Untitled Document
Jumat, 5 Safar 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 28 Nopember 2014 18:56
Bupati Siak Letak Batu Pertama Pembangunan Masjid Subulussalam Sabak Auh

Jum’at, 28 Nopember 2014 18:47
Banyak Ikan Dijual ke LN,
DPRD Riau Segera Kunjungi Perairan Rohil


Jum’at, 28 Nopember 2014 17:56
Kapolda Enggan Disalahkan,
Presiden Nilai Penegakan Hukum Karhutla Setengah-setengah


Jum’at, 28 Nopember 2014 17:52
Kontraktor Resah, Material Bangunan Mulai ‘Putus’ di Bengkalis

Jum’at, 28 Nopember 2014 17:50
10 Tahun Lagi, Riau Baru Bisa Jadi Embarkasi Haji

Jum’at, 28 Nopember 2014 17:44
Jelang Musda KNPI Riau,
Sejumlah Nama Anggota DPRD Riau Mulai Ramaikan Bursa Ketua


Jum’at, 28 Nopember 2014 16:39
Warga Heboh, Mayat di Kebun Sawit di Rumbai, Pekanbaru, Tinggal Tengkorak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 23 April 2010 17:04
Soal Wabup Pelalawan,
Sikap Kemendagri Tunggu Laporan Pemprov Riau


Proses pelantikan M Harris sebagai Wabup Pelalawan hasil pemilihan DPRD setempat belum ada titik terang. Kemendagri baru sersikap setelah menerima laporan Pemprov Riau.

Riauterkini-JAKARTA-Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Gubernur Riau HM Rusli Zainal segera melaporkan proses pemilihan wakil bupati Pelalawan agar segera bisa disikapi apakah proses terpilihnya HM Haris dapat diterima atau tidak. Sebab, ada informasi bahwa proses pemilihannya tidak sesuai ketentuan yang berlaku, dan kurang dari 11 bulan lagi akan dilakukan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah di kabupaten tersebut.

"Kita minta agar Gubernur Riau sebagai wakil pemerintah pusat di daerah segera melaporkan hasil pemilihan wakil bupati Pelalawan di DPRD. Harus ada hitam atau putih, baru kita bisa menanggapi," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Saut Situmorang di Jakarta, Jumat (23/4/2010).

Menurut Saut, meski ada kesan Gubernur Riau merasa dilangkahi atau tidak dilibatkan dalam proses pemilihan Wakil Bupati Pelalawan yang dimenangkan HM Haris itu, tetap harus dilaporkan ke Mendagri untuk dibuat surat keputusan apakah proses pengangkatnya dapat dilanjutkan atau tidak. "Gubernur punya kewewenangan melaporkan, gubernur tahu mana yang perlu dilaporkan atau tidak. Gubernur tidak ada alasan untuk menghambat, kalau alasan ketersinggungan tidak kita tanggapi. Kita minta segera dilaporkan," katanya.

Saut menegaskan, sah atau tidak sahnya proses pemilihan Wakil Bupati Pelalawan bukan ditentukan oleh Gubernur Riau, tetapi aparat penegak hukum bila hal itu dipermasalahkan secara hukum karena dianggap tidak sesuai aturan. Namun, bagi Kemendagri sendiri proses pemilihan Wakil Bupati Pelalawan harus sesuai mekanisme dan aturan. "Tetapi aturan itu dilaksanakan atau tidak, baru diketahui setelah ada laporan dari Gubernur Riau. Setelah ada laporan, baru kita bisa tanggapi," katanya. *** (ira)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Banyak Ikan Dijual ke LN,
DPRD Riau Segera Kunjungi Perairan Rohil

- Jelang Musda KNPI Riau,
Sejumlah Nama Anggota DPRD Riau Mulai Ramaikan Bursa Ketua

- Surat ke Dua,
29 Mantan DPRD Riau Kembalikan Mobil Operasionalnya

- Banleg DPRD Bengkalis Siap Tampung Aspirasi Rakyat
- Tagih Janji, Puluhan Anggota Geram Datangi DPRD Riau
- Rp5,17 Miliar,
RCW Minta Pengadaan 5 Mobdin Pimpinan DPRD Pekanbaru Dibatalkan

- Ketua KPU Rohil Resmi Letakkan Jabatan 15 Desember


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.23.57.182
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com