Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 23 September 2017 11:08
Kakanwil Kemenag Riau Ceramah Tahun Baru Islam.di Ponpes Bahrul Ulum

Sabtu, 23 September 2017 08:33
Razia 11 Tempat Gelper di Pekanbaru, Aparat Hanya Amankan Dua Wanita Tanpa KTP

Sabtu, 23 September 2017 07:27
Pemkab Bengkalis Akan Tambah Alat Kesehatan Puskesmas di Perbatasan

Sabtu, 23 September 2017 07:20
Ikuti AYIMUN PBB di Malaysia, Bupati Bengkalis Undang Khusus Andi Putra

Jum’at, 22 September 2017 22:01
Tingkatkan PAD dari Pajak, Komisi III DPRD RIau Kunjungi PT IISS

Jum’at, 22 September 2017 20:56
Riau Care Galang Dana untuk Rohingya,
Besok, Gelar Tabligh Akbar DR Syafiq Riza


Jum’at, 22 September 2017 19:51
Main Judi Song di Warung,
Karyawan PTPN V dan Temannya Ditangkap Polisi Rohul, Tiga Lagi Kabur


Jum’at, 22 September 2017 19:46
Cegah Korupsi, Mendagri Tegaskan Daerah Wajib Gunakan e-Planning

Jum’at, 22 September 2017 19:32
Personel Satlantas Polresta Pekanbaru,
Alami Lakalantas Saat Dinas, Aipda M Yusuf Terima Reward dari Kapolri


Jum’at, 22 September 2017 19:25
Gubri Apresiasi Capaian Atlet Popnas Riau di Semarang

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Rabu, 13 September 2017 22:05
Pajak Air Permukaan Minim,
Dewan Menduga Perusahaan di Riau Curang dalam Menghitung


Anggota DPRD Riau sebut adanya kecurangan perusahaan dalam menghitung pajak air permukaan yang harus dibayar. Akibatnya, PAD menjadi minim.

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi III DPRD Riau menduga, adanya kecurangan yang dilakukan perusahaan di Riau terhadap perhitungan pajak air permukaan. Akibatnya, pendapatan daerah dari sektor pajak, masih minim padahal potensi pajaknya cukup besar.

"Potensi pajak diterima daerah hanya sebesar Rp 23 miliar. Ini karena adanya kecurangan penghitungan dari pihak perusahaan karena alat penghitungan bukan dari pemerintah tapi dari mereka," kata Marwan Yohanis, anggota Komisi III, Rabu (13/09/17).

Untuk mengatasi hal ini, tentu membutuhkan sebuah Perda yang mengatur penggunaan air permukaan bagi perusahaan yang ada di Riau. Perda yang dimaksud saat ini sedang dibahas DPRD Riau.

"Tahun depan, target kami tidak terlalu muluk-muluk bisa meningkat sampai Rp35 miliar sudah bagus. Karena selain Perda, sumber data manusia dan peralatan juga harus mendukung untuk mencapai target itu," ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Suhardiman Amby, Sekretaris Komisi III. Ia menyebut, saat ini ada 219 Pabrik Kelapa Sawit, 2 pabrik kertas dan satu perusahaan minyak yang selama ini mengunakan air permukaan. Namun, pajaknya diduga tidak sesuai dengan yang seharusnya.

"Kami terus menggali data terkait ini untuk dijadikan dasar dalam menagih pajak. Harapan kita dari sektor ini bisa mendongkrak pendapatan daerah karena dana bagi hasil migas sudah menurun," tutupnya. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
karina
Nikmati kemudahan bermain game online sabung ayam bersama kami di link : berikut kontak kami bosku: sabungayam. in dewasabungayam. com sabungayam. com sabung-ayam. net sabong. pw sabungayam. co Silahkan Add PIN BBM Kami D1A1E6DF (FULL) D8DB1C57 (FULL) BOLAVITA

saniabolavita
Dapatkan BONUS 100RB BONUS CASHBACK TERTINGGI s/d 10% Pembayaran AMAN dan TERJAMIN! SIAP BAYAR BERAPAPUN! Info Lebih Lanjut Hubungi : Bolavita. co / 855sm. net BBM : D8C363CA WA : 0813-7705-5002


loading...

Berita Politik lainnya..........
- Tingkatkan PAD dari Pajak, Komisi III DPRD RIau Kunjungi PT IISS
- Cegah Korupsi, Mendagri Tegaskan Daerah Wajib Gunakan e-Planning
- Gubri Desak Dewan Segera Sahkan RTRW Riau
- Pilgubri 2018, Andi Rachman Segera Umumkan Pasanganya
- Rakerda di Rohul, Golkar Riau Siap Mantabkan Pilgubri 2018 dan Pemilu 2019
- Diwarnai Skorsing dan Aksi Protes,
Sidang Paripurna DPRD Riau Pengesahan RTRW Diundur Lagi

- Tinjau Kesiapan SDM Riau, Balon Gubri Achmad Kunjungi Unilak


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.165.74
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com