Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Senin, 15 Oktober 2018 17:54
Banjir Melanda Dua Kelurahan di Kecamatan Dumai Selatan

Senin, 15 Oktober 2018 17:36
Tolak Kepala Bappeda Riau Mundur,
Plt Gubri: Jangan Mundur di Tengah Gelanggang


Senin, 15 Oktober 2018 17:21
Projo Tak Akui Dokumen Bertandatangan Kepala Daerah

Senin, 15 Oktober 2018 17:08
Begini‎ Cara IPRY Peringati Hari Jadi ke-19 Kabupaten Rohul di Yogyakarta

Senin, 15 Oktober 2018 16:51
Rancang Pembelajaran Kreatif untuk Siswa, RAPP Gelar Pelatihan Guru

Senin, 15 Oktober 2018 16:32
Diperiksa Bawaslu Riau,
56 Pertanyaan Diajukan untuk Ketua Panitia Deklarasi Projo


Senin, 15 Oktober 2018 16:28
Tidak Capai Target,
1.348 Ekor Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksinasi


Senin, 15 Oktober 2018 16:13
Ini Pesan Penting Ketua DPRD dan Bupati di Hari Jadi ke-19 Kabupaten Rohul Tahun 2018

Senin, 15 Oktober 2018 16:00
Buru Babi Hutan, Kasdin Ditemukan Tewas dalam Sumur Tua

Senin, 15 Oktober 2018 15:56
Partai Golkar Ajukan 3 Nama ke DPP sebagai Balon Wabup Rohul

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 13 Desember 2017 17:46
Dugaan Pencemaran Limbah di Blok Rokan dan Minas,
Dewan Minta PPNS LHK Riau Cek Lapangan


Eksplorasi lahan oleh CPI di Blok Rokan dan Minas diduga mencemari lingkungan. Komisi A DPRD Riau meminta PPNS LHK lakukan pengecekan terhadap dugaan kerusakan lingkangan tersubut.

Riauterkini-PEKANBARU- Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau diminta untuk mengecek dugaan pencemaran limbah di Blok Rokan dan Minas akibat eksplorasi lahan yang dilakukan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).

"Penyidik PPNS mesti segera menindaklanjuti persoalan ini. Apalagi pencemaran limbah yang dilakukan oleh PT Chevron, perusahaan terbesar yang ada di Riau," kata Suhardiman Amby, anggota DPRD Riau dari Partai Hanura kepada riauterkinicom, Rabu (13/12/17).

Pria yang pernah menjabat Sekretaris Komisi A DPRD Riau ini pun sempat menceritakan hasil kunjungan dirinya dengan sejumlah pengurus LAM Riau beberapa waktu yang lalu ke areal lokasi. Saat itu, ia menemukan adanya pelanggaran pembuangan limbah yang dilakukan PT CPI.

"Waktu itu kita temukan adanya timbunan limbah hanya dengan tanah. Kalau seperti ini kan pidana, segera disidik lah sama PPNS DLHK. Kita minta mereka ke lapangan, cek kondisi lapangannya, apakah itu di sengaja atau kecelakaan. Sistem pengelolaannya seperti apa. Ke mana mereka buang, mengapa bisa seperti itu," ungkapnya.

Lebih lanjut, selaku wakil rakyat ia sudah mengingatkan PT CPI agar dalam membuang limbah, mentaati aturan yang ada. Jangan sampai sebutnya, hasil produksi dibawa ke luar negeri, tapi limbahnya menjadi masalah bagi masyarakat Riau.

"Banyak masyarakat yang mengadu ke kami terkait masalah ini. Jangan hanya enaknya saja di Riau ni, hasil produksi dibawa ke luar negeri, sementara limbahnya jadi penyakit bagi masyarakat. Jelas ini pelanggaran," tegasnya.

Sebelumnya, seperti yang diberitakan berbagai media massa, Komite II DPD RI lakukan kunjungan kerja ke areal PT CPI. Kunjungan kerja ini dalam rangka menyikapi aspirasi yang berkembang terkait lahan perkebunan sawit yang tercemar minyak bumi akibat eksplorasi yang dilakukan oleh PT CPI.

Wakil Ketua Komite II DPD RI, I Kadek Arimbawa meminta agar PT CPI dapat memperhatikan permasalahan tanah tercemar minyak bumi (TTM) yang timbul akibat ekplorasi tersebut. Selain itu, pemerintah juga harus mengambil tindakan tegas atas pencemaran yang telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

"Limbah minyak mentah milik PT Chevron di Blok Rokan dan Minas berdasarkan laporan warga, telah mencemari perkebunan sawit milik warga dan pencemaran tanah ini membuat ratusan hektare kebun sawit warga terkena dampak limbah hingga tak berhasil berbuah meski usianya sudah mencapai 3 hingga 6 tahun lebih," tegasnya waktu itu.

I Kadek Arimbawa juga mengatakan, PT CPI harus bertanggung jawab penuh atas kerugian masyarakat, bukan hanya mengatasi masalah gagal panen, tapi juga memulihkan kondisi tanah yang telah tercemar.

Senada dengan Kadek, Senator Riau Maimanah Umar meminta PT CPI melakukan pembersihan lahan dengan cara bioremediasi sesuai ketentuan yang diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Pencemaran ini dapat diatasi dengan upaya bioremediasi yang berkelanjutan, yakni pengolahan tanah untuk mengurangi polutan beracun yang ada dalam tanah. Sesuai dengan ketentuan undang-undang, proses bioremediasi dilakukan sehingga konsentrasi polutan tanah di bawah 1 persen," jelasnya.

PT CPI pun harus segera menyelesaikan persoalan ini, mengingat kontraknya akan berakhir pada 2021.

"Permasalahan pencemaran tanah ini harus selesai dengan segera, agar tidak menjadi tugas bagi negara dan pengelola selanjutnya," tegasnya.

Senator Jambi, M. Syukur bahkan mempertanyakan kendala yang membuat persoalan ini belum selesai meski sudah terjadi sejak tahun 2001 silam.

"Permasalahan pencemaran tanah ini sudah sejak 2001 tapi sampai 2017 dan menjelang kontrak Chevron habis, pencemaran tanah ini belum teratasi, apa masalahnya? Kami di Komite II DPD RI akan menyoroti permasalahan ini sampai tuntas," ujarnya. ***(ary)

Loading...


Berita Politik lainnya..........
-
- Tolak Kepala Bappeda Riau Mundur,
Plt Gubri: Jangan Mundur di Tengah Gelanggang

- Projo Tak Akui Dokumen Bertandatangan Kepala Daerah
- Projo Tak Akui Dokumen Bertandatangan Kepala Daerah
- Diperiksa Bawaslu Riau,
56 Pertanyaan Diajukan untuk Ketua Panitia Deklarasi Projo

- Ini Pesan Penting Ketua DPRD dan Bupati di Hari Jadi ke-19 Kabupaten Rohul Tahun 2018
- Partai Golkar Ajukan 3 Nama ke DPP sebagai Balon Wabup Rohul
- Warga Siberakun Minta Ketua DPRD Kuansing Perjuangkan Jalan Rusak
- Melalui Paripurna, DPRD Riau Usulkan Pengangkatan Gubernur Riau Defenitif
- Amankan Pemilu 2019, Polda Riau Siapkan 6000 Personel
- Dicaci Netizen karena Dukung Petahana, Syamsuar Menjawab Santun di Akun Media Sosialnya
- Galakkan Mosi Tidak Percaya,
Membelot Dukung Petahana, Kader PAN Riau Minta DPP PAN Pecat Irwan Nasir

- Romahurmuziy: PPP Menarget 3 Besar Nasional di Pileg 2019
- Deklarasi Relawan Satu Telunjuk,
Jokowi Ditargetkan Kembali Menang Besar di Meranti

- Kades di Kenegerian Siberakun Dukung Turnamen Bulutangkis Tajaan Ketua DPRD Kuansing
- KPU Riau Gelar Sosialisasi GMHP di CFD
- Besok, Masyarakat Meranti Deklarasikan Dukungan Jokowi-Ma'ruf Amin
- PPP Gelar Pembekalan Caleg
- Dukung Deklarasi Projo, Irwan Nasir Terancam Dipecat dari Ketua DPW PAN Riau
- HUT Kuansing, Mursini Dapat Kado dari Bawaslu Terkait Dugaan Pelanggaran Deklarasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com