Untitled Document
Rabu, 11 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 1 April 2015 19:20
Bupati Rohil Serahkan SK 199 CPNS 2013

Rabu, 1 April 2015 19:06
Gubri Nonaktif Annas Maamun tak Kunjung Diberhentikan,
Kemendagri Berencana Kirim Surat Kembali ke KPK


Rabu, 1 April 2015 18:22
Pencurian Kerbau Mulai Marak di Kuansing

Rabu, 1 April 2015 18:16
Korupsi Drainase Perkotaan Pekanbaru, Dirut PT SBKR Divonis Setahun

Rabu, 1 April 2015 18:12
Penipuan Travel Perjalanan Umroh, Direktur PT GTC Resmi Tersangka

Rabu, 1 April 2015 18:04
Senilai Rp2,4 Miliar,
‎Delapan Unit Mobnas Dibagikan untuk Anggota DPRD Inhu


Rabu, 1 April 2015 17:43
Kasus Pelecehan Anak-anak Meningkat, Keberadaan KPAID Rohul Dipertanyakan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 13 April 2009 14:55
Kinerja KPU Dikritik,
Data Pemilu Riau Belum Masuk Tabulasi Nasional


Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil II Riau Idris Laena mengkritik kinerja KPU Riau. Pasalnya, sampai sekarang belum ada data hasil Pemilu Riau masuk tabulasi nasional.

Riauterkini-JAKARTA—Calon anggota legislative Partai Golkar nomor urut 1 daerah pemilihan Riau II (kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kampar) Idris Laena menyesalkan langkah KPUD Riau yang terkesan membiarkan proses penghitungan suara yang berjalan lamban. Pasalnya hingga kini belum ada satupun hasil dari penghitungan suara di provinsi Riau yang masuk dalam Pusat Tabulasi Nasional (PTN) Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Idris menilai alasan faktor geografis sebagai penyebab terlambatnya proses penghitungan suara tidak masuk akal. Pasalnya provinsi lain yang memiliki kondisi geografis sama dengan Riau, perolehan suaranya sudah masuk Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Lihat saja provinsi lain yang letak geografisnya sama dengan Riau seperti Babel, sudah masuk PTN KPU. Keterlambatan KPUD Riau yang pasti akan menimbulkan berbagai kemungkinan, “ ujar Idris Senin (13/4) di Jakarta.

Ditegaskan Idris lambannya proses penghitungan suara, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai spekulasi negative dan berbagai kecurangan yang menguntungkan caleg tertentu maupun adanya manipulasi suara. Jika ditemukan indikasi kecurangan pemilu, maka Panwaslu Riau harus pro-aktif tanpa menunggu laporan dari si caleg.

Idris yang juga anggota komisi VII DPR RI itu meminta Panwaslu pro-aktif menjalankan tugasnya. Idris menyayangkan proses penghitungan suara yang baru mencapai tingkat kelurahan. Sebab Idris berpendapat kerawanan akan terjadi saat proses penghitungan suara dari tingkat PPS menuju PPK. “Di PPK itu system pengawasannya bagaimana? Tak ada lagi saksi yang memonitornya. Ini perlu perhatian KPU pusat. Semua proses kecurangan harus dhindari. Panwaslu pun harus bergerak cepat, “ ujarnya.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Hari Terakhir, 18 Calon Panwas Rohul Sudah Kembalikan Berkas
- Termasuk Bupati dan Wabup Incumbent,
Empat Balon Bupati Meranti Melamar Perahu Grindra

- Penjaringan Balon Bupati Rohil, Yatim Maamun Kembalikan Formulir ke Gerindra
- Dewan Curigai Ada Permainan di Balik RS Belum Kerjasama dengan BPJS
- Balon Bupati Rohil Bahtiar Kembalikan Formulir Penjaringan Gerindra
- Pilkada Rohil 2015,
Wan Ahmad Saiful Ambil Formulir di DPD PPP Rohil

- DPR Minta KPU Perlonggar Syarat Dinasti Politik dalam Pilkada


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.132.82
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com