Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 September 2017 13:50
Diduga Pasangan Mesum di Duri Dihakimi Massa

Kamis, 21 September 2017 13:06
Sat Narkoba Polres Inhil dan Polsek Mandah Tangkap Dua Penjual Sabu

Kamis, 21 September 2017 11:35
Pemuda Pancasila Bengkalis Dzikir Akbar Tahun Baru Hijriyah di Duri

Kamis, 21 September 2017 10:03
Dishub Sebut Malaysia Serius Lanjutkan Join Roro Dumai-Melaka

Rabu, 20 September 2017 20:50
Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa


Rabu, 20 September 2017 20:44
Tahun Baru 1439 Hijriah,
Bupati Ajak Kaum Muslimin Muhasabah Diri dan Berbuat Lebih Baik


Rabu, 20 September 2017 20:41
Bahas Pidana Narkoba dan Karhutla, Bupati Bengkalis Temui Kapolda Riau

Rabu, 20 September 2017 20:21
Anak Main Lilin di Kasur, Rumah Warga Duri Ini Nyaris Ludes Dilalap Api

Rabu, 20 September 2017 19:59
Terkait Aksi Unjuk Rasa di Rantau Kopar,
PT CPI Tegaskan Pihaknya Kelola Aset Negara di Industri Hulu Migas


Rabu, 20 September 2017 19:05
Tersangka Proyek Jalan di Bengkalis,
KPK Dalami Peran Sekdako Dumai dan Hobby Siregar


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Selasa, 22 Maret 2011 17:14
Komisi II DPRD Inhil Datangi Dua Perusahaan,
Cari Tahu Pemicu Kemerosotan Harga Kelapa


Harga kopra di Inhil belakangan merosot tajam. Untuk mencari tahu penyebabnya, Komisi II DPRD setempat mendatangi PT Sambu dan PT AEC.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Kembali merosotnya harga kelapa di Inhil membuat Komisi II DPRD Inhil turun ke lapangan memantau langsung fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Rombongan Komisi II DPRD diketuai HM Yunus, Selasa (22/3/11) melakukan pengecekan harga kelapa di perusahaan kelapa PT Sambu dan PT AEC di Kecamatan Tanah Merah. Sebelumnya, Komisi II DPRD Inhil telah turun ke perusahaan kelapa di Kecamatan Pulau Burung.

Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus menyatakan kunjungan mereka ini dalam rangka menindaklanjuti laporan petani kelapa mengenai merosotnya kembai harga kopra belakangan ini.

"Banyaknya laporan dari petani kelapa mengenai merosotnya harga kopra saat ini, maka dewan ingin mengetahui penyebab terjadinya turunnya harga kelapa ini," ujar HM Yunus di saat bertemu dengan manajemen PT Pulau Sambu disaksikan Kapolsek Tanah Merah, AKP Suprapto dan unsur Kecamatan Tanah Merah.

Menurut manajemen PT Pulau Sambu terjadinya fluktuatif harga kelapa di pasaran ini, karena mengacu kepada harga pasaran kelapa internasional di Rotterdam, Belanda.

"Fluktuasinya harga ini tergantung situasi pasar, kita mengacu kepada harga papan, yakni mengacu kepada harga beli para pengusaha pembeli kelapa lainnya,". ujar Taufik, Humas PT Pulau Sambu. Masuknya para pembeli kelapa dari Malaysia juga menjadi pemicu fluktuatifnya harga komoditas ini di pasaran.

Jawaban dari manajemen PT Pulau Sambu ini sempat disanggah Ketua Komisi II DPRD Inhil, HM Yunus, ujarnya kalau memang PT Pulau Sambu mengacu kepada harga kopra di Rotterdam, Belanda, kenapa para pengusaha dari Malaysia sanggup membeli kelapa di Inhil dengan harga yang tinggi.

"Kita turun langsung ke perusahaan ini ingin mengetahu secara pasti jawaban dari perusahaan kelapa di Inhil penyebab dari terjadinya fluktuatif harga kelapa. Dewan tidak ingin hal ini membuat resah kalangan petani kelapa dan seolah-olah sengaja ada permainan harga kelapa di nhil," ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Inhil, Herwanissitas kepada riauterkini.com, Selasa (22/3/11) disela-sela kunjungan di PT Pulau Sambu dan PT AEC.

"Maka untuk menjaga stabilitas harga kelapa di Inhil, kita sangat mendukung dan terus mendorong Disperindag Inhil melakukan lobi ke Kemendag bagi terbentuknya Balai Lelang Kopra (BLK) di Inhil. Pada tahun ini kita telah menganggarkan bagi penyusunan Detail Engineering Design (DED) BLK tersebut," kata politisi PKB ini.

Sitas menambahkan, dengan keberadaan BLK ini, maka stabilitas harga kelapa di Inhil dapat terus terjaga. Sehingga pihak perusahaan dan pengusaha penampung kelapa harus mengacukan kepada standar harga yang telah ditentukan, tidak terjadi fluktuasi harga yang dapat merugikan petani kelapa.

Setelah bertemu dan mendengarkan penjelasan manajemen PT Pulau Sambu, rombongan Komisi II DPRD Inhil kemudian bertemu manajemen PT AEC, jawaban hampir sama dengan PT Pulau Sambu juga disampaikan perusahaan ini.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Politik lainnya..........
- Diwarnai Skorsing dan Aksi Protes,
Sidang Paripurna DPRD Riau Pengesahan RTRW Diundur Lagi

- Tinjau Kesiapan SDM Riau, Balon Gubri Achmad Kunjungi Unilak
- Tak Perlu Ikut Pilgubri, Sebagian Warga Minta Fidaus Fokus Urus Pekanbaru
- Surati Bupati, DPRD Desak Kinerja Disdik Dievaluasi
- DPW PAN Riau Bakal Gelar Nobar Film G30S/PKI Dapat Doorprize
- Alat Kelengkapan Berubah, Tiga Komisi di DPRD Bengkalis Berganti Ketua
- Sudah Disurati, Sejumlah Anggota DPRD Pekanbaru Belum Kembalikan Mobnas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.159.64.172
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com