Untitled Document
Rabu, 1 Zulqaidah 1435 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 27 Agustus 2014 15:46
Komisi A DPRD Riau Pamitan dengan Seluruh Satker Mitra

Rabu, 27 Agustus 2014 15:43
Temuan Lapangan,
Disperindag Pekanbaru Tegur Ritel Jual Minuman Beralkohol


Rabu, 27 Agustus 2014 15:37
Terancam Langka,
Walikota Pekanbaru Minta Masyarakat Awasi Pendistribusian BBM Bersubsidi


Rabu, 27 Agustus 2014 15:34
Masyarakat Meranti di Jakarta Gelar Halal Bihalal

Rabu, 27 Agustus 2014 15:21
HMI Pekanbaru Minta Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi di PTPN V

Rabu, 27 Agustus 2014 15:21
Satu Korban Meninggal,
Sebuah Rumah di Kampar Ludes Terbakar


Rabu, 27 Agustus 2014 15:11
Wako Intruksikan Camat Dan Lurah Jadi 'Corong' BPJS



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 21 Maret 2011 18:01
Pemilukada Rohil,
Annas Meradang di Penyampaian Visi dan Misi


Proses penyampaian visi dan misi peserta Pemilukada Rohil di DPRD tak berjalan lancar. Incumbent Annas Maamun meradang pada rivalnya Herman Sani dipicu data pendidikan.

Riauterkini-PEKANBARU- Tahapan Pemilukada Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memasuki tahapan kampanye. Sebelum kampanye terbuka, digelar penyampaian visi dan misi tiga pasangan peserta Pemilukada dalam sidang paripurna khusus DPRD Rohil yang digelar di Gedung Serbaguna Bagansiapi-api, Senin (21/3/11). Sayangnya, jalan penyampaian visi dan misi tak berjalan selancar yang diharapkan.

Sesaat menjelang rampung ketiga pasangan menyampaikan visi dan misi, terjadi insiden incumbent Bupati Annas Maamun meradang karena merasa tersinggung pada materi visi dan misi yang disampaikan calon Bupati Herman Sani yang bernomor urut 3.

Materi Herman Sani yang membuat Annas tersinggung adalah data yang menyebutkan bahwa kualitas pendidikan Rohil rangking 12 atau paling buncit di Provinsi Riau.

Mendengar itu, Annas langsung bangkit seraya memprotes ucapan Herman Sani. "Ini penyampaian visi dan misi. Bukan mau berdebat!" teriaknya sambil bangkit.

Mendengar teriakan Annas, sejumlah pendukungnya langsung berdiri sambil berteriak-teriak. Sementara sebagian lainnya berusaha merangsek maju. Pimpinan sidang paripurna, Ketua DPRD Rohil Nasrudin Hasan langsung berusaha menenangkan massa. Sejumlah tokoh, termasuk Kapolres Rohil AKBP Bambang Sudarmaji yang juga berusaha menenangkan Annas.

Kegaduhan tersebut sempat menyebabkan sidan paripurna terhenti hampir 10 menit. Annas baru mau tenang setelah penyampaian visi dan misi tidak lagi dilakukan Herman Sani, melainkan oleh wakilnya, Wahyudi.

Meskipun sempat terjadi kericuhan kecil, namun secara umum penyampaian visi dan misi ketiga pasangan perjalan lancar. Bahkan usai sidang paripurna, ketiga pasangan kembali akrab. Saling bersalaman, bahkan berpelukan satu sama lain.***(dok)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
OKI
inilah bukti arogansi Incumbent annas makmun yang tidak mau mengakui kelemahannya, Kalau tidak betul kenapa marah wak...? udahlah wak hari udah senja eloklah beramal


Berita Politik lainnya..........
- Komisi A DPRD Riau Pamitan dengan Seluruh Satker Mitra
- 35 Anggota DPRD Pelalawan 2014-2019 Dilantik
- Paham Radikalisme ISIS Jadi Perhatian Hanura Riau
- Persiapan Pelantikan Dewan Dumai Terpilih Sudah 70 Persen
- Besok, 45 Anggota DPRD Kampar 2014-2019 Dilantik
- Anggota DPRD Pelalawan Minta Disdik Aktif Awasi Disiplin Guru
- Pansus B DPRD Dumai Setujui Kenaikan Tarif PPJ 5 Persen


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.84.14
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com