Untitled Document
Kamis, 7 Zulhijjah 1435 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 2 Oktober 2014 17:23
AKBP Pitoyo Komit Berantas Korupsi di Rohul

Kamis, 2 Oktober 2014 17:01
Korban Tabrak Lari, Staf TU SMPN 6 Mandau Tewas mengenaskan

Kamis, 2 Oktober 2014 16:58
Dosennya Tersandung Kasus Korupsi,
UR Menunggu Perkembangan Hukumnya


Kamis, 2 Oktober 2014 16:54
AKBP Pitoyo Komitmen Berantas Korupsi di Kabupten Rohul

Kamis, 2 Oktober 2014 16:53
Diperketat, Program PPIDK Pelalawan Belum Berjalan

Kamis, 2 Oktober 2014 16:50
Masyarakat Desak Poda Riau Tuntaskan Dugaan Korupsi Bansos di Bengkalis

Kamis, 2 Oktober 2014 16:42
Bukti Tindak Kejahatan, Polres Kampar Musnahkan Sabu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 4 September 2012 17:55
Pemkab dan DPRD Rohil Teken KUA-PPAS RAPBD-P 2012

Proses perubahan APBD Rohil 2012 dimulai. Pemkab dan DPRD menyetujui KUA-PPAS, sekaligus menyampaikan nota keuangannya.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Persetujuan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Platfom Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Rokan Hilir Tahun 2012 ditandatangani. Ranperda Nota Keuangan Perubahan APBD 2012 diajukan Pemkab ke DPRD.

Penandatanganan KUA-PPAS dilakukan digedung DPRD Rohil oleh Ketua DPRD Nasrudin Hasan dan Wakil Ketua Ridwan, Pemkab Rohil oleh Sekda Drs. Wan Amir Firdaus, M.Si, Selasa (4/9/2012) dalam sidang paripurna DPRD setempat, disaksikan 28 dari 40 anggota DPRD yang hadir.

Sebelum menandatangani, Ketua DPRD Nasrudin Hasan dalam pidato pembukaan masa sidang ke-3 tahun sidang 2012 sempat mengemukan alasan persetuan DPRD tersehadap KUA-PPAS tersebut, serta sempat menitipkan berbagai pesan bagi Pemkab Rohil kedepan.

Dalam sidang paripurna tersebut dilanjutkan dengan Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Rokan Hilir Tahun 2012 dengan pidato pengantar Sekda Drs. Wan Amir Firdaus, M.Si.

Dalam pidato pengantar tersebut, sekilas dikatakan Wan Amir Firdaus, untk pendapatan pada awalnya Rp 1,78 triliyun lebih bertambah Rp 207 milyar, maka menjadi Rp 1,986 triliyun lebih, penambahan pendapatan ini berasal dari PAD, Rp 2 milyar lebih, penamabahan dana alokasi perimbangan dari pemerintah pusat Rp 142 milyar lebih dan penerimaan lain-lain yang sah Rp 62 milyar.

Belanja disebutkan pada awalnya Rp 2,269 triliyun lebih, bertambah Rp 109 milyar lebih, maka menjadi Rp 2,378 triliyun lebih, dimana belanja tidak langsung Rp 638 milyar, menjadi Rp 669 milyar., belanja langsung semula Rp 1,631 triliyun, berubah menjadi Rp 1,709 triliyun

Dari struktur APBD Perubahan tahun 2012 katanya terjadi defisit anggaran Rp 392 milyar, dan defisit tersebut ditutup dari pembiyaan daerah dengan jumlah yang sama, dan ada beberapa pembiayaan yang mengalami perubahan signifikan.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Belum Punya Safari, Wakil Rakyat di DPRD Riau Mengeluh Lagi
- Bengkalis Desak Pemprov Riau Tuntaskan Tapal Batas Antar Kabupaten
- DPRD Siak Pelajari Tupoksi Dewan ke DPRD Riau
- Penangkapan Gubri oleh KPK Dipastikan Pengaruhi Rencana Pemekaran
- Dilantik jadi Legislator Pusat, Eddy Tanjung Siap Dongkrak Posisi Tawar Riau
- Wakil Rakyat Riau di Senayan Diharapkan Tak Hanya Numpang Nama
- Anggota DPRD Dumai Legowo Belum Dapatkan Mobdin


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.235.222
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com