Berita Terhangat.. |
Ahad, 26 Mei 2013 06:56 Gelar Riding Test, Honda Verza 150 Cc Diperkenalkan di Duri
Sabtu, 25 Mei 2013 19:35 Kerjuda FORKI Riau ke-7 di Rohul Ditargetkan Tuntas Malam ini
Sabtu, 25 Mei 2013 19:32 Puluhan Ayam dan Pelaku Judi Diamankan Polsek Mandau
Sabtu, 25 Mei 2013 17:48 Pilkada, Ribuan Massa Antar CERDAS Mendaftar ke KPU Inhil
Sabtu, 25 Mei 2013 17:45 Mazda VX-1, Cara Mudah dan Nyaman Berkendaraan
Sabtu, 25 Mei 2013 17:43 Usai Daftar, Herman Abdullah Bertemu Warga Simpang Baru
Sabtu, 25 Mei 2013 17:35 Gagal Rebut Demokrat, tak Membuat Zainal Abidin Surut Ikut Pilkada Inhil
|
|
|
|
Rabu, 27 Juni 2012 06:47 Abaikan Pernjanjian, Dewan Tuding Medco Nihil Kontribusi bagi Pelalawan
80 persen ladang minyak PT Medco E&P Indonesia di Riau berada di Pelalawan, namun menurut wakil rakyat setempat, perushaaan terebut tak memberi kontribusi nyata bagi daerah. Padahal sudah ada perjanjian.
Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Anggota DPRD Kabupaten Pelalawan yang tergabung di
Komisi A sangat menyesalkan keberadaan PT Medco E&P Indonesia yang tida memberikan
konbtribusi maksimal terhadap masyarakat Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, PT Medco
yang merupakan kontraktor dari BPMigas hampir 80 persen sumur minyak mereka berada
di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Tidak itu saja, PT Medco juga tidak
memiliki kantor perwakilan di Pelalawan.
Demikian diungkapkan oleh anggota DPRD Komisi A saat melakukan Kunjungan Kerja ke PT
Medco E&P Indonesia, yang berada di Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Selasa
(26/6/12). Hadir saat kunker, Ketua Komisi A Nasarudin, bersama anggota, Abdul
Muzakir, Josen Silalahi, dan Sozifao Hia.
"Kita sangat kecewa terhadap manajemen PT Medco yang terkesan mengabaikan hasil
perjanjian tahun 2003-2004 lalu. Perjanjian yang dilangsungkan di Jakarta dengan
dihadiri oleh manajemen BPMigas serta Pemkab Pelalawan beserta perwakilan masyarakat
Kecamatan Kerumutan. PT Medco telah berjanji akan melakukan pembangunan ruas jalan
dari simpang Ukui menuju Kerumutan yang berjarak 10 kilo meter hingga pengaspalan,
namun hingga kini belum ada upaya dan niat baik PT Medco itu. Jika hal ini tidak
direspon baik oleh perusahaan minyak ini, jangan salahkan jika dikemudian hari ada
konflik dengan masyarakat", beber Josen Silalahi.
Sementara itu, Ketua komisi A Nasarudin, mengatakan, seharusnya PT Medco bisa
berperan maksimal didalam berbagai aspek kehidupan di Kabupaten Pelalawan. Nasar
juga sangat menyayangkan PT Medco juga tidak memiliki kantor perwakilan di Kabupaten
Pelalawan, sehingga sangat menyulitkan ketika hendak melakukan kunjungan kerja
maupun pengawasan terhadap perusahaan minyak ini.
"Pada hal, sumur minyak mereka hampir 80 persen berada di wilayah Kabupaten
Pelalawan, sementara untuk di Kabupaten Inhu hanya sekian persen, sangat disayangkan
keberadaan PT Medco ini belum berperan maksimal kontribusinya belum efektif",
ujarNasarudin.
Sementara itu, manajemen PT Medco, Arieska dan Darwis, mengatakan, pihak perusahaan
mengakui bahwa belum memilik kantor perwakilan di Kabupaten Pelalawan, dan mereka
berupaya jika mendapatkan izin dari Bp Migas juga bersedia mendirikan Kantor
perwakilan di Pelalawan. PT Medco juga telah berbuat banyak terhadap wilayah
operasionalnya, baik itu melalui program CSR maupun program meningkatkan
perekonomian masyarakat.
"Setidaknya kita telah berbuat, baik terhadap dunia pendidikan, pelatihan-pelatihan
untuk peningkatan perekonomian masyarakat melalui program CSR. Kita juga merambah di
dunia pendidikan dengan memberikan pelatihan kompetensi guru bersertifikat hingga
memberikan pelatihan-pelatihan terhadap siswa", jelas Darwis manajemen PT Medco
yangh berkantor di Lirik, Inhu Central Sumatera Operations, diamini oleh Arieka dan
manajemen lainnya.***(feb)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
anti korupsi kontribusi untuk daerah atau untuk oknum dewannya,,,
barangkali perusahaan kurang setoran ama dewan
Humas MEDCO Kami serahkan ke pemkab dana wajib & CD, pengawasan DPRD tentunya ke realisasi pemkab. Wartawan mestinya kritis & independen lah dalam mengawasi kinerja DPRD & Pemkab.
Mariaman Asal betul ajalah ..pak dewan... Nanti dah masuk kantong sendiri...? Pak dewan klu medco tak ada beri kontribusi tutup aja itu perusahaan ..tak usah takutlah..
Mariaman Asal betul ajalah ..pak dewan... Nanti dah masuk kantong sendiri...? Pak dewan klu medco tak ada beri kontribusi tutup aja itu perusahaan ..tak usah takutlah..
RAMLI WALID DBH MIGASNYA KEMANA PERGI PAK DEWAN, TOLONG DIPERIKSA STRUKTUR APBD PELALAWAN. JANGAN ASAL NGOMONG KAYAK MULUT DRUM AJA, PADAHAL DUDAH KALIAN TERIMA Dan SUDAH DIBAYARKAN GAJI KALIAN. BLOOOON KALIAN
rakyat ini mental pejabat negara kita ini perusahaan itu dibuat seperti sapi perah...maknya investor pada kabur ke luar negeri padahal dia bisa oragn bekerja disana.. sudah bayar pajak dan lainya sebagainya
Yg mesti diperjuangakan itu adalah bagaimana masyarakat tempat yg bisa bekerja di peruashaan.. dan orang tempat yg mau bekerja bukan asal asalan
seperti orang di daerah ini hanya pandai menyalahkan orang lain.. coba berkaca kalian apa kalian sudah ada berbuat untuk orang lain????
Migas %@!* Sdr2 saye sesame %@!*, Medco tu kontraktor Pemerintah dan hasil langsung nya dah dikasi ke daerah dalam bentuk DBH dan secare tak langsung dalam bentuk DAU. Anggota Dewan kite ni tak ngerti, maklum lah kwalitas anggota dewan jaman sekarang ni.... Mungkin supaye dapat "Can" dari Medco, gertak sikit..... Dah tau dah kelakuan anngota dewan ni.......
warga pelalawan klo tak berguna buat pelalawan dan hanya menguntungkan pusat, usir sajalah dari kampung kita medco ni. mereka memang minim kontribusi, bila perlu bakar saja kantornya. apa guna mereka di pelalawan.
|
|