Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 31 Mei 2016 23:11
Gubri Kunjungi Bupati Inhil di RS Awal Bros

Selasa, 31 Mei 2016 22:37
Saksikan Pelantikan Lira Riau,
Gubri: Jangan Hanya Mengawasi tapi Berikan Sumbangsih Pemikiran


Selasa, 31 Mei 2016 22:04
Serapan APBD Rendah,
Bupati Bengkalis Deadline SKPD Dua Bulan Tuntaskan Lelang


Selasa, 31 Mei 2016 21:27
Diiringi Kader Berseragam Biru,
Noviwaldy Jusman Daftarkan Diri ke Demokrat sebagai Bakal Calon Walikota Pekanbaru


Selasa, 31 Mei 2016 21:19
BPBD Rohul Dukung Wacana Restorasi Lahan Gambut

Selasa, 31 Mei 2016 20:13
Walikota Firdaus Temu Ramah dengan Petani se-Pekanbaru di UPTB Rumbai

Selasa, 31 Mei 2016 20:02
DPR Setujui Anggota Dewan Mundur dari Jabatan Bila Ikut Pilkada



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 13:00
Ditinjau Wabup,
9 Sekolah di Rohil Kekurangan Soal UN 2013


Pelaksanaan UN SMA sederajat di Rohil tak seluruhnya lancar. Saat meninjau ke sejumlah sekolah, Wabup Suyatno mendapat laporan adanya 9 sekolah kekurangan soal.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Wakil Bupati Rohil Suyatno meninjau secara lansung pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/SMK/MA. Diketahui ada sembilan sekolah yang tidak cukup soal ujiannya.

Peninjauan dilakukan Senin (15/4/13) mulai dari SMAN 1 Bangko, MAN Bagansiapiapi dan terakhir di Perguruan Wahidin, dari tiga sekolah tersebut berjalan lancer. Namun ada sembilan sekolah lain yang tidak mendapatkan soal atau kurang soal.

Wabub Suyatno menyatakan, permasalahan kekurangan soal tidak hanya terjadi di Rokan Hilir. “Tidak hanya di Kabupaten Rokan Hilir saja, banyak soal-soal yang melenceng kesana kemari ya, semuanya sudah diupayakan, yang jelas, 7.344 ini, di Kabupaten Rokan Hilir serentak ujian, tidak ada hambatan, walaupun ada hambatan, biasalah, panitia, dari independent, Dinas Pendidikan segala macam, telah berupaya, yang jelas untuk hari ini, untuk Kabupaten Rokan Hilir semuanya mengikuti ujian nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Rohil Surya Arfan menyatakan, soal sudah datang sebelumnya pukul 1.00 WIB dini hari, langsung didistribusikan ke UPTD.

“Kemudian dalam perjalanannya ada empat satuan pendidikan yang tidak dapat soal SMA Darul Arafah, Tanjung Medan, kemudian SMK Cendana, Kecamatan Bangko, kemudian dua PKPM, tapi sudah kita atasi, sesuai ketentuan yang ada boleh di foto kopi, Hari ini, kita foto kopi soalnya dulu, kemudian baru ikut ujian,” katanya.

Ketika ujian berlangsung kembali diketahui kondisi serupa terjadi, dan akhirnya ditotal ada sembilan sekolah yang harus difoto kopi soalnya. “Dalam perjalanannya hari ini, sembilan sekolah bernasib sama, kita foto kopi soal-soal, dan tidak merugikan, mulai jam 9.00 sampai jam 12.00,” tambahnya.

Dia agak kecewa dengan kondisi ini. “Saya kecewa, mengapa sekarang menjadi seperti ini, begitu parah, kita dari pemerintah daerah, siswa sudah siap mengikuti ujian, dengan kendala kekurangan soal, akan berpengaruh kepada psikologis anak. Kalau gagal itu bukan karena siswa, tapi pemerintahlah yang tidak siap,” katanya kesal.

Karena kalau di foto kopi juga akan ada permasalahan, karena setiap soal memiliki barkod dan Lembar Jawaban Komputer (LJK) tidak akan terbaca. “Katakanlah di kopi, soal itu menggunakan barkod, kalau difoto kopi, barkod hilang, tak terbaca lagi, kita ndak mau anak dirugikan, ada sembilan sampai hari ini soal difoto kopi,” katanya.

Terkait hal tersebut, Pemantau Ujian SMA/SMK/MA Usman Saufi mengaku telah mengambil langkah mengatasi kekurangan soal tersebut. “Kita buat langkah tindakan yang kita ambil, sesuai dengan aturan yang dikelola BSNP, menyangkut soal yang kurang, ada beberapa langkah yang harus kita ambil, bisa menggunakan soal cadangan BSNP pada masing-masing sekolah, kalau soal cadangan tidak mencukupi, tidak ada, bisa memakai soal sekolah yang terdekat,” katanya menyebutkan solusi.

Termasuk jika soal tersebut mengalami kerusakan, bisa difoto kopi. “Kalau rusak, kita bisa foto kopi, kita ambil langkah yang sesuai yang telah diatur. Saya melihat, kondisi yang diprediksi tidak akan terjadi, langkah-langkah itulah yang kita ambil,” katanya.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Pendidikan lainnya..........
- Libur Ramadhan, Disdik Pekanbaru Sarankan Sekolah Buka Pesantren Kilat
- BPDK-KS dan Apkasindo Dumai Buka Beasiswa D1 Anak Petani Sawit
- Demo Bupati Meranti, Ratusan Mahasiswa Desak Pencairan Beasiswa
- Setelah 'Puasa' 5 Bulan, Akhirnya Guru Bantu Wailayah Meranti Terima Gaji
- Di Wilayah Kopertis X,
UIR Jadi Perguruan Tinggi dengan Akreditasi C Paling Sedikit

- 200 Anak Petani Kelapa Sawit Terima Beasiswa DI
- Selama Ramadhan Hingga Lebaran Sekolah di Dumai Diliburkan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.225.55.88
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com