Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 10 Desember 2016 04:03
Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas Ditikam Teman Sendiri

Jum’at, 9 Desember 2016 21:41
Pengendara Motor di Bengkalis Tewas Tertabrak Mobil Dinas Pemkab Siak

Jum’at, 9 Desember 2016 20:59
Pentas Seni HAKI dari Rohil Mendapat Sambutan Hangat

Jum’at, 9 Desember 2016 20:48
Mal Ciputra Seraya Pekanbaru Gelar Home Decor

Jum’at, 9 Desember 2016 20:27
Tindak Pidana Curas,
DPO Polres Rohil Berhasil Ditangkap


Jum’at, 9 Desember 2016 19:55
Peringati HAKI 2016, Kejari Rohul Bagikan Seribu Stiker dan Brosur Anti Korupsi

Jum’at, 9 Desember 2016 19:17
Sepuluh Calon Kades di Rohul Ajukan Gugatan Pilkades 2016

Jum’at, 9 Desember 2016 18:52
Sepuluh Rumah di Asrama Pancasila Pekanbaru Terbakar

Jum’at, 9 Desember 2016 18:43
Besok, Putri Pariwisata Indonesia Ramaikan Parade Kain Tradisional Riau

Jum’at, 9 Desember 2016 18:38
HAKI 2016, Kejari Dumai Bersama Awak Media Bagikan Stiker Anti Korupsi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 4 Oktober 2011 06:36
Penuhi Undangan DPRD Riau,
Bupati Kuansing Bantah Mutasi PNS Kuansing Tak Sesuai Aturan


Bupati Sukarmis membantah tudingan mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Kuansing beberapa waktu lalu tidak sesuai aturan. Bantahan itu diungkapkannya di hadapan anggota Komisi A DPRD Riau dan PNS korban pemutasian.

Riauterkini-PEKANBARU-Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Sukarmis membantah tudingan pemindahan atau mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyalahi prosedur dan aturan.

Penegasan itu disampaikan saat dengar pendapat (hearing) dengan Komisi A DPRD Riau dan disaksikan para pegawai negeri sipil (PNS) korban pemutasian, Senin siang (3/10/11). Pertemuan itu berlangsung alot.

Betapa tidak, Sukarmis juga membawa para pejabat camat yang baru dilantiknya menggantikan sekelompok PNS korban pemutasian yang hadir di ruangan yang sama.

Bupati Kuansing menyatakan, kehadiran para camat dan pejabat itu atas kemauan sendiri dan mereka menyatakan ingin menyaksikan hearing yang dimediasi oleh Komisi A DPRD Riau tersebut.

Kehadiran para camat ini sempat menjadi pertanyaan Wakil Ketua Komisi A DPRD Riau, Jabarullah. "Memboyong para camat ke DPRD ini apakah tidak akan mengganggu pelayanan masyarakat?" tanyanya.

Pertanyaan ini menimbulkan intrupsi dari para camat. Suasana hearing yang mulanya berjalan kondusif tiba-tiba menjadi riuh oleh 'hujan' intrupsi para peserta yang hadir. Suasana yang sempat memanas itu langsung dinetralisir oleh Ketua Komisi A DPRD Riau Bagus Santoso yang meminta para hadirian untuk tenang.

Suasana riuh kembali terjadi saat mantan Kepala Bappeda Kuansing Helfian Hamid diberikan kesempatan berbicara, oleh pimpinan rapat Bagus Santoso. Kali ini intrupsi langsung dilakukan oleh Sukarmis. Bupati ini tetap ngotot bahwa kesempatan berbicara itu seharusnya diberikan kepada Pemkab Kuansing.

"Kesempatan berbicara itu ya, diberikan kepada kami. Karena kehadiran kami di sini sebagai pihak yang diundang," tukasnya.

Tetapi anggota legislatif daerah itu sempat memberikan kesempatan kepada pejabat 'non job' itu untuk menyampaikan aspirasi meeka terlebih dahulu.

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Bappeda Kuansing korban mutasi, Helfian Hamid menilai mutasi yang dilakukan Pemkab setempat prematur dan tidak berdasar karena menabrak aturan yang berlaku. Terutama pada klausal SK pemutasian di sebutkan menimbang dan mengingat tidak dengan jelas apa yang menjadi dasar pertimbangan dari tim Baperjakat untuk melakukan mutasi jabatan kepada 137 PNS di Kuansing.

"Ada spesifikasi yang diduga dilanggar. Tertama terhadap terhadap Rustam. Selain dinonjobkan, dia juga didemosi (diturunkan pangkat, Red) dari golongan IV a menjadi IV b.

Setelah mendengar pemaparan Helfian ini, Sukarmis kembali menyatakan secara tegas untuk mempersilahkan para PNS dan pejabat yang tidak puas terhadap kebijakannya untuk menempuh jalur hukum, melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Silahkan saja menempuh jalur hukum. Gugat saja ke PTUN Pekanbaru," tantangnya. *** (son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Sepuluh Calon Kades di Rohul Ajukan Gugatan Pilkades 2016
- Ditanya Perjuangan Dapatkan APBN 2017, Wakil Rakyat Dapil Riau Kompak No Comment
- Pengurus DPC dan PAC Hanura Dumai 2015-2010 Dilantik
- Pilkades di Tambusai Utara, Rohul,
Semua Calon Kades Terpilih Wajah Baru

- Gubri Tunjuk Syahrial Abdi Jadi Pj Bupati Kampar
- Rp1,17 Triliun, DPRD Meranti Sahkan APBD 2017
- Turun Rp100 Miliar, Gubri Terima DIPA dari Presiden Sebesar Rp21,3 Triliun


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.159.189.139
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com