Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 April 2018 10:06
Januari - April, ULP Pekanbaru Lelang 50 Paket Senilai Rp 300 Miliar

Senin, 23 April 2018 08:24
Kampanye di Bengkalis, Firdaus-Rusli Disambit Meriah

Senin, 23 April 2018 07:00
Andi Rachman Tebar Ancaman pada Kader 'Mendua' di Pilgubri 2018

Senin, 23 April 2018 06:57
Dari Pulau Burung, Wahid Terima Dukungan Warga 11 Desa untuk LE-Herdiantor

Ahad, 22 April 2018 20:42
Milad ke-20 PKS di Pekanbaru Dimeriahkan Jalan Santai

Ahad, 22 April 2018 20:32
Dihadiri Gubernur Riau, Bupati Bengkalis Buka MTQ Perdana Kecamatan BS

Ahad, 22 April 2018 19:03
5 Bakal Calon DPD RI Serahkan Dukungan

Ahad, 22 April 2018 18:58
Andi Rachman: Pilkada Riau Harus Jadi Jembatan Kuat Golkar untuk Sukses Pileg dan Pilpres

Ahad, 22 April 2018 18:56
Rayakan HUT ke-59, Korem 031/Wira Bima Taja Triathlon Sunnah

Ahad, 22 April 2018 18:06
IWARA PT RAPP Konsisten Jalani Program Pemberdayaan Perempuan

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 22 Maret 2011 17:14
Komisi II DPRD Inhil Datangi Dua Perusahaan,
Cari Tahu Pemicu Kemerosotan Harga Kelapa


Harga kopra di Inhil belakangan merosot tajam. Untuk mencari tahu penyebabnya, Komisi II DPRD setempat mendatangi PT Sambu dan PT AEC.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Kembali merosotnya harga kelapa di Inhil membuat Komisi II DPRD Inhil turun ke lapangan memantau langsung fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Rombongan Komisi II DPRD diketuai HM Yunus, Selasa (22/3/11) melakukan pengecekan harga kelapa di perusahaan kelapa PT Sambu dan PT AEC di Kecamatan Tanah Merah. Sebelumnya, Komisi II DPRD Inhil telah turun ke perusahaan kelapa di Kecamatan Pulau Burung.

Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus menyatakan kunjungan mereka ini dalam rangka menindaklanjuti laporan petani kelapa mengenai merosotnya kembai harga kopra belakangan ini.

"Banyaknya laporan dari petani kelapa mengenai merosotnya harga kopra saat ini, maka dewan ingin mengetahui penyebab terjadinya turunnya harga kelapa ini," ujar HM Yunus di saat bertemu dengan manajemen PT Pulau Sambu disaksikan Kapolsek Tanah Merah, AKP Suprapto dan unsur Kecamatan Tanah Merah.

Menurut manajemen PT Pulau Sambu terjadinya fluktuatif harga kelapa di pasaran ini, karena mengacu kepada harga pasaran kelapa internasional di Rotterdam, Belanda.

"Fluktuasinya harga ini tergantung situasi pasar, kita mengacu kepada harga papan, yakni mengacu kepada harga beli para pengusaha pembeli kelapa lainnya,". ujar Taufik, Humas PT Pulau Sambu. Masuknya para pembeli kelapa dari Malaysia juga menjadi pemicu fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Jawaban dari manajemen PT Pulau Sambu ini sempat disanggah Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus, ujarnya kalau memang PT Pulau Sambu mengacu kepada harga kopra di Rotterdam, Belanda, kenapa para pengusaha dari Malaysia sanggup membeli kelapa di Inhil dengan harga yang tinggi.

"Kita turun langsung ke perusahaan ini ingin mengetahu secara pasti jawaban dari perusahaan kelapa di Inhil penyebab dari terjadinya fluktuatif harga kelapa. Dewan tidak ingin hal ini membuat resah kalangan petani kelapa dan seolah-olah sengaja ada permainan harga kelapa di nhil," ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Herwanissitas kepada riauterkini.com, Selasa (22/3/11) disela-sela kunjungan di PT Pulau Sambu dan PT AEC.

"Maka untuk menjaga stabilitas harga kelapa di Inhil, kita sangat mendukung dan terus mendorong Disperindag Inhil melakukan lobi ke Kemendag bagi terbentuknya Balai Lelang Kopra (BLK) di Inhil. Pada tahun ini kita telah menganggarkan bagi penyusunan Detail Engineering Design (DED) BLK tersebut," kata politisi PKB ini.

Sitas menambahkan, dengan keberadaan BLK ini, maka stabilitas harga kelapa di Inhil dapat terus terjaga. Sehingga pihak perusahaan dan pengusaha penampung kelapa harus mengacukan kepada standar harga yang telah ditentukan, tidak terjadi fluktuasi harga yang dapat merugikan petani kelapa.

Setelah bertemu dan mendengarkan penjelasan manajemen PT Pulau Sambu, rombongan Komisi II DPRD Inhil kemudian bertemu manajemen PT AEC, jawaban hampir sama dengan PT Pulau Sambu juga disampaikan perusahaan ini.***(mar)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- Kampanye di Bengkalis, Firdaus-Rusli Disambit Meriah
- Andi Rachman Tebar Ancaman pada Kader 'Mendua' di Pilgubri 2018
- Dari Pulau Burung, Wahid Terima Dukungan Warga 11 Desa untuk LE-Herdiantor
- Milad ke-20 PKS di Pekanbaru Dimeriahkan Jalan Santai
- 5 Bakal Calon DPD RI Serahkan Dukungan
- Andi Rachman: Pilkada Riau Harus Jadi Jembatan Kuat Golkar untuk Sukses Pileg dan Pilpres
- Sukarmis: Pilihlah Nomor 4, Jembatan Langsung Tancap Gas
- 2 Bulan Jelang Pencoblosan Pilgubri, PKB Riau Lakukan Evaluasi Kinerja
- Kampanye di Pinggir, Herdianto Tegaskan Bankeu Murni Usulan Dewan
- Ingin Jalan ke Desanya seperti di Siak,
Warga Mahato: Pastinya Hanya Pak Syamsuar yang Bisa Mewujudkan

- Safari Politik, Lukman Edy Sambangi Ketua IKKS Riau
- Kampanye Dialogis di Kemuning,
Warga Mengadukan Penyerobotan Lahan dan Pembangunan Infrastruktur

- Mantan Ketua MUI Riau Dukung Lukman Edy sebagai Cagubri
- Masyarakat Kabun dan Tandun: Putra Terbaik Riau, Syam-Edy Layak Jadi Gubri dan Wagubri
- Dua Kadernya Mundur,
NasDem Diklaim Tak Menganut Sistem Rezim

- Komunitas 2020 Dukung Niat Andi Rachman Jadikan Riau sebagai Embarkasi Haji Antara Tahun Ini
- KPU Ingatkan Calon DPD RI Besok Serahkan Dukungan
- Satu Periode Pemimpin Siak, Ini Keberhasilan Pendidikan yang Sudah Dilakukan Syamsuar
- Demi Jaga Harga Diri, Dua Pengurus DPD NasDem Pekanbaru Mengundurkan Diri
- Dikunjungi LE, Fauzi Kadir Sebut Riau Perlu Pemimpin Muda


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.134.104
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com