Untitled Document
Selasa, 12 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 3 Maret 2015 19:37
Maju di Pilkada Kuansing
Mardjan Ustha Ingin Kembalikan Kejayaan Petani


Selasa, 3 Maret 2015 19:26
Alokasi Anggaran Desa Capai Rp1,8 Miliar,
Jabatan Kades di Kepulauan Meranti Mendadak Sangat Diminati


Selasa, 3 Maret 2015 19:23
Pasien Terlantar Kini Dirawat di Ruang Anyelir RSUD Arifin Achmad

Selasa, 3 Maret 2015 19:20
Kecewa, Puluhan Honorer K2 Merasa Tak Diperhatikan

Selasa, 3 Maret 2015 19:14
Wabup Bengkalis Hadiri Rakor Rencana Pembangunan Riau

Selasa, 3 Maret 2015 19:10
‎Perizinan Diskes dan BPB-Damkar Didelegasikan ke BPT Pekanbaru

Selasa, 3 Maret 2015 18:30
Ayu dan Agustinus, Dua Siswa Pekanbaru Sabet Peringkat I DCR 2015



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 13 April 2009 14:55
Kinerja KPU Dikritik,
Data Pemilu Riau Belum Masuk Tabulasi Nasional


Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil II Riau Idris Laena mengkritik kinerja KPU Riau. Pasalnya, sampai sekarang belum ada data hasil Pemilu Riau masuk tabulasi nasional.

Riauterkini-JAKARTA—Calon anggota legislative Partai Golkar nomor urut 1 daerah pemilihan Riau II (kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kampar) Idris Laena menyesalkan langkah KPUD Riau yang terkesan membiarkan proses penghitungan suara yang berjalan lamban. Pasalnya hingga kini belum ada satupun hasil dari penghitungan suara di provinsi Riau yang masuk dalam Pusat Tabulasi Nasional (PTN) Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Idris menilai alasan faktor geografis sebagai penyebab terlambatnya proses penghitungan suara tidak masuk akal. Pasalnya provinsi lain yang memiliki kondisi geografis sama dengan Riau, perolehan suaranya sudah masuk Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Lihat saja provinsi lain yang letak geografisnya sama dengan Riau seperti Babel, sudah masuk PTN KPU. Keterlambatan KPUD Riau yang pasti akan menimbulkan berbagai kemungkinan, “ ujar Idris Senin (13/4) di Jakarta.

Ditegaskan Idris lambannya proses penghitungan suara, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai spekulasi negative dan berbagai kecurangan yang menguntungkan caleg tertentu maupun adanya manipulasi suara. Jika ditemukan indikasi kecurangan pemilu, maka Panwaslu Riau harus pro-aktif tanpa menunggu laporan dari si caleg.

Idris yang juga anggota komisi VII DPR RI itu meminta Panwaslu pro-aktif menjalankan tugasnya. Idris menyayangkan proses penghitungan suara yang baru mencapai tingkat kelurahan. Sebab Idris berpendapat kerawanan akan terjadi saat proses penghitungan suara dari tingkat PPS menuju PPK. “Di PPK itu system pengawasannya bagaimana? Tak ada lagi saksi yang memonitornya. Ini perlu perhatian KPU pusat. Semua proses kecurangan harus dhindari. Panwaslu pun harus bergerak cepat, “ ujarnya.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Maju di Pilkada Kuansing
Mardjan Ustha Ingin Kembalikan Kejayaan Petani

- Alokasi Anggaran Desa Capai Rp1,8 Miliar,
Jabatan Kades di Kepulauan Meranti Mendadak Sangat Diminati

- Komisi IV DPRD Kampar Tinjau Tebing Longsor di Domo
- Pilkada Dumai 2015,
Calon Independen Galang Dukungan dengan Hadiah Sepeda Motor

- Pilkada Dumai, Gerindra Utamakan Kader Sendiri
- Pengusaha Halim alias Aliang Siap Maju Pilkada Kuansing 2015.
- Dewan Sebut Krisis Moral Picu Maraknya Tindak Amoral di Inhu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.186.77
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com