Untitled Document
Ahad, 19 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Pendidikan>>

Berita Terhangat...
Ahad, 20 April 2014 18:26
Jelang Ramadhan, Pujasera di Duri Difungsikan

Ahad, 20 April 2014 18:19
Bisa Bawa Pulang TV Samsung LED 32 Inch Tanpa Diundi,
Beli New Sorento Selama Pameran di Ciputra


Ahad, 20 April 2014 18:12
Penerimaan Taruna Akpol 2014,
Kapolres Inhil Imbau Calon Peserta Tidak Percaya Calo


Ahad, 20 April 2014 18:06
Atlet FPTI Meranti Tampil di Kejurnas Sakai Climbing 2014

Ahad, 20 April 2014 17:06
Berdalih Laporan Kedaluarsa,
Panwaslu Rohul Stop Kasus Dugaan Pidana Anggota KPPS


Ahad, 20 April 2014 17:02
Panwaslu Inhu Tindak-lanjuti Dugaan Pengalihan Suara Caleg Gerindra

Ahad, 20 April 2014 16:39
Sandera Pemilik Toko,
5 Rampok Bersenjata Api Gondol 3 Kilogram Emas dan Uang Ratusan Juta




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 April 2013 15:06
Sekdaprov Kosong, Dana Bos Terancam Pencairannya

Dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS Provinsi Riau terancam pencairannya. Pemicunya, Pemprov belum memiliki Sekda.

Riauterkini-PEKANBARU-Roda Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Riau tampaknya akan mengalami beberapa kendala diakibatkan kosongnya jabatan.Sekretaris Daerah (Sekda) pasca pensiunnya Wan Syamsir Yus. Ini dikarenakan ada beberapa kewenangan yang tidak bisa didelegasikan kepada Asisten.

Wakil Gubernur Riau, R Mambang Mit, kepada Riauterkini, Rabu (10/4/13), menyatakan hal tersebut. Menurut Wagubri, kewenangan yang tidak bisa didelegasikan seperti kegiatan pengadaan barang dan jasa.

"Jadi delegasi ini bukan terkait waktu, tetapi ada tugas-tugas Sekda yang tidak bisa didelegaaikan ke Asisten sehingga pada tanggal penentuan tidak bisa dilaksanakan," serunya.

Menurut Wagubri, untuk kegiatan rutin seperti gaji pegawai itu bisa dilimpahkan ke Asisten III. Untuk tenaga honorer sendiri, tergantung dari mana status honornya tersebut.

"Kalau gaji karyawan itu jelas. Kalau honorer lihat apakah itu untuk pengadaan langsung," kata Wagubri.

Sementara itu, Asisten III Setdaprov Riau, Hardy Jamaluddin, menyebutkan dengan kekosongan sekda ini, otomatis kewenangan dilimpahkan ke asisten bagian masing-masing. Sebagai Asisten III, Hardy mengurusi bidang administrasi dan sejauh ini masalah gaji dan tunjangan pegawai tidak ada masalah.

"Otomatis dilimpahkan. Semua berjalan tidak ada masalah. Kalau rutin ke saya, gaji dan tunjangan tidak masalah. Kalau yang tidak bisa baru ke atas," serunya.

Dikatakan Hardy, ada bagian yang bisa dijalani oleh Biro dan ada di Sekda. Untuk Surat Perintah Mencairkan (SPM) yang ditangani Sekda seperti dana Hibah termasuk Biaya Operasional Sekolah (BOS) memang harus melalui Sekda.

"Jadi sebagai KPA ada hal-hal yang memang ada di Sekda. Seperti SPM dana hibah, BOS, ini belum ada. Tapi kalau ada Plt bisa. Kita usahakanlah secepatnya mencari solusi," ungkap Hardy.***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Wide School Gelar Pelatihan Toefl Gratis
- Donatur Ditangkap Polda,
Siswa Wahidin Bagansiapiapi Mogok Belajar

- Ditemukan di Riau,
Jokowi Masuk Soal UN SMA Bahasa Indonesia

- 408 Peminat Daftar Calon Guru PDTW dan PDTU Rohul
- 2014, PCR-Chevron Gelar Program Wira Usaha di Rohil dan Bengkalis
- Protes Sanksi Penunggak Termin,
Mahasiswa Politeknik Kampar Mogok Sejak Senin

- Jokowi Muncul di Soal UN, Mahasiswa Desak Mendikbud Mundur


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.23.239
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com