Berita Terhangat.. |
Jum’at, 24 Mei 2013 08:16 Galeri Foto Kunjungan Bupati Pelalawan ke Karimuan Kepri
Jum’at, 24 Mei 2013 08:15 RAPP Taja Pelatihan Para Da'i Pulau Padang
Jum’at, 24 Mei 2013 07:56 Sudah Panggil Puluhan Saksi, KPK Belum Jadwalkan Pemeriksaan Tersangka Gubri
Jum’at, 24 Mei 2013 06:53 Tentukan Jago di Pilgubri, DPP Demokrat Terbelah antara Mambang dan Achmad
Jum’at, 24 Mei 2013 06:51 Dibuka Bupati Siak, Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Riau di Kampung Rempak
Jum’at, 24 Mei 2013 06:49 Riau Tertinggi Imput Data SDDKN
Jum’at, 24 Mei 2013 06:46 IKBR Inhu Tuding Forlet Timbulkan Konflik
|
|
|
|
Senin, 9 Juli 2012 16:36 Awas, DPRD Riau Bisa 'Masuk Angin' Saat Bahas RAPBD-P 2012
Mencuatnya kasus suap terhadap sejumlah anggota DPRD Riau memunculkan kecemasan. Ada kemungkinan wakil rakyat 'masuk angin' saat bahas RAPBD-P 2012. Waspada!
Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini, berbagai pembahasan anggaran di DPRD Riau yang
terkesan tertutup. Membuat anggaran tersebut yang dibahas wakil rakyat akan masuk
angin.
Hal ini diungkapkan Andi Yusran, salah seorang Pengamat Politik Riau dalam Pres
Corner di depan ruang Medium DPRD Riau, Senin (9/7/12).
“Selama ini masalah pembahasan anggaran ini terkesan terlalu ditutupi, hanya Pemrov
Riau dan DPRD Riau saja yang tahu, sehingga hal ini akan memicu anggaran tersebut
bisa “masuk angin”, maksudnya ada celah untuk melakukan perbuatan yang melanggar
hukum,” terang Andi Yusran.
Sebagai contoh, menurut Andi Yusran, “dalam pertemuan tertutup dalam membahas
penambahan anggaran untuk PON di rumah Wakil Ketua DPRD Riau beberapa bulan yang
lalu dan ujung-ujungnya karena tertutup ini banyak anggota Dewan terkena kasus
hukum,” kata Andi Yusran.
“Anggap saja itu sebagai dosa masa lalu sehingga jangan sampai terulang kembali dan
hendaknya DPRD Riau ini harus tegas dalam menanggapi berbagai masalah yang ada, juga
ke depannya anggota DPRD Riau lebih transparan dalam membahas anggaran ini,”ungkap
Andi Yusran.
Menanggapi hal ini, Johar Firdaus, Ketua DPRD Riau kepada wartawan mengatakan,
“sebuah hal yang wajar saja, kalau ada yang beropini seperti itu tapi perlu
diketahui bahwa tidak semua pembahasan anggaran bersifat tertutup, sering juga kami
sampaikan melalui berbagai media yang ada, misalnya saja dalam pelaksanaan PON saja,
itu dana yang dikucurkan oleh Pusat sebesar Rp 140 Miliar, dari APBN itu ada Rp 460
Miliar yang belum bisa dicairkan, untuk Pembukaan PON itu senilai Rp 100 Miliar dan
itu sudah berulang-ulang kali kami sampaikan ke media,”ungkap Johar Firdaus.
“Menurut kami melalui media, paling tidaknya masyarakat Riau menjadi tahu terkait
anggaran ini, jadi tidak benar kalau kami dalam membahas anggaran ini bersifat
tertutup,” tutup Politisi Golkar ini. *** (ary)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
ARSYAD RAHIM PEMBAHASAN APBD-P di DPRD pasti Ada kongkalingkong, seperti studi banding dulu, hearing dg SKPD Dan ujungnya ujungnya billing WANI PIRO untuk meloloskannya. Coba lag kalau mau dicekoki kembali oleh KPK
kusuma kalau mebahas masalah duit selelu tertutup, krn takut ketahuan besaran fee dan komisi yg mereka terima dari satker. sprti kasus PON,fee buat Lukman Abbas 700 jt, fee buat rusli zainal gubri 500jt. enaknya jd pejabat,mereka selalu bilang dana PON kurang, ternyata buuat mereka korupsi, rasakan sekarang akibatnya, makanya kerja yg bagus,jabatan adalah amanah...
|
|