Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 30 Maret 2017 20:22
Kades dan Perangkat Desa di Kuansing Minta Naik Gaji

Kamis, 30 Maret 2017 20:17
Polsek Kuantan Mudik, Kuansing Tertibkan Dua PETI

Kamis, 30 Maret 2017 19:37
Embarkasi Haji Riau Masih Dalam Kajian Pusat

Kamis, 30 Maret 2017 18:18
Tidak Quorum, Paripurna Pandangan Umum Fraksi LKPj Gubri 2016 Batal

Kamis, 30 Maret 2017 18:06
Tak Butuh Waktu Lama, Dua Tahanan Polsek Pangkalan Kerinci Kabur Kembali Diciduk

Kamis, 30 Maret 2017 17:43
Bupati Meranti Lantik 59 Pejabat Eselon II dan III

Kamis, 30 Maret 2017 17:38
Jasad Korban Dipotong 13 Bagian,
Polres Bengkalis Tetapkan 3 Tersangka Mutilasi


Kamis, 30 Maret 2017 16:55
DPRD Riau Telah Disposisikan Berkas Dua Cawagubri ke Panlih

Kamis, 30 Maret 2017 16:21
Dugaan Mark Up ADD Tangun,
Enam Saksi Penuhi Panggilan Penyidik Kejari Rohul


Kamis, 30 Maret 2017 16:14
Ayola Firts Point Hotel Pekanbaru, Hadirkan Promo Saturday Night Barbeque

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 14 Pebruari 2012 17:28
DPRD Riau Sejutu Bahas 26 Ranperda Prolegda 2012

Sebanyak 26 Ranperda akan dibahas DPRD Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Legislatif daerah atau Prolegda 2012.

Riauterkini - PEKANBARU - Hasil rapat paripurna DPRD Provinsi Riau, Selasa (14/2) menyetujui pembahasan 26 Program legislasi daerah (Prolegda) untuk tahun 2012. Dimana dari 26 prolegda tersebut, 20 di antaranya berdasarkan usulan dari pemerintah Provinsi Riau, sedangkan enam prolegda lainya hasil inisiatif anggota DPRD Riau.

Prolegda yang disetujui oleh DPRD Riau hasil usulan pemerintah, antara lain adalah Ranperda tentang perubahan tahun jaman anggaan PON, perikatan anggaran tahuh jamak pada kegiaan PON, retribusi layanan kesejahteraan, perizinan tertentu, lahan perkebunan, pertanggung jawaban APBD tahun 2011, APBD tahu 2013 dan lain-lainnya.

Sedangkan prolegda inisiatif dari anggota DPRD Riau. Di antaranya, ranperda tentang jalan umum dan khusus hasil tambang dan perkebunan, sekretariat daerah penyiaran, penetapan dan perlindungan tenaga kerja, hak-hak anak, pelestarian cagar budaya daerah dan penanggulangan bencana.

Dalam sidang sempat terjadi adu argumentasi antara anggota dewan tentang proses dan tata cara pengajuan ranperda ke DPRD Riau. Sehingga membuat ketua Badan Legislasi (baleg) meninggalkan ruang karena sempat bersitegang dengan anggota dewan Arifin H Purba tentang salah satu ranperda yang diusulkan Pemerintah tentang anggaran jamak pembangunan PON yang dinilai sudah tidak layak diajukan kembali.

"Saya rasa ini sudah tidak relevan lagi diajukan karena perda ini sudah berakhir masa berlakunya pada tahun 2011 kemarin. Karena pembanguan sarana dan prasarana PON itu dikerjakan sejak tahun 2008 dan berkahir tahun 2011," kata anggota komisi A yang juga dosen di Universitas di Riau ini.

Sementara itu Arifin B Purba juga sependapat dengan Zulkarnain Nuerdi hanya saja, dia ingin persoalan diperpanjang melihat waktu pelaksanaan PON dan waktu rapat sudah mendekati jam 4 sore. Dan dia juga mengatakan, bahwa Zulkarnain merupakan seorang dosen tentunya dia lebih tahu tenang aturan hukumnya.

"Jadi untuk mempersingkat waktu sebaiknya hal ini dibahas dibadan legislasi aja, karena disini kita hanya meminta persetujuan anggota dewan untuk pembahasan ranperda tahun 2012 ini saja," ujarnya.***(jor)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Kades dan Perangkat Desa di Kuansing Minta Naik Gaji
- Tidak Quorum, Paripurna Pandangan Umum Fraksi LKPj Gubri 2016 Batal
- Bupati Meranti Lantik 59 Pejabat Eselon II dan III
- DPRD Riau Telah Disposisikan Berkas Dua Cawagubri ke Panlih
- Kader Golkar Tabrani Maamun Sebut Dipinang Parpol Lain di Pilgubri 2018 Mendatang
- Paling Lambat 15 April,
Aktivis Pospera Desak DPRD Kuansing Segera Tuntaskan APBD 2017

- Bupati Inhil Gelar Audiensi Bersama KPU  Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.205.210.125
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com