Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 26 Mei 2018 01:24
Genangi Lahan dan Perkebunan Warga,
Kembali, Pipa Minyak Chevron di Duri Meledak


Jum’at, 25 Mei 2018 22:58
Dinkes Pastikan Seluruh Apotek di Bengkalis Dibina Berkala

Jum’at, 25 Mei 2018 22:54
Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 700 Ballpres Ilegal Asal Malaysia

Jum’at, 25 Mei 2018 22:49
Dua Nama Toke Besar di Sei Pakning Disebut-sebut pada Sidang Kasus Trenggiling

Jum’at, 25 Mei 2018 22:44
Hasil UN SMP Pelalawan Duduki Peringkat 8 Riau

Jum’at, 25 Mei 2018 21:42
Pertama di Sumatera, DIRE Ciptadana Wadahi Masyarakat Berinvestasi Aset Mal SKA

Jum’at, 25 Mei 2018 21:35
Kampanye Dialogis di Kecamatan Kempas,
Wardan: Program DMIJ Plus Bagi Akselerasi Pembangunan di Kelurahan


Jum’at, 25 Mei 2018 21:04
Cagubri Syamsuar Kunjungi Kuansing,
Warga Sungai Soriak Berharap Keberhasilan Siak Bisa Ditularkan ke Kampung Mereka


Jum’at, 25 Mei 2018 20:45
Ikut Berpartisipasi Semarakkan Ramadhan, PSMTI Bagikan 500 Takjil Gratis kepada Masyarakat

Jum’at, 25 Mei 2018 20:26
Berkeliaran di Bulan Ramadan, Komisi I DPRD Riau Minta Satpol PPTertibkan Gepeng

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 15 Maret 2012 08:06
Dewan Minta Dishub Riau Stop Sementara Operasional Jembatan Timbang

Keberadaan jembatan timbang sejauh ini dinilai gagal membatasi tonase kendaraan. Dari pada jadi ajang pungutan liar, dewan minta Dishub Riau stop sementara operasionalnya.

Riauterkini - PEKANBARU - Komisi C DPRD Riau mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menghentikan sementara semua operasional jembatan timbang yang ada di Riau. Karena ini hasil kesepakatan komisi C dengan Kadishub sebelumnya, untuk mengganti jembatan timbang dengan memberikan peralatan Vorteble di empat pintu mata angin untuk mengukur kendaraan bermuatan lebih diperbatasan pintu masuk Riau dengan Provinsi tetangga.

Hal ini diungkapkan anggota komisi C DPRD Riau, M. Roem Zein kepada Riauterkini, Rabu (14/3) di gedung DPRD Riau. Katanya, dia minta segera Kadishub yang baru untuk menghentikan sementara jembatan timbang yang ada di Riau, karena selama ini fungsi jembatan timbang itu telah disalah gunakan oleh petugas di lapangan dengan mengambil keuntungan. Dimana kendaraan yang melebihi muatan atau tonase, lanjutnya tetap bebas masuk tanpa harus melalui jembatan timbang dan akibatnya semua jalan di Riau mengalami kerusakan parah.

"Kita desak Kadishub yang baru untuk secepatnya menghentikan sementara operasional jembatan timbang yang ada di Riau, karena ini berdasarkan hasil rapat kita dengan kadis yang lama. Dan saat itu kadishub setuju dengan penghentian tersebut, dengan mengganti peralatan Vorteble empat mata angin yang fungsinya untuk mengukur tonase kenderaan yang masuk ke Riau," kata anggota dewan dapil Kampar ini.

Politisi PPP ini menjelaskan, selama ini banyak kenderaan yang melebihi muatan atau tonase dengan bebas keluar masuk ke Riau, tanpa ada pengawasan dari pihak dishub sehingga semua jalan di Riau rusak parah. Sementara pemerintah tidak pernah melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan, sehingga yang menanggung akibatnya adalah warga masyarakat yang setiap hari melintasi jalan yang rusak tersebut.

"Untuk itulah sementara waktu operasional jembatan timbang ini kita hentikan, karena selama ini tidak difungsikan dengan benar sesuai dengan fungsi sebenarnya. Terbukti banyak kenderaan yang melebihi muatan atau tonase lalu lalang dengan bebas di jalan-jalan yang ada di Riau, dan kita tidak mendapatkan apa-apa selain menanggung kerusakan jalan yang begitu parah," ujarnya.

Lebih lanjut M. Roem Zein mengatakan, dengan adanya Vertable sebagai pengukur muatan atau tonase kenderaan diharapkan bisa menimalisasi kerusakan jalan. Karena menurutnya berdarkan kesepakatan komisi C dengan dishub, bagi kenderaan yang melebihi tonase, kenderaan tersebut akan disuruh pulang karena Riau tidak punya pemanpung muatan lebih.

"Berdasarkan kesepakatan kita dengan dishub saat rapat, semua kenderaan yang melebihi tonase yang masuk ke Riau akan disuruh pulang. Karena kita tidak punya tempat untuk menampung muatan lebih, dan ini kita lakukan untuk membatasi kenderaan yang melebihi tonase masuk ke Riau dengan tujuan agar jalan kita tidak rusak," jelasnya.***(jor)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Kampanye Dialogis di Kecamatan Kempas,
Wardan: Program DMIJ Plus Bagi Akselerasi Pembangunan di Kelurahan

- Cagubri Syamsuar Kunjungi Kuansing,
Warga Sungai Soriak Berharap Keberhasilan Siak Bisa Ditularkan ke Kampung Mereka

- Tertinggi di Riau, Ini Ungkapan Bangga Firdaus untuk Para Pelajar SMP/MTs di Pekanbaru
- Ditetapkan Tersangka Dugaan Politik Uang, Anggota DPRD Bengkalis Ini Ajukan Prapid ke PN
- Wasyarakat Kuantan Mudik, Kuansing Siap Menangkan Syamsuar-Edy
- Ibu-Ibu Pengajian Al Hidayah Perawang Tetap Solid Dukung Paslon Nomor 4
- Tokoh Masyarakat Koto Baru Sebut Syamsuar Cagubri Terbaik
- Loyalitas dan Militansi Kader Golkar Siak Modal Kemenangan Paslon Nomor 4
- Kampanye di 'Negeri Seribu Kubah',
Rusli Effendi Tawarkan Perbaikan Jalan Lintas Menggala-Rantau Kopar

- Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang
- Selama Ramadan, Proses Ganti Rugi Jalan Soebrantas Ujung Dipending
- Blusukan Cawagubri Disambut Antusias Pedagang Pasar Sungai Apit
- Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Kampar Buka Pendaftaran Jadi Pengawas TPS Pilgubri 2018
- Legislator Riau Dapil Rohul Sukses Yakinkan Kemen PUPR Tunda Proyek PLTA Lompatan Harimau
- Cagubri Lukman Edy: Bibit Radikalisme Tumbuh karena Adanya Pembiaraan
- Buka Akses Jalan Lintas Bono Teluk Meranti,
Warga: Dihati Kami Cuma Andi Rachman Jadi Pilihan

- Ini Program Kesehatan Unggul yang Ditawarkan DR.Firdaus-Rusli Effendi
- Wardan Targetkan Terhubungnya Akses Jalan Antar Kecamatan di Inhil
- Minim Realisasi Fisik, DPRD Riau Sotori Lambannya Kinerja Kontraktor dan Dinas Terkait
- 6 Juni, Logistik Pilgubri Mulai Didistribusikan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com