Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Jum’at, 27 Mei 2016 20:23
Rapat Tim Teknis Penyelenggaraan Terpadu Satu Pintu‬,
Sekdakab Kampar: Pelayanan Perizinan Harus Sesuai Perda


Jum’at, 27 Mei 2016 19:11
DPRD Rohil Diminta Tidak Coret Anggaran Tampilan Bakar Tongkang di TMII Tahun 2017

Jum’at, 27 Mei 2016 18:56
Bawang Malaysia Masuk Rohil, Syahbandar Kubu Bantah Kurang Pengawasan

Jum’at, 27 Mei 2016 18:25
Diawali Gerak Jalan Jantung Sehat,
Bupati Buka Pencanangan Kegiatan Milad ke-51 Kabupaten Inhil


Jum’at, 27 Mei 2016 18:19
Dzulqaidah Terharu Terima Santunan dari Jamaah Pengajian Riau Komplek PT RAPP

Jum’at, 27 Mei 2016 17:37
Pembagian 8.000 Kain Sarung Pemko Pekanbaru,
Dewan Sebut Bisa Bermuatan Politis


Jum’at, 27 Mei 2016 17:34
Pansel akan Kumpulkan Rekam Jejak Peserta Calon Sekda

Jum’at, 27 Mei 2016 17:09
Sambut Ramadhan, Karyawan RAPP Jalin Silaturahmi di Pulau Padang

Jum’at, 27 Mei 2016 17:04


Jum’at, 27 Mei 2016 17:03
Ratusan Pelajar SMA Jakarta Mendapat 'Edukasi' Tentang Lingkungan dari RAPP



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 13 April 2009 14:55
Kinerja KPU Dikritik,
Data Pemilu Riau Belum Masuk Tabulasi Nasional


Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil II Riau Idris Laena mengkritik kinerja KPU Riau. Pasalnya, sampai sekarang belum ada data hasil Pemilu Riau masuk tabulasi nasional.

Riauterkini-JAKARTA—Calon anggota legislative Partai Golkar nomor urut 1 daerah pemilihan Riau II (kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kampar) Idris Laena menyesalkan langkah KPUD Riau yang terkesan membiarkan proses penghitungan suara yang berjalan lamban. Pasalnya hingga kini belum ada satupun hasil dari penghitungan suara di provinsi Riau yang masuk dalam Pusat Tabulasi Nasional (PTN) Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Idris menilai alasan faktor geografis sebagai penyebab terlambatnya proses penghitungan suara tidak masuk akal. Pasalnya provinsi lain yang memiliki kondisi geografis sama dengan Riau, perolehan suaranya sudah masuk Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Lihat saja provinsi lain yang letak geografisnya sama dengan Riau seperti Babel, sudah masuk PTN KPU. Keterlambatan KPUD Riau yang pasti akan menimbulkan berbagai kemungkinan, “ ujar Idris Senin (13/4) di Jakarta.

Ditegaskan Idris lambannya proses penghitungan suara, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai spekulasi negative dan berbagai kecurangan yang menguntungkan caleg tertentu maupun adanya manipulasi suara. Jika ditemukan indikasi kecurangan pemilu, maka Panwaslu Riau harus pro-aktif tanpa menunggu laporan dari si caleg.

Idris yang juga anggota komisi VII DPR RI itu meminta Panwaslu pro-aktif menjalankan tugasnya. Idris menyayangkan proses penghitungan suara yang baru mencapai tingkat kelurahan. Sebab Idris berpendapat kerawanan akan terjadi saat proses penghitungan suara dari tingkat PPS menuju PPK. “Di PPK itu system pengawasannya bagaimana? Tak ada lagi saksi yang memonitornya. Ini perlu perhatian KPU pusat. Semua proses kecurangan harus dhindari. Panwaslu pun harus bergerak cepat, “ ujarnya.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Pembagian 8.000 Kain Sarung Pemko Pekanbaru,
Dewan Sebut Bisa Bermuatan Politis

- Ratusan Pelajar SMA Jakarta Mendapat 'Edukasi' Tentang Lingkungan dari RAPP
- Riau Mencari Wakil Gubernur,
Kalangan Dewan Sarankan Gubri Pilihan Birokrat

- Ninik Mamak Kenegerian Kuntu, Kampar Semangat Sambut Zulfan Hamid
- Kembali Pimpin PKB Riau, Abdul Wahid Targetkan Raih Suara Maksimal dalam Pemilu 2019
- Wakil Rakyat Harapkan Wagubri Harus Berkomitmen dan Satu Visi dengan Gubri
- Pilkada Kampar 2017, Rahmat Jevary Juniardo Ikuti Penjaringan PAN


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.158.4.182
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com