Berita Terhangat.. |
Ahad, 26 Mei 2013 06:56 Gelar Riding Test, Honda Verza 150 Cc Diperkenalkan di Duri
Sabtu, 25 Mei 2013 19:35 Kerjuda FORKI Riau ke-7 di Rohul Ditargetkan Tuntas Malam ini
Sabtu, 25 Mei 2013 19:32 Puluhan Ayam dan Pelaku Judi Diamankan Polsek Mandau
Sabtu, 25 Mei 2013 17:48 Pilkada, Ribuan Massa Antar CERDAS Mendaftar ke KPU Inhil
Sabtu, 25 Mei 2013 17:45 Mazda VX-1, Cara Mudah dan Nyaman Berkendaraan
Sabtu, 25 Mei 2013 17:43 Usai Daftar, Herman Abdullah Bertemu Warga Simpang Baru
Sabtu, 25 Mei 2013 17:35 Gagal Rebut Demokrat, tak Membuat Zainal Abidin Surut Ikut Pilkada Inhil
|
|
|
|
Sabtu, 14 Juli 2012 15:06 Diduga Buntut Kekecewaan Penolakan Pemekaran, Beredar SMS Berantai Mengecam PKS di Mandau
Aspirasi masyarakat Mandau untuk memekarkan diri masih mandek. Belakangan beredar SMS gelap yang berisikan kecaman terhadap PKS, karena kadernya tak memunuhi janji politik.
Riauterkini - DURI - Kekecewaan masyarakat Kecamatan Mandau karena gagal memekarkan diri, baik untuk menjadi tiga kecamatan maupun menjadi kabupaten terpisah dari Bengkalis terus berkembang. Tidak sekedar diluapkan dalam ucapan, tetapi juga beredar melalui SMS berantai.
Dalam SMS yang tidak jelas siap pertama kali mengirim tersebut, lebih ditujukkan kepada Wakil Bupati Suayatno, selaku kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan warga Mandau.
"Salam perjuangan : Siapa yg bertanggung jawab apabila Kec.Mandau tak jadi di
mekarkan, PKS jawabannya sebab Janji janji pada waktu Pilkada tahun 2010 yang kita
sampaikan ke masyarakat Kec.Mandau dan Pinggir, Jadi kalau Bupati dan Wakil
(Suayatno kader PKS) TAK SEJALAN dgn Janji - janji Kontrak Politik dulu baiknya
Suayatno mengundurkan diri aja, Kami kader PKS Malu dgn Masyarakat Mandau dan
Pinggir karena telah membohongi Masyarakat Di tahun 2010 yang lalu, jg telah
memfitnah pasangan yg lainnya, Saya adalah ;
Kader PKS dan Team Sukses HS-SUAY
Mandau - Pinggir,"demikian isi SMS tersebut.
Spontan sms yang dianggap sebagai Provokasi tersebut menjadi bahan
pembicaraan disetiap sudut warung Kopi dan kantor kantor Pemerintahan. Masyarakat bertanya, siapa jati
diri sebenarnya sang pengirimnya.
Menanggapi isi pesan singkat tersebut, Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) asal Daerah
Pemilihan V Mandau, Hj. Mira Roza saat dikonfirmasi riauterkini.com melalui Telepon
genggamnya, Sabtu (14/7/12) tidak berkomentar banyak.
"Itu hanya SMS orang orang yang tidak bertanggung jawab dan jangan ditanggapi.
Sebelumnya saya sudah beberapa kali mengontak nomor si pengirim itu tapi tidak
diangkat serta saya sudah sms balik dan saya tantang jangan hanya berani melalui sms
saja tapi sampai saat ini tidak dibalas. Bagi rekan rekan wartawan jangan terlalu
ditanggapilah karena sumbernya tidak jelas,"ujarnya mengakhiri.***(hen)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
Efrizal Anwar Sejarah menyatakan bahwa yang membangun duri / mandau itu adalah Bengkalis,, tidak ada alasan duri harus pisah dari Bengkalis.pendatang harusnya tahu diri lah jangan memancing di air keruh..jika anda - anda bukan merasa duri itu Bengkalis, silahkan balik kampung saja, menyemak aja, sejarah juga menyatakan bahwa pekerja kasar diCaltex itu kebanyakan dari Bengkalis.dan setelah maju, banyaklah direkrut tenaga kerja dari luar. krn alasan SDM Riau waktu itu sangat minim, jadi %@!*bannya terjadilah exsodus tenaga kerja dari luar...ayo kawan2 pendatang pikirkan ini.kita tidak perlu pisah.semua permasalahan pasti ada solusinya.mengenai janji kampanye itu urusan politik.tentang hak-hak pembangunan kita blm bertemu dg pemimpin yg cepat,tepat dan adil.....
Anak duri Janji / kontrak politik....... Itukan sbelum jadi....??...
Kalau sdh kesampaian.... Lempar bola,,,,,, gooooollllllll.....
Biasalah..... Tertipu lagiiiiiiiii..
alazar kalau di lihat sejarah, semua hasil mandau untuk mandau bukan bentuk sekarang, semua di bawa ke bengkalis. seharusnya kader pks yg gagal menjalankan amanah serta janji kepada rakyat sebagusnya mundur, jika kader tersebut ngerti agama karna janji itu amanah yg harus di tepati, apa lagi dengar2 ustad lagi.
alazar bile tengok sejarah, mestinya prov. Riau ini ibu kotanya Bengkalis, bukan pekanbaru cam sekarang ni.
Pendatang Baru yang Tak Ngerti sebenarnya yang nak pisah dari bengkalis tu tak banyak, paling-paling beberapa ekor aja.
|
|