Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 27 Juni 2017 20:46
H+3 Lebaran, Diperkirakan 10.000 Pengunjung Padati Pantai Solop Inhil

Selasa, 27 Juni 2017 20:00
Bupati Inhil Silahturrahmi ke Gubernur dan Forkopimda Riau

Selasa, 27 Juni 2017 18:13
Antisipasi Keamanan Lapas,
Kabag Ops Polres Kampar Kunjungi Lapas Kelas IIb Bangkinang


Selasa, 27 Juni 2017 18:08
Balon Gubri Harris Buka Kejuaraan Motorcross di Tapung, Kampar

Selasa, 27 Juni 2017 18:02
Pergi Berlebaran,
Seorang Bocah di Inhil Tewas Terbentur Besi Mesin Pompong


Selasa, 27 Juni 2017 17:42
Sebar Personel di Pusat Keramaian,
Kapolresta Pantau Situasi Keamanan Pekanbaru di Hari Ketiga Lebaran


Selasa, 27 Juni 2017 17:37
6 Rumah Rusak,
Longsor Kembali Terjadi di Kuala Enok, Inhil


Selasa, 27 Juni 2017 15:10
Belasan Orang Terjebur,
Pelabuhan Rakyat Desa Tanjung Gadai, Meranti Ambruk


Selasa, 27 Juni 2017 13:23
Mayat Tanpa Identitas di Desa Kuala Sebatu Ternyata Warga Tembilahan, Inhil

Selasa, 27 Juni 2017 08:13
Tamu Tagram Hotel Pekanbaru Kehilangan Perhiasaln Rp70 juta

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Sabtu, 27 Agustus 2011 09:48
APBD-P Riau 2011 Rp 4,79 T Disahkan,
Sejumlah Proyek tak Pro Rakyat Tetap Disetujui


DPRD Riau akhirnya menyetujui pengesahan Perubahan APBD Riau Sejumlah proyek yang semula dinilai gagal dan tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat, akhirnya setujui untuk dibiayai melalui APBD Perubahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Rapat paripurna DPRD Riau yang membahas pengesahan Peraturan Perubahan APBD tahun anggaran 2011 berlangsung hingga pukul 00.00 WIB, Sabtu (27/8/11), berakhir dengan anti klimak dan happy ending.

Sejumlah proyek yang menjadi catatan di saat pandangan fraksi-fraksi di DPRD Riau karena dinilai sudah gagal dan tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat, akhirnya disetujui untuk dibiayai.

Hal itu terungkap saat pembacaan hasil kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau yang dibacakan jurubicara-nya, Bagus Santoso. Bagus memaparkan, perubahan APBD tahun anggaran 2011 menunjukkan perubahan peningkatan dari anggaran belanja APBD murni sebesar Rp4,468 triliun lebih, berubah menjadi Rp4,79 triliun lebih pada APBD Perubahan (APBD-P), atau bertambah sebesar Rp7,21 persen.

Bagus merincikan untuk Pendapatan Daerah, jika di APBD sebelum perubahan sebesar Rp4,275 triliun lebih, setelah perubahan meningkat menjadi Rp4,624 triliun lebih atau bertambah sebesar Rp348,616 miliar lebih (8,15%).

Sedangkan untuk alokasi Anggaran Belanja Daerah, jika di APBD sebelum perubahan mencapai Rp4,468 triliun lebih, setelah perubahan menjadi Rp4,79 triliun atau terjadi penambahan belanja sebesar Rp321,942 miliar lebih (7,21 persen).

Setelah memaparkan panjang lebar tentang APBD Perubahan itu, Banggar DPRD Riau menyimpulkan dapat menyetujui dan menerima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2011 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Dareah (Perda).

Dengan disahkannya Ranpenda itu, berakhir pula polemik sejumlah proyek pada pandangan fraksi-fraksi menjadi sorotan dan catatan, karena terdapat beberapa proyek yang dinilai gagal dan tidak menyentuk kepentingan masyarakat langsung atau tidak pro rakyat.

Proyek yang dinilai gagal oleh Fraksi PAN tetapi tetapi disetujui untuk dibiayai oleh APBD-P adalah program kebun sawit K2I. Menurut pandangan Fraksi PAN sebelumnya, sejak program ini dicanangkan belum ada sedikitpun manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Begitu juga soal penyertaan modal untuk maskapai Riau Air (dulu bernama Riau Airlines, RAL) sebesar Rp30 miliar juga menjadi polemik. Dua fraksi di DPRD Riau, yakni Demokrat dan PAN, sebelumnya berpendapat suntikan dana untuk maskapai kebanggaan Riau itu ditunda dulu perlu dikaji ulang. Sebab masih banyak program-program lain yang menyentuh langsung kepentingan rakyat perlu dibiayai.

Rencana pembangunan kantor Dinas Pekerjaan Umum yang akan menelan anggaran ratusan miliar lebih, juga disetejui untuk dibiayai oleh APBD-P sekaligus dijadikan proyek tahun jamak (multiyears).

Terlepas soal itu, Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin sebelum mengakhir rapat paripurna, bersama-sama dengan Sekdaprov Wan Syamsir Yus yang mewakili Gubernur Riau menandatangani pengesahan Perda Perubahan APBD 2011 tersebut.*** (son)

Teks Foto : Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus (kiri) mewakili gubernur dan Wakil Ketua DPRD Taufan Andoso Yakin menandatangani pengesahan Ranperda Perubahan APBD 2011 menjadi Perda.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Politik lainnya..........
- Hari ke Dua Lebaran,
Bupati Harris Hadiri Acara Adat Gunung Sahilan dan 'Open House' Wagubri

- Pelayanan PLN Kian Buruk,
Ketua Komisi I DPRD Pelalawan Berkirim Pesan Instagram ke Presiden Jokowi

- DPRD Riau Segera Bahas Peningkatan Penghasilan Dewan
- ANS Gunakan Mobnas untuk Lebaran. Dewan Minta Pemprov Riau Berikan Sanksi
- Jelang Lebaran, Walikota Pekanbaru Rotasi Pejabatnya
- KPU Inhil Paparkan Tahapan Pilkada Inhil 2018
- Utang Pembangunan Main Stadion,
Takdibayar Tahun Ini, Pemprov Riau Terancam Denda Rp 50 Miliar



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 107.22.56.104
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com