Untitled Document
Sabtu, 8 Muharram 1436 H |
Home > Pendidikan>>

Berita Terhangat...
Sabtu, 1 Nopember 2014 07:27
Kebakaran Ludeskan Gudang Batako di Jalan Imam Munandar Pekanbaru

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:23
Polres Bengkalis Ringkus Maling 26 Ton Minyak PT Chevron

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:12
Ribuan Ikan Ditemukan Mati Mengapung di Sungai Muara Kuku, Rohul

Jum’at, 31 Oktober 2014 22:07
111

Jum’at, 31 Oktober 2014 22:02
Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:58
Bantahan DJKD Kemendagri Terkait Berita Dugaan Gubri Annas Palsukan APBD 2015

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:54
Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Sinaboi, Rohil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 16:59
Wako dan Wawako Dumai Tinjau UN,
Ditemukan Beberapa Soal Tidak Bersampul


Pelaksanaan UN SMA sederajat di Dumai tergolong lancar. Walaupun ditemukan dua sekolah yang soalnya kekuarangan sampul.

Riauterkini-DUMAI- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA Sederajat 2013 di Kota Dumai, tepat pukul 7.30 WIB, Senin (15/4/13) mendapat tinjauan Walikota Dumai Khairul Anwar, Wakil Walikota Dumai, Agus Widayat dan Sekertaris Kota (Sekko) Dumai, Said Mustafa.

Agenda yang dibagi-bagi itu, Walikota Dumai Khairul Anwar secara langsung meninjau pelaksanaan UN di SMA Negeri 2 Dumai. Kemudian, Wakil Walikota Dumai Agus Widayat melakukan peninjauan di SMA Negeri 1 Dumai, dan untuk Sekko Dumai Said Mustafa di SMA Man.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Sya'ari mengatakan, bahwa sejauh ini pelaksanaan UN SMA sederajat di Kota Dumai berjalan sesuai dengan rencana. Sedangkan pelaksanaan UN kali ini sendiri, kata dia, seluruh sekolah melaporkan kelancaraanya dan tidak ada hambatan sama sekali.

"Sampai pagi ini laporan dari sekolah bagus. Semua berjalan sesuai rencana. Tidak ada laporan terkait masalah atau kendala di lapangan. Maka dari itu, saya harapkan pelaksanaan UN ini bisa maksimal dan bisa dihadapi seluruh pelajar," tutur Kadisdik Dumai.

Dengan pelaksaan UN tingkat SMA Sederajat kali ini, Kadisdik Dumai mengharapkan situasi ini terus berlangsung hingga tuntas pelaksanaan UN SMA sederajat pada 18 April mendatang. Kadisdik meneruskan, bahwa jumlah siswa yang mengikuti UN sebanyak 3.644 orang.

"Siswa yang mengikuti UN berasal dari 30 SMA sederajat di Kota Dumai yang terdiri dari 2.198 siswa SMA dan MA dengan 120 ruang ujian dan 240 pengawas. Sedangkan 1.446 siswa lainnya berasal dari delapan SMK dengan 77 ruang ujian dan 154 pengawas," katanya.

Sya'ari mengimbau seluruh siswa untuk tidak stres dalam menghadapi UN. Karena yang terpenting, siswa harus fokus dan percaya diri dalam menjawab soal-soal UN. Kepada pihak sekolah diharapkan selalu memberikan semangat kepada peserta didiknya dan kepada orang tua diminta untuk memotivasi.

"Mengawasi dan tidak memberikan beban berat pada anak-anaknya agar peserta UN bisa fokus dan melaksanakannya dengan baik, jujur dan berprestasi. Tahun ini tidak ada istilah paket soal. Yang ada peserta UN mendapatkan naskah soal berbeda," jelasnya.

Kata dia, misalnya dalam satu ruangan itu ada 20 peserta UN, maka naskah soal yang dibagikan ada 20 juga. Jadi, masing–masing peserta tidak akan mendapatkan soal yang sama dalam satu ruangan dan juga soalnya tidak akan sama dengan peserta UN di ruangan lainnya.

Ditemukan Soal UN Kekurangan Beberapa Sampul

Selain masalah keterlambatan, Dinas Pendidikan Kota Dumai saat melakukan pemilahan menemukan adanya kekurangan beberapa sampul yang berisikan 20 varian soal untuk dua sekolah yaitu SMKN 3 dan SMKN 1 Dumai.

Ketua Panitia UN SMA Sederajat, Misdiono mengatakan, Pemilahan soal dilakukan di kantor disdik oleh masing-masing sekolah, untuk memisahkan soal SMA, MA dan SMK beserta mata pelajaran yang diujikan.

"Setelah itu, soal dan LJK baru didistribusikan ke seluruh sekolah. Sementara itu, untuk memudahkan dalam pendistribusian ke sekolah-sekolah yang berada jauh dari pusat kota, seperti di Kecamatan Medang Kampai dan Sungai Sembilan, soal dan LJK UN telah dititipkan di Kepolisian Sektor (Polsek) setempat," jelasnya.

Mengenai adanya kekurangan soal, Misdiono menyatakan telah melaporkannya ke pihak Universitas Riau, selaku pengawas pendistribusian dan menyatakan langsung terjun ke Dumai untuk mengantarkan soal yang kurang.

"Ujian dimulai pada pukul 07.30 WIB dan kita berharap naskah soal dan LJK dijemput lebih awal agar pelaksanaanya sesuai jadwal. Karena sebelum dimulai, ada beberapa hal yang harus dilakukan peserta seperti penjelasan oleh pengawas dan juga pengisian biodata peserta di lembar jabawan," terang Kabid Managemen Pendidikan Dasar dan Menengah pada Disdik Dumai ini.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- UR Nonaktifkan Sementara Gulat Manurung
- Penandatanganan KTSP 2014.
Sekolah Dihimbau Melapor Jika Ada Pungutan

- 17 Perusahaan Ikuti PCR Job Fair 2014
- Program Kemitraan Pendidikan Australia-Indonesia Fase 3,
12 MIS dan 25 MTsS di Inhil Terima Bantuan untuk Peningkatan Akreditasi

- Fiesta 2014 di Universitas Andalas, Padang,
Gudep 616 SMAN 1 Hulu Kuantan Wakili Kuansing di Ajang Pramuka Penegak se-Sumatera

- Wisuda Perdana Uniks,
Bupati Sukarmis Ajak Masyarakat Terus Tingkatkan SDM

- Wisuda Perdana,
Universitas Islam Kuansing Tamatkan 422 Sarjana



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.202.106
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com