Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Pebruari 2017 12:08
Penyebab Belum Jelas, Rumah Warga Kunatan Mudik, Kuansing Terbakar

Selasa, 21 Pebruari 2017 11:15
Kompak Curi 5 Motor, Suami-istri Ditangkap Polresta Pekanbaru

Selasa, 21 Pebruari 2017 11:04
Gondol Uang Rp100 Juta dari ATM, Teknisi BTN Pekanbaru Ditangkap

Selasa, 21 Pebruari 2017 11:01
Hujan Deras Setengah Malam, Sebagian Pangkalan Kerinci Kebanjiran

Selasa, 21 Pebruari 2017 10:04
Lima Kali Gauli Santriwati, Kuli Panggul di Kampar Ditangkap Polisi

Selasa, 21 Pebruari 2017 09:36
Gadis 13 Tahun di Pekanbaru Dijual Temannya ke Om Hidung Belang

Selasa, 21 Pebruari 2017 07:51
Pansus DPRD Riau Dalami Info SK Baru Menteri LHK Terkait RTRWP

Selasa, 21 Pebruari 2017 07:47
Kawannya Diburu, Seorang Tersangka Narkoba Diangkap Polres Rohul

Selasa, 21 Pebruari 2017 07:40
Kapolres Rohul Ajak Santri Ponpes Ar-Royyan Kabun jadi Anggota Polri

Senin, 20 Pebruari 2017 22:10
Danrem 031 Wirabima Jabat Dantim Satgas Karlahut Riau

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Sabtu, 27 Agustus 2011 09:48
APBD-P Riau 2011 Rp 4,79 T Disahkan,
Sejumlah Proyek tak Pro Rakyat Tetap Disetujui


DPRD Riau akhirnya menyetujui pengesahan Perubahan APBD Riau Sejumlah proyek yang semula dinilai gagal dan tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat, akhirnya setujui untuk dibiayai melalui APBD Perubahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Rapat paripurna DPRD Riau yang membahas pengesahan Peraturan Perubahan APBD tahun anggaran 2011 berlangsung hingga pukul 00.00 WIB, Sabtu (27/8/11), berakhir dengan anti klimak dan happy ending.

Sejumlah proyek yang menjadi catatan di saat pandangan fraksi-fraksi di DPRD Riau karena dinilai sudah gagal dan tidak menyentuh langsung kepentingan rakyat, akhirnya disetujui untuk dibiayai.

Hal itu terungkap saat pembacaan hasil kerja Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau yang dibacakan jurubicara-nya, Bagus Santoso. Bagus memaparkan, perubahan APBD tahun anggaran 2011 menunjukkan perubahan peningkatan dari anggaran belanja APBD murni sebesar Rp4,468 triliun lebih, berubah menjadi Rp4,79 triliun lebih pada APBD Perubahan (APBD-P), atau bertambah sebesar Rp7,21 persen.

Bagus merincikan untuk Pendapatan Daerah, jika di APBD sebelum perubahan sebesar Rp4,275 triliun lebih, setelah perubahan meningkat menjadi Rp4,624 triliun lebih atau bertambah sebesar Rp348,616 miliar lebih (8,15%).

Sedangkan untuk alokasi Anggaran Belanja Daerah, jika di APBD sebelum perubahan mencapai Rp4,468 triliun lebih, setelah perubahan menjadi Rp4,79 triliun atau terjadi penambahan belanja sebesar Rp321,942 miliar lebih (7,21 persen).

Setelah memaparkan panjang lebar tentang APBD Perubahan itu, Banggar DPRD Riau menyimpulkan dapat menyetujui dan menerima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2011 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Dareah (Perda).

Dengan disahkannya Ranpenda itu, berakhir pula polemik sejumlah proyek pada pandangan fraksi-fraksi menjadi sorotan dan catatan, karena terdapat beberapa proyek yang dinilai gagal dan tidak menyentuk kepentingan masyarakat langsung atau tidak pro rakyat.

Proyek yang dinilai gagal oleh Fraksi PAN tetapi tetapi disetujui untuk dibiayai oleh APBD-P adalah program kebun sawit K2I. Menurut pandangan Fraksi PAN sebelumnya, sejak program ini dicanangkan belum ada sedikitpun manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Begitu juga soal penyertaan modal untuk maskapai Riau Air (dulu bernama Riau Airlines, RAL) sebesar Rp30 miliar juga menjadi polemik. Dua fraksi di DPRD Riau, yakni Demokrat dan PAN, sebelumnya berpendapat suntikan dana untuk maskapai kebanggaan Riau itu ditunda dulu perlu dikaji ulang. Sebab masih banyak program-program lain yang menyentuh langsung kepentingan rakyat perlu dibiayai.

Rencana pembangunan kantor Dinas Pekerjaan Umum yang akan menelan anggaran ratusan miliar lebih, juga disetejui untuk dibiayai oleh APBD-P sekaligus dijadikan proyek tahun jamak (multiyears).

Terlepas soal itu, Wakil Ketua DPRD Riau Taufan Andoso Yakin sebelum mengakhir rapat paripurna, bersama-sama dengan Sekdaprov Wan Syamsir Yus yang mewakili Gubernur Riau menandatangani pengesahan Perda Perubahan APBD 2011 tersebut.*** (son)

Teks Foto : Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus (kiri) mewakili gubernur dan Wakil Ketua DPRD Taufan Andoso Yakin menandatangani pengesahan Ranperda Perubahan APBD 2011 menjadi Perda.





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Pansus DPRD Riau Dalami Info SK Baru Menteri LHK Terkait RTRWP
- Penyegelan Kantor DPW PAN Riau Dinilai Memalukan
- Tatib Pemilihan Gubri, Pansus DPRD Riau Coret Poin Kearifan Lokal
- Pasca Dilantik Plt Bupati Rohul, Kades Terpilih dan Camat Mulai Jalani Sertijab
- Anggota DPRD Riau Dapil Rohil Turun ke Lokasi,
6000 Hektar Lahan Sawit PT Rokan Agrindo Pratama Plastation Tak Berizin

- Kisruh Internal PAN Riau,
Ketua DPW PAN Riau Dituding Langgar AD/ ART Partai

- Gandeng Polda Riau, Seleksi Terbuka Pejabat Sekda Meranti Dimulai


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.144.205.182
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com