Untitled Document
Rabu, 12 Rajab 1434 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 22 Mei 2013 14:05
PT. SDS Buang Limbah di Pemukiman Masyarakat

Rabu, 22 Mei 2013 13:30
PDIP Ambil Formulir Balon Gubri ke KPU Riau

Rabu, 22 Mei 2013 12:46
Jaksa Terima Tahap II PNS Bandar Narkoba

Rabu, 22 Mei 2013 12:42
Polres Bidik SPPD Fiktif di Sekertariat DPRD Dumai

Rabu, 22 Mei 2013 12:35
Lusa, Demokrat Umumkan Jago di Pilkada Inhil

Rabu, 22 Mei 2013 10:05
Truk Muatan Seng Terguling Macetkan Jalan Soeta

Rabu, 22 Mei 2013 07:18
Jon Erizal Konsolidasi dengan Bacaleg PAK Siak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Sabtu, 28 Juli 2012 07:53
Kalangan DPRD Riau Nilai OPRM 2009-2013 Meleset

Operasi Pangan Riau Makmur atau OPRM yang dimulai 2009 lalu dinilai meleset. Kalangan wakil rakyat menuding program pemprov Riau tersebut meleset dalam banyak hal.

Riauterkini-PEKANBARU- Program Operasi Pangan Riau Makmur (OPRM) Provinsi Riau 2009-2013 meleset atau tidak sesuai yang diharapkan. Dari target defisit pangan dalam Program OPRM di Riau yang ditargetkan 11,8 persen pada 2013 mendatang, namun target tersebut akan direvisi menjadi 30 persen dari Defisit Awal sebesar 48 persen.

Hal ini dikatakan Abu Bakar Siddik, Sekretaris Komisi C DPRD Riau kepada wartawan di Gedung DPRD Riau, Jum'at (27/7/12).

“Kami menilai target OPRM itu meleset atau tidak sesuai yang diharapkan karena dari Rp400 Miliar yang dianggarkan APBD, baru terealisasi sekitar Rp107 Miliar atau hanya sekitar 25 persen, padahal program ini akan selesai pada tahun 2013 mendatang,” kata Abu Bakar Siddik.

Abu Bakar Siddik yang juga sebagai Ketua Pansus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ini mengungkapkan bahwa hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. “Di antaranya dana yang dialokasikan tidak sesuai dan total dana yang dibutuhkan untuk komitmen awal sebesar Rp1,2 Triliun dari dana APBN dan APBD belum maksimal,” ungkap Politisi Golkar ini.

Selain itu, kata Abu Bakar Siddik, “komitmen anggaran tidak sesuai dari total yang dibutuhkan dari Rp1,2 Triliun dan hanya Rp400 Miliar yang baru terealisasi serta sangat jauh dari yang diharapkan,” beber Abu Bakar Siddik.

Sambung Abu Bakar Siddik, “juga akibat Alih fungsi lahan dan pertambahan penduduk Riau yang mencapai 5 persen dari setiap tahunnya sehingga persentase sulit dicapai dan target direvisi mengalami defisit sebesar 30 persen,” terang Abu Bakar Siddik.

Sambung Abu Bakar Siddik bahwa saat ini belum memasuki tahap revisi melainkan masih dalam tahap pembahasan global tentang revisi Perda RPJMD ini yang dilakukan oleh Pansus RPJMD dengan Bappeda dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Riau.

“Yang di revisi ini indikator kuantitatif yang digunakan misalnya target yang harus dicapai, bukan membuat program tambahan baru serta bukan secara kualitatif tetapi secara kuantitatif,” tutup Abu Bakar Siddik. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Reywindra, S.Sos, MMA
Bang Abu Bakkar saya sudah sering peringatkan abang, hati-hati sebagai wakil rakyat. Akan tetapi sejak saya peringatkan nomor hp gan.Kalau ga mau diingatkan rakyat, sampai nanti di pemilu 2014 kita sama-sama mencari dukungan.

Inilah Kasus Thamsir Rachman, Raja Maling


kalian di dewan tu harus ikut tanggung %@!*b juga lah... jangan pandai nyalahkan pula sekarang...
OPRM itu nampaknya tak dikaji secara akademik dengan baik sehingga menjadi proyek yg ambisius tapi tak realistis. Mana lahan, mana petani, mana infrastruktur, dan mana saprodinya? jadinya seperti akal2an untuk mengalokasikan anggaran supaya besar aja padahal programnya yg biasa2 juga. (macam akal bulus membengkakkan biaya gedung2 dengan disain khusus banyak non-standar itu). Hal kedua, mana ada duit lagi untuk yg lain karena ambisi PON ini. Apa iya dampak PON demikian besar sehingga perlu mengalokasikan banyak sekali anggaran utk venues PON yg harganya..... mak jang... org2 tu pada yakin berbuat gini karena sangay yakin dengan keandalah tuannya bisa takkan kena proses hukum. Mari kita lihat akhir permainan ini, apa benar demikian atau semuanya akan layu karena kejahatan sendiri.

Penyuluh Pertanian
Apakah bapak - Bapak tidak sadar,, untuk mencerdaskan anak bangsa Guru nya harus di beri suplemen,,sebagai ujung tombak pendidikan,, Begitu juga kami Penyuluh pertanian ujung tombak pembangunan pertanian,,juga butuh suplemen,,, gimana mau mensejahterakan petani,,kami penyuluh aja belum sejahtera,, jangan terlalu koarlah masalah dana,, masih jauh linie di bawah ini yang perlu di perhatikan,, Kami Penyuluh hanya gaji semata yang di terima dan sedikit BOP,,, lainnya gali lobang tutup lobang,, namun d pundak kami di beri pikulan beban yang berat,PROGRAM Multiyear,di mana uangnya pun banyak masuk k kantong2 kalian d atas sana,, ( SRI HERI ADYONO.TY,SP.MP )


Berita Politik lainnya..........
- PDIP Ambil Formulir Balon Gubri ke KPU Riau
- Lusa, Demokrat Umumkan Jago di Pilkada Inhil
- Jon Erizal Konsolidasi dengan Bacaleg PAK Siak
- Demokrat Rubah Bacaleg untuk DPRD Riau
- Marzuki Alie tak Tahu Berita Achmad Diusung PD di Pilgubri
- Petinggi Partai Keluar Kota,
DPP PDIP Tunda Umumkan Cagub dan Cawagub Riau

- Manipulasi BM Mobnas Dewan,
BK DPRD Dumai Kroscek ke Polres Bengkalis



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 72.44.48.122
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com