Home > Politik >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 28 Juli 2017 17:48
Bulog Tambah Pasokan Gula ke Riau

Jum’at, 28 Juli 2017 17:47
Kapolres Turun ke Lokasi,
Dua Peti Kemas yang Ditemukan di Laut Berisi Terigu


Jum’at, 28 Juli 2017 17:43
Disdagperin dan Hiswana Bengkalis Bahas 5 Isu Penting Distribusi Elpiji 3 Kg

Jum’at, 28 Juli 2017 17:35
Puncak Jambore PKK,
Ketua TP PKK Inhil Harapkan Kader Berinovasi Mengembangkan Kualitas


Jum’at, 28 Juli 2017 17:20
PT Nagamas Klaim Kesalahan Teknis Penyebab CPO Tumpah

Jum’at, 28 Juli 2017 16:54
Bupati Harris Buka Kejuaran Menembak Bupati Pelalawan Cup 2017

Jum’at, 28 Juli 2017 16:49
Warung  Koffie Batavia Resmi Hadir di Pekanbaru

Jum’at, 28 Juli 2017 16:46
Satpol PP Pekanbaru Segel Dua Tower Ilegal

Jum’at, 28 Juli 2017 16:36
Satu Pria dan Narkoba Diamankan,
Baliview Luxury Hotel and Resto Pekanbaru Digerebek Polisi


Jum’at, 28 Juli 2017 16:29
Puluhan Ton CPO Milik PT Nagamas Palm Oil Cemari Laut Dumai

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 17 Juli 2017 19:47
Kunjungi DPRD, Peserta Lemhanas Tanyakan Radikalisme di Riau

Sebanyak 20 peserta Lemhanas lakukan kunjungan ke kantor DPRD Riau. Sejumlah cara penanganan permasalahan daerah termasuk penanganan radikalisme menjadi pertanyaan mereka.

Riauterkini-PEKANBARU- Puluhan peserta dari Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) kunjungi Gedung DPRD Riau. Para peserta mempertanyakan tentang radikalisme yang ada di Riau.

"Tadi mereka bertanya, bagaimana penanganan radikalisme di Riau. Saya jawab, perhatian pemerintah pusat masih kurang terhadap penanganan radikalisme di Riau," kata Sugianto, anggota DPRD Riau dari PKB usai pertemuan dengan peserta Lemhanas, Senin (17/07/17).

Anggota Komisi B ini menyebut, Provinsi Riau sangat rentan terhadap radikalisme. Apalagi, Provinsi Riau berbatasan dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan juga berbatasan dengan provinsi tetangga.

"Kita tidak punya kewenangan dalam hal pencegahan, itu kewenangan pusat. Kalau tidak ada proteksi dini, maka ini sangat membahayakan masyarakat Riau, apalagi radikalisme itu sendiri tidak memandang siapapun," ungkapnya.

Lebih lanjut, sebagai wakil rakyat, ia berharap persoalan minimnya perhatian pemerintah pusat terhadap radikalisme ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi para peserta untuk disampaikan ke pemerintah pusat nantinya.

Selain itu, peserta juga mempertanyakan perkembangan Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau. Ia menjawab jika sampai saat ini, Panitia Khusus atau Pansus Raperda RTRW Riau sedang bekerja.

"Pesertanya tadi sekitar 20 orang. Ada juga dari Zimbabwe dan Thailand," ujarnya. ***(ary)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
angeltan
Ayo Segera Bergabung Bersama KamiBandar Sabung Ayam Online Terbesar Di indonesiaDapatkan Promo Terbaik Hanya DisiniLivechat : www(titik)bolavita(titik)co / www(titik)ayamjago(titik)netBBM : D8C363CA (NEW) / BBM : BOLAVITA

saniabolavita
PROMO MERDEKA DI BULAN AGUSTUS 2017 Bonus Freebets dari tanggal 16 - 18 Agustus 2017 BONUS 100rb untuk anda DAPATKAN SEKARANG JUGA BBM : D8C363CA WA : 0813-7705-5002

riau merdeka
hasil riau pandai kalian makan.rakyat riau menderita.mana hati kalian.wajar kami brontak


loading...

Berita Politik lainnya..........
- Banyak Persoalan di Dunia Pendidikan,
Dewan Pertanyakan Pertanggungjawaban Gubri

- Jelang Pilgubri,
Kepala Daerah Dilarang Lakukan Mutasi Enam Bulan Terhitung Penetapan Paslon

- Pansus RTRW Riau Usulkan Pemutihan 410 Ribu Hektar Lahan ke Kementerian LHK
- Di Sungai Kerumutan,
Legislator Pelalawan Sayangkan Arogansi PT MAS Larang Warga Pasang Perangkap Ikan

- Dipimpin Presiden Jokowi, Gubri Hadiri Rakornas TPID di Jakarta
- Penunjukan Plh oleh Plt Kadisdik Riau Dinilai Tak Etis
- Tiga Kali Hearing Tak Hadir,
Dewan Minta Minta Gubri Copot Plt Kadisdik Riau



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.164.247
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com