Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 1 September 2015 22:18
Warga Tanjung Pura, Sumut Tergilas Fuso di Rohil

Selasa, 1 September 2015 22:10


Selasa, 1 September 2015 22:09
‎PNS Pemkab Bengkalis Diwajibkan Registrasi e-PUPNS

Selasa, 1 September 2015 22:04
Koramil 02/Rambah Bantu Pemkab Rohul Wujudkan Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2015 21:59
Sepanjang September,
Enoki Mal Pekanbaru Sediakan Makan Gratis 11 Pilihan Menu Untuk Konsumen


Selasa, 1 September 2015 21:52
BPNB Tanjungpinang, Kepri Gelar Workshop di Pekanbaru

Selasa, 1 September 2015 21:38
‎2 Desa di Bengkalis Ditunjuk Sebagai Desa Broadband Terpadu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 14 Pebruari 2012 17:28
DPRD Riau Sejutu Bahas 26 Ranperda Prolegda 2012

Sebanyak 26 Ranperda akan dibahas DPRD Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Legislatif daerah atau Prolegda 2012.

Riauterkini - PEKANBARU - Hasil rapat paripurna DPRD Provinsi Riau, Selasa (14/2) menyetujui pembahasan 26 Program legislasi daerah (Prolegda) untuk tahun 2012. Dimana dari 26 prolegda tersebut, 20 di antaranya berdasarkan usulan dari pemerintah Provinsi Riau, sedangkan enam prolegda lainya hasil inisiatif anggota DPRD Riau.

Prolegda yang disetujui oleh DPRD Riau hasil usulan pemerintah, antara lain adalah Ranperda tentang perubahan tahun jaman anggaan PON, perikatan anggaran tahuh jamak pada kegiaan PON, retribusi layanan kesejahteraan, perizinan tertentu, lahan perkebunan, pertanggung jawaban APBD tahun 2011, APBD tahu 2013 dan lain-lainnya.

Sedangkan prolegda inisiatif dari anggota DPRD Riau. Di antaranya, ranperda tentang jalan umum dan khusus hasil tambang dan perkebunan, sekretariat daerah penyiaran, penetapan dan perlindungan tenaga kerja, hak-hak anak, pelestarian cagar budaya daerah dan penanggulangan bencana.

Dalam sidang sempat terjadi adu argumentasi antara anggota dewan tentang proses dan tata cara pengajuan ranperda ke DPRD Riau. Sehingga membuat ketua Badan Legislasi (baleg) meninggalkan ruang karena sempat bersitegang dengan anggota dewan Arifin H Purba tentang salah satu ranperda yang diusulkan Pemerintah tentang anggaran jamak pembangunan PON yang dinilai sudah tidak layak diajukan kembali.

"Saya rasa ini sudah tidak relevan lagi diajukan karena perda ini sudah berakhir masa berlakunya pada tahun 2011 kemarin. Karena pembanguan sarana dan prasarana PON itu dikerjakan sejak tahun 2008 dan berkahir tahun 2011," kata anggota komisi A yang juga dosen di Universitas di Riau ini.

Sementara itu Arifin B Purba juga sependapat dengan Zulkarnain Nuerdi hanya saja, dia ingin persoalan diperpanjang melihat waktu pelaksanaan PON dan waktu rapat sudah mendekati jam 4 sore. Dan dia juga mengatakan, bahwa Zulkarnain merupakan seorang dosen tentunya dia lebih tahu tenang aturan hukumnya.

"Jadi untuk mempersingkat waktu sebaiknya hal ini dibahas dibadan legislasi aja, karena disini kita hanya meminta persetujuan anggota dewan untuk pembahasan ranperda tahun 2012 ini saja," ujarnya.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Ini Alasan KPU Rohul Tak Daftar Warga Lima Desa sebagai Pemilih
- DPR Dukung KPK Berani OTT Politik Uang di Pilkada Serentak
- Warga Lima Desa Minta Didaftar Jadi Pemilih di Pilkada Rohul
- Mendagri Sudah Restui Mutasi Esselon III dan IVPemprov Riau
- Harris-Zardewan Kampanye Dialogis di Dua Desa di Pangkalan KurasPas
- Dua Calon Bupati Meranti Gencarkan Kampanye Dialogis
- Nama Septina Primawati Tak Masuk dalam Bursa Ketua DPRD Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.247.143
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com