Untitled Document
Rabu, 12 Rajab 1434 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 22 Mei 2013 17:10
Pengedar Ganja Ditangkap di Sinaboi, Rohil

Rabu, 22 Mei 2013 17:06
Pembacok Polisi di Rohil Ditangkap di Sumut

Rabu, 22 Mei 2013 17:00
Warga Siak Kritis Diinjak-injak Gajah

Rabu, 22 Mei 2013 16:57
Lampu PJU Banyak Rusak,
DKP Pekanbaru Keluhkan Minimnya Armada Perbaikan


Rabu, 22 Mei 2013 16:53
Prihatin Kasus Bioremediasi,
Karyawan Chevron di Duri Kembali Bikin Aksi


Rabu, 22 Mei 2013 16:47
Pengangkatan Sekdaprov Riau,
Komisi II DPR RI Desak Pemerintah Terbitkan Kepres


Rabu, 22 Mei 2013 16:10
Keluarga Kimar Kembali Berulah,
Aparat Putuskan Pelebaran Jalan Soeta Jalan Terus




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 10 Mei 2012 16:05
Dewan Desak Dishub Riau Optimalkan Fungsi Jembatan Timbang

Keberadaan jembatan timbang banyak yang tidak berfungsi untuk membatasi tonase. Karena itu, dewan mendesak Dinas Perhubungan lebih optimal.

Riauterkini-PEKANBARU- Banyaknya jembatan timbang yang tidak berfungsi dengan semestinya terutama di berbagai perbatasan wilayah Riau dengan tetangga di akui oleh Wakil Ketua Komisi C DPRD Riau, Abu Bakar Siddik ketika menjawab pertanyaan wartawan pada Kamis (10/5/12) di Ruang Komisi C DPRD Riau.

Abu Bakar Siddik mengatakan saat ini memang kita akui pengawasan dan pengontrolan terhadap jembatan timbang yang ada memang sangat minim sekali terlebih lagi bagi daerah-daerah yang berbatasan dengan Riau. “Pintu masuk Riau kan ada di empat perbatasan, pertama perbatasan anatar Riau dengan Sumatera Barat, kedua perbatasan Riau dengan Sumatera Utara dan duanya aku lupa, nah pengawasan di pintu-pintu inilah yang kurang sehingga mengakibatkan jembatan timbang yang ada di situ tidak berfungsi sebagaimana mestinya”.

Lanjutnya, bahkan ada kenderaan yang bermuatan berat seenaknya saja lalu-lalang di dekat jembatan timbang itu dan mereka tidak melakukan penimbangan di jembatan itu bahkan yang lebih parahnya lagi Polisi di situ mengatakan kalau mereka (kenderaan berat-red) sudah mempunyai izin dari Dinas Perhubungan (PU) provinsi, terangnya.

“dan ketika kita tanya dengan Dinas PU Riau, mereka mengatakan memang kami mengeluarkan izin kepada mereka tetapi mereka menyalahi aturan izin itu, jelasnya.

Sambungnya, kalau mereka menyalahi aturan ya awasi dong dan kita tangkap saja mereka bahkan pernah aku melihat berat kenderaan itu ada yang 37-40 Ton sedangkan menurut peraturannya untuk kenderaan yang masuk di jalan provinsi dengan kategori kelas 3 B hanya diperbolehkan untuk muatan 21 Ton dan jika lebih dari itu maka akan dikembalikan ke asalnya barang angkutan kenderaan tersebut, urainya.

“kalau tidak salah ada semacam tim dari dins PU yang akan terjun langsung untuk mengatasi masalah ini ke lapangan langsung dan itu menelan biaya sebesar Rp 7 miliar termasuk di dalamnya untuk biaya operasional, peralatan, kortable serta untuk keperluan lainnya”.

Lanjutnya, hendaknya sebelum tim bentukan ini beroperasi di lapangan maka dilakukan upaya sosialisasi atau berupa surat edaran yang menerangkan bahwa akan diadakan penertiban bagi kenderaan berat agar kenderaan itu berjalan di jalan sesuai dengan kapasitas jalan itu.

Sambungnya, kita berharap permasalahan ini akan kita dudukkan segera anatara Dinas PU Riau, Dinas Perhubungan Riau dan dari pihak kepolisian sebagai aparat penegak hukum agar bisa mencari solusi bersama dan nantinya tidak ada lagi tumpang tindih perkejaan di lapangan lagi, tutupnya. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Orang %@!* Bermental Koruptor (Semua pejabatnya Koruptor)
Korupsi sudah menjadi budaya di %@!*.Ini satu bukti lagi bahwa Bumi %@!* adalah Bumi Koruptor.

OYON
Khusus dijembatan timbang LOGAS (Muaro Lembu) Sudah dilakukan penertiban, ini terkesan DISKRIMINASI, sebab auturan itu berlaku hanya untuk TRUK Batu Bara Jenis Dump Truck. Awalnya dikenakan Uang PERDA sebesar Rp 75 000,- dengan muatan 32 sampai 35 Ton. Setelah muatan berkurang jadi 25 sampai 27 Ton, justru petugas mengutip uang Perda Rp 100 000.- Mohon dengan sangat kepada yang berkompeten tolong turun kelapangan seperti Bapak Abubakar siddik, KEpala Dinas bahkan termasuk Jurnalis. Tolong se adil adilnya, jangan sampai yang menanggung sopir, yang untuk petugas dengan pengusaha,


Berita Politik lainnya..........
- Pengangkatan Sekdaprov Riau,
Komisi II DPR RI Desak Pemerintah Terbitkan Kepres

- Gerindra dan NasDem Komit Dukunga Herman-Agus
- Bacaleg Polri dan Kades Dua Partai di Rohul Sudah Lengkapi Berkas
- Banyak Bacaleg Gerindra untuk DPRD Riau Alamatnya Bermasalah
- Hari Penutupan Perbaikan DCS,
KPU Kota Pekanbaru Diserbu Parpol

- PDIP Ambil Formulir Balon Gubri ke KPU Riau
- Lusa, Demokrat Umumkan Jago di Pilkada Inhil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.79.93
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com