Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 6 Pebruari 2016 20:13
Simpan Sabu-sabu dalam Tas, Warga Rohil Tak Berkutik

Sabtu, 6 Pebruari 2016 20:08
Kodim 0313 KPR Giat Tanamkan Semangat Wasbang dan Bela Negara Sejak Dini di Rohul

Sabtu, 6 Pebruari 2016 19:37
Simpan Sabu di Bawah Jendela Kamar, Warga Bagansiapiapi Ditangkap Polisi

Sabtu, 6 Pebruari 2016 17:58
Bupati Terpilih Dilantik 17 Februari, Pj. Bupati Bengkalis Pamitan

Sabtu, 6 Pebruari 2016 17:54
Gelar Musrenbangdes, Koto Kombu Fokus Ingin Bangun Infrastruktur dan Ekonomi

Sabtu, 6 Pebruari 2016 16:51
Alat Berat Tangkapan dari TKP Karlahut Dibawa ke Mapolsek Kubu, Rohil

Sabtu, 6 Pebruari 2016 16:29
Kabut Lewat Jembatan Rusak, Pelaku Curas di Panipahan Ditembak Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 April 2013 15:06
Sekdaprov Kosong, Dana Bos Terancam Pencairannya

Dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS Provinsi Riau terancam pencairannya. Pemicunya, Pemprov belum memiliki Sekda.

Riauterkini-PEKANBARU-Roda Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau tampaknya akan mengalami beberapa kendala diakibatkan kosongnya jabatan.Sekretaris Daerah (Sekda) pasca pensiunnya Wan Syamsir Yus. Ini dikarenakan ada beberapa kewenangan yang tidak bisa didelegasikan kepada Asisten.

Wakil Gubernur Riau, R Mambang Mit, kepada Riauterkini, Rabu (10/4/13), menyatakan hal tersebut. Menurut Wagubri, kewenangan yang tidak bisa didelegasikan seperti kegiatan pengadaan barang dan jasa.

"Jadi delegasi ini bukan terkait waktu, tetapi ada tugas-tugas Sekda yang tidak bisa didelegaaikan ke Asisten sehingga pada tanggal penentuan tidak bisa dilaksanakan," serunya.

Menurut Wagubri, untuk kegiatan rutin seperti gaji pegawai itu bisa dilimpahkan ke Asisten III. Untuk tenaga honorer sendiri, tergantung dari mana status honornya tersebut.

"Kalau gaji karyawan itu jelas. Kalau honorer lihat apakah itu untuk pengadaan langsung," kata Wagubri.

Sementara itu, Asisten III Setdaprov Riau, Hardy Jamaluddin, menyebutkan dengan kekosongan sekda ini, otomatis kewenangan dilimpahkan ke asisten bagian masing-masing. Sebagai Asisten III, Hardy mengurusi bidang administrasi dan sejauh ini masalah gaji dan tunjangan pegawai tidak ada masalah.

"Otomatis dilimpahkan. Semua berjalan tidak ada masalah. Kalau rutin ke saya, gaji dan tunjangan tidak masalah. Kalau yang tidak bisa baru ke atas," serunya.

Dikatakan Hardy, ada bagian yang bisa dijalani oleh Biro dan ada di Sekda. Untuk Surat Perintah Mencairkan (SPM) yang ditangani Sekda seperti dana Hibah termasuk Biaya Operasional Sekolah (BOS) memang harus melalui Sekda.

"Jadi sebagai KPA ada hal-hal yang memang ada di Sekda. Seperti SPM dana hibah, BOS, ini belum ada. Tapi kalau ada Plt bisa. Kita usahakanlah secepatnya mencari solusi," ungkap Hardy.***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Pendidikan lainnya..........
- SMAN 2 Rambah Rohul Masih Kekurangan Sarana Pendukung
- 374 Pelajar SMKN 1 Mandau, Bengkalis Siap Hadapi Kompetensi dan UN
- Antisipasi Pungli di Sekolah, Disdik Pekanbaru Akan Buka Call Center
- Disdik Pekanbaru: 27 Sekolah Siap Laksanakan UN dengan Sistem CBT
- 56 Siswa SD se-Kecamatan Sail, Pekanbaru Terima Zakat Profesi Guru
- Di Ajang STEEPA Se- Sumatra di Kerinci, SMAN 1 Bangkinang Kembali Mendulang Prestasi
- Dirut BRK Irvandi Isi Seminar Internasional Unilak Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.233.208
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com