Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 6 Pebruari 2016 20:08
Kodim 0313 KPR Giat Tanamkan Semangat Wasbang dan Bela Negara Sejak Dini di Rohul

Sabtu, 6 Pebruari 2016 19:37
Simpan Sabu di Bawah Jendela Kamar, Warga Bagansiapiapi Ditangkap Polisi

Sabtu, 6 Pebruari 2016 17:58
Bupati Terpilih Dilantik 17 Februari, Pj. Bupati Bengkalis Pamitan

Sabtu, 6 Pebruari 2016 17:54
Gelar Musrenbangdes, Koto Kombu Fokus Ingin Bangun Infrastruktur dan Ekonomi

Sabtu, 6 Pebruari 2016 16:51
Alat Berat Tangkapan dari TKP Karlahut Dibawa ke Mapolsek Kubu, Rohil

Sabtu, 6 Pebruari 2016 16:29
Kabut Lewat Jembatan Rusak, Pelaku Curas di Panipahan Ditembak Polisi

Sabtu, 6 Pebruari 2016 15:43
Usai Mengamuk, Belasan Gajah Liar Tetap Bertahan di Rangau, Duri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 4 September 2012 17:55
Pemkab dan DPRD Rohil Teken KUA-PPAS RAPBD-P 2012

Proses perubahan APBD Rohil 2012 dimulai. Pemkab dan DPRD menyetujui KUA-PPAS, sekaligus menyampaikan nota keuangannya.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Persetujuan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Platfom Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Rokan Hilir Tahun 2012 ditandatangani. Ranperda Nota Keuangan Perubahan APBD 2012 diajukan Pemkab ke DPRD.

Penandatanganan KUA-PPAS dilakukan digedung DPRD Rohil oleh Ketua DPRD Nasrudin Hasan dan Wakil Ketua Ridwan, Pemkab Rohil oleh Sekda Drs. Wan Amir Firdaus, M.Si, Selasa (4/9/2012) dalam sidang paripurna DPRD setempat, disaksikan 28 dari 40 anggota DPRD yang hadir.

Sebelum menandatangani, Ketua DPRD Nasrudin Hasan dalam pidato pembukaan masa sidang ke-3 tahun sidang 2012 sempat mengemukan alasan persetuan DPRD tersehadap KUA-PPAS tersebut, serta sempat menitipkan berbagai pesan bagi Pemkab Rohil kedepan.

Dalam sidang paripurna tersebut dilanjutkan dengan Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Rokan Hilir Tahun 2012 dengan pidato pengantar Sekda Drs. Wan Amir Firdaus, M.Si.

Dalam pidato pengantar tersebut, sekilas dikatakan Wan Amir Firdaus, untk pendapatan pada awalnya Rp 1,78 triliyun lebih bertambah Rp 207 milyar, maka menjadi Rp 1,986 triliyun lebih, penambahan pendapatan ini berasal dari PAD, Rp 2 milyar lebih, penamabahan dana alokasi perimbangan dari pemerintah pusat Rp 142 milyar lebih dan penerimaan lain-lain yang sah Rp 62 milyar.

Belanja disebutkan pada awalnya Rp 2,269 triliyun lebih, bertambah Rp 109 milyar lebih, maka menjadi Rp 2,378 triliyun lebih, dimana belanja tidak langsung Rp 638 milyar, menjadi Rp 669 milyar., belanja langsung semula Rp 1,631 triliyun, berubah menjadi Rp 1,709 triliyun

Dari struktur APBD Perubahan tahun 2012 katanya terjadi defisit anggaran Rp 392 milyar, dan defisit tersebut ditutup dari pembiyaan daerah dengan jumlah yang sama, dan ada beberapa pembiayaan yang mengalami perubahan signifikan.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- PP Muhammadiyah Haedar Nashir Kukuhkan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Riau
- Dianggap Hambat Penyerapan Anggaran, Mendagri Sisir Perda Bermasalah
- Selagi Proyek Tol dan Kereta Api Jalan Terus,
Usulan Revisi RTRW Ditolak Pusat, Riau Tak Kecewa

- Dewan Sarankan Anggaran Pemulangan Mantan Gafatar dari DTT
- Mendagri: Pelantikan Bupati-Wali Kota Terpilih Serentak 17 Februari 2016
- Finalisasi RTRW Riau, Pemprov Diminta Sosialisasikan Rincian Draf ke Masyarakat
- Nama Septina Makin tak Jelas,
Plt Gubri Keukeh Calon Ketua DPRD Riau Tetap Tiga Nama Sebelumnya



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.233.208
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com