Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 19 Nopember 2017 09:40
Respon Putusan Bawaslu, KPU Terima Pendaftaran 9 Parpol

Ahad, 19 Nopember 2017 09:24
2.400 Pelari Ramaikan Foam Run Telkomsel Di Kota Pekanbaru

Ahad, 19 Nopember 2017 05:17
HGN 2017, Bupati Inhil Tegaskan Peran Guru Mencerdaskan Anak Bangsa

Sabtu, 18 Nopember 2017 17:38
MUI Kuansing Lakukan Pemetaan Aliran Sesat

Sabtu, 18 Nopember 2017 16:52
Dishub Dumai Segera Tertibkan Travel Ilegal

Sabtu, 18 Nopember 2017 15:03
Diduga Frustasi dengan Penyakitnya,
Seorang Bapak di Gunung Toar Nekad Gantung Diri


Sabtu, 18 Nopember 2017 13:32
1x24 Jam Napi Bandar Narkoba Malaysia Kabur,
Tiga Petugas Kemenkum HAM Lakukan Pemeriksaan 4 Petugas Lapas Bengkalis


Sabtu, 18 Nopember 2017 12:39
Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:41
Asah Kemampuan, Personel Inhil Taja Latihan Bongkar Pasang Senjata SS1

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:38
Duta Rohul, Desa Bangun Jaya Juara Pertama Desa Per PHBS Riau 2017



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 14 Maret 2013 06:41
123 Kepala Sekolah di Pekanbaru Teken Pakta Integritas

Walikota Pekanbaru Firdaus menginginkan kenirja maksimal para kepala sekolah. Untuk itu, sebanyak 123 Kepsek diwajibkan meneken pakta integritas.

Riaiterkini-PEKANBARU-Menindak lanjuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala sekolah di lingkungan Kota Pekanbaru, 123 kepala sekolah terlantik melakukan penandatanganan fakta integritas di aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Rabu (13/3/13) malam. Hal ini sebagai komitmen tanggung jawab yang diberikan kepada kepala sekolah baru untuk mengemban tugas.

Penandatangan fakta integritas tersebut merupakan intruksi Walikota Pekanbaru Firdaus saat memberikan amanah dalam pelantikan, Rabu (13/3/13) di aula Kantor Walikota Pekanbaru. Ia akan melakukan evaluasi per semester dan akan diberikan waktu dua semester.

\"Pertama belum menampakkan hasil, kita berikan satu semester lagi. Setelah kita berikan, di semester berikutnya juga tidak menampakkan prestasi. Kita minta mereka mengundurkan diri,\" jelas Firdaus.

Penandatangan dilakukan langsung di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Zulfadil Masing-masing kepala sekolah menandatangani fakta integritas yang berisikan tujuh pernyataan sebagai komitmen dengan jabatan barunya.

Masing-masing adalah komitmen melaksanakan pelayanan prima kepada masyarakat di tempat bertugas dan menghindari pungutan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang tidak ada garis petunjuknya. Dengan tujuan mempercepat proses penanggulangan dan pencegahan korupsi di Indonesia.

Mereka juga menyatakan akan mewujudkan program K3 di sekolah dengan menekankan kepada anak didik dan masyarakat agar terwujud kebersihan dan ketertiban yang berkelanjutan di Sekolah. Selain itu, mereka juga menyatakan komitmen untuk menegakkan disiplin disekolah, mulai dari disiplin jam masuk dan jam pulang serta pakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya mereka komitmen akan mensukseskan program pemerintah dalam menyalurkan dana BOS, memelihara barang inventaris seolah. Terpenting adalah mereka akan mensukseskan visi misi dinas Pendidikan Kota Pekanbaru yakni \'sebagai pusat pelayanan pendidikan yang berkualitas, madani dan menjadi rujukan nasional.

Terahir adalah kesiapan para kepala sekolah untuk menerima putusan yang diambil setelah dilakukan evaluasi selama satu semester atau enam bulan. Dari semua pernyataan tersebut, jika mereka tidak menjalankan tugas sebagaimana diatas, mereka siap diberikan sangsi sesuai aturan yang berlaku.***(tam)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Orang Desa
Pak Udin, di SD 051 atau dulu SD 008 Kecamatan Limapuluh lebih parah lagi. Gurunya memungut uang les sampai Rp250 ribu sebulan untuk les 3 kali seminggu. Kalau tidak ikut les, anak2 diancam tidak naik kelas. Kalau tidak percaya datang saja ke sekolah

Rakyat Biasa
Bagusnya untuk kepala sekolah, fakta integritasnya menyangkut komitmen tidak memakan uang BOS sepeser pun. Sebab BOS itu miliknya murid, dan harus kembali ke murid. Tapi kebanyakan, kepala sekolah menganggap dana BOS itu miliknya, sehingga dipakainya

kalau hati sudah dikeraskan, tak peka pada kebenaran!
Erzet dan antek2nya masih menyebut2 dia telah berjasa pada Riau. jasa? sedikit mungkin ada tapi yang banyak apakah bukan pemborosan dan ketidakefisienan? kalau dana pembangunan riau yang berpuluh2 triliun dalam 10 tahun ini dikelola oleh orang yang l


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Meriahkan Milad Ke-108, Muhammadiyah Pekanbaru Taja Pawai Ta'aruf
- Uji Skil, SMKN 1 Tamut Taja SOS Camp Competition III 2017
- Gubri Beri Kuliah Umum di Politeknik Dumai
- Tiga Siswa SMA Mutiara Harapan Borong Gelar Juara di 2nd English Contest Unilak
- Dukung Percepatan Pembangunan,
Aji Pekanbaru Taja Lokakarya Jurnalistik sosialisasi Satu Peta di Riau

- Perlu Perhatian Pemerintah,‎
Siswa SMP LPMD Suka Maju Rohul Numpang Belajar di Bangunan Tua

- Ini Jawaban Bupati Rohul Ketika Ditanya Mahasiswi UPP Kebijakan dalam Mengatasi Pengangguran


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.134.32
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com