Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Senin, 31 Agustus 2015 18:42
Korupsi Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis,
Dua Terdakwa Dituntut 18 Tahun dan 16 Tahun Penjara.


Senin, 31 Agustus 2015 18:33
Diserobot PT CPK,
Kades Rambaian, Inhil Akui Ada Lahan Warganya Belum Dibayar Perusahaan


Senin, 31 Agustus 2015 18:09
‎September, Pemko Pekanbaru Mutasi Pejabat Eselon IV

Senin, 31 Agustus 2015 18:04
MoU Jaminan Korban Lakalantas,
Jasa Raharja Minta Masyarakat Tidak Takut Membuat Laporan Polisi


Senin, 31 Agustus 2015 17:31
Setelah Dibujuk Tokoh Masyarakat,
Pelaku Penikaman di Bagansiapiapi Berhasil Ditangkap


Senin, 31 Agustus 2015 17:27
Mayat Penuh Tusukan Bersimbah Darah di Kebun Sawit PT TBS

Senin, 31 Agustus 2015 17:22
Belum Ada yang 'Angkat Bendera Putih',
‎Kinerja Pejabat Hasil Assessment Terus Dipantau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 8 April 2008 18:32
Dilanjutkan Besok,
Pleno KPUD Riau Gagal Putuskan Jadwal Pilkada


Rapat pleno KPUD Riau gagal memutuskan jadwal Pilkada. Pleno akan dilanjutkan besok.

Riauterkini-PEKANBARU- Jadwal pelaksanaan Pilkada Riau sampai saat ini belum final. Masil tentatif. Rapat Pleno yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Riau belum mampu memilih dua opsi yang menguat, yakni tetap pada jadwal semula 22 September atau dimajukan menjadi 25 Agustus. Hingga rapat ditutup sekitar pukul 18.15 WIB, Selasa keputusan final belum juga didapat.

Hanya saja mengenai belum finalnya jadwal Pilkada Riau terkesan ditutup-tutupi KPUD Riau. Wartawan yang menunggu hingga pukul 18.00 WIB menunggu rapat tertutup berakhir gagal mendapat keterangan resmi. Setelah itu Ketua KPUD Riau Raja Syofyan Samad dan seluruh anggotanya meninggalkan kantor.

Telephon genggam Raja Syofyan langsung tak aktif. Sementara anggota KPUD Riau Makmur Hendrik ketika dihubungi riauterkini mengatakan, "Karena masalah sangat krusial dan sensitif, kami sudah sepakat keterangan kepada wartawan hanya disampaikan ketua," tukasnya.

Riauterkini terpaksa mencoba lagi menghubungi telephon genggam Raja Syofyan, namun tetap tak aktif. Untuk kedua kalinya riauterkini menghubungi Makmur Hendrik dan mengatakan kondisi telephon genggam Ketua KPUD Riau yang tak kunjung aktif.

Apakah rapat pleno KPUD Riau besok berlanjut? Menjawab pertanyaan tersebut Makmur membenarkan. Melihat peluang mendapat penjelasan, riauterkini lantas langsung melanjutkan pertanyaan, mengenai itu artinya pleno tadi sore gagal menetapkan jadwal Pilkada? Pertanyaan itu kembali dibenarkan Makmur Hendrik.

Setelah itu Makmur mungkin menyadari terlanjur memberi penjelasan dan langsung menolak melanjutkan pembicaraan. "Maaf, saya tak boleh memberi keterangan. Silahkan langsung hubungi ketua," tukasnya seraya mengakhiri pembicaraan.

Berdasarkan pengamatan riauterkini di kantor KPUD Riau di Jalan Gajahmada Pekanbaru, sebelum menggelar rapat pleno tertutup internal, KPUD Riau terlebih dahulu menggelar rapat bersama KPUD kabupaten/kota. Dalam rapat tersebut KPUD Riau mendapat masukan seputar segala kemungkinan untuk kedua pilihan, mempercepat atau tetap pada jadwal semula.

Rapat yang dilaksanakan sejak pukul 14.00 wib tersebut tidak membuahkan hasil hingga usai sekitar pukul 17.30 wib. Untuk mempercepat proses persiapan dan penentuan waktu pelaksanaan Pilgubri, KPUD Riau menerusan rapat yang 'dead lock' dengan rapat pleno dengan seluruh anggota KPUD Riau.

Sebenarnya sebelumnya riauterkini sudah mendapat sinyal kegagalan KPUD Riau menetapkan jadwal Pilkada. Bahkan Raja Syofyan saat keluar ruang rapat sebelum rapat berakhir sempat berkata, "Tidak hari ini informasinya ya, Karena rapat belum ada keputusan. Masih harus ada pembahasan lanjutan," kata Ketua KPUD Riau R Sofyan Samad saat dikejar untuk diminati keterangan seputar keputusan KPUD Riau tentang jadwal pelaksanaan pilgubri.

Hal senada dikatakan Ketua KPUD Pekanbaru, Yusri Munaf. Ia enggan memberikan komentar seputar rapat yang digelar KPUD Riau dengan KPUD Kabupaten/kota se-Riau hari ini selasa (8/4). Katanya belum ada keputusan dalam rapat tersebut. "Jadi hari ini tidak ada informasi dari saya," ungkapnya.

Ketua KPUD Benkalis, Ruslizar Yunus lebih akomodatif kepada Riauterkini. Ia menyebutkan bahwa rapat yang digelar hari ini denan PUD Riau adalah untuk memberikan masukan kepada KPUD Riau terkait dengan rencana pemajuan waktu pelaksanaan pilgubri.

"Dari KPU Bengkalis memberikan masukan mengenai bagaimana pelaksanaan pilgubri jika dimajukan. Dampak sosial, hukum maupun politisnya. Bagaimana resiko memajukan jadwal pelaksanaan pilgubri dan lain sebagainya," katanya.

Mengenai kesiapan KPUD Bengalis jika dimajukan jadwal pelaksanaan pilgubri, Ruslizar menyatakan bahwa dirinya tidak mau berandai-andai. Namun jika memang sudah diputuskan oleh KPUD RIau waktunya, ia menyatakan mau tidak mau KPUD kabupaten/kota harus siap melaksanakannya. Kalau tidak siap, katanya, lebih baik mundur.

Dan hingga berita ini diturunkan, rapat pleno di KPUD Riau masih berlangsung. ***(mad/H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- KPK Siap Tangkap Tangan Politik Uang di Pilkada Serentak
- Fraksi PAN DPRD Riau Susun Draf Hak Interpelasi
- Jelang Pilkada, Panwaslu Diminta Responsif terhadap Pelanggaran
- ‎Pasca Berakhirnya Jabatan Herliyan Saleh,
Pejabat Bengkalis Diisukan Berebut Ajukan Surat Pindah

- Kampanye Dialogis di Pangkalan Kuras,
Masyarakat Setuju Paslon Harris-Zardewan Lanjutkan Program

- Paslon Mursini-Halim Dilarang Kampanye di Jake, Kades Membantah
- Tim Pemenangan Pasangan IKO di Pilkada Kuansing Mulai Bergerak


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.92.202.157
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com