Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Rabu, 31 Agustus 2016 11:06
DAU Pemprov Riau dan Dua Kabupaten Rp83,9 Miliar Ditahan Menkeu

Rabu, 31 Agustus 2016 11:05
Disahkan, STOK Pelalawan Mulai 2017 Terdiri 19 Dinas dan 4 Badan

Rabu, 31 Agustus 2016 10:35
Grand Suka Hotel Sambut Idul Adha dengan "Stay 3 Day Play 2"

Rabu, 31 Agustus 2016 09:36
Sebuah Masjid di Bengkalis Dirusak Orang tak Dikenal

Rabu, 31 Agustus 2016 09:34
Miliki Sabu dan Ekstasi, Oknum Satpol PP Pemprov Riau Ditangkap Polisi

Rabu, 31 Agustus 2016 08:26
RSUD Selasih Pelalawan Optimis Lampau Target PAD Rp12 Miliar

Rabu, 31 Agustus 2016 08:23
Kades Semunai, Bengkalis Galau, Dana ADD tak Kunjung Cair

Rabu, 31 Agustus 2016 06:50
Pengedar Uang Palsu di Rimba Melintang Ditangkap Polres Rohil

Rabu, 31 Agustus 2016 06:47
Dua Tahun Diburu, Pembunuh Tukang Pijit Ditangkap Polres Inhu

Selasa, 30 Agustus 2016 21:46
Asap Karlahut Menipis, Ratusan KK Pengungsi di Bonai Rohul Pulang ke Rumah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 21 Pebruari 2013 18:28
Konflik Keberadaan PT RAKA,
Rohul Absen Undangan Pemprov


Pemerintah Provinsi undang Rohul dan Kampar untuk menyelesaikan konflik keberadaan PT RAKA. Rohul absen tanpa alasan yang jelas.

Riauterkini- PEKANBARU- Hingga saat ini, konflik keberadaan PT RAKA masih belum juga final. Namun demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memfasilitasi Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kampar untuk duduk bersama. Akan tetapi, dalam undangan yang dilayangkan Pemprov, Rohul tidak hadir.

Hal ini diungkapkan Asisten I Setdaprov Riau, Abdul Latief kepada Kamis (21/2/13) di Kantor Gubernur Riau, ketika ditanyakan mengenai lanjutan konflik PT RAKA.

"Kita kemarin mengundang 2 kabupaten kota, tetapi Rohul tidak datang, Kampar Sekda dan Asisten I hadir. Padahal dalam pertemuan ini kita ingin menggambarkan peta kerja yang telah kita buat," urainya.

Dikatakan Latief, absennya Rohul tanpa alasan yang jelas. Namun demikian dalam waktu dekat ini, pihaknya akan kembali mengundang 2 kabupaten tersebut untuk menyelesaikan tata ruang PT RAKA yang sudah memiliki 3 titik.

"Tidak, tidak ada alasan. Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan kembali mengundang 2 kabupaten tersebut. Soalnya kita sudah ada 3 tata ruang," ujarnya.

Jika memang dalam pertemuan nanti tidak akan menemukan titik akhir, Pemprov akan mengambil alih PT RAKA. Ini juga tertuang dalam Permendagri nomor 76 tahun 2012 tentang batas daerah.

"Jika memang tidak menemukan jalan putus, kita merujuk pada Permendagri nomor 76 tahun 2012 tentang penegasan batas daerah. Jadi salah satu perubahan di Permendagri itu, diberikan kewenangan kepada gubernur,"tutur Latief.***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
gondrong
mending ngurusin warganya yg terkena banjir ketimbang berunding yg belum jelas ujungnya,,,


Berita Politik lainnya..........
- Pengangkatan Calon Ketua DPRD Riau,
Surat Permohonan Masih Proses Administrasi di Gubenur

- Reses DPRD Riau,
Perangkat Desa di Inhu Keluhkan Tidak Ada Dana Desa dari Pemprov

- DPRD Riau Dukung Intruksi Kapolri Tindak Tegas Perusahaan Pembakar Hutan
- Pilwako Pekanbaru, DPP Golkar Bantah Beri Dukungan Ramli Walid-Irfan Herman
- Riau Mencari Wakil Gubernur,
Fraksi PKB DPRD Riau: Apalagi yang Harus Ditunggu Gubri

- Reses DPRD Riau,
Warga Bagan Sinembah, Rohil Keluhkan Belum Punya Kartu Sehat

- Andi Rachman Masih Ogah Bicarakan Calon Wakil Gubernur


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.14.214
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com