Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 24 Nopember 2017 07:07
Dua Pembawa 40 Kg Sabu dan 15 Ribu Butir Ekstasi di Siak Dituntut Hukuman Mati

Kamis, 23 Nopember 2017 22:26
Besok, Pemkab Kuansing Serahkan KUA-PPAS RAPBD 2018 ke Dewan

Kamis, 23 Nopember 2017 22:14
Ketua DPH LAMR Pekanbaru Ditabalkan Sebagai Datuk Amanah Adat

Kamis, 23 Nopember 2017 22:07
Bawa 40 Kg Sabu dan 15.000 Ekstasi,
Dua Pemuda di Siak Dituntut Hukuman Mati


Kamis, 23 Nopember 2017 21:44
Pilkades Usai, Wabup Halim Himbau Warga Desa Bersatu Kembali

Kamis, 23 Nopember 2017 20:33
Kadisdik Dinilai Langgar Aturan ASN,
PKC PMII Riau-Kepri Kirimkan Surat ke Menteri Pendidikan RI


Kamis, 23 Nopember 2017 19:05
Fokus Antisipasi Bencana, Pemko Segera Bentuk BPBD

Kamis, 23 Nopember 2017 18:33
Gubri Buka BBGRM di Bangkinang, Kampar

Kamis, 23 Nopember 2017 18:08
Memburu Satriandi, Polresta Pekanbaru Justru Menciduk Pecatan Polisi Membawa Sabu

Kamis, 23 Nopember 2017 17:16
Jalan Rusak Parah,
Warga Rupat Sindir DPRD dan Pemkab Bengkalis dengan Pohon Pisang


 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Sabtu, 22 Desember 2012 06:46
Rp 8,362 Triliun, DPRD Riau Sahkan APBD 2013

Meskipun sempat memunculkan banyak kritik, namun akkhirnya DPRD Riau mengesahkan RAPBD Riau 2013 menjadi APBD dengan totan nilai Rp 8,362 triliun.

Riauterkini-PEKANBARU- Setelah melewati proses pembahasan yang sangat menyita waktu, akhirnya Anggota DPRD Riau melalui Rapat Paripurnanya mengesahkan APBD Murni Riau tahun 2013 di Ruang Paripurna DPRD Riau, Jum'at malam (21/12/12).

“Untuk jumlah Pendapatan Daerah tahun 2013 sebesar Rp6,599,195,499,841, yang setalah perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp6,514,430,133,500,” kata Mansyur, Anggota Banggar DPRD Riau saat menyampaikan hasil kerja Banggar terhadap Raperda APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2013 saat Paripurna Pengesahan APBD Murni Riau tahun 2013.

Dijelaskannya, adapun yang menjadi rinciannya yakni Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,401,146,588,941 yang setelah Perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp2,181,221,661,379, Kedua, Pendapatan Dana Perimbangan Rp3,537,458,032,900 yang setelah Perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp3,668,934,763,121, Ketiga, Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp660,590,878,000 yang setelah perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp664,273,709,000.

“Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau menerapkan target anggaran PAD tahun 2013 sebesar Rp2,401,146,588,941 dan rasio PAD terhadap total Pendapatan Daerah sebesar 36,39 persen, menunjukkan adanya keinginan pihak Pemrov untuk meningkatkan kinerja keuangan pemerintah daerah yang dipandang masih kurang efektif, khususnya komponen Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,” sebutnya.

Kemudian, kebijakan penetapan target penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi daerah pada APBD tahun 2013, yakni sebesar 10,08 persen dipandang masih belum optimal jika dibandingkan dengan kinerja pemerintah daerah pada APBD perubahan yang beraani dan percaya diri meningkatkan terget penerimaan pajak dan retribusi daerah masing-masing sebesar 22,42 persen dan 66,29 persen.

“Untuk Dana Perimbangan, kebijakan Pemrov Riau menurunkan terget penerimaan Dana Perimbangan sebesar Rp131,476,730,221 atau menurun sebesar 3,58 persen dari APBD Perubahan tahun 2012 merupakan implikasi dari kebijakan Pemrov Riau menurunkan terget Penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak sebesar Rp345,174,682,221 atau 11,07 persen dari APBD Perubahan tahun 2012,” ungkap Politisi PKS ini.

Lanjut Anggota Komisi B DPRD Riau ini bahwa Jumlah Belanja Daerah di tahun 2013 sebesar Rp8,362,796,330,486 yang pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp8,177,473,697,088.

“Adapun yang menjadi rinciannya yakni Belanja Tidak Langsung sebesar Rp3,340,303,133,806 yang pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp4,017,795,777,854. Kemudian Belanja Langsung Rp5,022,493,196,680 yang pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp4,159,677,919,233,” terangnya.

Selain itu, dikatakannya bahwa jumlah Pengeluaran Pembiayaan tahun 2013 terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp1,834,864,765,217 yang pada APBD Perubahan tahun 2013 sebesar Rp1,839,381,568,287. Kemudian, Pengeluarab Pembiayaan Daerah yang hanya pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp176,338,004,700.

“Adapun tujuh poin prioritas Pembangunan Daerah tahun 2013 yang akan dimuat dalam aspek kebijakan umum APBD tahun 2013 yang mengacu pada RKPD provinsi Riau tahun 2013 yakni, Pemantapan Ekonomi Daerah melalui pengembangan sektor jasa dan industri, Peningkatan sumber daya manusia yang sehat, terdidik dan terlatih, Percepatan penyediaan infrastruktur dan energi untuk mendukung pemantapan ekonomis daerah, Reformasi birokrasi, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, Pengembangan kebudayaan dan potensi pariwisata, Pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan, Fungsionalisasi sarana prasarana pasca PON XVIII tahun 2012 serta mensukseskan ISG tahun 2013,” ujarnya.

Terakhir, sebagai rekomendasi dari Banggar DPRD Riau. Dikatakannya, DPRD Riau melalui Banggar berharap Pemrov Riau agar peraturan daerah APBD 2013 sebagai instrumen politik hukum daerah terhadap kepentingan masyarakat daerah dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

“Banggar berharap juga bahwa dengan anggaran yang relatif besar dialokasikan pada urusan wajib pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat yaitu lebih kurang Rp635 Miliar dengan Belanja Langsung Rp585 Miliar, maka untuk itu agar pembangunan daerah dalam urusan pendidikan dasar dan menengah hendaknya dirancang dan dirumuskan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Rusli Zainal dalam pidatonya mengapresiasi kinerja Banggar DPRD Riau dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah dalam membahas APBD Murni tahun 2013.

“Semoga, anggaran ini bisa berguna untuk berbagai peruntukkannya, terutama untuk meningkatkan pembangunan dan berbagai keperluan masyarakat di Riau ini,” tutupnya. ***(ary)



Berita Politik lainnya..........
- Besok, Pemkab Kuansing Serahkan KUA-PPAS RAPBD 2018 ke Dewan
- Golkar dan PDI-P Siap Berkoalisi di Pilgubri 2018
- Senin Depan, DPP Demokrat Akan Putuskan Nama Cagubri
- Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Riau Ini Perjuangkan Anggaran Pembangunan Dua SMA Negeri di Pelalawan
- 34 Panwascam di Bengkalis Digembleng Bimtek Pengawasan Pilgubri 2018
- Syamsuar Optimis Dapatkan Dukungan Partai di Pilgubri 2018
- Fokus Bahar RAPBD 2018, Wakil Rakyat Dilarang 'Pelesir' ke Luar Negeri
- Keuangan 60 Persen,
Realisasi Fisik APBD Riau Baru Capai 79 Persen

- Kadernya Dilirik Golkar, PDI Perjuangan Belum Berani Beri Tanggapan
- Termasuk 4 Pelamar Sekda, 30 Calon PTP Ikuti Tes Kompetensi Manajerial
- Peta Politik Pilkada Bisa Berubah,
Wasekjen Golkar Sebut 8 DPD I Golkar Usulkan Munaslub

- Terkait Sengketa Lahan PT RPI,
Komisi II DPRD Pelalawan Hearing dengan Warga Desa Air Hitam

- Legislator Riau Ini Sebut Hanya 14 Parpol Lolos Peserta Pemilu 2019
- Munawar Nakhodai Garda Pemuda NasDem Riau
- Seluruh Kader Golkar Wajib Taati SK Penetapan Gubri dan Wagubri
- 30 Calon Lulus Administrasi Assesment 10 Pejabat Eselon II Pemkab Bengkalis
- Meski Setnov Dicopot, Masnur Yakin Golkar Tetap Usung Andi-Suyatno di Pilgubri 2018
- Pembangunan Gedung Dianggarkan di APBD,
Dewan Minta Dua Instansi Penegak Hukum di Riau Tidak Tebang Pilih

- Rakernas PP TIDAR di Pekanbaru Bakal Dibuka Prabowo Subianto
- Jelang Rakornas Tiga Pilar, PDI-P Riau Matangkan Persiapan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.225.16.10
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com