Berita Terhangat.. |
Ahad, 26 Mei 2013 13:07 Makan Badan Jalan, Parkir llegal Ramayana Duri Ganggu Lalin
Ahad, 26 Mei 2013 13:03 Informasi Bocor, Razia Geng Motor di Pinggir Tanpa Hasil
Ahad, 26 Mei 2013 13:02 Pilgubri, DPP Demokrat Akhirnya Rekom Achmad-Masrul
Ahad, 26 Mei 2013 06:56 Gelar Riding Test, Honda Verza 150 Cc Diperkenalkan di Duri
Sabtu, 25 Mei 2013 19:35 Kerjuda FORKI Riau ke-7 di Rohul Ditargetkan Tuntas Malam ini
Sabtu, 25 Mei 2013 19:32 Puluhan Ayam dan Pelaku Judi Diamankan Polsek Mandau
Sabtu, 25 Mei 2013 17:48 Pilkada, Ribuan Massa Antar CERDAS Mendaftar ke KPU Inhil
|
|
|
|
Kamis, 14 Juni 2012 18:02 Fraksi Gabungan Minta Pembangunan Ritos Distop
Setelah Fraksi Partai Demokrat DPRD Riau mengungkap sederat pelanggaran pembangunan Ritos, giliran Fraksi gabungan mintan proyek tersebut distop.
Riauterkini-PEKANBARU- Seakan tidak mau ketinggalan dengan Fraksi Demokrat dan PKS
terkait pernyataan sikapnya terhadap pembangunan Riau Town Square (Ritos) untuk
dihentikan sementara karena terdapat perrmasalahan dalam pembangunannya. Fraksi
Gabungan DPRD Riau pun angkat bicara.
Hal ini dikatakan Ramli FE, anggota Fraksi Gabungan DPRD Riau dari PBR kepada
riauterkini pada Kamis (14/6/12) di depan pintu Komisi B DPRD Riau.
Menurut Ramli FE bahwa Fraksi Gabungan meminta pembangunan Ritos ini untuk sementara
dihentikan. “Karena legalitas pembangunan Ritos ini belum jelas sama sekali,” terang
Ramli FE.
Ramli FE pun mengakui bahwa saat ini memang Fraksi Gabungan secara formal belum
berkumpul bersama. “Meskipun begitu, dari pertemuan secara informal seluruh anggota
Fraksi Gabungan beberapa hari yang lalu tanpa dihadiri oleh Ketua Fraksi Gabungan
(Abdul Wahid, red) yang lagi Umrah dan dalam pertemuan itu kami telah menyepakati
untuk sementara ditunda Ritos ini dan ketika pertemuan secara formal nantinya itu
hanya menyepakati secara formal saja,” ungkap anggota Komisi B ini.
Lanjut Ramli FE, pertemuan formal ini akan diadakan dalam Minggu ini. “Karena kami
mendapat informasi bahwa Ketua akan pulang dalam Minggu ini juga,” beber Ramli FE.
Ketika ditanya, apakah pernyataan sikap ini dikukuhkan dalam bentuk sebuah surat.
Lebih lanjut Ramli FE mengatakan, “itu jelaslah dan akan kami sampaikan juga ke
Pimpinan DPRD Riau, Ketua Fraksi yang ada dan Pemerintah Provinsi,” tutup Ramli FE.
Sebagai data tambahan, adapun Partai yang termasuk ke dalam Fraksi Gabungan ini
yakni, PKB, Partai Gerindra, Partai Hanura, PBR dan partai-partai yang hanya
mendapatkan satu, dua atau tiga kursi di DPRD Riau. *** (ary)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
markus sdh terlambat, gimana mau di stop, anggota dewan dari partai golkar gak berani bilang stop, soalnya takut sm rusli zainal nanti di PAW SAMA iNDRA mUKHLIS, pokoknya anggota dewwan dari partai golkar duduk manis aja, terima aja duit fee dari proyek ritos....
jeger itu sdh melanggar aturan blm ada imb. amdal dll kok dibangun dinas tata kota (wli kota) hrs tegas dong masak sama warga berani lawan saja Rusli zainal yg nggak tahu aturan itu pak wali dan ketua dpr johar firdaus itu tdk betul sebaiknya diganti saja dia bonekanya rusli zainal penjilat
ardi sepertinya fraksi gabungan ini kurang punya prinsip deh, ngikut aja agar dinilai masyarakat jg punya sikap pd hal manut pd pendahulu, apa lajur skrg udah berjln klo distop anggaran yg terpakai itu uang siapa....masyarakatkan....?
|
|