Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Rabu, 25 Mei 2016 15:25
Korupsi Dana Penelitian LPPM, Dosen Unilak Dituntut 2 Tahun Penjara

Rabu, 25 Mei 2016 15:20
Menuju Pekanbaru 1,
PKS Lirik Amijaya Pramudya


Rabu, 25 Mei 2016 14:49
Pemkab Inhil Akan Aktifkan Kembali GTv

Rabu, 25 Mei 2016 14:48
Jelang Pelantikan Gubri Definitif, Andi Rachman Ikuti Gladi Resik

Rabu, 25 Mei 2016 14:44
Asisten lll Rohil Hadiri Sosialisasi dan Silaturahmi DMI

Rabu, 25 Mei 2016 14:40
101 Pelajar dan Ofisial Pelalawan Dikirim ke Popda Riau

Rabu, 25 Mei 2016 14:36
NasDem Dikabarkan PAW-kan Anggota DPRD Pekanbaru Fikri Wahyudi

Rabu, 25 Mei 2016 14:29
Dua Juta Hektar Lahan Diduga Ilegal,
Wakil Rakyat: Saya Tidak Kaget, Memang Mafia Lahan Banyak di Riau


Rabu, 25 Mei 2016 13:41
Beralih Fungsi, Pedestrian Jalan Bernilai Milliaran di Duri Terancam Mubazir

Rabu, 25 Mei 2016 13:36
Kampung Kompak Narkoba Tetap Akan Jadi Target Polsek Bangko Rohil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 22 Maret 2011 17:14
Komisi II DPRD Inhil Datangi Dua Perusahaan,
Cari Tahu Pemicu Kemerosotan Harga Kelapa


Harga kopra di Inhil belakangan merosot tajam. Untuk mencari tahu penyebabnya, Komisi II DPRD setempat mendatangi PT Sambu dan PT AEC.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Kembali merosotnya harga kelapa di Inhil membuat Komisi II DPRD Inhil turun ke lapangan memantau langsung fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Rombongan Komisi II DPRD diketuai HM Yunus, Selasa (22/3/11) melakukan pengecekan harga kelapa di perusahaan kelapa PT Sambu dan PT AEC di Kecamatan Tanah Merah. Sebelumnya, Komisi II DPRD Inhil telah turun ke perusahaan kelapa di Kecamatan Pulau Burung.

Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus menyatakan kunjungan mereka ini dalam rangka menindaklanjuti laporan petani kelapa mengenai merosotnya kembai harga kopra belakangan ini.

"Banyaknya laporan dari petani kelapa mengenai merosotnya harga kopra saat ini, maka dewan ingin mengetahui penyebab terjadinya turunnya harga kelapa ini," ujar HM Yunus di saat bertemu dengan manajemen PT Pulau Sambu disaksikan Kapolsek Tanah Merah, AKP Suprapto dan unsur Kecamatan Tanah Merah.

Menurut manajemen PT Pulau Sambu terjadinya fluktuatif harga kelapa di pasaran ini, karena mengacu kepada harga pasaran kelapa internasional di Rotterdam, Belanda.

"Fluktuasinya harga ini tergantung situasi pasar, kita mengacu kepada harga papan, yakni mengacu kepada harga beli para pengusaha pembeli kelapa lainnya,". ujar Taufik, Humas PT Pulau Sambu. Masuknya para pembeli kelapa dari Malaysia juga menjadi pemicu fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Jawaban dari manajemen PT Pulau Sambu ini sempat disanggah Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus, ujarnya kalau memang PT Pulau Sambu mengacu kepada harga kopra di Rotterdam, Belanda, kenapa para pengusaha dari Malaysia sanggup membeli kelapa di Inhil dengan harga yang tinggi.

"Kita turun langsung ke perusahaan ini ingin mengetahu secara pasti jawaban dari perusahaan kelapa di Inhil penyebab dari terjadinya fluktuatif harga kelapa. Dewan tidak ingin hal ini membuat resah kalangan petani kelapa dan seolah-olah sengaja ada permainan harga kelapa di nhil," ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Herwanissitas kepada riauterkini.com, Selasa (22/3/11) disela-sela kunjungan di PT Pulau Sambu dan PT AEC.

"Maka untuk menjaga stabilitas harga kelapa di Inhil, kita sangat mendukung dan terus mendorong Disperindag Inhil melakukan lobi ke Kemendag bagi terbentuknya Balai Lelang Kopra (BLK) di Inhil. Pada tahun ini kita telah menganggarkan bagi penyusunan Detail Engineering Design (DED) BLK tersebut," kata politisi PKB ini.

Sitas menambahkan, dengan keberadaan BLK ini, maka stabilitas harga kelapa di Inhil dapat terus terjaga. Sehingga pihak perusahaan dan pengusaha penampung kelapa harus mengacukan kepada standar harga yang telah ditentukan, tidak terjadi fluktuasi harga yang dapat merugikan petani kelapa.

Setelah bertemu dan mendengarkan penjelasan manajemen PT Pulau Sambu, rombongan Komisi II DPRD Inhil kemudian bertemu manajemen PT AEC, jawaban hampir sama dengan PT Pulau Sambu juga disampaikan perusahaan ini.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Menuju Pekanbaru 1,
PKS Lirik Amijaya Pramudya

- Jelang Pelantikan Gubri Definitif, Andi Rachman Ikuti Gladi Resik
- NasDem Dikabarkan PAW-kan Anggota DPRD Pekanbaru Fikri Wahyudi
- Presiden Lantik Gubri di Istana Lepas Tengah Hari
- Pelantikan MPC dan DPC Srikandi,
Wabup Pelalawan Dihadiahi Jaket Oranye Pemuda Pancasila

- Tak Kunjung Dilakukan, Komisi C DPRD Riau Minta PT Jamkrida Segera Gelar RUPS
- Komisi C DPRD Riau Bantah Tengah Bersiap Kunker ke London


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.89.7
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com