Untitled Document
Kamis, 7 Zulhijjah 1435 H |
Home > Pendidikan>>

Berita Terhangat...
Kamis, 2 Oktober 2014 17:23
AKBP Pitoyo Komit Berantas Korupsi di Rohul

Kamis, 2 Oktober 2014 17:01
Korban Tabrak Lari, Staf TU SMPN 6 Mandau Tewas mengenaskan

Kamis, 2 Oktober 2014 16:58
Dosennya Tersandung Kasus Korupsi,
UR Menunggu Perkembangan Hukumnya


Kamis, 2 Oktober 2014 16:54
AKBP Pitoyo Komitmen Berantas Korupsi di Kabupten Rohul

Kamis, 2 Oktober 2014 16:53
Diperketat, Program PPIDK Pelalawan Belum Berjalan

Kamis, 2 Oktober 2014 16:50
Masyarakat Desak Poda Riau Tuntaskan Dugaan Korupsi Bansos di Bengkalis

Kamis, 2 Oktober 2014 16:42
Bukti Tindak Kejahatan, Polres Kampar Musnahkan Sabu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Maret 2013 06:41
123 Kepala Sekolah di Pekanbaru Teken Pakta Integritas

Walikota Pekanbaru Firdaus menginginkan kenirja maksimal para kepala sekolah. Untuk itu, sebanyak 123 Kepsek diwajibkan meneken pakta integritas.

Riaiterkini-PEKANBARU-Menindak lanjuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala sekolah di lingkungan Kota Pekanbaru, 123 kepala sekolah terlantik melakukan penandatanganan fakta integritas di aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Rabu (13/3/13) malam. Hal ini sebagai komitmen tanggung jawab yang diberikan kepada kepala sekolah baru untuk mengemban tugas.

Penandatangan fakta integritas tersebut merupakan intruksi Walikota Pekanbaru Firdaus saat memberikan amanah dalam pelantikan, Rabu (13/3/13) di aula Kantor Walikota Pekanbaru. Ia akan melakukan evaluasi per semester dan akan diberikan waktu dua semester.

\"Pertama belum menampakkan hasil, kita berikan satu semester lagi. Setelah kita berikan, di semester berikutnya juga tidak menampakkan prestasi. Kita minta mereka mengundurkan diri,\" jelas Firdaus.

Penandatangan dilakukan langsung di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Zulfadil Masing-masing kepala sekolah menandatangani fakta integritas yang berisikan tujuh pernyataan sebagai komitmen dengan jabatan barunya.

Masing-masing adalah komitmen melaksanakan pelayanan prima kepada masyarakat di tempat bertugas dan menghindari pungutan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang tidak ada garis petunjuknya. Dengan tujuan mempercepat proses penanggulangan dan pencegahan korupsi di Indonesia.

Mereka juga menyatakan akan mewujudkan program K3 di sekolah dengan menekankan kepada anak didik dan masyarakat agar terwujud kebersihan dan ketertiban yang berkelanjutan di Sekolah. Selain itu, mereka juga menyatakan komitmen untuk menegakkan disiplin disekolah, mulai dari disiplin jam masuk dan jam pulang serta pakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya mereka komitmen akan mensukseskan program pemerintah dalam menyalurkan dana BOS, memelihara barang inventaris seolah. Terpenting adalah mereka akan mensukseskan visi misi dinas Pendidikan Kota Pekanbaru yakni \'sebagai pusat pelayanan pendidikan yang berkualitas, madani dan menjadi rujukan nasional.

Terahir adalah kesiapan para kepala sekolah untuk menerima putusan yang diambil setelah dilakukan evaluasi selama satu semester atau enam bulan. Dari semua pernyataan tersebut, jika mereka tidak menjalankan tugas sebagaimana diatas, mereka siap diberikan sangsi sesuai aturan yang berlaku.***(tam)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Orang Desa
Pak Udin, di SD 051 atau dulu SD 008 Kecamatan Limapuluh lebih parah lagi. Gurunya memungut uang les sampai Rp250 ribu sebulan untuk les 3 kali seminggu. Kalau tidak ikut les, anak2 diancam tidak naik kelas. Kalau tidak percaya datang saja ke sekolah

Rakyat Biasa
Bagusnya untuk kepala sekolah, fakta integritasnya menyangkut komitmen tidak memakan uang BOS sepeser pun. Sebab BOS itu miliknya murid, dan harus kembali ke murid. Tapi kebanyakan, kepala sekolah menganggap dana BOS itu miliknya, sehingga dipakainya

kalau hati sudah dikeraskan, tak peka pada kebenaran!
Erzet dan antek2nya masih menyebut2 dia telah berjasa pada Riau. jasa? sedikit mungkin ada tapi yang banyak apakah bukan pemborosan dan ketidakefisienan? kalau dana pembangunan riau yang berpuluh2 triliun dalam 10 tahun ini dikelola oleh orang yang l


Berita Sosial lainnya ..........
- Dikelola Tak Jelas,
Polres Bengkalis Incar Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS SDN 30 Sungai Alam

- Kisruh STIE Syari’ah Bengkalis,
Pemkab Siapkan Opsi Cabut Bantuan Operasional

- Lama Menunggu, SDN 003 Bagan Sinembah Rohil Akhirnya Dapatkan Mobiler
- PT SMA dan Tanoto Foundation Taja Pelatihan Guru SD di Simpang Kanan, Rohil
- Delapan Tahun Disalurkan,
Pengelolaan Dana BOS SDN 30 Sungai Alam, Bengkalis Tak Jelas

- Kisruh STIE Syari’ah Bengkalis,
Dewan Khawatir Korbankan Pengakuan Akreditasi Kelulusan Mahasiswa

- Kemendiknas RI Setujui Pendirian Politeknik Maritim di Bengkalis


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.235.222
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com