Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Juni 2018 19:15
Mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah Ajak Masyarakat Riau Menangkan Syamsuar-Edy Nasution

Selasa, 19 Juni 2018 19:11
Lusa, SBY, Romi dan Yusril Kampanye Akbar Firdaus-Rusli di Bangkinang

Selasa, 19 Juni 2018 19:06
Empat Ruko Terbakar di Pelalawan,
Satu Keluarga Selamat dari Kobaran Api


Selasa, 19 Juni 2018 17:31
Sekdaprov dan Kepala BPBD Riau Tinjau Lokasi Longsor di Tembilahan

Selasa, 19 Juni 2018 15:11
Riset Vox Populi: Lukman Edy-Hardianto Menang Pilgub Riau

Selasa, 19 Juni 2018 13:15
Tokoh Minang Nilai Syamsuar Jauh dari Korupsi dan Sangat Paham Budaya Mereka

Selasa, 19 Juni 2018 13:10
Dinas Perhubungan RIau Siap Lancarkan Arus Balik Lebaran Lewat Darat

Selasa, 19 Juni 2018 13:05
Optimis Menang, Puluhan Ribu Saksi Siap Amankan Suara Firdaus-Rusli di TPS

Selasa, 19 Juni 2018 09:30
Lukman Edy-Hardianto Janji Perhatikan Nasib Guru Komite dan Operator Pendidikan

Senin, 18 Juni 2018 21:01
Bukit Kelok Indah Kampar Diserbu Pengunjung Selama Liburan Lebaran

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 3 Maret 2013 18:05
Himarohu Himbau Balon Gubri tak Jadikan Kemiskinan Jualan Politik

Jelang Pilgubri selalu saja terjadi tebar pesono oleh para kandidat. Hiperohu menghimbau para calon pemimpin Riau tak sekedar jadikan kemiskinan masyarakat jualan politik.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Menjelang Pilgubri 4 September 2013, realitas kemiskinan dan kebodohan masyarakat menjadi ajang “jualan” atau dagangan dalam kampanye dan sosialisasi para kalangan politisi di Provinsi Riau.

Kemirisan itu lah yang disayangkan Ketua Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu-Riau (Himarohu) Adhytia Syayendra. Realisasi *leader of manager* semakin "carut marut"* ulah dari pemimpin di Indonesia mulai tingkat daerah sampai pusat.

“Kepemimpinan dengan konsep parlementer hingga desentralisasi belum maksimal dalam mengisi kemerdekaan. Masih banyak masyarakat menangis karena kemiskinan ekonomi dan kebodohan,” papar Adhytia di Pasirpangaraian, Ahad (3/3/13).

Semakin banyaknya lahir *leader-leader* bermental korup dan tamak jabatan, ujar Adhytia, tidak justru mengangkat harkat martabat rakyat, sebaliknya oknum-oknum itu malah merampas hak-hak rakyat yang nilainya sampai triliunan rupiah.

Kepedulian dan keberpihakan kepada rakyat, menurut Adhytia, hanya sekedar * lipstick* bibir para politisi. Realitas kebijakan-kebijakan belum tepat sasaran, termasuk berbagai project program kerja di Pemprov Riau.

“Termasuk di tingkat Kabupaten dan kota. Program-program hanya untuk kepentingan para golongan dan kelompok tertentu mengatasnamakan masyarakat,” tegasnya.

Sesuai amanat konstitusi pasal 31 UUD 1945, sudah dijelaskan setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan murah baik itu melalui APBN atau APBD dengan anggaran minimal 20 persen dari total anggaran per tahun.

“Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 1 juga sudah jelas. Setiap warga Negara memiliki hak sama dalam memperoleh pendidikan layak yang bermutu,” ujarnya.

Selaku Ketua Himarohu-Riau dan putra daerah Riau, Adhytia berharap ada kepemimpinan Riau alternatif yang harus berpihak dan dekat dengan rakyat, serta bersikap solutif dalam merealisasikan segala kebutuhan rakyat.

Atas kecamuk situasi politik yang semakin panas saat ini menjelang Pilgubri 2013, Adhytia mengaku pesimis hal tersebut tercapai, pasalnya kedaulatan telah dirampas oleh lembaga eksekutif dan legislatif dari tangan rakyat.

“Ini bukti adanya kebijakan *top-down*, sehingga terjadi tarik ulur, sebab ada kepentingan antara eksekutif dan legislatif demi kepentingan partai dengan mengabaikan kepentingan rakyat,” tandasnya.

Dicontohkan Adhytia, seperti halnya di Rohul, masih banyak rakyat mengeluh dengan kebijakan program yang belum tepat sasaran, seperti pembangunan yang belum merata, keterbukaan informasi publik masih minim, pola birokrasi kurang responsif, jaminan kesehatan belum membumi, pendidikan tidak terarah, dan kondisi jalan yang belum seluruhnya tersentuh aspal.

“Bagaimana kita tidak pesimis. Masyarakat belum makmur dan sejahtera, sebab para pemangku kepentingan masih mengalami krisis degradasi moral.”

“Konsep Alquran pun telah mengajarkan, tuhan tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum jika para elit politiknya belum berubah. Tapi apakah mereka akan sadar hal tersebut?,” tambah Adhytia lagi.***(zal)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah Ajak Masyarakat Riau Menangkan Syamsuar-Edy Nasution
- Lusa, SBY, Romi dan Yusril Kampanye Akbar Firdaus-Rusli di Bangkinang
- Riset Vox Populi: Lukman Edy-Hardianto Menang Pilgub Riau
- Tokoh Minang Nilai Syamsuar Jauh dari Korupsi dan Sangat Paham Budaya Mereka
- Optimis Menang, Puluhan Ribu Saksi Siap Amankan Suara Firdaus-Rusli di TPS
- Lukman Edy-Hardianto Janji Perhatikan Nasib Guru Komite dan Operator Pendidikan
- Syarwan Hamid Yakin Syamsuar-Edy Nasution Mampu Bawa Riau Sejahtera
- Wan Abu Bakar Sebut Syamsuar-Edy Nasution Punya Rekam Jejak yang Meyakinkan
- DIhadiri Syamsuar, Konser Artis Nias Top jadi Istimewa
- Prihatin Angka Putus Sekolah Masih Tinggi,
Lukman Edy-Hardianto Janji Kuatkan Pendidikan Luar Sekolah

- .
- Sambut Idul Fitri dan Jelang Pemilihan,
Syamsuar-Edy Nasution Tulis Surat Cinta Untuk Masyarakat Riau

- Syamsuar Masuk dalam Sejarah Pembangunan Asrama Mahasiswa Sakai di Pekanbaru
- Cagubri Lukman Edy Prihatin dengan Rendahnya Kesejahteraan Guru di Riau
- Kehadiran Syamsuar-Edy Nasution Berlebaran ke Sejumlah Rumah Forkompinda Riau Disambut Hangat
- 11 Hari Jelang Pemilihan, Ustad Kondang di Riau Ini Ajak Masyarakat Coblos Syamsuar-Edy Nasution
- Masyarakat Kuansing Antusias Hadiri Open House Cagubri Lukman Edy
- Hari Pertama Idul Fitri 1439 H, Wardan-SU Gelar Open House
- Jadwal Open House Pasangan Syamsuar-Edy di Idul Fitri 1439 Hijriyah
- Suyatno, 'Samudera' Pengabdian Tak Bertepi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com