Untitled Document
Kamis, 26 Ramadhan 1435 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 24 Juli 2014 21:00
Puluhan Pasangan Haram Terjaring Razia Yustisi di Duri

Kamis, 24 Juli 2014 20:16
Jelang Lebaran, Gubri Tarik Ratusan Mobnas

Kamis, 24 Juli 2014 19:48
Usai Sidang di PN Pekanbaru, Tahanan Narkoba Kejari Melarikan Diri

Kamis, 24 Juli 2014 19:37
Perda LH Riau Pertama di Sumatera

Kamis, 24 Juli 2014 18:03
PWI Rohul Berbagi dengan Anak Yatim dan Kurang Mampu

Kamis, 24 Juli 2014 17:52
Capella Honda Bantu Al Qur'An ke Ponpes, Masjid dan Lembaga Pendidikan Islam di Riau

Kamis, 24 Juli 2014 17:39
THR Belum Dibayar, 12 Buruh PT WI Datangi Disnakertranduk Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Sabtu, 22 Desember 2012 06:46
Rp 8,362 Triliun, DPRD Riau Sahkan APBD 2013

Meskipun sempat memunculkan banyak kritik, namun akkhirnya DPRD Riau mengesahkan RAPBD Riau 2013 menjadi APBD dengan totan nilai Rp 8,362 triliun.

Riauterkini-PEKANBARU- Setelah melewati proses pembahasan yang sangat menyita waktu, akhirnya Anggota DPRD Riau melalui Rapat Paripurnanya mengesahkan APBD Murni Riau tahun 2013 di Ruang Paripurna DPRD Riau, Jum'at malam (21/12/12).

“Untuk jumlah Pendapatan Daerah tahun 2013 sebesar Rp6,599,195,499,841, yang setalah perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp6,514,430,133,500,” kata Mansyur, Anggota Banggar DPRD Riau saat menyampaikan hasil kerja Banggar terhadap Raperda APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2013 saat Paripurna Pengesahan APBD Murni Riau tahun 2013.

Dijelaskannya, adapun yang menjadi rinciannya yakni Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,401,146,588,941 yang setelah Perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp2,181,221,661,379, Kedua, Pendapatan Dana Perimbangan Rp3,537,458,032,900 yang setelah Perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp3,668,934,763,121, Ketiga, Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp660,590,878,000 yang setelah perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp664,273,709,000.

“Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau menerapkan target anggaran PAD tahun 2013 sebesar Rp2,401,146,588,941 dan rasio PAD terhadap total Pendapatan Daerah sebesar 36,39 persen, menunjukkan adanya keinginan pihak Pemrov untuk meningkatkan kinerja keuangan pemerintah daerah yang dipandang masih kurang efektif, khususnya komponen Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,” sebutnya.

Kemudian, kebijakan penetapan target penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi daerah pada APBD tahun 2013, yakni sebesar 10,08 persen dipandang masih belum optimal jika dibandingkan dengan kinerja pemerintah daerah pada APBD perubahan yang beraani dan percaya diri meningkatkan terget penerimaan pajak dan retribusi daerah masing-masing sebesar 22,42 persen dan 66,29 persen.

“Untuk Dana Perimbangan, kebijakan Pemrov Riau menurunkan terget penerimaan Dana Perimbangan sebesar Rp131,476,730,221 atau menurun sebesar 3,58 persen dari APBD Perubahan tahun 2012 merupakan implikasi dari kebijakan Pemrov Riau menurunkan terget Penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak sebesar Rp345,174,682,221 atau 11,07 persen dari APBD Perubahan tahun 2012,” ungkap Politisi PKS ini.

Lanjut Anggota Komisi B DPRD Riau ini bahwa Jumlah Belanja Daerah di tahun 2013 sebesar Rp8,362,796,330,486 yang pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp8,177,473,697,088.

“Adapun yang menjadi rinciannya yakni Belanja Tidak Langsung sebesar Rp3,340,303,133,806 yang pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp4,017,795,777,854. Kemudian Belanja Langsung Rp5,022,493,196,680 yang pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp4,159,677,919,233,” terangnya.

Selain itu, dikatakannya bahwa jumlah Pengeluaran Pembiayaan tahun 2013 terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp1,834,864,765,217 yang pada APBD Perubahan tahun 2013 sebesar Rp1,839,381,568,287. Kemudian, Pengeluarab Pembiayaan Daerah yang hanya pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp176,338,004,700.

“Adapun tujuh poin prioritas Pembangunan Daerah tahun 2013 yang akan dimuat dalam aspek kebijakan umum APBD tahun 2013 yang mengacu pada RKPD provinsi Riau tahun 2013 yakni, Pemantapan Ekonomi Daerah melalui pengembangan sektor jasa dan industri, Peningkatan sumber daya manusia yang sehat, terdidik dan terlatih, Percepatan penyediaan infrastruktur dan energi untuk mendukung pemantapan ekonomis daerah, Reformasi birokrasi, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, Pengembangan kebudayaan dan potensi pariwisata, Pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan, Fungsionalisasi sarana prasarana pasca PON XVIII tahun 2012 serta mensukseskan ISG tahun 2013,” ujarnya.

Terakhir, sebagai rekomendasi dari Banggar DPRD Riau. Dikatakannya, DPRD Riau melalui Banggar berharap Pemrov Riau agar peraturan daerah APBD 2013 sebagai instrumen politik hukum daerah terhadap kepentingan masyarakat daerah dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

“Banggar berharap juga bahwa dengan anggaran yang relatif besar dialokasikan pada urusan wajib pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat yaitu lebih kurang Rp635 Miliar dengan Belanja Langsung Rp585 Miliar, maka untuk itu agar pembangunan daerah dalam urusan pendidikan dasar dan menengah hendaknya dirancang dan dirumuskan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Rusli Zainal dalam pidatonya mengapresiasi kinerja Banggar DPRD Riau dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah dalam membahas APBD Murni tahun 2013.

“Semoga, anggaran ini bisa berguna untuk berbagai peruntukkannya, terutama untuk meningkatkan pembangunan dan berbagai keperluan masyarakat di Riau ini,” tutupnya. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
nama introspeksi
renungi komentar fitnah adalah pembunuh..renungi semua dosa y g dipitnah tanpa anda sadar sdh pindah ke tukang pitnah yg bicara tanpa bukti dan data.

tak juga jera kalian, wahai pemanipulasi uang rakyat?
apbd utk ISG? tak fair lah..... kenapa kita harus menolak APBD utk membiayai ISG? Bukan karena tak suka ISG, bukan karena tak mau banyak orang mancanegara datang ke Riau, bukan karena tak suka seseorang dan semacamnya kita menolak APBD utk ISG. Mema

budak layu
apalah arti APBD triliunan, seharusnya tdk ada lg jl2 diriau ini seperti kubangan kerbau !!

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

H. Ruslan
Rajab rajab.... ngapelah dikau nich dogol betul, nyesal emakkau melahirkan dikau tak tahu jgn komentar, pikiran tuch kotor aje .....yaa allah moga dikau diampuni tuhan ....

RAJAB
DPRD Riau ini tidak punya harga diri, tetap saja mau diatur RZ padahal Banggar ini bakalan sama nasibnya dengan Pansus PON KPK sudah mengincar proses pengesahan APBD yang sarat korupsi dan bukan sejalan dg RPJMD dan RPJP. Awas

RAJAB
DPRD Riau ini tidak punya harga diri, tetap saja mau diatur RZ padahal Banggar ini bakalan sama nasibnya dengan Pansus PON KPK sudah mengincar proses pengesahan APBD yang sarat korupsi dan bukan sejalan dg RPJMD dan RPJP. Awas

RAJAB
DPRD Riau ini tidak punya harga diri, tetap saja mau diatur RZ padahal Banggar ini bakalan sama nasibnya dengan Pansus PON

RAJAB
DPRD Riau ini tidak punya harga diri, tetap saja mau diatur RZ padahal Banggar ini bakalan sama nasibnya dengan Pansus PON

RAJAB
DPRD Riau ini tidak punya harga diri, tetap saja mau diatur RZ padahal Banggar ini bakalan sama nasibnya dengan Pansus PON

RAJAB
DPRD Riau ini tidak punya harga diri, tetap saja mau diatur RZ padahal Banggar ini bakalan sama nasibnya dengan Pansus PON

RAJAB
DPRD Riau ini tidak punya harga diri, tetap saja mau diatur RZ padahal Banggar ini bakalan sama nasibnya dengan Pansus PON

RAJAB
DPRD Riau ini tidak punya harga diri, tetap saja mau diatur RZ padahal Banggar ini bakalan sama nasibnya dengan Pansus PON

RAJAB
DPRD Riau ini tidak punya harga diri, tetap saja mau diatur RZ padahal Banggar ini bakalan sama nasibnya dengan Pansus PON


Berita Politik lainnya..........
- Berpasangan dengan Perwira TNI,
Wabup Harman Pastikan Maju di Pilkada Inhu 2015

- Pasca Pilpres, DKPP Segera Evaluasi Kinerja KPU dan Bawaslu
- Dewan Meminta PLN Tak Matikan Listrik Menjelang Lebaran
- Wako Pekanbaru Imbau Timses Capres Tidak Turun ke Jalan
- Pembahasan KUA PPAS Riau Setelah Lebaran
- DPRD Riau Sahkan Perda Tercepat, Perda DAS
- Komisi A DPRD NAD Kunjungi Koleganya di DPRD Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.214.109
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com