Untitled Document
Rabu, 8 Sya'ban 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 27 Mei 2015 10:58
Polres Pelalawan Gelar Pasukan untuk Operasi Patuh 2015

Rabu, 27 Mei 2015 10:45
Berkas Usulan Pemekaran Lima Daerah di Riau Sudah Diserahkan ke Komisi II DPR RI

Rabu, 27 Mei 2015 08:29
Hari Kedua, 300 Pelari Daftar Ikut Pekanbaru 10K 2015

Rabu, 27 Mei 2015 08:24
Pada Lukman Edi, Menkum dan HAM Janji Segera Selesaikan Imigran Gelap di Pekanbaru

Rabu, 27 Mei 2015 08:12
Meski Duduk di Kursi Roda, Rosni Semangat Saksikan Penutupan MTQ XII Rohil

Rabu, 27 Mei 2015 08:09
Investor Korea Mau Bangun Pembangkit Listrik dan Bangun PKS di Rohil

Rabu, 27 Mei 2015 07:05
Bank Riau Kepri Beri Pelatihan 30 Petani Sawit



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 13 April 2009 14:55
Kinerja KPU Dikritik,
Data Pemilu Riau Belum Masuk Tabulasi Nasional


Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil II Riau Idris Laena mengkritik kinerja KPU Riau. Pasalnya, sampai sekarang belum ada data hasil Pemilu Riau masuk tabulasi nasional.

Riauterkini-JAKARTA—Calon anggota legislative Partai Golkar nomor urut 1 daerah pemilihan Riau II (kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kampar) Idris Laena menyesalkan langkah KPUD Riau yang terkesan membiarkan proses penghitungan suara yang berjalan lamban. Pasalnya hingga kini belum ada satupun hasil dari penghitungan suara di provinsi Riau yang masuk dalam Pusat Tabulasi Nasional (PTN) Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Idris menilai alasan faktor geografis sebagai penyebab terlambatnya proses penghitungan suara tidak masuk akal. Pasalnya provinsi lain yang memiliki kondisi geografis sama dengan Riau, perolehan suaranya sudah masuk Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Lihat saja provinsi lain yang letak geografisnya sama dengan Riau seperti Babel, sudah masuk PTN KPU. Keterlambatan KPUD Riau yang pasti akan menimbulkan berbagai kemungkinan, “ ujar Idris Senin (13/4) di Jakarta.

Ditegaskan Idris lambannya proses penghitungan suara, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai spekulasi negative dan berbagai kecurangan yang menguntungkan caleg tertentu maupun adanya manipulasi suara. Jika ditemukan indikasi kecurangan pemilu, maka Panwaslu Riau harus pro-aktif tanpa menunggu laporan dari si caleg.

Idris yang juga anggota komisi VII DPR RI itu meminta Panwaslu pro-aktif menjalankan tugasnya. Idris menyayangkan proses penghitungan suara yang baru mencapai tingkat kelurahan. Sebab Idris berpendapat kerawanan akan terjadi saat proses penghitungan suara dari tingkat PPS menuju PPK. “Di PPK itu system pengawasannya bagaimana? Tak ada lagi saksi yang memonitornya. Ini perlu perhatian KPU pusat. Semua proses kecurangan harus dhindari. Panwaslu pun harus bergerak cepat, “ ujarnya.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Berkas Usulan Pemekaran Lima Daerah di Riau Sudah Diserahkan ke Komisi II DPR RI
- Lukman Edi Buka Rumah Aspirasi di Jalan Duyung Pekanbaru
- Dewan Minta Perusahaan Dikuansing Pentingkan Naker Lokal
- Sukarmis: Golkar Minta Muslim Mundur Jalankan AD/ART Partai
- Dua Anggota Kedapatan Lepasi Banner,
Puluhan Relawan BERSERI datangi Rumah Kasatpol PP Rohul

- Sharing Info, Seluruh Anggota Dewan dari PKS Kumpul di Markaz Dakwah
- Menangi Pilkada, PKB Riau Siapkan Seribu Kader Militan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.22.79.235
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com