Untitled Document
Rabu, 25 Ramadhan 1435 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 22 Juli 2014 22:03
IKMR-KP Yogyakarta Gelar Buka Puasa Bersama Alumni

Selasa, 22 Juli 2014 21:49
169 CPNS di Siak Terima SK Pegawai

Selasa, 22 Juli 2014 21:45
Bertepatan HBA 54, Kejari Siak Tetapkan 9 Tersangka Korupsi

Selasa, 22 Juli 2014 21:24
Mendadak Sesak Nafas, Gembala Kerbau Hanyut di Sungai Kampar

Selasa, 22 Juli 2014 20:49
PT RAPP Buka Puasa Bersama Wartawan Kampar

Selasa, 22 Juli 2014 20:45
Kejari Pasirpangaraian Musnahkan Barang Bukti Ganja dan Sabu

Selasa, 22 Juli 2014 20:38
Spesialis Penadah Sepeda Motor Curian di Pekanbaru Dibekuk Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 3 Maret 2013 18:05
Himarohu Himbau Balon Gubri tak Jadikan Kemiskinan Jualan Politik

Jelang Pilgubri selalu saja terjadi tebar pesono oleh para kandidat. Hiperohu menghimbau para calon pemimpin Riau tak sekedar jadikan kemiskinan masyarakat jualan politik.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Menjelang Pilgubri 4 September 2013, realitas kemiskinan dan kebodohan masyarakat menjadi ajang “jualan” atau dagangan dalam kampanye dan sosialisasi para kalangan politisi di Provinsi Riau.

Kemirisan itu lah yang disayangkan Ketua Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu-Riau (Himarohu) Adhytia Syayendra. Realisasi *leader of manager* semakin "carut marut"* ulah dari pemimpin di Indonesia mulai tingkat daerah sampai pusat.

“Kepemimpinan dengan konsep parlementer hingga desentralisasi belum maksimal dalam mengisi kemerdekaan. Masih banyak masyarakat menangis karena kemiskinan ekonomi dan kebodohan,” papar Adhytia di Pasirpangaraian, Ahad (3/3/13).

Semakin banyaknya lahir *leader-leader* bermental korup dan tamak jabatan, ujar Adhytia, tidak justru mengangkat harkat martabat rakyat, sebaliknya oknum-oknum itu malah merampas hak-hak rakyat yang nilainya sampai triliunan rupiah.

Kepedulian dan keberpihakan kepada rakyat, menurut Adhytia, hanya sekedar * lipstick* bibir para politisi. Realitas kebijakan-kebijakan belum tepat sasaran, termasuk berbagai project program kerja di Pemprov Riau.

“Termasuk di tingkat Kabupaten dan kota. Program-program hanya untuk kepentingan para golongan dan kelompok tertentu mengatasnamakan masyarakat,” tegasnya.

Sesuai amanat konstitusi pasal 31 UUD 1945, sudah dijelaskan setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan murah baik itu melalui APBN atau APBD dengan anggaran minimal 20 persen dari total anggaran per tahun.

“Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 1 juga sudah jelas. Setiap warga Negara memiliki hak sama dalam memperoleh pendidikan layak yang bermutu,” ujarnya.

Selaku Ketua Himarohu-Riau dan putra daerah Riau, Adhytia berharap ada kepemimpinan Riau alternatif yang harus berpihak dan dekat dengan rakyat, serta bersikap solutif dalam merealisasikan segala kebutuhan rakyat.

Atas kecamuk situasi politik yang semakin panas saat ini menjelang Pilgubri 2013, Adhytia mengaku pesimis hal tersebut tercapai, pasalnya kedaulatan telah dirampas oleh lembaga eksekutif dan legislatif dari tangan rakyat.

“Ini bukti adanya kebijakan *top-down*, sehingga terjadi tarik ulur, sebab ada kepentingan antara eksekutif dan legislatif demi kepentingan partai dengan mengabaikan kepentingan rakyat,” tandasnya.

Dicontohkan Adhytia, seperti halnya di Rohul, masih banyak rakyat mengeluh dengan kebijakan program yang belum tepat sasaran, seperti pembangunan yang belum merata, keterbukaan informasi publik masih minim, pola birokrasi kurang responsif, jaminan kesehatan belum membumi, pendidikan tidak terarah, dan kondisi jalan yang belum seluruhnya tersentuh aspal.

“Bagaimana kita tidak pesimis. Masyarakat belum makmur dan sejahtera, sebab para pemangku kepentingan masih mengalami krisis degradasi moral.”

“Konsep Alquran pun telah mengajarkan, tuhan tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum jika para elit politiknya belum berubah. Tapi apakah mereka akan sadar hal tersebut?,” tambah Adhytia lagi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
laksana hery
percuma loe mahasiswa, kalau analisisnya masih kayak preman pasar.

ongah
bagus adinda, tapi sebaiknya kalu nak beri komentar tau tanggapan tolong pisahkan invividu ketua ataukah kelembagaan himarohu. komentarnya ongah dukung...teruskan sikap kritis itu, tapi jangan hanya mencari populeritas dan pencitraan diri....yooooooo

ULAK KEMAHANG
BELAJA AJOLAH KEMENAKAN,USAH NAK SAMO PULO DENGAN ULAH UYANG TUO TUO,KOMEH ILMU BANYAK BANYAK,CONTOH TU H ANNAS MAAMUN SEGALO MACAM SEKOLAH MULAI IPDN SAMPAI SPN DIANGKUTNYO KE ROHIL,SEMENTARA AHMAD DAN MM SIBUK BEREBUT SAMPAN LOPAP.......?

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Dosen
Kamu yang jualan kemiskinan ya, kalau ga tahu apa jangan ngomong, nilai kamu aja cukup makan

Mahadi UIN
Sok tau lu, bongak dipelihara, ha ha ha,

broo maksum
segalanya uang rakyat, okkk


Berita Politik lainnya..........
- Wako Pekanbaru Imbau Timses Capres Tidak Turun ke Jalan
- Pembahasan KUA PPAS Riau Setelah Lebaran
- DPRD Riau Sahkan Perda Tercepat, Perda DAS
- Komisi A DPRD NAD Kunjungi Koleganya di DPRD Riau
- PAN Pelalawan Miliki Kader Terbaik untuk Pimpin DPRD
- Ditanya Soal Capres,
Gubri: Kita Ikut yang Menang Saja

- a


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.25.58
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com