Untitled Document
Senin, 27 Zulqaidah 1435 H |
Home > Pendidikan>>

Berita Terhangat...
Senin, 22 September 2014 12:56
Diduga Hendak Menculik Anak, Pemuda Mabuk Dibebaskan Polres Meranti

Senin, 22 September 2014 12:54
Wagubri Kagumi Peralatan Penanggulangan Karhutla RAPP di Riau Expo 2014

Senin, 22 September 2014 12:48
Pentingnya Penguatan Peran Gubernur Sebagai Wakil Pusat di Daerah

Senin, 22 September 2014 11:52
Polres Pelalawan Tangkap Empat Tersangak Pembakar Lahan

Senin, 22 September 2014 11:25
Pemko tak Becuh Kelola Sampah,
Adipura Hanya untuk Jalan Sudirman Pekanbaru


Senin, 22 September 2014 11:17
Pekanbaru Siap Laksanakan Percetakan e-KTP

Senin, 22 September 2014 10:17
Intsiawati Ayus Masuk Bursa Kandidat Ketua DPD RI



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 16:59
Wako dan Wawako Dumai Tinjau UN,
Ditemukan Beberapa Soal Tidak Bersampul


Pelaksanaan UN SMA sederajat di Dumai tergolong lancar. Walaupun ditemukan dua sekolah yang soalnya kekuarangan sampul.

Riauterkini-DUMAI- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA Sederajat 2013 di Kota Dumai, tepat pukul 7.30 WIB, Senin (15/4/13) mendapat tinjauan Walikota Dumai Khairul Anwar, Wakil Walikota Dumai, Agus Widayat dan Sekertaris Kota (Sekko) Dumai, Said Mustafa.

Agenda yang dibagi-bagi itu, Walikota Dumai Khairul Anwar secara langsung meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 2 Dumai. Kemudian, Wakil Walikota Dumai Agus Widayat melakukan peninjauan di SMA Negeri 1 Dumai, dan untuk Sekko Dumai Said Mustafa di SMA Man.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Sya'ari mengatakan, bahwa sejauh ini pelaksanaan UN SMA sederajat di Kota Dumai berjalan sesuai dengan rencana. Sedangkan pelaksanaan UN kali ini sendiri, kata dia, seluruh sekolah melaporkan kelancaraanya dan tidak ada hambatan sama sekali.

"Sampai pagi ini laporan dari sekolah bagus. Semua berjalan sesuai rencana. Tidak ada laporan terkait masalah atau kendala di lapangan. Maka dari itu, saya harapkan pelaksanaan UN ini bisa maksimal dan bisa dihadapi seluruh pelajar," tutur Kadisdik Dumai.

Dengan pelaksaan UN tingkat SMA Sederajat kali ini, Kadisdik Dumai mengharapkan situasi ini terus berlangsung hingga tuntas pelaksanaan UN SMA sederajat pada 18 April mendatang. Kadisdik meneruskan, bahwa jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 3.644 orang.

"Siswa yang mengikuti UN berasal dari 30 SMA sederajat di Kota Dumai yang terdiri dari 2.198 siswa SMA dan MA dengan 120 ruang ujian dan 240 pengawas. Sedangkan 1.446 siswa lainnya berasal dari delapan SMK dengan 77 ruang ujian dan 154 pengawas," katanya.

Sya'ari mengimbau seluruh siswa untuk tidak stres dalam menghadapi UN. Karena yang terpenting, siswa harus fokus dan percaya diri dalam menjawab soal-soal UN. Kepada pihak sekolah diharapkan selalu memberikan semangat kepada peserta didiknya dan kepada orang tua diminta untuk memotivasi.

"Mengawasi dan tidak memberikan beban berat pada anak-anaknya agar peserta UN bisa fokus dan melaksanakannya dengan baik, jujur dan berprestasi. Tahun ini tidak ada istilah paket soal. Yang ada peserta UN mendapatkan naskah soal berbeda," jelasnya.

Kata dia, misalnya dalam satu ruangan itu ada 20 peserta UN, maka naskah soal yang dibagikan ada 20 juga. Jadi, masing–masing peserta tidak akan mendapatkan soal yang sama dalam satu ruangan dan juga soalnya tidak akan sama dengan peserta UN di ruangan lainnya.

Ditemukan Soal UN Kekurangan Beberapa Sampul

Selain masalah keterlambatan, Dinas Pendidikan Kota Dumai saat melakukan pemilahan menemukan adanya kekurangan beberapa sampul yang berisikan 20 varian soal untuk dua sekolah yaitu SMKN 3 dan SMKN 1 Dumai.

Ketua Panitia UN SMA Sederajat, Misdiono mengatakan, Pemilahan soal dilakukan di kantor disdik oleh masing-masing sekolah, untuk memisahkan soal SMA, MA dan SMK beserta mata pelajaran yang diujikan.

"Setelah itu, soal dan LJK baru didistribusikan ke seluruh sekolah. Sementara itu, untuk memudahkan dalam pendistribusian ke sekolah-sekolah yang berada jauh dari pusat kota, seperti di Kecamatan Medang Kampai dan Sungai Sembilan, soal dan LJK UN telah dititipkan di Kepolisian Sektor (Polsek) setempat," jelasnya.

Mengenai adanya kekurangan soal, Misdiono menyatakan telah melaporkannya ke pihak Universitas Riau, selaku pengawas pendistribusian dan menyatakan langsung terjun ke Dumai untuk mengantarkan soal yang kurang.

"Ujian dimulai pada pukul 07.30 WIB dan kita berharap naskah soal dan LJK dijemput lebih awal agar pelaksanaanya sesuai jadwal. Karena sebelum dimulai, ada beberapa hal yang harus dilakukan peserta seperti penjelasan oleh pengawas dan juga pengisian biodata peserta di lembar jabawan," terang Kabid Managemen Pendidikan Dasar dan Menengah pada Disdik Dumai ini.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Pertama di Riau STAI Bengkalis Resmi Berstatus Negeri
- Tertinggi Tingkat Universitas,
Randi Puncaki Wisuda Sarjana ke-64 dan Pasca Sarjana ke-27 UIR

- BRI Pangkalan Kerinci-Disdik Pelalawan Jalin Kerja Sama,
Gaji Guru Kuala Kampar Jadi Pilot Project

- Ikatan Keluarga Alumni PCR Resmi Dibentuk
- Bikin Terali Sekolah, SMPN 5 Mandau Lakukan Pungutan ke Wali Murid
- 110 Mahasiswa UPP Rohul dari 5 Prodi Diwisuda
- Disdik Tunggu Hasil Rapat Gabungan,
Belum Ada Tanda Libur Sekolah Akibat Asap



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.96.124
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com