Untitled Document
Senin, 25 Zulhijjah 1435 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Senin, 20 Oktober 2014 14:16
Tak Tau Informasi,
3.157 Peserta CPNS Datangi Kantor Walikota Pekanbaru


Senin, 20 Oktober 2014 14:11
Realisasi di Bawah 40 Persen,
Plt Gubri Minta 10 SKPD Genjot Realisasi


Senin, 20 Oktober 2014 14:09
Temu Kangen Marquez dan Pedrosa,
12 Konsumen Honda di Riau Terbang ke Sentul


Senin, 20 Oktober 2014 14:03
Riau Tak Diundang Pelantikan Joko Widodo- Jusuf Kalla

Senin, 20 Oktober 2014 14:00
Dalami Dugaan Korupsi Manipulasi Penerbitan SHM di KHTN,
Jaksa Periksa Pejabat Pertanahan Rohul


Senin, 20 Oktober 2014 13:52
Di Duri, Seorang Kontraktor Dapat Belasan Proyek dengan Nilai Belasan Miliar

Senin, 20 Oktober 2014 13:45
Diduga Terkait Alih Fungsi Lahan, Kantor PT Duta Palma Digeledah KPK



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 23 April 2010 17:04
Soal Wabup Pelalawan,
Sikap Kemendagri Tunggu Laporan Pemprov Riau


Proses pelantikan M Harris sebagai Wabup Pelalawan hasil pemilihan DPRD setempat belum ada titik terang. Kemendagri baru sersikap setelah menerima laporan Pemprov Riau.

Riauterkini-JAKARTA-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Gubernur Riau HM Rusli Zainal segera melaporkan proses pemilihan wakil bupati Pelalawan agar segera bisa disikapi apakah proses terpilihnya HM Haris dapat diterima atau tidak. Sebab, ada informasi bahwa proses pemilihannya tidak sesuai ketentuan yang berlaku, dan kurang dari 11 bulan lagi akan dilakukan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di kabupaten tersebut.

"Kita minta agar Gubernur Riau sebagai wakil pemerintah pusat di daerah segera melaporkan hasil pemilihan wakil bupati Pelalawan di DPRD. Harus ada hitam atau putih, baru kita bisa menanggapi," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Saut Situmorang di Jakarta, Jumat (23/4/2010).

Menurut Saut, meski ada kesan Gubernur Riau merasa dilangkahi atau tidak dilibatkan dalam proses pemilihan Wakil Bupati Pelalawan yang dimenangkan HM Haris itu, tetap harus dilaporkan ke Mendagri untuk dibuat surat keputusan apakah proses pengangkatnya dapat dilanjutkan atau tidak. "Gubernur punya kewewenangan melaporkan, gubernur tahu mana yang perlu dilaporkan atau tidak. Gubernur tidak ada alasan untuk menghambat, kalau alasan ketersinggungan tidak kita tanggapi. Kita minta segera dilaporkan," katanya.

Saut menegaskan, sah atau tidak sahnya proses pemilihan Wakil Bupati Pelalawan bukan ditentukan oleh Gubernur Riau, tetapi aparat penegak hukum bila hal itu dipermasalahkan secara hukum karena dianggap tidak sesuai aturan. Namun, bagi Kemendagri sendiri proses pemilihan Wakil Bupati Pelalawan harus sesuai mekanisme dan aturan. "Tetapi aturan itu dilaksanakan atau tidak, baru diketahui setelah ada laporan dari Gubernur Riau. Setelah ada laporan, baru kita bisa tanggapi," katanya. *** (ira)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Riau Tak Diundang Pelantikan Joko Widodo- Jusuf Kalla
- Nobar Pelantikan Presiden di DPRD Riau Sepi 'Mencekam'
- Tiga Calon Menteri dari Riau?
Indra Mukhlis: Kalau Ternyata Dipilih Secara Kompetensi Saya Siap

- Harapkan Perhatian Pusat,
Plt Gubri Pasrah Jika Riau tak Dapat Jatah Menteri

- Golkar Pelalawan Rayakan HUT ke-50 di Langgam
- PDI-P tak Rebut Pimpinan Alat Kelengkapan DPRD Dumai
- Golkar Diharapkan Bijak Memilih Calon Wagubri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.123.2
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com