Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Senin, 29 Mei 2017 19:55
Baru Mediasi, Listrik di Rohul Padam Lagi, Ini Jawaban Manager PLN

Senin, 29 Mei 2017 19:46
Polda Riau Tangani 32 Kasus Pungli

Senin, 29 Mei 2017 19:31
Di Kerumutan Listrik Mati Saat Sahur,
Ketua Komisi III DPRD Pelalawan Minta PLN Maksimal Layani Masyarakat


Senin, 29 Mei 2017 19:23
Harga Daging Mahal, Komisi B DPRD Riau Desak Pemerintah Mencari Solusi

Senin, 29 Mei 2017 17:50
Pemko Dumai Adakan Safari Ramadan 1438 Hijriah

Senin, 29 Mei 2017 17:49
Pasca Aktif Kembali, Bupati Suparman Ajak Masyarakat Rohul Bersatu Lagi Bangun Daerah

Senin, 29 Mei 2017 17:45
Diselenggarakan Kemendikbud,
"Sultan Syarif Kasim II Sang Republikan" Masuk 30 Besar Lomba LKAS 2017


Senin, 29 Mei 2017 17:37
Polsek Batu Hampar, Rohil Ajak Jaga Kamtibmas Selama Ramadhan

Senin, 29 Mei 2017 17:36
Hasil Mediasi dengan Pemkab Rohul,
PLN Pasirpangaraian Diminta tidak Melakukan Pemadaman dan Tempatkan Petugas


Senin, 29 Mei 2017 17:35
Berkaca Dari Kasus PLN Rohul,
Kapolres Rohil Beri Arahan Khusus Saat Apel Pagi


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Selasa, 22 Maret 2011 17:14
Komisi II DPRD Inhil Datangi Dua Perusahaan,
Cari Tahu Pemicu Kemerosotan Harga Kelapa


Harga kopra di Inhil belakangan merosot tajam. Untuk mencari tahu penyebabnya, Komisi II DPRD setempat mendatangi PT Sambu dan PT AEC.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Kembali merosotnya harga kelapa di Inhil membuat Komisi II DPRD Inhil turun ke lapangan memantau langsung fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Rombongan Komisi II DPRD diketuai HM Yunus, Selasa (22/3/11) melakukan pengecekan harga kelapa di perusahaan kelapa PT Sambu dan PT AEC di Kecamatan Tanah Merah. Sebelumnya, Komisi II DPRD Inhil telah turun ke perusahaan kelapa di Kecamatan Pulau Burung.

Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus menyatakan kunjungan mereka ini dalam rangka menindaklanjuti laporan petani kelapa mengenai merosotnya kembai harga kopra belakangan ini.

"Banyaknya laporan dari petani kelapa mengenai merosotnya harga kopra saat ini, maka dewan ingin mengetahui penyebab terjadinya turunnya harga kelapa ini," ujar HM Yunus di saat bertemu dengan manajemen PT Pulau Sambu disaksikan Kapolsek Tanah Merah, AKP Suprapto dan unsur Kecamatan Tanah Merah.

Menurut manajemen PT Pulau Sambu terjadinya fluktuatif harga kelapa di pasaran ini, karena mengacu kepada harga pasaran kelapa internasional di Rotterdam, Belanda.

"Fluktuasinya harga ini tergantung situasi pasar, kita mengacu kepada harga papan, yakni mengacu kepada harga beli para pengusaha pembeli kelapa lainnya,". ujar Taufik, Humas PT Pulau Sambu. Masuknya para pembeli kelapa dari Malaysia juga menjadi pemicu fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Jawaban dari manajemen PT Pulau Sambu ini sempat disanggah Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus, ujarnya kalau memang PT Pulau Sambu mengacu kepada harga kopra di Rotterdam, Belanda, kenapa para pengusaha dari Malaysia sanggup membeli kelapa di Inhil dengan harga yang tinggi.

"Kita turun langsung ke perusahaan ini ingin mengetahu secara pasti jawaban dari perusahaan kelapa di Inhil penyebab dari terjadinya fluktuatif harga kelapa. Dewan tidak ingin hal ini membuat resah kalangan petani kelapa dan seolah-olah sengaja ada permainan harga kelapa di nhil," ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Herwanissitas kepada riauterkini.com, Selasa (22/3/11) disela-sela kunjungan di PT Pulau Sambu dan PT AEC.

"Maka untuk menjaga stabilitas harga kelapa di Inhil, kita sangat mendukung dan terus mendorong Disperindag Inhil melakukan lobi ke Kemendag bagi terbentuknya Balai Lelang Kopra (BLK) di Inhil. Pada tahun ini kita telah menganggarkan bagi penyusunan Detail Engineering Design (DED) BLK tersebut," kata politisi PKB ini.

Sitas menambahkan, dengan keberadaan BLK ini, maka stabilitas harga kelapa di Inhil dapat terus terjaga. Sehingga pihak perusahaan dan pengusaha penampung kelapa harus mengacukan kepada standar harga yang telah ditentukan, tidak terjadi fluktuasi harga yang dapat merugikan petani kelapa.

Setelah bertemu dan mendengarkan penjelasan manajemen PT Pulau Sambu, rombongan Komisi II DPRD Inhil kemudian bertemu manajemen PT AEC, jawaban hampir sama dengan PT Pulau Sambu juga disampaikan perusahaan ini.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Politik lainnya..........
- Di Kerumutan Listrik Mati Saat Sahur,
Ketua Komisi III DPRD Pelalawan Minta PLN Maksimal Layani Masyarakat

- Harga Daging Mahal, Komisi B DPRD Riau Desak Pemerintah Mencari Solusi
- Pasca Aktif Kembali, Bupati Suparman Ajak Masyarakat Rohul Bersatu Lagi Bangun Daerah
- RTRW Belum Disahkan, Dewan Pertanyakan Izin Pertambangan Pasir Laut PT Logomas Utama
- Dewan Desak Gubri Keluarkan Pergub Perda Pengelolaan Keuangan Daerah
- Bupati Bengkalis Mutasi 51 Pejabat Administrator dan Pengawas
- Diundang Acara Adat Kampa, Syamsuar Janji Amanah jika Dipercaya Pimpin Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.184.185
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com