Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 27 Juli 2016 14:41
Dua Pelaku Curanmor di Pulau Rupat Ditangkap Polisi Rohul

Rabu, 27 Juli 2016 14:36
3 PNS di Disdik dan 1 PNS di BPBD Damkar Bengkalis ‘Siluman’

Rabu, 27 Juli 2016 14:31
Jam Belajar Main di Warnet,
Dua Pelajar di Bengkalis Diamankan Petugas


Rabu, 27 Juli 2016 14:27
Pilkada Inhil 2018,
PDIP Pastikan Usung Kader Partai


Rabu, 27 Juli 2016 14:23
Perkara Penganiayaan oleh Caca Gurning,
Telah Ingkrah, Jaksa Tak Kunjung Eksekusi


Rabu, 27 Juli 2016 14:18
Bawa Air Softgun, Warga Asal Medan Diperiksa Polisi di Rohul

Rabu, 27 Juli 2016 14:12
Target Pecahkan Rekor MURI,
Lusa, BPJS Kesehatan Pekanbaru Gelar Tes IVA di Seluruh Puskesmas




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Mei 2013 17:53
Status Lahan Tak Jelas,
Dirjen Dikti Kemendikbud Tolak Izin ST2P Pelalawan


Lahan peruntukan ST2P Pelalawan masih belum jelas. Dikti dan Kemendikbut tolak izin sekolah tinggi yang dikelolah swasta tersebut.

Riauteekini-JAKARTA- Kepala Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso menolak mengeluarkan izin pendirian Sekalah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang dikelola oleh Yayasan Amanah Pelalawan (YAP) dibawah binaan Pemkab Pelelawan. Hal ini disebabkan lahan peruntukan lokasi tempat ST2P masih berstatsus milik pemerintah daerah, padahal ST2P merupakan yang dikelola swasta.

"Status lahan harus diperdalam lagi, dan tanah ini diperuntukan untuk memberikan fasilitas kepada swasta. Dan ini harus dicek dan diurus dulu karena nanti bisa bermasalah," kata Djoko Santoso Kepala Dirjen Dikti Kemendikbud, Selasa (7/5/13) di Gedung Kemendikbud, Jakarta saat persentasi pendirian ST2P oleh Eko Supriyanto.

Lebih lanjut Djoko menjelaskan, negara tidak ingin asetnya diberikan kepada swasta dan sebaliknya swasta ingin mendapatkan aset negara.

"Masalah aset ini nanti buntutnya akan panjang, pesan saya dipelajari dulu secara konprehensif. Status lahan harus diperdalam lagi, karena tanah ini diperuntukan untuk memberikan fasilitas kepada swasta, ini harus dicek dulu karena nanti bisa bermasalah. Nanti kalau semuanya sudah benar baru kita bahas lagi," pesan Djoko.

Sementara itu, menurut penjelasan Wakil Bupati Pelalawan Marawan Ibrahim dihadapan Dirjen Dikti Kemendikbud, bahwa pembebasan lahan seluas kurang lebih 300 hekta tersebut secara finansial Pemkab sudah menyiapkan termasuk pembebasan lahannya. "Pemda secara finansial sudah siap, termasuk pembebasan lahan kurang lebih 300 hektar," katanya.

Dari pemaparan Eko Supriyanto dalam persentasinya mengatakan, Model ST2P jenjangnya Program S1. Terdiri dari dua jurusan, yakni Teknologi Industri dan Akroteknologi yang rencananya pendaftaranya ajaran baru tahun ini (2013/2014). Dan tahun 2015 nanti akan ditambah dua jurusan lagi, Teknik Kimia dan Teknik Elektro.

Kedatangan Wakil Bupati Pelalawan dan pihak PT2P ini difasilitasi oleh Anggota DPD RI asal Riau Abdul Gafar Usman. Dimana Gafar mengharapakan apa yang menjadi tujuan pihak PT2P ke Kemendikbud bisa difasilitasi atas syarat administrasi dan teknisnya.

"Kami mengharapkan kiranya pak Dirjen memberikan petunjuk teknis dan admintsrasi. Kedua adalah syarat apa yang akan diperlukan baik secata admistria, pinansial pendirian ST2P ini," kata Gafar Usman.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Pendidikan lainnya..........
- Usai Bupati Inhu Berkunjung, SDN 028 Pematang Reba Dapat Meja dan Kursi Belajar
- 133 Mahasiswa Bengkalis Ikuti KKL Terpadu
- Ada Pungutan Bulanan Rp25 Ribu Uang Komputer di SMPN 13 Mandau
- 10 Mahasiswa IPB Terancam Diberhentikan,
Kepala DPKA Rohul: Akan Kita Anggarkan di APBD Perubahan

- Surat IPB Belum Ditanggapi,
10 Mahasiswa IPB Asal Rohul Terancam Dinonaktifkan Hingga Diberhentikan

- Disdik Dumai Larang Sekolah Jual Buku ke Murid
- Tak Miliki Kursi dan Meja, Siswa SDN 028 Pematang Reba Inhu Belajar di Lantai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.100.224
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com