Untitled Document
Selasa, 2 Rajab 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 21 April 2015 07:00
Mulai Besok, Listrik di Sejumlah Kawasan di Kampar Dipadamkan 4-7 Jam

Selasa, 21 April 2015 06:59
DPD KNPI Riau Taja Diskusi Panel Sempena Hari Kartini

Selasa, 21 April 2015 06:57
Dimeriahkan Pesta Kembang Api, Bupati Meranti Buka MTQ Bokor

Senin, 20 April 2015 21:47
Sampaikan Visi Misi, Indra Putra Bentuk Sahabat I-KO

Senin, 20 April 2015 21:37
Menara BRK Tak Kunjung Ditempati,
Komisi C DPRD Riau Kecewa pada PT Waskita Karya


Senin, 20 April 2015 20:37
Dituding Cari Sensasi,
Mario Si Penyusup: Itu Urusan Pribadi Saya


Senin, 20 April 2015 20:04
Tak Kunjung Sidak, Miras Tetap Merajalela di Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 13 April 2009 14:55
Kinerja KPU Dikritik,
Data Pemilu Riau Belum Masuk Tabulasi Nasional


Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil II Riau Idris Laena mengkritik kinerja KPU Riau. Pasalnya, sampai sekarang belum ada data hasil Pemilu Riau masuk tabulasi nasional.

Riauterkini-JAKARTA—Calon anggota legislative Partai Golkar nomor urut 1 daerah pemilihan Riau II (kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Kampar) Idris Laena menyesalkan langkah KPUD Riau yang terkesan membiarkan proses penghitungan suara yang berjalan lamban. Pasalnya hingga kini belum ada satupun hasil dari penghitungan suara di provinsi Riau yang masuk dalam Pusat Tabulasi Nasional (PTN) Komisi Pemilihan Umum (KPU) .

Idris menilai alasan faktor geografis sebagai penyebab terlambatnya proses penghitungan suara tidak masuk akal. Pasalnya provinsi lain yang memiliki kondisi geografis sama dengan Riau, perolehan suaranya sudah masuk Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2009 milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Lihat saja provinsi lain yang letak geografisnya sama dengan Riau seperti Babel, sudah masuk PTN KPU. Keterlambatan KPUD Riau yang pasti akan menimbulkan berbagai kemungkinan, “ ujar Idris Senin (13/4) di Jakarta.

Ditegaskan Idris lambannya proses penghitungan suara, dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai spekulasi negative dan berbagai kecurangan yang menguntungkan caleg tertentu maupun adanya manipulasi suara. Jika ditemukan indikasi kecurangan pemilu, maka Panwaslu Riau harus pro-aktif tanpa menunggu laporan dari si caleg.

Idris yang juga anggota komisi VII DPR RI itu meminta Panwaslu pro-aktif menjalankan tugasnya. Idris menyayangkan proses penghitungan suara yang baru mencapai tingkat kelurahan. Sebab Idris berpendapat kerawanan akan terjadi saat proses penghitungan suara dari tingkat PPS menuju PPK. “Di PPK itu system pengawasannya bagaimana? Tak ada lagi saksi yang memonitornya. Ini perlu perhatian KPU pusat. Semua proses kecurangan harus dhindari. Panwaslu pun harus bergerak cepat, “ ujarnya.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Sampaikan Visi Misi, Indra Putra Bentuk Sahabat I-KO
- Pengambilan Formulir Ditutup,
15 Balon Bupati dan Wabup Rohul Sudah Ambil Formulir di Demokrat

- Hari Terakhir, 5 Balon Kembalikan Formulir ke Gerindra Siak
- Minim Infrastruktur,
Masyarakat Bukit Kerikil, Bengkalis Dambakan Pembangunan

- Pasnus Lahan DPRD Riau,
Ditemukan Banyak Perusahaan Miliki Lahan Lebih dari Izin

- Tambah Penghasilan,
Petani Kuansing Diminta Kelolah Lahan-lahan Kosong

- Pilkada Kuansing 2015,
Halim Optimis Raih Dukungan Banyak Parpol untuk Maju



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.227.119
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com