Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Rabu, 28 September 2016 11:44
Bahas KITB, Gubri dan Kadispenda Temui Menperin RI

Rabu, 28 September 2016 11:41
Polsek Tapung Hulu Kampar Amankan Pelaku Pencabulan ABG‬

Rabu, 28 September 2016 11:38
Menteri Sofyan Djalil Janji Usulkan Revisi UU untuk Rampungkan RTRW Riau

Rabu, 28 September 2016 11:35
Mulai Oktober, Seluruh Aksi Bongkar Muat Dipindahkan Ke Terminal BRPS

Rabu, 28 September 2016 11:33
Hadirkan Tiga Polisi Sebagai Tersangka,
Rekontruksi Pemicu Meranti Berdarah Berlangsung Tertutup


Rabu, 28 September 2016 11:32
Polair Polres Bengkalis Temukan Mayat Mengapung di Perairan Beting Aceh

Rabu, 28 September 2016 11:01
Protes Proyek Diakuasi Pendatang, Formasperohil Demo di DPRD Rohl

Rabu, 28 September 2016 09:58
Kembali Jual Sabu, Seorang Residivis Ditangkap Satuan Narkoba Polres Inhil

Rabu, 28 September 2016 09:56
BPKAD Pekanbaru Kelola Aset Secara Transparan dan Akuntabel

Rabu, 28 September 2016 09:29
Sakit di Batam, Seorang Jemaah Haji Rohil Tertunda Pulang



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Ahad, 3 Maret 2013 18:05
Himarohu Himbau Balon Gubri tak Jadikan Kemiskinan Jualan Politik

Jelang Pilgubri selalu saja terjadi tebar pesono oleh para kandidat. Hiperohu menghimbau para calon pemimpin Riau tak sekedar jadikan kemiskinan masyarakat jualan politik.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Menjelang Pilgubri 4 September 2013, realitas kemiskinan dan kebodohan masyarakat menjadi ajang “jualan” atau dagangan dalam kampanye dan sosialisasi para kalangan politisi di Provinsi Riau.

Kemirisan itu lah yang disayangkan Ketua Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu-Riau (Himarohu) Adhytia Syayendra. Realisasi *leader of manager* semakin "carut marut"* ulah dari pemimpin di Indonesia mulai tingkat daerah sampai pusat.

“Kepemimpinan dengan konsep parlementer hingga desentralisasi belum maksimal dalam mengisi kemerdekaan. Masih banyak masyarakat menangis karena kemiskinan ekonomi dan kebodohan,” papar Adhytia di Pasirpangaraian, Ahad (3/3/13).

Semakin banyaknya lahir *leader-leader* bermental korup dan tamak jabatan, ujar Adhytia, tidak justru mengangkat harkat martabat rakyat, sebaliknya oknum-oknum itu malah merampas hak-hak rakyat yang nilainya sampai triliunan rupiah.

Kepedulian dan keberpihakan kepada rakyat, menurut Adhytia, hanya sekedar * lipstick* bibir para politisi. Realitas kebijakan-kebijakan belum tepat sasaran, termasuk berbagai project program kerja di Pemprov Riau.

“Termasuk di tingkat Kabupaten dan kota. Program-program hanya untuk kepentingan para golongan dan kelompok tertentu mengatasnamakan masyarakat,” tegasnya.

Sesuai amanat konstitusi pasal 31 UUD 1945, sudah dijelaskan setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan murah baik itu melalui APBN atau APBD dengan anggaran minimal 20 persen dari total anggaran per tahun.

“Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional pasal 5 ayat 1 juga sudah jelas. Setiap warga Negara memiliki hak sama dalam memperoleh pendidikan layak yang bermutu,” ujarnya.

Selaku Ketua Himarohu-Riau dan putra daerah Riau, Adhytia berharap ada kepemimpinan Riau alternatif yang harus berpihak dan dekat dengan rakyat, serta bersikap solutif dalam merealisasikan segala kebutuhan rakyat.

Atas kecamuk situasi politik yang semakin panas saat ini menjelang Pilgubri 2013, Adhytia mengaku pesimis hal tersebut tercapai, pasalnya kedaulatan telah dirampas oleh lembaga eksekutif dan legislatif dari tangan rakyat.

“Ini bukti adanya kebijakan *top-down*, sehingga terjadi tarik ulur, sebab ada kepentingan antara eksekutif dan legislatif demi kepentingan partai dengan mengabaikan kepentingan rakyat,” tandasnya.

Dicontohkan Adhytia, seperti halnya di Rohul, masih banyak rakyat mengeluh dengan kebijakan program yang belum tepat sasaran, seperti pembangunan yang belum merata, keterbukaan informasi publik masih minim, pola birokrasi kurang responsif, jaminan kesehatan belum membumi, pendidikan tidak terarah, dan kondisi jalan yang belum seluruhnya tersentuh aspal.

“Bagaimana kita tidak pesimis. Masyarakat belum makmur dan sejahtera, sebab para pemangku kepentingan masih mengalami krisis degradasi moral.”

“Konsep Alquran pun telah mengajarkan, tuhan tidak akan pernah merubah nasib suatu kaum jika para elit politiknya belum berubah. Tapi apakah mereka akan sadar hal tersebut?,” tambah Adhytia lagi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
laksana hery
percuma loe mahasiswa, kalau analisisnya masih kayak preman pasar.

ULAK KEMAHANG
BELAJA AJOLAH KEMENAKAN,USAH NAK SAMO PULO DENGAN ULAH UYANG TUO TUO,KOMEH ILMU BANYAK BANYAK,CONTOH TU H ANNAS MAAMUN SEGALO MACAM SEKOLAH MULAI IPDN SAMPAI SPN DIANGKUTNYO KE ROHIL,SEMENTARA AHMAD DAN MM SIBUK BEREBUT SAMPAN LOPAP.......?

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Anggota Himarohu
Wahai Adhytia, kalau nak makai ayat qur'an tu nyon botul lah, jangan dipleset kan kualat kau beko....

Dosen
Kamu yang jualan kemiskinan ya, kalau ga tahu apa jangan ngomong, nilai kamu aja cukup makan

Mahadi UIN
Sok tau lu, bongak dipelihara, ha ha ha,

broo maksum
segalanya uang rakyat, okkk


Berita Politik lainnya..........
- Menteri Sofyan Djalil Janji Usulkan Revisi UU untuk Rampungkan RTRW Riau
- Dipimpin Lukman Edi,PKB Konsilidasi untuk Pemenangan Ramli-Irvan
- Panja Komisi III DPR Temukan Kejanggalan SP3 Karhutla oleh Polda Riau
- Dugaan Pelanggaran Kode Etik,
PTUN Jakarta Tolak Gugatan Sulaiman Zakaria

- Kunker ke BPN, Pansus DPRD Riau Dapat Data Tambahan Bahas Raperda RTRW
- Dewan Pertanyakan Pejabat Pemprov Riau yang Belum Serahkan LHKPN
- Enam Ranperda yang Diajukan Pemkab Disetujui DPRD Inhil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.58.37
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com