Untitled Document
Senin, 10 Rajab 1434 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 19 Mei 2013 19:40
Bupati Kampar Resmikan Pembangunan Pesantren Umar bin Khatab

Ahad, 19 Mei 2013 19:37
Pemkab Rohil Naikan Gaji Kades 86 Persen

Ahad, 19 Mei 2013 19:36
Pemko Dumai Komit Bangun SDM Berkualitas

Ahad, 19 Mei 2013 19:32
Penerima Siswa Baru di Rohul Dijadwalkan Serentak, 24-29 Juni 2013

Ahad, 19 Mei 2013 16:51
Galeri Foto Pembukaan MTQ Kabupaten Bengkalis di Bukit Batu

Ahad, 19 Mei 2013 16:38
Jon Erizal Kumpulkan 561 Bacaleg PAN

Ahad, 19 Mei 2013 16:30
Digelar, Honda Oto Contest Series Pekanbaru 2013



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 1 Agustus 2012 16:23
Ditahan KPK,
Tiga Anggota DPRD Riau tak Berhak Dana Reses


Tiga anggota DPRD Riau yang tengah ditahan KPK tetap mendapat anggaran untuk reses, namun dana untuk ketiganya tidak boleh dicairkan.

Riauterkini-PEKANBARU- Tiga anggota DPRD Riau yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan sekarang telah ditahan KPK (M. Dunir, M. Faisal Aswan dan Taufan Andoso Yakin, red) terancam tidak bisa menerima anggaran reses meskipun mereka saat ini masih tercatat sebagai anggota DPRD Riau.

Hal ini dikatakan Zulkarnain Kadir, Sekretaris Dewan DPRD Riau kepada wartawan di Gedung DPRD Riau, Rabu (1/8/12).

“Untuk ketiga anggota Dewan tersebut, memang dalam mekanismenya, anggaran untuk mereka ada tapi anggaran tersebut tidak akan bisa cair, terlebih lagi mereka saat ini statusnya ditahan dan tidak bisa mengikuti reses,” kata Zulkarnain Kadir.

Karena anggaran tersebut tidak bisa dicairkan. Kata Zulkarnain Kadir, “Jadi mau tidak mau, anggaran tersebut mesti dikembalikan lagi ke negara atau pusat,” terang Zulkarnain Kadir.

Zulkarnain Kadir pun menjaskan bahwa secara keseluruhan, anggaran reses anggota DPRD Riau kali ini mencapai Rp 3 Miliar. “Kalau secara keseluruhan artinya untuk seluruh anggota dewan, memang mencapai kisaran itu maksudnya Rp 3 Miliar,” jelas Zulkarnain Kadir.

Sebagai penyambung tangan Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau di DPRD Riau. Zulkarnain Kadir pun meminta kepada seluruh anggota dewan agar proaktif dalam menyelesaikan Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) resesnya.

“Jauh sebelum reses, itu sudah kita beritahukan ke seluruh anggota dewan, kalau reses sebelum ini mereka telah menyiapkan SPJ nya itu 3 minggu setelah reses,” beber Zulkarnain Kadir.

Zulkarnain Kadir pun menyatakan, “kalau nanti secara administrasi ada kesalahan maka itu tanggung jawab kami tapi ketika itu dalam pelaksanaan resesnya ada kesalahan maka itu merupakan tanggung jawab anggota dewan sendiri,” tutup Zulkarnain Kadir. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Rakyat Riau
dari semenjak lahir Indonesia ne ,,, kami tdk percaya terhadap DPR/DPRD ( apalagi DPRD Riau ) , Uang lelah , uang ngantuk , uang yang lain2 ,,, semua di minta ke Rakyat , Kl mau kaya berdagang dong ,,

anak riau asli
kasian para pejabat riau.. semua sudah skenario pusat.. supaya daerah dicap tidak mampu.. alhasil dana bagi hasil tidak jelas baginya.. para pjb riau ditangkap semua.. supaya daerah lumpuh...

anak riau asli
kasian para pejabat riau.. semua sudah skenario pusat.. supaya daerah dicap tidak mampu.. alhasil dana bagi hasil tidak jelas baginya.. para pjb riau ditangkap semua.. supaya daerah lumpuh...

MALAIKAT
SAYA Tau yang menulis ini umumnya dari kalangan wartawan sendiri yang merangkap LSM. Yang kerjanya memeras saja, Otak wartawan RIAU ini sudah kotor. Asal kedok Media saja, DASAAR Pemeras kalaian semua.., Yang kalian harapkan di kantor DInas itu hanya uang rokok, uang perasan, di DPRD kalian dijuluki pengemis... Apalagi Riau Terkini ini, sudahlah terima uang dari Humas. Masih saja buat berita buruk. Okelah Rusli Zaenal kalian baguskan. Tapi Dinas kalian Hantam terus..

ramli
anggota DPRD Riau ini semuanya mikirkan duit. sudah tersangka seperti Zulfan Heri pun nyusupkan kegiatan dimana-mana

Oalah
Masih pikir duit jugo

Ma'af jika Khilaf
Jika itu sudah menjadi ketentuan dan ada peraturan yang mengatur,, ada baiknya pemberlakuan ketentuan itu dilaksanakan agar terhindar dari masalah-masalah..

bagi mereka uang tu tak berharga lagi dibanding keinginan bebas
rasanya, bila ditanya yg tiga org tu, tak ada lagi harganya uang atau kekayaan mereka dibanding keinginan bebas atau tak terkana kasus sekarang tu. Seluruh hartanya pun mereka sedia diambil tu kalau bisa dikembalikan lagi ke keadaan tak terkena kasus tu... sama seperti org tak beriman yg menyesal di akhirat nanti lalu minta dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki diri. tapi apa daya, tak mungkin dan dah terlambat dah....

Urang ketek
Biarpun tdk dapat uang reses yang pentingkan masih tercatat sebagai anggota DPRD ,gaji serta tunjangan masih dapat.....enak juga ya Pakcik.

FAIZAL ASWAN
CAIRKANLAH ZK, kita bagi dua aja Dana tuh, KPK ndak akan tahu do, into lah focus ka SUAP YG KEMAREN


Berita Politik lainnya..........
- Jon Erizal Kumpulkan 561 Bacaleg PAN
- Berakhir, 4 Balon Gubri dan 5 Wagubri Ikut Pejaringan Demokrat
- Tak Disertai Keterangan Terdaftar Memilih,
90 Persen Bacaleg PDIP untuk DPRD Riau Bermasalah

- PPP Kampar Gelar Pembekalan Politisi Perempuan
- Desmianto Daftar Penjaringan Balon Wagubri Demokrat
- Laporan Pansus LKPj Wako 2012,
16 SKPD Bikin Program Pemko Dumai tak Maksimal

- Non Parpol,
Suro Abadi Daftar Penjaringan Balon Wagubri Demokrat



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.235.20.17
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com