Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Desember 2017 10:11
Konsleting Listrik, Rumah Seorang Wartawan di Pekanbaru Terbakar

Sabtu, 16 Desember 2017 05:40
Ratusan Triliun Disumbangkan ke Negara, Apkasindo Dorong Riau Rebut DBH CPO

Jum’at, 15 Desember 2017 20:14
Kades Sudah tidak Beraktivitas,
Plt Bupati Rohul Janji Selesaikan Sengketa Lima Desa


Jum’at, 15 Desember 2017 18:41
Gubri dan Kasad Hadiri Puncak Peringatan HJK TNI AD ke-72

Jum’at, 15 Desember 2017 16:58
Ahad, Ayo Makan Ikan di Lapangan Tugu Bengkalis

Jum’at, 15 Desember 2017 16:54
BC Bengkalis Naik Tingkat dari Pratama ke Madya

Jum’at, 15 Desember 2017 16:16
Idana, Penyandang Disabilitas Asal Rohul Terima Kaki Palsu di Hari Juang Kartika

Jum’at, 15 Desember 2017 16:09
Daftar XL Prioritas di Penghujung 2017, Nikmati Diskon 50 Persen SEpanjang 2018

Jum’at, 15 Desember 2017 15:55
Lakukan Perampokan dan Pencabulan, Pengangguran di Duri Ini Dicokok Polisi

Jum’at, 15 Desember 2017 15:49
Tanoto Foundation dan RAPP Gelar Kampanye Membaca di Dua Kabupaten

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Kamis, 15 Maret 2012 08:06
Dewan Minta Dishub Riau Stop Sementara Operasional Jembatan Timbang

Keberadaan jembatan timbang sejauh ini dinilai gagal membatasi tonase kendaraan. Dari pada jadi ajang pungutan liar, dewan minta Dishub Riau stop sementara operasionalnya.

Riauterkini - PEKANBARU - Komisi C DPRD Riau mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menghentikan sementara semua operasional jembatan timbang yang ada di Riau. Karena ini hasil kesepakatan komisi C dengan Kadishub sebelumnya, untuk mengganti jembatan timbang dengan memberikan peralatan Vorteble di empat pintu mata angin untuk mengukur kendaraan bermuatan lebih diperbatasan pintu masuk Riau dengan Provinsi tetangga.

Hal ini diungkapkan anggota komisi C DPRD Riau, M. Roem Zein kepada Riauterkini, Rabu (14/3) di gedung DPRD Riau. Katanya, dia minta segera Kadishub yang baru untuk menghentikan sementara jembatan timbang yang ada di Riau, karena selama ini fungsi jembatan timbang itu telah disalah gunakan oleh petugas di lapangan dengan mengambil keuntungan. Dimana kendaraan yang melebihi muatan atau tonase, lanjutnya tetap bebas masuk tanpa harus melalui jembatan timbang dan akibatnya semua jalan di Riau mengalami kerusakan parah.

"Kita desak Kadishub yang baru untuk secepatnya menghentikan sementara operasional jembatan timbang yang ada di Riau, karena ini berdasarkan hasil rapat kita dengan kadis yang lama. Dan saat itu kadishub setuju dengan penghentian tersebut, dengan mengganti peralatan Vorteble empat mata angin yang fungsinya untuk mengukur tonase kenderaan yang masuk ke Riau," kata anggota dewan dapil Kampar ini.

Politisi PPP ini menjelaskan, selama ini banyak kenderaan yang melebihi muatan atau tonase dengan bebas keluar masuk ke Riau, tanpa ada pengawasan dari pihak dishub sehingga semua jalan di Riau rusak parah. Sementara pemerintah tidak pernah melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan, sehingga yang menanggung akibatnya adalah warga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan yang rusak tersebut.

"Untuk itulah sementara waktu operasional jembatan timbang ini kita hentikan, karena selama ini tidak difungsikan dengan benar sesuai dengan fungsi sebenarnya. Terbukti banyak kenderaan yang melebihi muatan atau tonase lalu lalang dengan bebas di jalan-jalan yang ada di Riau, dan kita tidak mendapatkan apa-apa selain menanggung kerusakan jalan yang begitu parah," ujarnya.

Lebih lanjut M. Roem Zein mengatakan, dengan adanya Vertable sebagai pengukur muatan atau tonase kenderaan diharapkan bisa menimalisasi kerusakan jalan. Karena menurutnya berdarkan kesepakatan komisi C dengan dishub, bagi kenderaan yang melebihi tonase, kenderaan tersebut akan disuruh pulang karena Riau tidak punya pemanpung muatan lebih.

"Berdasarkan kesepakatan kita dengan dishub saat rapat, semua kenderaan yang melebihi tonase yang masuk ke Riau akan disuruh pulang. Karena kita tidak punya tempat untuk menampung muatan lebih, dan ini kita lakukan untuk membatasi kenderaan yang melebihi tonase masuk ke Riau dengan tujuan agar jalan kita tidak rusak," jelasnya.***(jor)



Berita Politik lainnya..........
- Legislator DPRD Riau Ini Mediasi Warga Tapung Pencela Ustadz Abdul Somad
- Gantikan Setya Novanto,
Golkar Riau Harapkan Airlangga Hartarto Dikukuhkan sebagai Ketum Baru Jelang Munaslub

- Kebut Kerja Akhir Tahun, DPRD Riau Sahkan 4 Perda
- Reses di Mandau, Syaiful Ardi Beri Bantuan dan Janjikan Sejumlah Insfrastruktur
- Tak Kunjung Disahkan, Dewan Sebut Menteri Siti Nurbaya Sengaja Memperlambat RTRW Riau
- Jelang Pilgubri,
Demokrat Riau akan Umumkan Jagoannya Dua Hari Lagi

- Batas Wilayah Tiga Daerah di Riau Akhirnya Tuntas Dibahas
- Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba,
DPRD Riau Hearig Bersama Pengelolah Hiburan Malam di Pekanbaru

- Ketua DPRD Inhu Bantah RAPBD 2018 Tidak Dibahas
- Dugaan Pencemaran Limbah di Blok Rokan dan Minas,
Dewan Minta PPNS LHK Riau Cek Lapangan

- Para Ahli Sebut Pembatalan RKU PT. RAPP Hambat Investasi
- Majelis Tinggi Partai Demokrat Belum Putuskan Paslon Gubernur Riau
- Pemkab Meranti Tak Anggarkan Gaji Guru Madrasah
- Pilgubri 2018, Bupati Harris Siarkan Survei Tertinggi Versi LSI
- Rp500 Ribu Per Siswa, Dewan Anggarkan BOSDA dalam APBD Riau 2018
- Buntut Penolakan Ustadz Abdul Somad,
Legislator Riau Lukman Edy Laporkan Senator Asal Bali

- Komisi V DPRD Riau Usulkan Standarisasi Honor Guru Bantu SMA se-Derajat
- Legislator Pelalawan Ini Minta Pengelolaan Air Bersih Dialihkan ke Swasta
- Temuan DPRD, PDAM Pelalawan Distribusikan Air Sungai Kampar Tanpa Diolah
- PT ADEI tak Hadiri Hearing dengan DPRD Pelalawan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.90.159.192
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com