Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 April 2018 07:17
Dunia Pendidikan Riau Tambah Maju, Warga Perumahan Sidomulyo Pilih Nomor 4

Sabtu, 21 April 2018 04:57
Belasan "Pelaku Maksiat" Terjaring Operasi Pekat di BS, dan Mandau

Jum’at, 20 April 2018 23:10
Rasionalisasi APBD Rp1,35 T, Berikut Penjelasan Bupati Bengkalis

Jum’at, 20 April 2018 23:04
Ketua PDIP Kuansing H Halim Bantu Korban Banjir di Gunung Toar

Jum’at, 20 April 2018 22:39
Dumai Gelar Kalender Iven Pariwisata Riau, Lomba Mancing di Laut

Jum’at, 20 April 2018 21:40
Awal Mei 2018, AREBI Riau Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus

Jum’at, 20 April 2018 21:36
Cawagubri Hardianto Terangkan Program "1 Rumah 1 Sarjana" Pada Warga Kandis

Jum’at, 20 April 2018 21:32
RSUD Petala Bumi Berkomitmen Bangun Budaya Integritas

Jum’at, 20 April 2018 21:29
Pemerintah Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat Siak

Jum’at, 20 April 2018 20:38
Korupsi Lampu PJU Pekanbaru, Lima Terdakwa Divonis 14 Bulan dan 20 Bulan Penjara

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 22 Desember 2012 06:46
Rp 8,362 Triliun, DPRD Riau Sahkan APBD 2013

Meskipun sempat memunculkan banyak kritik, namun akkhirnya DPRD Riau mengesahkan RAPBD Riau 2013 menjadi APBD dengan totan nilai Rp 8,362 triliun.

Riauterkini-PEKANBARU- Setelah melewati proses pembahasan yang sangat menyita waktu, akhirnya Anggota DPRD Riau melalui Rapat Paripurnanya mengesahkan APBD Murni Riau tahun 2013 di Ruang Paripurna DPRD Riau, Jum'at malam (21/12/12).

“Untuk jumlah Pendapatan Daerah tahun 2013 sebesar Rp6,599,195,499,841, yang setalah perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp6,514,430,133,500,” kata Mansyur, Anggota Banggar DPRD Riau saat menyampaikan hasil kerja Banggar terhadap Raperda APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2013 saat Paripurna Pengesahan APBD Murni Riau tahun 2013.

Dijelaskannya, adapun yang menjadi rinciannya yakni Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,401,146,588,941 yang setelah Perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp2,181,221,661,379, Kedua, Pendapatan Dana Perimbangan Rp3,537,458,032,900 yang setelah Perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp3,668,934,763,121, Ketiga, Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp660,590,878,000 yang setelah perubahan APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp664,273,709,000.

“Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau menerapkan target anggaran PAD tahun 2013 sebesar Rp2,401,146,588,941 dan rasio PAD terhadap total Pendapatan Daerah sebesar 36,39 persen, menunjukkan adanya keinginan pihak Pemrov untuk meningkatkan kinerja keuangan pemerintah daerah yang dipandang masih kurang efektif, khususnya komponen Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,” sebutnya.

Kemudian, kebijakan penetapan target penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi daerah pada APBD tahun 2013, yakni sebesar 10,08 persen dipandang masih belum optimal jika dibandingkan dengan kinerja pemerintah daerah pada APBD perubahan yang beraani dan percaya diri meningkatkan terget penerimaan pajak dan retribusi daerah masing-masing sebesar 22,42 persen dan 66,29 persen.

“Untuk Dana Perimbangan, kebijakan Pemrov Riau menurunkan terget penerimaan Dana Perimbangan sebesar Rp131,476,730,221 atau menurun sebesar 3,58 persen dari APBD Perubahan tahun 2012 merupakan implikasi dari kebijakan Pemrov Riau menurunkan terget Penerimaan Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak sebesar Rp345,174,682,221 atau 11,07 persen dari APBD Perubahan tahun 2012,” ungkap Politisi PKS ini.

Lanjut Anggota Komisi B DPRD Riau ini bahwa Jumlah Belanja Daerah di tahun 2013 sebesar Rp8,362,796,330,486 yang pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp8,177,473,697,088.

“Adapun yang menjadi rinciannya yakni Belanja Tidak Langsung sebesar Rp3,340,303,133,806 yang pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp4,017,795,777,854. Kemudian Belanja Langsung Rp5,022,493,196,680 yang pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp4,159,677,919,233,” terangnya.

Selain itu, dikatakannya bahwa jumlah Pengeluaran Pembiayaan tahun 2013 terdiri dari Penerimaan Pembiayaan Daerah sebesar Rp1,834,864,765,217 yang pada APBD Perubahan tahun 2013 sebesar Rp1,839,381,568,287. Kemudian, Pengeluarab Pembiayaan Daerah yang hanya pada APBD Perubahan tahun 2012 sebesar Rp176,338,004,700.

“Adapun tujuh poin prioritas Pembangunan Daerah tahun 2013 yang akan dimuat dalam aspek kebijakan umum APBD tahun 2013 yang mengacu pada RKPD provinsi Riau tahun 2013 yakni, Pemantapan Ekonomi Daerah melalui pengembangan sektor jasa dan industri, Peningkatan sumber daya manusia yang sehat, terdidik dan terlatih, Percepatan penyediaan infrastruktur dan energi untuk mendukung pemantapan ekonomis daerah, Reformasi birokrasi, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, Pengembangan kebudayaan dan potensi pariwisata, Pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan, Fungsionalisasi sarana prasarana pasca PON XVIII tahun 2012 serta mensukseskan ISG tahun 2013,” ujarnya.

Terakhir, sebagai rekomendasi dari Banggar DPRD Riau. Dikatakannya, DPRD Riau melalui Banggar berharap Pemrov Riau agar peraturan daerah APBD 2013 sebagai instrumen politik hukum daerah terhadap kepentingan masyarakat daerah dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya.

“Banggar berharap juga bahwa dengan anggaran yang relatif besar dialokasikan pada urusan wajib pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat yaitu lebih kurang Rp635 Miliar dengan Belanja Langsung Rp585 Miliar, maka untuk itu agar pembangunan daerah dalam urusan pendidikan dasar dan menengah hendaknya dirancang dan dirumuskan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Riau, Rusli Zainal dalam pidatonya mengapresiasi kinerja Banggar DPRD Riau dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah dalam membahas APBD Murni tahun 2013.

“Semoga, anggaran ini bisa berguna untuk berbagai peruntukkannya, terutama untuk meningkatkan pembangunan dan berbagai keperluan masyarakat di Riau ini,” tutupnya. ***(ary)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Dunia Pendidikan Riau Tambah Maju, Warga Perumahan Sidomulyo Pilih Nomor 4
- Ketua PDIP Kuansing H Halim Bantu Korban Banjir di Gunung Toar
- Cawagubri Hardianto Terangkan Program "1 Rumah 1 Sarjana" Pada Warga Kandis
- Orasi Cawagubri Edy Nasution di Rohil Membuat Fitri Menangis, Ini Penyebabnya
- Dewan Minta Pemprov Lirik PAD di Pesisir Riau
- Raja Thamsir Rachman: LE Satu-satunya Calon yang Mewakili Orang Indragiri
- Wardan Jadi Khatib dan Imam Shalat Jum'at di Kemuning, Inhil
- Warga Tanjung Rhu Coblos Nomor 4 Karena Andi Rachman Sudah Banyak Bangun Pekanbaru
- Solidkan Poros Indragiri, Mantan Bupati Inhu Langsung Telpon Simpul-simpul
- Waka DPRD Dumai Idrus Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Kelurahan Bintan
- Hari Ini Register ke Kemendagri, Penuntasan Catatan KLHS tak Hambat Pengesahan Perda RTRW
- Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Lukman Edy-Hardianto Kasasi Kasus Pencalonan ke MA
- Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Lukman Edy-Hardianto Kasasi Kasus Pencalonan ke MA
- Bawaslu Riau Hentikan Dugaan Pelanggaran Rudyanto dan Alfedri
- Dihadapan Warga Kandis, Hardianto Bicara Tentang Ketegasan dan Keberanian Pemimpin
- 30 Tahun Tanpa Kejelasan, Akhirnya Zaman Andi Rachman Riau Punya RTRW
- Gara-gara Ini, Ketua DPRD Bengkalis Minta Maaf ke Masyarakat
- Idris, Seniman Sendok yang Hadirkan Dendang Segar Dukung Firdaus-Rusli
- Blusukan ke Pasar Sungai Pagar Kampar,
Andi Rachman Makan Sate Ayam Bersama Warga

- Wacana Lukman Edy Jadikan Sawit Tanaman Hutan Disambut Baik Petani


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 23.20.165.182
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com