|
|
|
Rabu, 1 Agustus 2012 16:23 Ditahan KPK, Tiga Anggota DPRD Riau tak Berhak Dana Reses
Tiga anggota DPRD Riau yang tengah ditahan KPK tetap mendapat anggaran untuk reses, namun dana untuk ketiganya tidak boleh dicairkan.
Riauterkini-PEKANBARU- Tiga anggota DPRD Riau yang telah ditetapkan sebagai
tersangka dan sekarang telah ditahan KPK (M. Dunir, M. Faisal Aswan dan Taufan
Andoso Yakin, red) terancam tidak bisa menerima anggaran reses meskipun mereka saat
ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Riau.
Hal ini dikatakan Zulkarnain Kadir, Sekretaris Dewan DPRD Riau kepada wartawan di
Gedung DPRD Riau, Rabu (1/8/12).
“Untuk ketiga anggota Dewan tersebut, memang dalam mekanismenya, anggaran untuk
mereka ada tapi anggaran tersebut tidak akan bisa cair, terlebih lagi mereka saat
ini statusnya ditahan dan tidak bisa mengikuti reses,” kata Zulkarnain Kadir.
Karena anggaran tersebut tidak bisa dicairkan. Kata Zulkarnain Kadir, “Jadi mau
tidak mau, anggaran tersebut mesti dikembalikan lagi ke negara atau pusat,” terang
Zulkarnain Kadir.
Zulkarnain Kadir pun menjaskan bahwa secara keseluruhan, anggaran reses anggota DPRD
Riau kali ini mencapai Rp 3 Miliar. “Kalau secara keseluruhan artinya untuk seluruh
anggota dewan, memang mencapai kisaran itu maksudnya Rp 3 Miliar,” jelas Zulkarnain
Kadir.
Sebagai penyambung tangan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau di DPRD Riau. Zulkarnain
Kadir pun meminta kepada seluruh anggota dewan agar proaktif dalam menyelesaikan
Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) resesnya.
“Jauh sebelum reses, itu sudah kita beritahukan ke seluruh anggota dewan, kalau
reses sebelum ini mereka telah menyiapkan SPJ nya itu 3 minggu setelah reses,” beber
Zulkarnain Kadir.
Zulkarnain Kadir pun menyatakan, “kalau nanti secara administrasi ada kesalahan maka
itu tanggung jawab kami tapi ketika itu dalam pelaksanaan resesnya ada kesalahan
maka itu merupakan tanggung jawab anggota dewan sendiri,” tutup Zulkarnain Kadir.
***(ary)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
Rakyat Riau dari semenjak lahir Indonesia ne ,,, kami tdk percaya terhadap DPR/DPRD ( apalagi DPRD Riau ) , Uang lelah , uang ngantuk , uang yang lain2 ,,, semua di minta ke Rakyat , Kl mau kaya berdagang dong ,,
anak riau asli kasian para pejabat riau.. semua sudah skenario pusat.. supaya daerah dicap tidak mampu.. alhasil dana bagi hasil tidak jelas baginya.. para pjb riau ditangkap semua.. supaya daerah lumpuh...
anak riau asli kasian para pejabat riau.. semua sudah skenario pusat.. supaya daerah dicap tidak mampu.. alhasil dana bagi hasil tidak jelas baginya.. para pjb riau ditangkap semua.. supaya daerah lumpuh...
MALAIKAT SAYA Tau yang menulis ini umumnya dari kalangan wartawan sendiri yang merangkap LSM. Yang kerjanya memeras saja, Otak wartawan RIAU ini sudah kotor. Asal kedok Media saja, DASAAR Pemeras kalaian semua..,
Yang kalian harapkan di kantor DInas itu hanya uang rokok, uang perasan, di DPRD kalian dijuluki pengemis...
Apalagi Riau Terkini ini, sudahlah terima uang dari Humas. Masih saja buat berita buruk. Okelah Rusli Zaenal kalian baguskan. Tapi Dinas kalian Hantam terus..
ramli anggota DPRD Riau ini semuanya mikirkan duit. sudah tersangka seperti Zulfan Heri pun nyusupkan kegiatan dimana-mana
Oalah Masih pikir duit jugo
Ma'af jika Khilaf Jika itu sudah menjadi ketentuan dan ada peraturan yang mengatur,, ada baiknya pemberlakuan ketentuan itu dilaksanakan agar terhindar dari masalah-masalah..
bagi mereka uang tu tak berharga lagi dibanding keinginan bebas rasanya, bila ditanya yg tiga org tu, tak ada lagi harganya uang atau kekayaan mereka dibanding keinginan bebas atau tak terkana kasus sekarang tu. Seluruh hartanya pun mereka sedia diambil tu kalau bisa dikembalikan lagi ke keadaan tak terkena kasus tu... sama seperti org tak beriman yg menyesal di akhirat nanti lalu minta dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki diri. tapi apa daya, tak mungkin dan dah terlambat dah....
Urang ketek Biarpun tdk dapat uang reses yang pentingkan masih tercatat sebagai anggota DPRD ,gaji serta tunjangan masih dapat.....enak juga ya Pakcik.
FAIZAL ASWAN CAIRKANLAH ZK, kita bagi dua aja Dana tuh, KPK ndak akan tahu do, into lah focus ka SUAP YG KEMAREN
|
|