Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 21 Juli 2017 19:15
Kasus Korupsi Beasiswa,
Kajari Kuansing Sebut Segera Tetapkan Tersangka


Jum’at, 21 Juli 2017 18:55
Jadi Korban Penganiayaan,
Dua Wanita di Inhil Laporkan Tetangganya ke Polisi


Jum’at, 21 Juli 2017 18:30
Kak Seto Motivasi Penghuni Lapas AnakPekanbaru

Jum’at, 21 Juli 2017 17:25
Kapolres Kampar Pimpin Rakor Eksternal Penanggulangan Balap Liar dan Geng Motor

Jum’at, 21 Juli 2017 17:20
Juni, KPU Riau Sudah Mulai Tahapan Pilgubri 2018

Jum’at, 21 Juli 2017 17:03
Dugaan Korupsi Rp900 Juta Lebih,
Mantan Kades di Meranti Ini Dikabarkan Tertangkap di Bengkalis


Jum’at, 21 Juli 2017 16:38
Tanpa Sebab Jelas, Pria di Bengkalis Ini Hajar ABG

Jum’at, 21 Juli 2017 16:32
Ketimbang Utang Main Stadion,
Dewan Usulkan Pemprov Lunasi Utang Infrastruktur PON


Jum’at, 21 Juli 2017 15:39
Dua Terduga Pengedar Sabu di Pulau Bengkalis Diringkus Polisi

Jum’at, 21 Juli 2017 15:31
HUT Bhakti ke-57 Adhyaksa,
Kejari Rohul Gelar Jalan Santai‎ dan Bagi-bagi Door Prize




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 7 Mei 2013 17:53
Status Lahan Tak Jelas,
Dirjen Dikti Kemendikbud Tolak Izin ST2P Pelalawan


Lahan peruntukan ST2P Pelalawan masih belum jelas. Dikti dan Kemendikbut tolak izin sekolah tinggi yang dikelolah swasta tersebut.

Riauteekini-JAKARTA- Kepala Dirjen Dikti (Pendidikan Tinggi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso menolak mengeluarkan izin pendirian Sekalah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) yang dikelola oleh Yayasan Amanah Pelalawan (YAP) dibawah binaan Pemkab Pelelawan. Hal ini disebabkan lahan peruntukan lokasi tempat ST2P masih berstatsus milik pemerintah daerah, padahal ST2P merupakan yang dikelola swasta.

"Status lahan harus diperdalam lagi, dan tanah ini diperuntukan untuk memberikan fasilitas kepada swasta. Dan ini harus dicek dan diurus dulu karena nanti bisa bermasalah," kata Djoko Santoso Kepala Dirjen Dikti Kemendikbud, Selasa (7/5/13) di Gedung Kemendikbud, Jakarta saat persentasi pendirian ST2P oleh Eko Supriyanto.

Lebih lanjut Djoko menjelaskan, negara tidak ingin asetnya diberikan kepada swasta dan sebaliknya swasta ingin mendapatkan aset negara.

"Masalah aset ini nanti buntutnya akan panjang, pesan saya dipelajari dulu secara konprehensif. Status lahan harus diperdalam lagi, karena tanah ini diperuntukan untuk memberikan fasilitas kepada swasta, ini harus dicek dulu karena nanti bisa bermasalah. Nanti kalau semuanya sudah benar baru kita bahas lagi," pesan Djoko.

Sementara itu, menurut penjelasan Wakil Bupati Pelalawan Marawan Ibrahim dihadapan Dirjen Dikti Kemendikbud, bahwa pembebasan lahan seluas kurang lebih 300 hekta tersebut secara finansial Pemkab sudah menyiapkan termasuk pembebasan lahannya. "Pemda secara finansial sudah siap, termasuk pembebasan lahan kurang lebih 300 hektar," katanya.

Dari pemaparan Eko Supriyanto dalam persentasinya mengatakan, Model ST2P jenjangnya Program S1. Terdiri dari dua jurusan, yakni Teknologi Industri dan Akroteknologi yang rencananya pendaftaranya ajaran baru tahun ini (2013/2014). Dan tahun 2015 nanti akan ditambah dua jurusan lagi, Teknik Kimia dan Teknik Elektro.

Kedatangan Wakil Bupati Pelalawan dan pihak PT2P ini difasilitasi oleh Anggota DPD RI asal Riau Abdul Gafar Usman. Dimana Gafar mengharapakan apa yang menjadi tujuan pihak PT2P ke Kemendikbud bisa difasilitasi atas syarat administrasi dan teknisnya.

"Kami mengharapkan kiranya pak Dirjen memberikan petunjuk teknis dan admintsrasi. Kedua adalah syarat apa yang akan diperlukan baik secata admistria, pinansial pendirian ST2P ini," kata Gafar Usman.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Gubri Ajak Pramuka Perangi Narkoba
- Bonus Rp7 Juta dari Gubri untuk Peraih Emas ICHO di Thailand Bidang Kimia
- Jadi Irup di SMAN 8 Pekanbaru, Gubri Puji Peraih Emas Bidang Kimia ICHO di Thailand
- Aklamasi, Junaidi Pimpin Kwarcab 04.02 Gerakan Pramuka Inhil
- Direktur RAPP Beberkan Rahasia Sukses Berkarir
- Warga Mandau Kecewa, Pemerintah tak Punya Solusi Sengkarut Penerimaan Murid Baru
- Sisa 322 Peminat 6 SMA Negeri Ditualang, Siak Diakomodir Lewat Tes Ulang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.56.254
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com