Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Mei 2019 14:58
KIP Gelar Sidang Kesimpulan Sengketa Informasi Kemenag Riau-Warga

Senin, 20 Mei 2019 14:55
FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau

Senin, 20 Mei 2019 14:25
FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau

Senin, 20 Mei 2019 14:03
Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Mulai Layani Penukaran Uang Baru untuk Idul Fitri

Senin, 20 Mei 2019 13:59
Terkait Pelayanan Publik,
Wabup Minta Kantor Lurah Khairiah Mandah Segera Dibenahi


Senin, 20 Mei 2019 13:55
Safari Zuhur, Wawako Pekanbaru Sambangi Masjid Al-Barokah, Tampan

Senin, 20 Mei 2019 13:08
12 CPNS Kantor Kemenag Kabupaten Rohul Diberi Pembekalan dan Pembinaan

Senin, 20 Mei 2019 13:04
Catat, Berikut Program Harian Sampai Tahunan di Masjid Agung Islamic Center Rohul

Senin, 20 Mei 2019 12:59
Kantor Kemenag Kuansing Umumkan Besaran Zakat.Fitra

Senin, 20 Mei 2019 12:53
Ini Daftar Harga Beras, Masyarakat Rohul Dihimbau Bayar Zakat Sebelum 28 Mei

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 20 April 2019 07:10
Bawaslu Riau Resmi Rokemendasikan 112 TPS PSU dan PSL

112 TPS di Riau direkomendasikan Bawaslu Riau untuk wajib PSU dan PSL. Rekomendasi diberikan kepada KPU Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Jum'at (19/4/19) malam, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau, akhirnya secara resmi merekomendasikan 112 TPS di Riau untuk wajib melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemilu Lanjutan (PSL) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau.

Rekomendasi dikeluarkqn setelah melalui verifikasi dan pengumpukqn data hasil pengawasan Pengawas TPS se Riau. Hasil pengawasan itu kemudian dikaji dan dibahas, tepat 2 hari setelah pencoblosan. Pembahasan secara konfrehensif dengan melakukan rekapitulasi kejadian khusus serta permasalahan yang terjadi di seluruh TPS di Provinsi Riau.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Provinsi Riau, Rusidi Rusdan telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengawas di tiap tingkatan untuk merekapitulasi permasalahan yang terjadi di tiap TPS pada hari pemungutan dan penghitungan suara 17 April 2019 lalu.

"Berdasarkan hasil pengumpulan permasalahan yang terjadi di Provinsi Riau, sebanyak 26 TPS dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU), dan 86 TPS Pemilu Lanjutan (PSL) yang tersebar di 10 Kabupaten/ Kota se Riau." tutur Rusidi.

Berdasarkan Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 372 ayat (2) yang berbunyi 'Pemungutan Suara di TPS wajib di ulang apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan Pengawas TPS terbukti terdapat keadaan diantaranya Pembukaan Kotak suara dan atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan menurut tata cara yang yang ditetapkan dalam ketentuan perundang-undangan, adanya Petugas KPPS meminta Pemilih memberikan tanda khusus, menandatangani atau menuliskan nama atau alamat, Petugas KPPS merusak lebih dari satu surat suara yang sudah digunakan sehingga menjadi tidak sah, dan adanya Pemilih yang tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dan tidak terdaftar di DPT dan DPTb'.

Rusidi menegaskan bahwa batas waktu pelaksanaan PSU paling lambat 10 hari setelah hari pemungutan suara berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten/Kota.

"Berdasarkan Pasal 373 ayat (3) UU No 7 Tahun 2017 yang menerangkan bahwa batas waktu Pemungutan Suara Ulang paling lama 10 (sepuluh) hari setelah hari Pemungutan Suara berdasarkan keputusan KPU Kabupaten/Kota." terang Rusidi.

Kemudian dalam Pasal 433 ayat (3) Undang-Undang 7 Tahun 2017 menerangkan bahwa dalam hal pelaksanaan pemilu sebagai sebagaimana dimaksud dalam pasal 431 ayat (1), pasal 432 ayat (1), tidak dapat dilaksanakan di 40% (empat puluh persen) jumlah provinsi dan 50% dari jumlah pemilih terdaftar secara nasional tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih, penetapan pemilu lanjutan atau Pemilu susulan dilakukan oleh Presiden atas usul KPU.

Berdasarkan data yang terangkum dalam laporan jajaran pengawas Pemilu untuk di Provinsi Riau terdapat sebanyak 2.816 Pemilih yang tidak dapat memberikan hak suaranya pada hari pencoblosan dengan permasalahan surat suara yang telah habis.

"Kami menerima banyak sekali laporan dari pengawas pemilu se Riau yang melaporkan banyaknya warga masyarakat se Provinsi Riau yang tidak bisa memilih karena kekurangan surat suara, maka kami kemudian melakukan rapat untuk membahas solusi demi menyelamatkan hak pilih warga negara dalam memberikan suaranya dalam pemilu 2019. Kesimpulannya adalah dalam bentuk rekomendasi kepada KPU agar dilakukan PSU dan PSL di 112 TPS se-Provinsi Riau, tutup Rusidi.*( H-we)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
- FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau
- FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau
- Gesa Perda PDAM, Pansus DPRD Bengkalis Stuban ke Perumda Sleman, Yogyakarta
- Perhitungan Usai, Berikut 12 Caleg Terpilih Dapil Mandau Untuk DPRD Bengkalis
- Jangan Takut Lapor Kecurangan,
Sandi: Prabowo Bakal Sampaikan Surat Wasiat Sebelum 22 Mei

- Pleno KPU Riau Kembali Diundur
- Jelang Pengumuman Hasil Pilpres,
Sandi: Jaga Amanah Pemiu yang Jujur dan Adil

- Periksa 28 Kotak Suara: Bawaslu Riau Nyatakan KPU Rohul Tidak Langgar Aturan
- Sampaikan Tuntutan, Ketua KPU Riau Temui Massa Aksi Super Damai
- Gubri Sebut Kasus Korupsi Dua Kepala Daerah Jadi Pelajaran
- Amankan Aksi Super Damai, Polresta Pekanbaru Kerahkan 450 Personel
- People Power, GMMK dan Warga Muslim Riau Gelar Aksi Super Damai
- Selain Taziah ke Keluarga KPPS Meninggal, ini Agenda Sandi Besok di Pekanbaru
- Pimpinan DPRD Siak Ingatkan Perusahaan Bayarkan THR Karyawan
- Bawaslu Riau Gelar Sidang Administrasi di Rohul dan Siak
- Pencoblosan Pilkada Pelalawan September 2020
- Bawaslu Riau Gelar 2 Sidang Dugaan Pelanggaran Administrasi Pileg 2019 di Rohul
- Ketua PPK Pangkalan Kuras Ditetapkan Tersangka Tindak Pidana Pemilu
- Safari Ramadhan, Ketua DPRD Kuansing Komit Perjuangkan Aspirasi Rakyat
- 40 Anggota DPRD Siak Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas Dewan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com