Untitled Document
Rabu, 15 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 3 Juni 2015 20:26
Kejari Siak Musnahkan Beragam BB Hasil Kejahatan 2013-2015

Rabu, 3 Juni 2015 20:16
Plt Sekretaris DPRD Riau Diserahkan Syamsurizal ke Ahmad Syah Harofie

Rabu, 3 Juni 2015 20:13
Kabur Setahun Usai Menjalani Sidang,
Tahanan Narkoba Kejari Pekanbaru Berhasil Dibekuk


Rabu, 3 Juni 2015 20:05
Hadapi Ramadhan dan Lebaran, Stok Beras Bulog di Riau Aman

Rabu, 3 Juni 2015 20:03
astikan Rantai Pasok Bebas Deforestasi,
Greenpeace Kawal Kebijakan Pengelolaan Hutan APRIL


Rabu, 3 Juni 2015 19:10
Kemah Budaya Nasional 2015 di Siak,
Kontingen Papua akan Tampilkan Tari Samparidek


Rabu, 3 Juni 2015 19:05
Pembangunan Kantor Baru DPRD Riau,
DED Menunggu Kesepakatan Para Wakil Rakyat




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Mei 2013 17:53
Status Lahan Tak Jelas,
Dirjen Dikti Kemendikbud Tolak Izin ST2P Pelalawan


Lahan peruntukan ST2P Pelalawan masih belum jelas. Dikti dan Kemendikbut tolak izin sekolah tinggi yang dikelolah swasta tersebut.

Riauteekini-JAKARTA- Kepala Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso menolak mengeluarkan izin pendirian Sekalah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang dikelola oleh Yayasan Amanah Pelalawan (YAP) dibawah binaan Pemkab Pelelawan. Hal ini disebabkan lahan peruntukan lokasi tempat ST2P masih berstatsus milik pemerintah daerah, padahal ST2P merupakan yang dikelola swasta.

"Status lahan harus diperdalam lagi, dan tanah ini diperuntukan untuk memberikan fasilitas kepada swasta. Dan ini harus dicek dan diurus dulu karena nanti bisa bermasalah," kata Djoko Santoso Kepala Dirjen Dikti Kemendikbud, Selasa (7/5/13) di Gedung Kemendikbud, Jakarta saat persentasi pendirian ST2P oleh Eko Supriyanto.

Lebih lanjut Djoko menjelaskan, negara tidak ingin asetnya diberikan kepada swasta dan sebaliknya swasta ingin mendapatkan aset negara.

"Masalah aset ini nanti buntutnya akan panjang, pesan saya dipelajari dulu secara konprehensif. Status lahan harus diperdalam lagi, karena tanah ini diperuntukan untuk memberikan fasilitas kepada swasta, ini harus dicek dulu karena nanti bisa bermasalah. Nanti kalau semuanya sudah benar baru kita bahas lagi," pesan Djoko.

Sementara itu, menurut penjelasan Wakil Bupati Pelalawan Marawan Ibrahim dihadapan Dirjen Dikti Kemendikbud, bahwa pembebasan lahan seluas kurang lebih 300 hekta tersebut secara finansial Pemkab sudah menyiapkan termasuk pembebasan lahannya. "Pemda secara finansial sudah siap, termasuk pembebasan lahan kurang lebih 300 hektar," katanya.

Dari pemaparan Eko Supriyanto dalam persentasinya mengatakan, Model ST2P jenjangnya Program S1. Terdiri dari dua jurusan, yakni Teknologi Industri dan Akroteknologi yang rencananya pendaftaranya ajaran baru tahun ini (2013/2014). Dan tahun 2015 nanti akan ditambah dua jurusan lagi, Teknik Kimia dan Teknik Elektro.

Kedatangan Wakil Bupati Pelalawan dan pihak PT2P ini difasilitasi oleh Anggota DPD RI asal Riau Abdul Gafar Usman. Dimana Gafar mengharapakan apa yang menjadi tujuan pihak PT2P ke Kemendikbud bisa difasilitasi atas syarat administrasi dan teknisnya.

"Kami mengharapkan kiranya pak Dirjen memberikan petunjuk teknis dan admintsrasi. Kedua adalah syarat apa yang akan diperlukan baik secata admistria, pinansial pendirian ST2P ini," kata Gafar Usman.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Pendidikan lainnya..........
- Tak Gajian 5 Bulan, Guru Honor Komite SMA di Duri Terpaksa Ngutang
- Disdik Dumai Terapkan PPDB Online di 10 Sekolah
- Sistem Online PSB di Duri Tetap Dilakukan
- ‎STIE Indragiri Rengat, Inhu Gelar HUT XVI
- ‎Pengabdian Masyarakat,
FH Unilak Taja Karya Bakti di Kecamatan Siak Hulu Kampar‎

- SMPN 1 Rambah Bangun Mushala Mewah dengan Biaya Dibebankan ke Siswa
- Bupati Rohul Larang Sekolah Berlakukan Pungli di Tahun Ajaran Baru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.213.234
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com