Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Jum’at, 27 Mei 2016 12:21
Bawang Asal Malaysia Diserahkan TNI di Rohil ke Balai Karantina Pertanian Kelas I Pekanbaru

Jum’at, 27 Mei 2016 11:27
Polres Pelalawan Tangkap Pemasok Narkoba untuk Pelajar di Langgam

Jum’at, 27 Mei 2016 10:06
Ramadhan, Wako Pekanbaru Himbau Masyarakat Manfaatkan Layanan Pustaka

Jum’at, 27 Mei 2016 07:29
Nanti Sore Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Kemenag Himbau Perbaiki Arah Kiblat

Jum’at, 27 Mei 2016 06:46
3 Tahun, 11 Napi Melarikan Diri dari Rutan Kelas II B Rengat

Jum’at, 27 Mei 2016 06:43
PN Rengat Vonis 14 Tahun Penjara Pemilik 23 Kig Ganja Kering Siap Edar

Kamis, 26 Mei 2016 22:25
Ninik Mamak Kenegerian Kuntu, Kampar Semangat Sambut Zulfan Hamid

Kamis, 26 Mei 2016 21:30
APRIL Tunjukkan Operasional Perusahaan Kelas Dunia

Kamis, 26 Mei 2016 21:24
Kembali Pimpin PKB Riau, Abdul Wahid Targetkan Raih Suara Maksimal dalam Pemilu 2019

Kamis, 26 Mei 2016 21:21
Besok, Dinas Pariwisata ‎Launching Potensi Pariwisata Riau di Jakarta



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Sabtu, 27 Agustus 2011 09:48
APBD-P Riau 2011 Rp 4,79 T Disahkan,
Sejumlah Proyek tak Pro Rakyat Tetap Disetujui


DPRD Riau akhirnya menyetujui pengesahan Perubahan APBD Riau Sejumlah proyek yang semula dinilai gagal dan tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat, akhirnya setujui untuk dibiayai melalui APBD Perubahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Rapat paripurna DPRD Riau yang membahas pengesahan Peraturan Perubahan APBD tahun anggaran 2011 berlangsung hingga pukul 00.00 WIB, Sabtu (27/8/11), berakhir dengan anti klimak dan happy ending.

Sejumlah proyek yang menjadi catatan di saat pandangan fraksi-fraksi di DPRD Riau karena dinilai sudah gagal dan tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat, akhirnya disetujui untuk dibiayai.

Hal itu terungkap saat pembacaan hasil kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau yang dibacakan jurubicara-nya, Bagus Santoso. Bagus memaparkan, perubahan APBD tahun anggaran 2011 menunjukkan perubahan peningkatan dari anggaran belanja APBD murni sebesar Rp4,468 triliun lebih, berubah menjadi Rp4,79 triliun lebih pada APBD Perubahan (APBD-P), atau bertambah sebesar Rp7,21 persen.

Bagus merincikan untuk Pendapatan Daerah, jika di APBD sebelum perubahan sebesar Rp4,275 triliun lebih, setelah perubahan meningkat menjadi Rp4,624 triliun lebih atau bertambah sebesar Rp348,616 miliar lebih (8,15%).

Sedangkan untuk alokasi Anggaran Belanja Daerah, jika di APBD sebelum perubahan mencapai Rp4,468 triliun lebih, setelah perubahan menjadi Rp4,79 triliun atau terjadi penambahan belanja sebesar Rp321,942 miliar lebih (7,21 persen).

Setelah memaparkan panjang lebar tentang APBD Perubahan itu, Banggar DPRD Riau menyimpulkan dapat menyetujui dan menerima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2011 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Dareah (Perda).

Dengan disahkannya Ranpenda itu, berakhir pula polemik sejumlah proyek pada pandangan fraksi-fraksi menjadi sorotan dan catatan, karena terdapat beberapa proyek yang dinilai gagal dan tidak menyentuk kepentingan masyarakat langsung atau tidak pro rakyat.

Proyek yang dinilai gagal oleh Fraksi PAN tetapi tetapi disetujui untuk dibiayai oleh APBD-P adalah program kebun sawit K2I. Menurut pandangan Fraksi PAN sebelumnya, sejak program ini dicanangkan belum ada sedikitpun manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Begitu juga soal penyertaan modal untuk maskapai Riau Air (dulu bernama Riau Airlines, RAL) sebesar Rp30 miliar juga menjadi polemik. Dua fraksi di DPRD Riau, yakni Demokrat dan PAN, sebelumnya berpendapat suntikan dana untuk maskapai kebanggaan Riau itu ditunda dulu perlu dikaji ulang. Sebab masih banyak program-program lain yang menyentuh langsung kepentingan rakyat perlu dibiayai.

Rencana pembangunan kantor Dinas Pekerjaan Umum yang akan menelan anggaran ratusan miliar lebih, juga disetejui untuk dibiayai oleh APBD-P sekaligus dijadikan proyek tahun jamak (multiyears).

Terlepas soal itu, Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin sebelum mengakhir rapat paripurna, bersama-sama dengan Sekdaprov Wan Syamsir Yus yang mewakili Gubernur Riau menandatangani pengesahan Perda Perubahan APBD 2011 tersebut.*** (son)

Teks Foto : Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus (kiri) mewakili gubernur dan Wakil Ketua DPRD Taufan Andoso Yakin menandatangani pengesahan Ranperda Perubahan APBD 2011 menjadi Perda.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Ninik Mamak Kenegerian Kuntu, Kampar Semangat Sambut Zulfan Hamid
- Kembali Pimpin PKB Riau, Abdul Wahid Targetkan Raih Suara Maksimal dalam Pemilu 2019
- Wakil Rakyat Harapkan Wagubri Harus Berkomitmen dan Satu Visi dengan Gubri
- Pilkada Kampar 2017, Rahmat Jevary Juniardo Ikuti Penjaringan PAN
- Pasca Dilantik Gubri Definitif,
Dewan Meminta Segera Usulan Dua Nama Calon Wagub

- KPU Terima Tembusan PAW Fikri Wahyudi dan Eri Sumarni dari DPRD Pekanbaru
- Riau Memilih Wakil Gubernur,
Kordias Merasa Siap jika Digandeng Andi Membangun Riau



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.87.94
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com