tak Jadikan Kemiskinan Jualan Politik

Jelang Pilgubri selalu saja terjadi tebar pesono oleh para kandidat. Hiperohu menghimbau para calon pemimpin Riau tak sekedar jadikan kemiskinan masyarakat jualan politik.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Menjelang Pilgubri 4 September 2013, realitas kemiskinan dan kebodohan masyarakat menjadi ajang “jualan” atau dagangan dalam kampanye dan sosialisasi para kalangan politisi di Provinsi Riau.

Kemirisan itu lah yang disayangkan Ketua Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu-Riau (Himarohu) Adhytia Syayendra. Realisasi *leader of manager* semakin "carut marut"* ulah dari pemimpin di Indonesia mulai tingkat daerah sampai pusat.

“Kepemimpinan dengan konsep parlementer hingga desentralisasi belum maksimal dalam mengisi kemerdekaan. Masih banyak masyarakat menangis karena kemiskinan ekonomi dan kebodohan,” papar Adhytia di Pasirpangaraian, Ahad (3/3/13).

Semakin banyaknya lahir *leader-leader* bermental korup dan tamak jabatan, ujar Adhytia, tidak justru mengangkat harkat martabat rakyat, sebaliknya oknum-oknum itu malah merampas hak-hak rakyat yang nilainya sampai triliunan rupiah.

Kepedulian dan keberpihakan kepada rakyat, menurut Adhytia, hanya sekedar * lipstick* bibir para politisi. Realitas kebijakan-kebijakan belum tepat sasaran, termasuk berbagai project program kerja di Pemprov Riau.

“Termasuk di tingkat Kabupaten dan kota. Program-program hanya untuk kepentingan para golongan dan kelompok tertentu mengatasnamakan masyarakat,” tegasnya.

Sesuai amanat konstitusi pasal 31 UUD 1945, sudah dijelaskan setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan murah baik itu melalui APBN atau APBD dengan anggaran minimal 20 persen dari total anggaran per tahun.

“Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 1 juga sudah jelas. Setiap warga Negara memiliki hak sama dalam memperoleh pendidikan layak yang bermutu,” ujarnya.

Selaku Ketua Himarohu-Riau dan putra daerah Riau, Adhytia berharap ada kepemimpinan Riau alternatif yang harus berpihak dan dekat dengan rakyat, serta bersikap solutif dalam merealisasikan segala kebutuhan rakyat.

Atas kecamuk situasi politik yang semakin panas saat ini menjelang Pilgubri 2013, Adhytia mengaku pesimis hal tersebut tercapai, pasalnya kedaulatan telah dirampas oleh lembaga eksekutif dan legislatif dari tangan rakyat.

“Ini bukti adanya kebijakan *top-down*, sehingga terjadi tarik ulur, sebab ada kepentingan antara eksekutif dan legislatif demi kepentingan partai dengan mengabaikan kepentingan rakyat,” tandasnya.

Dicontohkan Adhytia, seperti halnya di Rohul, masih banyak rakyat mengeluh dengan kebijakan program yang belum tepat sasaran, seperti pembangunan yang belum merata, keterbukaan informasi publik masih minim, pola birokrasi kurang responsif, jaminan kesehatan belum membumi, pendidikan tidak terarah, dan kondisi jalan yang belum seluruhnya tersentuh aspal.

“Bagaimana kita tidak pesimis. Masyarakat belum makmur dan sejahtera, sebab para pemangku kepentingan masih mengalami krisis degradasi moral.”

“Konsep Alquran pun telah mengajarkan, tuhan tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum jika para elit politiknya belum berubah. Tapi apakah mereka akan sadar hal tersebut?,” tambah Adhytia lagi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
laksana hery
percuma loe mahasiswa, kalau analisisnya masih kayak preman pasar.

ULAK KEMAHANG
BELAJA AJOLAH KEMENAKAN,USAH NAK SAMO PULO DENGAN ULAH UYANG TUO TUO,KOMEH ILMU BANYAK BANYAK,CONTOH TU H ANNAS MAAMUN SEGALO MACAM SEKOLAH MULAI IPDN SAMPAI SPN DIANGKUTNYO KE ROHIL,SEMENTARA AHMAD DAN MM SIBUK BEREBUT SAMPAN LOPAP.......?

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Dosen
Kamu yang jualan kemiskinan ya, kalau ga tahu apa jangan ngomong, nilai kamu aja cukup makan

Mahadi UIN
Sok tau lu, bongak dipelihara, ha ha ha,

broo maksum
segalanya uang rakyat, okkk


Berita Politik lainnya..........
- 5,000 Alat Berat Beroperasi di Riau,
Dewan Sayangkan Hanya 430 Unit yang Bayar Pajak

- SK RTRW Merugikan Riau, DPRD Siap Gugatan ke Tiga Instansi
- Masyarakat Yakin Zulfan Hamid Penyelamat Kampar
- DPRD Inhu Sesalkan Permohonan Bantuan Lebaran oleh Kecamatan Rengat
- Mendagri Tak Memutuskan Hingga 1 Juli,
Gubri Dimungkinkan Tunjuk Plt Sekda

- Wagubri dan Ketua DPRD Riau Kosong,
Dewan Minta Golkar Dahulukan Kepentingan Rakyat dari Partai

- PKS Putuskan Usung Ayat Calon Walikota, Firdaus Siap Bertanding


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.170.173
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com