Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Senin, 29 Agustus 2016 10:35
Pendemo Desak KPU Bengkalis Transparan Gunakan Dana Hibah Rp23 Miliar

Senin, 29 Agustus 2016 09:52
Nyamar Beli Narkoba, Polsek Limapuluh, Pekanbaru Ringkus Pengedar Sabu

Senin, 29 Agustus 2016 09:35
Seorang lagi Tertangkap, Polisi Masih Buru 4 Tahanan Polsek Bukitraya

Senin, 29 Agustus 2016 09:32
Bupati Kampar Hadiri Pengajian Akbar Antardesa di Tapung

Senin, 29 Agustus 2016 08:20
Asap Pekat Selimuti Pekanbaru, Jarak Pandang Sempat Hanya 600 Meter

Senin, 29 Agustus 2016 06:47
Seorang Pemuda di Sungai Apit, Siak Dibunuh dan Dimutilasi

Senin, 29 Agustus 2016 06:45
Wakil Bupati Rohil Hadiri Pelantikan Pengurus DPD dan DPC IKNR

Ahad, 28 Agustus 2016 21:27
Jalur Siposan Rimbo RAPP Juara FPJ 2016

Ahad, 28 Agustus 2016 21:23


Ahad, 28 Agustus 2016 21:17
Pertama dan Terlengkap di Tanjungpinang, Kepri,
Alumni UIN Suska Pekanbaru Launching Salon dan SPA Muslimah




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 13 April 2009 14:55
Kinerja KPU Dikritik,
Data Pemilu Riau Belum Masuk Tabulasi Nasional


Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil II Riau Idris Laena mengkritik kinerja KPU Riau. Pasalnya, sampai sekarang belum ada data hasil Pemilu Riau masuk tabulasi nasional.

Riauterkini-JAKARTA—Calon anggota legislative Partai Golkar nomor urut 1 daerah pemilihan Riau II (kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kampar) Idris Laena menyesalkan langkah KPUD Riau yang terkesan membiarkan proses penghitungan suara yang berjalan lamban. Pasalnya hingga kini belum ada satupun hasil dari penghitungan suara di provinsi Riau yang masuk dalam Pusat Tabulasi Nasional (PTN) Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Idris menilai alasan faktor geografis sebagai penyebab terlambatnya proses penghitungan suara tidak masuk akal. Pasalnya provinsi lain yang memiliki kondisi geografis sama dengan Riau, perolehan suaranya sudah masuk Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Lihat saja provinsi lain yang letak geografisnya sama dengan Riau seperti Babel, sudah masuk PTN KPU. Keterlambatan KPUD Riau yang pasti akan menimbulkan berbagai kemungkinan, “ ujar Idris Senin (13/4) di Jakarta.

Ditegaskan Idris lambannya proses penghitungan suara, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai spekulasi negative dan berbagai kecurangan yang menguntungkan caleg tertentu maupun adanya manipulasi suara. Jika ditemukan indikasi kecurangan pemilu, maka Panwaslu Riau harus pro-aktif tanpa menunggu laporan dari si caleg.

Idris yang juga anggota komisi VII DPR RI itu meminta Panwaslu pro-aktif menjalankan tugasnya. Idris menyayangkan proses penghitungan suara yang baru mencapai tingkat kelurahan. Sebab Idris berpendapat kerawanan akan terjadi saat proses penghitungan suara dari tingkat PPS menuju PPK. “Di PPK itu system pengawasannya bagaimana? Tak ada lagi saksi yang memonitornya. Ini perlu perhatian KPU pusat. Semua proses kecurangan harus dhindari. Panwaslu pun harus bergerak cepat, “ ujarnya.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Bakal Usung Dwi Agus-Said Usman,
PPP dan PDI-P Sepakat Berkoalisi Hadapi Pilwako Pekanbaru

- Reses, Waka Komisi D DPRD Riau Serap Aspirasi Warga Tiga Kelurahan di Dumai
- Angoota DPRD Riau Reses dengan Masyarakat Labuhan Tangga Besar, Rohil
- Nama Masih Dirahasiakan,
DPP PDIP Keluarkan Rekomendasi Untuk Balon Wako Pekanbaru

- Partai NasDem Riau Mulai Bahas Strategi Hadapi Pileg 2019
- Kemendagri: Alokasi Dana Hibah Pilkada Terganjal Pengawas Pemilu
- Bentrok Antar Warga-Polisi,
DPRD Riau Minta Komnas HAM Turun ke Meranti



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.3.134
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com