Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Kamis, 5 Mei 2016 21:02
Bupati Inhil Ingatkan Pentingnya Koordinasi Bagi Kesuksesan Program Pembangunan

Kamis, 5 Mei 2016 20:57
Keterangan RSUD Rohul Kenapa Bayi Penderita Tumor Belum Dirujuk

Kamis, 5 Mei 2016 20:52
Hutang Eskalasi,
Pimpinan DPRD Riau Balik Tanyakan Keseriusan Tim Hak Angket


Kamis, 5 Mei 2016 19:30
Umnu Pagoh Malaysia Kunjungi RTMPE Kampar

Kamis, 5 Mei 2016 19:25
‪ Sukseskan Program RTMPE,
Bupati Kampar Akan Sambangi Desa dan Kelurahan


Kamis, 5 Mei 2016 19:20
Mendagri Sebut Revisi UU Pilkada tak Menggagu Tahapan Pilkada Februari 2017

Kamis, 5 Mei 2016 19:13
Nunggu Antrian, Bayi Pengidap Tumor Otak di Rohul Belum Dirujuk ke RSUD Arifin Achmad

Kamis, 5 Mei 2016 17:46
Tim Opsnal Polres Kampar Tangkap 2 Pelaku Jambret di Air Tiris

Kamis, 5 Mei 2016 17:24
Sabu Tak Bertuan di Kampung Dalam Bernilai Rp1,3 Miliar

Kamis, 5 Mei 2016 16:51
Jadi Pengurus Apkasi, Bupati Syamsiar Berharap Aspirasi Masyarakat Siak Didukung Pusat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 22 Maret 2011 17:14
Komisi II DPRD Inhil Datangi Dua Perusahaan,
Cari Tahu Pemicu Kemerosotan Harga Kelapa


Harga kopra di Inhil belakangan merosot tajam. Untuk mencari tahu penyebabnya, Komisi II DPRD setempat mendatangi PT Sambu dan PT AEC.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Kembali merosotnya harga kelapa di Inhil membuat Komisi II DPRD Inhil turun ke lapangan memantau langsung fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Rombongan Komisi II DPRD diketuai HM Yunus, Selasa (22/3/11) melakukan pengecekan harga kelapa di perusahaan kelapa PT Sambu dan PT AEC di Kecamatan Tanah Merah. Sebelumnya, Komisi II DPRD Inhil telah turun ke perusahaan kelapa di Kecamatan Pulau Burung.

Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus menyatakan kunjungan mereka ini dalam rangka menindaklanjuti laporan petani kelapa mengenai merosotnya kembai harga kopra belakangan ini.

"Banyaknya laporan dari petani kelapa mengenai merosotnya harga kopra saat ini, maka dewan ingin mengetahui penyebab terjadinya turunnya harga kelapa ini," ujar HM Yunus di saat bertemu dengan manajemen PT Pulau Sambu disaksikan Kapolsek Tanah Merah, AKP Suprapto dan unsur Kecamatan Tanah Merah.

Menurut manajemen PT Pulau Sambu terjadinya fluktuatif harga kelapa di pasaran ini, karena mengacu kepada harga pasaran kelapa internasional di Rotterdam, Belanda.

"Fluktuasinya harga ini tergantung situasi pasar, kita mengacu kepada harga papan, yakni mengacu kepada harga beli para pengusaha pembeli kelapa lainnya,". ujar Taufik, Humas PT Pulau Sambu. Masuknya para pembeli kelapa dari Malaysia juga menjadi pemicu fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Jawaban dari manajemen PT Pulau Sambu ini sempat disanggah Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus, ujarnya kalau memang PT Pulau Sambu mengacu kepada harga kopra di Rotterdam, Belanda, kenapa para pengusaha dari Malaysia sanggup membeli kelapa di Inhil dengan harga yang tinggi.

"Kita turun langsung ke perusahaan ini ingin mengetahu secara pasti jawaban dari perusahaan kelapa di Inhil penyebab dari terjadinya fluktuatif harga kelapa. Dewan tidak ingin hal ini membuat resah kalangan petani kelapa dan seolah-olah sengaja ada permainan harga kelapa di nhil," ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Herwanissitas kepada riauterkini.com, Selasa (22/3/11) disela-sela kunjungan di PT Pulau Sambu dan PT AEC.

"Maka untuk menjaga stabilitas harga kelapa di Inhil, kita sangat mendukung dan terus mendorong Disperindag Inhil melakukan lobi ke Kemendag bagi terbentuknya Balai Lelang Kopra (BLK) di Inhil. Pada tahun ini kita telah menganggarkan bagi penyusunan Detail Engineering Design (DED) BLK tersebut," kata politisi PKB ini.

Sitas menambahkan, dengan keberadaan BLK ini, maka stabilitas harga kelapa di Inhil dapat terus terjaga. Sehingga pihak perusahaan dan pengusaha penampung kelapa harus mengacukan kepada standar harga yang telah ditentukan, tidak terjadi fluktuasi harga yang dapat merugikan petani kelapa.

Setelah bertemu dan mendengarkan penjelasan manajemen PT Pulau Sambu, rombongan Komisi II DPRD Inhil kemudian bertemu manajemen PT AEC, jawaban hampir sama dengan PT Pulau Sambu juga disampaikan perusahaan ini.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Hutang Eskalasi,
Pimpinan DPRD Riau Balik Tanyakan Keseriusan Tim Hak Angket

- Mendagri Sebut Revisi UU Pilkada tak Menggagu Tahapan Pilkada Februari 2017
- Jadi Pengurus Apkasi, Bupati Syamsiar Berharap Aspirasi Masyarakat Siak Didukung Pusat
- Masuk RPP, Ketua DPRD Bengkalis Berharap Pemekaran Mandau Belum Tahun ini
- Pansus Lahan DPRD Bengkalis Pelajari Pemicu Sengketa Masyarakat dan Perusahaan
- Versi Pebri, Ini Penyebab Kisruh KNPI Kuansing
- Gaduh Eskalasi, Anggota Minta Pimpinan Dewan Segera Paripurnakan Draf Hak Angket


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.62.140
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com