Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 3 Desember 2016 20:54
Kapolres Kampar Tinjau Bendungan PLTA

Sabtu, 3 Desember 2016 20:48
Plt. Sekda Buka Rakerda MUI Bengkalis

Sabtu, 3 Desember 2016 20:34
Pria di Desa Ngaso, Rohul Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat

Sabtu, 3 Desember 2016 20:30
BUMDes Senggoro Bengkalis Terima Penyertaan Modal Rp194 Juta

Sabtu, 3 Desember 2016 18:39
Tempuh Jarak 1.317 Kilometer,
Warga Inhil Naik Motor Ikuti Aksi Bela Islam III di Jakarta


Sabtu, 3 Desember 2016 18:09
Gagal Maling, Seorang Warga Meranti Nyaris Tewas Dihajar Massa

Sabtu, 3 Desember 2016 14:48
Telkomsel Raih Penghargaan World Communication Awards 2016

Sabtu, 3 Desember 2016 13:17
Mayat Wanita tak Dikenal Membusuk di Kebun Sawit Warga Tukjimun, Inhil

Sabtu, 3 Desember 2016 06:49
Dua Rampok Bersenpi Rampas 2,5 Kg Emas dan Rp80 Juta dari Warga Kampar

Jum’at, 2 Desember 2016 20:37
Ratusan Warga Bengkalis Ikuti Bela Islam Jilid III



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 11 April 2013 16:44
Guru di Rohul Dipaksa Bayar Rp 300 Ribu untuk Seminar Hardiknas 2013

Disdikpora Rohul merancang seminar sehari sempena Hari Pendidikan Nasional 2013, namun para guru mengeluh karena dipaksa bayar Rp 300 ribu untuk membiayainya.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sejumlah guru di Kabupaten Rokan Hulu mengaku dipaksa mengikuti seminar sehari dengan catatan harus membayar biaya sebesar Rp300 ribu per guru.

"Yang kita sayangkan dan kita takutkan, jika guru tidak mengikuti seminar ini akan kenai sanksi dari Disdikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga)," ungkap NU, salah seorang guru di Pasirpangaraian, minta nama lengkapnya tidak ditulis, Kamis (11/4/13).

NU mengaku sebagai guru dan merangkap Ibu rumah tangga, dana Rp300 ribu sangat besar baginya, apalagi gajinya hanya pas untuk biaya makan keluarga dan biaya sekolah anak-anaknya termasuk seorang yang sedang belajar di perguruan tinggi. Tidak ada lagi dana tambahan lain dari luar profesinya.

"Jika sanksi tetap berlaku, kita siap mengikuti seminar itu, tapi biayanya tolong dikurangi pak, atau ada dispensasi dari dinas agar kami tidak mengikuti seminar," harap NU.

Di lain tempat, Kepala Disdikpora Rohul, M Zen, mengaku seminar sehari dengan materi Sosialisasi Program S3 dan Pembahasan Kurikulum 2013, rencananya digelar di Gedung Daerah Pasirpangaraian, 4 Mei 2013 mendatang.

"Tidak ada unsur paksaan bagi guru PNS dan honor untuk mengikuti seminar. Kita hanya sebarkan 2.000 undangan ke sekolah. Jika ada paksaan, tentu kita buat undangan sesuai jumlah guru di Rokan Hulu," tegas M Zen.

Pada seminar mendatang, Universitas Selangor Malaysia akan sosialisasikan Program S3 nya. Agar pihak universitas datang, segala sesuatunya ditanggung Disdikpora Rohul, termasuk bagi tamu dari Pusat Kurikulum, Jakarta.

Biaya Rp300 ribu yang dikenakan kepada kalangan guru, lanjut M Zen, sudah termasuk untuk sertifikat, snack, dan makan siang. "Tidak ada paksaan. Siapa saja yang mau ikut datang," katanya lagi.

M Zen mengaku lagi, untuk seminar bagi kalangan guru memang jarang dilakukan di Rohul, tapi bagi guru di Pekanbaru seminar serupa sudah sering dilakukan, bahkan biaya sampai Rp500 ribu per orang.

Jika benar guru dipaksa mengikuti seminar sehari Mei mendatang, tentu dana yang dikumpulkan panitia tidak sedikit. Diakumulasikan, biaya Rp300 ribu dikalikan dengan jumlah guru di Rohul yang mencapai sekitar 4.500 orang, tentu biaya yang terkumpul mencapai Rp1.350.000.000.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
titi dj
hati-hati kesampatan dalam kesempitan, mencari keuntungan atau setoran, mentang2 guru membutuhkan sertifikatnya

hendra pasuhuk
sebenarnya klo dikaji kutipan yang selalu dilakukan oleh dinas dan uptd pada guru dirhul sudah numpuk tu,,cuma mungkin karena udah kenyang maka baru kali ini mereka berani mengadu kewartawan,,,sebab memang sudah keterlaluan sih yang dilakukan ini,,l

M Zen
Awak olah koriang dicekik Pak Bupati yg nak jadi Gubri tu....jadi guru awak korbankan

ujang
mudah2an omongan kepala disdiknya benar alias gak boong,,,soalnya yang sering terjadi diRohul,,memg undangannya cuma satu dikirim kesekolah, tapi selalu dikasih embel2 "AKAN DIABSEN" jadi intinya sama saja dengan ancaman,,,dan ini sudah biasa terjad


Berita Pendidikan lainnya..........
- 120 Mahasiswa STAIN Bengkalis Ikuti Pelatihan Jurnalistik
- Program Beasiswa PT RAPP,
Mantan Tukang Parkir Asal Lipat Kain Merasa Mimpi Kuliah di Bandung

- 141 Mahasiswa STIE Syari’ah Bengkalis Diwisuda
- Setangkai Bunga di Hari Guru untuk Guru SMPN 1 Rambah-Rohul
- Demo, Massa APMKP Desak Kadisdik Pelalawan Dicopot
- 146 Mahasiswa STAIN Bengkalis Diwisuda
- STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Wisuda 103 Lulusan S1 Prodi MPI dan KPI


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.204.185.107
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com