Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 2 September 2015 22:18
Empat Kalinya Pemko Dumai Dapat Zero Accident 2015

Rabu, 2 September 2015 22:13
3 Desa di Bengkalis Menang Lomba Gotong Royong

Rabu, 2 September 2015 22:06
Jadwal Penerbangan Bandara PK Dumai Terganggu Kabut Asap

Rabu, 2 September 2015 22:00
Sekko Dumai Lepas 280 JCH Menuju Embarkasi Batam

Rabu, 2 September 2015 21:55
Pj. Bupati Bengkalis Pimpin Pencanangan Gotong Royong di Perapat Tunggal

Rabu, 2 September 2015 21:46
‎Kisruh ULP, DPRD Bengkalis Segera Bentuk Pansus

Rabu, 2 September 2015 21:43
Polisi Amankan Tiga Pemain Judi di Tapung, Kampar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Mei 2013 17:53
Status Lahan Tak Jelas,
Dirjen Dikti Kemendikbud Tolak Izin ST2P Pelalawan


Lahan peruntukan ST2P Pelalawan masih belum jelas. Dikti dan Kemendikbut tolak izin sekolah tinggi yang dikelolah swasta tersebut.

Riauteekini-JAKARTA- Kepala Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso menolak mengeluarkan izin pendirian Sekalah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang dikelola oleh Yayasan Amanah Pelalawan (YAP) dibawah binaan Pemkab Pelelawan. Hal ini disebabkan lahan peruntukan lokasi tempat ST2P masih berstatsus milik pemerintah daerah, padahal ST2P merupakan yang dikelola swasta.

"Status lahan harus diperdalam lagi, dan tanah ini diperuntukan untuk memberikan fasilitas kepada swasta. Dan ini harus dicek dan diurus dulu karena nanti bisa bermasalah," kata Djoko Santoso Kepala Dirjen Dikti Kemendikbud, Selasa (7/5/13) di Gedung Kemendikbud, Jakarta saat persentasi pendirian ST2P oleh Eko Supriyanto.

Lebih lanjut Djoko menjelaskan, negara tidak ingin asetnya diberikan kepada swasta dan sebaliknya swasta ingin mendapatkan aset negara.

"Masalah aset ini nanti buntutnya akan panjang, pesan saya dipelajari dulu secara konprehensif. Status lahan harus diperdalam lagi, karena tanah ini diperuntukan untuk memberikan fasilitas kepada swasta, ini harus dicek dulu karena nanti bisa bermasalah. Nanti kalau semuanya sudah benar baru kita bahas lagi," pesan Djoko.

Sementara itu, menurut penjelasan Wakil Bupati Pelalawan Marawan Ibrahim dihadapan Dirjen Dikti Kemendikbud, bahwa pembebasan lahan seluas kurang lebih 300 hekta tersebut secara finansial Pemkab sudah menyiapkan termasuk pembebasan lahannya. "Pemda secara finansial sudah siap, termasuk pembebasan lahan kurang lebih 300 hektar," katanya.

Dari pemaparan Eko Supriyanto dalam persentasinya mengatakan, Model ST2P jenjangnya Program S1. Terdiri dari dua jurusan, yakni Teknologi Industri dan Akroteknologi yang rencananya pendaftaranya ajaran baru tahun ini (2013/2014). Dan tahun 2015 nanti akan ditambah dua jurusan lagi, Teknik Kimia dan Teknik Elektro.

Kedatangan Wakil Bupati Pelalawan dan pihak PT2P ini difasilitasi oleh Anggota DPD RI asal Riau Abdul Gafar Usman. Dimana Gafar mengharapakan apa yang menjadi tujuan pihak PT2P ke Kemendikbud bisa difasilitasi atas syarat administrasi dan teknisnya.

"Kami mengharapkan kiranya pak Dirjen memberikan petunjuk teknis dan admintsrasi. Kedua adalah syarat apa yang akan diperlukan baik secata admistria, pinansial pendirian ST2P ini," kata Gafar Usman.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Pendidikan lainnya..........
- Asap Pekat, Murid Kelas I-III SD di Empat Kecamatan di Inhil Diliburkan
- Uniks Buka Lowongan Dosen Tiga Prodi
- ‎Asap Kian Pekat, Disdik Pekanbaru Belum Liburkan Siswa
- Dirut RAPP Paparan Program FFV di Depan Peserta KKN Kebangsaan
- Wide School Fasilitasi Perguruan Tinggi Riau Diskusi Bersama KUIM Malaysia
- Sidang Senat Terbuka PCR Lantik 611 Mahasiswa Baru
- Besok, Pakar Bioteknologi Malaysia Pembicara Seminar Industri Halal di UIR


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.234.153.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com