Berita Terhangat.. |
Selasa, 21 Mei 2013 15:29 Dewan Minta Pemko Dumai Bangun Pelabuhan Sendiri
Selasa, 21 Mei 2013 15:25 Pemkab Bengkalis Sosialisasikan UU Pemilu 2013
Selasa, 21 Mei 2013 15:12 Sempat Kosong Hampir Setahun, Boy Syailendra Jabat Waka PN Bengkalis
Selasa, 21 Mei 2013 15:05 Perwako Reklame Pekanbaru, Papan Reklame Tidak Boleh Diatas JPO
Selasa, 21 Mei 2013 14:59 Biaya Pendidikan Mahal, Seorang Anak Diserahkan Orang tuanya ke KPAID Rohul
Selasa, 21 Mei 2013 14:53 SPPD Fiktif DPRD Dumai, Polisi dan Jaksa Diminta Usut Tuntas Oknum Dewan
Selasa, 21 Mei 2013 14:29 MTQ Bengkalis 2013, Kecamatan Bantan 'Sabet' Juara Umum
|
|
|
|
Selasa, 10 Juli 2012 07:53 Paripurna LPj APBD Riau 2011, Dewan Kritik Ketidaktransparan Pola Anggaran Pemprov
DPRD Riau menggelar paripurna dengan agenda padangan fraksi terkait laporan pertanggung-jawapan (LPj) APBD 2011. Ketidaktransparan Pemprov dalam mengelola anggaran menuai kritik.
Riauterkini-PEKANBARU- Fraksi PPP DPRD Riau menilai bahwa pengelolaan dari hasil
pertanggungjawaban APBD Riau tahun 2011 belum maksimal.
Hal ini disampaikan Jabarullah, anggota Fraksi PPP ketika menyampaikan sikap Fraksi
PPP dalam Rapat Paripurna antara DPRD Riau dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemrov)
Riau dengan pembahasan penyampaian pandangan Fraksi terhadap Rancangan Peraturan
Daerah (Rapendra) tentang laporan pertanggungjawaban APBD Riau tahun 2011 di Ruang Paripurna
DPRD Riau, Senin (9/7/12).
“Selain mendapatkan Wajar dengan Pengecualian (WDP), hal ini juga terkait berbagai
polemik permasalahan yang muncul terkait berbagai anggaran yang tidak bisa
dijelaskan oleh Pemrov Riau ke mana perginya dan untuk apa,” kata Jabarullah.
Sebagai tolak ukurnya, menurut Jabarullah, “mari kita lihat bersama bahwa di Riau
ini, para pemudanya masih banyak yang menjadi pengangguran, pelayanan kesehatan yang
kurang baik, apalagi kemiskinan masih banyak di Riau ini,” terang Jabarullah.
Tegasnya, menurut Jabarullah bahwa Fraksi PPP menilai kinerja pertanggungjawaban
APBD 2011 oleh Pemrov Riau dianggap belum maksimal. “Ini juga berkaitan APBD Riau
2011 yang banyak tersedot oleh PON dan berbagai acara seremonial lainnya yang
jumlahnya begitu banyak,” ungkap Jabarullah.
“Ke depannya, mau tidak mau acara seremonial ini harus dikurangi dan prioritaskan
anggaran itu kepada masyarakat miskin di Riau ini,” jelas Jabarullah.
Selain memberikan tanggapan, para anggota Fraksi diberi kesempatan untuk bertanya ke
Pemrov Riau yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau.
“Yang menjadi pertanyaan bagi kami, ke mana dan untuk apa realisasi dari berbagai
anggaran yang tidak jelas itu terutama terkait hasil temuan BPK RI beberapa hari
yang lalu itu, untuk ini mohon dijelaskan,” kata Jabarullah ke pihak Pemrov Riau.
Senada dengan itu, Noviwaldy Jusman, Ketua Fraksi Demokrat pun tidak mau ketinggalan
dalam hal bertanya. “Coba pihak Pemrov Riau jelaskan kepada kami, tentang
Pembangunan Ritos itu seperti apa, termasuk kontrak kerjasamanya kemudian anggaran
PON dan berbagai fasilitas pendukungnya,” jelas Noviwaldy Jusman.
Sementara itu, Johar Firdaus, Ketua DPRD Riau yang sekaligus memimpin Rapat
Paripurna mengatakan, “berbagai pertanyaan anggota Fraksi tadi, kami mohon pihak
Pemrov Riau untuk menjawabnya,” kata Johar Firdaus.
Untuk menjawab ini, kata Johar Firdaus mesti diparipurnakan kembali. “Jawabannya
dalam Rapat Paripurna berikutnya dan masalah jadwal Paripurna akan dibahas terlebih
dahulu dalam rapat Banmus DPRD Riau, segera,” terang Johar Firdaus sebelum menutup
Rapat Paripurna. *** (ary)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
cinaboy Dibei tanggapan pun bek etu juo kejadiannyo bak bouk samo cigak semoutu udah bak kato uwang swating (kongkalikong)
|
|