Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 1 September 2015 22:18
Warga Tanjung Pura, Sumut Tergilas Fuso di Rohil

Selasa, 1 September 2015 22:10


Selasa, 1 September 2015 22:09
‎PNS Pemkab Bengkalis Diwajibkan Registrasi e-PUPNS

Selasa, 1 September 2015 22:04
Koramil 02/Rambah Bantu Pemkab Rohul Wujudkan Ketahanan Pangan

Selasa, 1 September 2015 21:59
Sepanjang September,
Enoki Mal Pekanbaru Sediakan Makan Gratis 11 Pilihan Menu Untuk Konsumen


Selasa, 1 September 2015 21:52
BPNB Tanjungpinang, Kepri Gelar Workshop di Pekanbaru

Selasa, 1 September 2015 21:38
‎2 Desa di Bengkalis Ditunjuk Sebagai Desa Broadband Terpadu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 13 April 2009 14:55
Kinerja KPU Dikritik,
Data Pemilu Riau Belum Masuk Tabulasi Nasional


Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil II Riau Idris Laena mengkritik kinerja KPU Riau. Pasalnya, sampai sekarang belum ada data hasil Pemilu Riau masuk tabulasi nasional.

Riauterkini-JAKARTA—Calon anggota legislative Partai Golkar nomor urut 1 daerah pemilihan Riau II (kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kampar) Idris Laena menyesalkan langkah KPUD Riau yang terkesan membiarkan proses penghitungan suara yang berjalan lamban. Pasalnya hingga kini belum ada satupun hasil dari penghitungan suara di provinsi Riau yang masuk dalam Pusat Tabulasi Nasional (PTN) Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Idris menilai alasan faktor geografis sebagai penyebab terlambatnya proses penghitungan suara tidak masuk akal. Pasalnya provinsi lain yang memiliki kondisi geografis sama dengan Riau, perolehan suaranya sudah masuk Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Lihat saja provinsi lain yang letak geografisnya sama dengan Riau seperti Babel, sudah masuk PTN KPU. Keterlambatan KPUD Riau yang pasti akan menimbulkan berbagai kemungkinan, “ ujar Idris Senin (13/4) di Jakarta.

Ditegaskan Idris lambannya proses penghitungan suara, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai spekulasi negative dan berbagai kecurangan yang menguntungkan caleg tertentu maupun adanya manipulasi suara. Jika ditemukan indikasi kecurangan pemilu, maka Panwaslu Riau harus pro-aktif tanpa menunggu laporan dari si caleg.

Idris yang juga anggota komisi VII DPR RI itu meminta Panwaslu pro-aktif menjalankan tugasnya. Idris menyayangkan proses penghitungan suara yang baru mencapai tingkat kelurahan. Sebab Idris berpendapat kerawanan akan terjadi saat proses penghitungan suara dari tingkat PPS menuju PPK. “Di PPK itu system pengawasannya bagaimana? Tak ada lagi saksi yang memonitornya. Ini perlu perhatian KPU pusat. Semua proses kecurangan harus dhindari. Panwaslu pun harus bergerak cepat, “ ujarnya.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Ini Alasan KPU Rohul Tak Daftar Warga Lima Desa sebagai Pemilih
- DPR Dukung KPK Berani OTT Politik Uang di Pilkada Serentak
- Warga Lima Desa Minta Didaftar Jadi Pemilih di Pilkada Rohul
- Mendagri Sudah Restui Mutasi Esselon III dan IVPemprov Riau
- Harris-Zardewan Kampanye Dialogis di Dua Desa di Pangkalan KurasPas
- Dua Calon Bupati Meranti Gencarkan Kampanye Dialogis
- Nama Septina Primawati Tak Masuk dalam Bursa Ketua DPRD Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.21.183.163
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com