Untitled Document
Senin, 17 Syawwal 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Senin, 3 Agustus 2015 15:25
Bahas Percepatan Pembangunan, Walikota Pekanbaru Ikuti Rakor ESDM di Bandung

Senin, 3 Agustus 2015 15:18
Wawako Tinjau Pemeriksaan Kesehatan JCH Pekanbaru

Senin, 3 Agustus 2015 15:14
231 JCH Rohul Masih Tunggu Jadwal Kloter Keberangkatan ke Batam

Senin, 3 Agustus 2015 14:58
KARPB Sepakat,
Golkar dan PPP Hanya sebagai Partai Pendukung untuk Pasangan Harris-Zardewan


Senin, 3 Agustus 2015 14:58
DPD RI Asal Riau Gelar Diskusi Publik,
Bahas Pengawasan, Perkembangan, dan Pembangunan Riau


Senin, 3 Agustus 2015 14:35
‎Razia Pendatang Haram, Kos-kosan Jadi Target Satpol PP Kota Pekanbaru

Senin, 3 Agustus 2015 14:31
Pilkada Kuansing, Djan Fariz Hanya Rekomendasikan Mursini-Halim



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 15 Maret 2012 08:06
Dewan Minta Dishub Riau Stop Sementara Operasional Jembatan Timbang

Keberadaan jembatan timbang sejauh ini dinilai gagal membatasi tonase kendaraan. Dari pada jadi ajang pungutan liar, dewan minta Dishub Riau stop sementara operasionalnya.

Riauterkini - PEKANBARU - Komisi C DPRD Riau mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menghentikan sementara semua operasional jembatan timbang yang ada di Riau. Karena ini hasil kesepakatan komisi C dengan Kadishub sebelumnya, untuk mengganti jembatan timbang dengan memberikan peralatan Vorteble di empat pintu mata angin untuk mengukur kendaraan bermuatan lebih diperbatasan pintu masuk Riau dengan Provinsi tetangga.

Hal ini diungkapkan anggota komisi C DPRD Riau, M. Roem Zein kepada Riauterkini, Rabu (14/3) di gedung DPRD Riau. Katanya, dia minta segera Kadishub yang baru untuk menghentikan sementara jembatan timbang yang ada di Riau, karena selama ini fungsi jembatan timbang itu telah disalah gunakan oleh petugas di lapangan dengan mengambil keuntungan. Dimana kendaraan yang melebihi muatan atau tonase, lanjutnya tetap bebas masuk tanpa harus melalui jembatan timbang dan akibatnya semua jalan di Riau mengalami kerusakan parah.

"Kita desak Kadishub yang baru untuk secepatnya menghentikan sementara operasional jembatan timbang yang ada di Riau, karena ini berdasarkan hasil rapat kita dengan kadis yang lama. Dan saat itu kadishub setuju dengan penghentian tersebut, dengan mengganti peralatan Vorteble empat mata angin yang fungsinya untuk mengukur tonase kenderaan yang masuk ke Riau," kata anggota dewan dapil Kampar ini.

Politisi PPP ini menjelaskan, selama ini banyak kenderaan yang melebihi muatan atau tonase dengan bebas keluar masuk ke Riau, tanpa ada pengawasan dari pihak dishub sehingga semua jalan di Riau rusak parah. Sementara pemerintah tidak pernah melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan, sehingga yang menanggung akibatnya adalah warga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan yang rusak tersebut.

"Untuk itulah sementara waktu operasional jembatan timbang ini kita hentikan, karena selama ini tidak difungsikan dengan benar sesuai dengan fungsi sebenarnya. Terbukti banyak kenderaan yang melebihi muatan atau tonase lalu lalang dengan bebas di jalan-jalan yang ada di Riau, dan kita tidak mendapatkan apa-apa selain menanggung kerusakan jalan yang begitu parah," ujarnya.

Lebih lanjut M. Roem Zein mengatakan, dengan adanya Vertable sebagai pengukur muatan atau tonase kenderaan diharapkan bisa menimalisasi kerusakan jalan. Karena menurutnya berdarkan kesepakatan komisi C dengan dishub, bagi kenderaan yang melebihi tonase, kenderaan tersebut akan disuruh pulang karena Riau tidak punya pemanpung muatan lebih.

"Berdasarkan kesepakatan kita dengan dishub saat rapat, semua kenderaan yang melebihi tonase yang masuk ke Riau akan disuruh pulang. Karena kita tidak punya tempat untuk menampung muatan lebih, dan ini kita lakukan untuk membatasi kenderaan yang melebihi tonase masuk ke Riau dengan tujuan agar jalan kita tidak rusak," jelasnya.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
mantan dewan
hai teman qu di DPRD jangan lah kau hanya usul stop aja..tapi bubarkan dis hub tu.. tingkatkan kualitas jalan untuk daya tahan ribuan ton.. itu dah wacana lama..mas2 orde baru juga dah ribut tuh..dah lingkaran setan..lebarkan jalan bangun jalan yang

acwan
BETULLLLL PAK.. TIMBANGN UNTK CARI MAKAN KAMI PAK,, APALAH YG KAMI HARAPKAN DARI GAJIII DISHUB ,, ...


Berita Politik lainnya..........
- KARPB Sepakat,
Golkar dan PPP Hanya sebagai Partai Pendukung untuk Pasangan Harris-Zardewan

- Pilkada Kuansing, Djan Fariz Hanya Rekomendasikan Mursini-Halim
- Maju Pilkada, Enam Anggota DPRD Riau Serahkan Surat Pemberitahuan ke Pimpinan
- Menpan-RB Ingatkan PNS Tak Gunakan Aset Pemerintah di Kampanye Pilkada
- Songsong Pilkada Bengkalis, Herliyan Sementara Menetap di Duri
- Halal bi Halal, Indra Putra Ajak Masyarakat Kuansing Rukun dan Saling Menghargai
- Agus Widayat-Maman Supriadi Optimis Menang Pilkada Dumai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.124.152
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com