Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Jum’at, 1 Juli 2016 14:51
Polres Rohul Musnahkan 4,6 Kg Ganja dan 12,17 Gram Sabu

Jum’at, 1 Juli 2016 14:45
Amril Mukminin: Selama Ramadhan Bengkalis Aman, Tertib dan Lancar

Jum’at, 1 Juli 2016 14:41
Peringatan ke-70 Hari Bhayangkara,
Kapolres Rohul Beri Penghargaan ke Sejumlah Pihak


Jum’at, 1 Juli 2016 14:38


Jum’at, 1 Juli 2016 14:36
Penumpang Luka-Luka,
Dua Speedboat Tabrakan d Perairan Kuala Enok, Inhil


Jum’at, 1 Juli 2016 14:32
Hindari Kelangkaan, Kuota Gas LPG 3 Kg di Bengkalis Ditambah 5 Persen

Jum’at, 1 Juli 2016 14:29
Polres Kampar Ringkus 1 Tersangka Pencurian Sarang Walet

Jum’at, 1 Juli 2016 14:25
Sebelum Jam 3 Sore Ini,
Sekda Pekanbaru Pastikan Gaji Eks Karyawan PT MIG Sudah Tersalurkan


Jum’at, 1 Juli 2016 14:21
Ajak Bersama Bangun Daerah,
Asisten II Hadiri Buka Puasa Bersama IPR Yogyakarta Komisariat Inhil


Jum’at, 1 Juli 2016 14:17
Perkara Korupsi Pengisian BRI Rengat,
Jaksa Banding Atas Putusan Terdakwa yang Dinilai Terlalu Ringan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 13 April 2009 14:55
Kinerja KPU Dikritik,
Data Pemilu Riau Belum Masuk Tabulasi Nasional


Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil II Riau Idris Laena mengkritik kinerja KPU Riau. Pasalnya, sampai sekarang belum ada data hasil Pemilu Riau masuk tabulasi nasional.

Riauterkini-JAKARTA—Calon anggota legislative Partai Golkar nomor urut 1 daerah pemilihan Riau II (kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kampar) Idris Laena menyesalkan langkah KPUD Riau yang terkesan membiarkan proses penghitungan suara yang berjalan lamban. Pasalnya hingga kini belum ada satupun hasil dari penghitungan suara di provinsi Riau yang masuk dalam Pusat Tabulasi Nasional (PTN) Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Idris menilai alasan faktor geografis sebagai penyebab terlambatnya proses penghitungan suara tidak masuk akal. Pasalnya provinsi lain yang memiliki kondisi geografis sama dengan Riau, perolehan suaranya sudah masuk Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Lihat saja provinsi lain yang letak geografisnya sama dengan Riau seperti Babel, sudah masuk PTN KPU. Keterlambatan KPUD Riau yang pasti akan menimbulkan berbagai kemungkinan, “ ujar Idris Senin (13/4) di Jakarta.

Ditegaskan Idris lambannya proses penghitungan suara, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai spekulasi negative dan berbagai kecurangan yang menguntungkan caleg tertentu maupun adanya manipulasi suara. Jika ditemukan indikasi kecurangan pemilu, maka Panwaslu Riau harus pro-aktif tanpa menunggu laporan dari si caleg.

Idris yang juga anggota komisi VII DPR RI itu meminta Panwaslu pro-aktif menjalankan tugasnya. Idris menyayangkan proses penghitungan suara yang baru mencapai tingkat kelurahan. Sebab Idris berpendapat kerawanan akan terjadi saat proses penghitungan suara dari tingkat PPS menuju PPK. “Di PPK itu system pengawasannya bagaimana? Tak ada lagi saksi yang memonitornya. Ini perlu perhatian KPU pusat. Semua proses kecurangan harus dhindari. Panwaslu pun harus bergerak cepat, “ ujarnya.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Ahmad Hijazi Ditunjuk Jadi Plt Kepala Bappeda Riau
- Meski Raih Opini WTP, Gubernur Sebut Riau Punya Sejumlah Persoalan
- Mantan Birokrat Rohil Ajak Pertanyakan Dasar Pusat Batalkan Perda
- 5,000 Alat Berat Beroperasi di Riau,
Dewan Sayangkan Hanya 430 Unit yang Bayar Pajak

- SK RTRW Merugikan Riau, DPRD Siap Gugatan ke Tiga Instansi
- Masyarakat Yakin Zulfan Hamid Penyelamat Kampar
- DPRD Inhu Sesalkan Permohonan Bantuan Lebaran oleh Kecamatan Rengat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.237.136
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com