Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 21 Pebruari 2017 12:08
Penyebab Belum Jelas, Rumah Warga Kunatan Mudik, Kuansing Terbakar

Selasa, 21 Pebruari 2017 11:15
Kompak Curi 5 Motor, Suami-istri Ditangkap Polresta Pekanbaru

Selasa, 21 Pebruari 2017 11:04
Gondol Uang Rp100 Juta dari ATM, Teknisi BTN Pekanbaru Ditangkap

Selasa, 21 Pebruari 2017 11:01
Hujan Deras Setengah Malam, Sebagian Pangkalan Kerinci Kebanjiran

Selasa, 21 Pebruari 2017 10:04
Lima Kali Gauli Santriwati, Kuli Panggul di Kampar Ditangkap Polisi

Selasa, 21 Pebruari 2017 09:36
Gadis 13 Tahun di Pekanbaru Dijual Temannya ke Om Hidung Belang

Selasa, 21 Pebruari 2017 07:51
Pansus DPRD Riau Dalami Info SK Baru Menteri LHK Terkait RTRWP

Selasa, 21 Pebruari 2017 07:47
Kawannya Diburu, Seorang Tersangka Narkoba Diangkap Polres Rohul

Selasa, 21 Pebruari 2017 07:40
Kapolres Rohul Ajak Santri Ponpes Ar-Royyan Kabun jadi Anggota Polri

Senin, 20 Pebruari 2017 22:10
Danrem 031 Wirabima Jabat Dantim Satgas Karlahut Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Maret 2013 06:41
123 Kepala Sekolah di Pekanbaru Teken Pakta Integritas

Walikota Pekanbaru Firdaus menginginkan kenirja maksimal para kepala sekolah. Untuk itu, sebanyak 123 Kepsek diwajibkan meneken pakta integritas.

Riaiterkini-PEKANBARU-Menindak lanjuti pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kepala sekolah di lingkungan Kota Pekanbaru, 123 kepala sekolah terlantik melakukan penandatanganan fakta integritas di aula Kantor Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Rabu (13/3/13) malam. Hal ini sebagai komitmen tanggung jawab yang diberikan kepada kepala sekolah baru untuk mengemban tugas.

Penandatangan fakta integritas tersebut merupakan intruksi Walikota Pekanbaru Firdaus saat memberikan amanah dalam pelantikan, Rabu (13/3/13) di aula Kantor Walikota Pekanbaru. Ia akan melakukan evaluasi per semester dan akan diberikan waktu dua semester.

\"Pertama belum menampakkan hasil, kita berikan satu semester lagi. Setelah kita berikan, di semester berikutnya juga tidak menampakkan prestasi. Kita minta mereka mengundurkan diri,\" jelas Firdaus.

Penandatangan dilakukan langsung di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Zulfadil Masing-masing kepala sekolah menandatangani fakta integritas yang berisikan tujuh pernyataan sebagai komitmen dengan jabatan barunya.

Masing-masing adalah komitmen melaksanakan pelayanan prima kepada masyarakat di tempat bertugas dan menghindari pungutan dalam Penerimaan Siswa Baru (PSB) yang tidak ada garis petunjuknya. Dengan tujuan mempercepat proses penanggulangan dan pencegahan korupsi di Indonesia.

Mereka juga menyatakan akan mewujudkan program K3 di sekolah dengan menekankan kepada anak didik dan masyarakat agar terwujud kebersihan dan ketertiban yang berkelanjutan di Sekolah. Selain itu, mereka juga menyatakan komitmen untuk menegakkan disiplin disekolah, mulai dari disiplin jam masuk dan jam pulang serta pakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya mereka komitmen akan mensukseskan program pemerintah dalam menyalurkan dana BOS, memelihara barang inventaris seolah. Terpenting adalah mereka akan mensukseskan visi misi dinas Pendidikan Kota Pekanbaru yakni \'sebagai pusat pelayanan pendidikan yang berkualitas, madani dan menjadi rujukan nasional.

Terahir adalah kesiapan para kepala sekolah untuk menerima putusan yang diambil setelah dilakukan evaluasi selama satu semester atau enam bulan. Dari semua pernyataan tersebut, jika mereka tidak menjalankan tugas sebagaimana diatas, mereka siap diberikan sangsi sesuai aturan yang berlaku.***(tam)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Orang Desa
Pak Udin, di SD 051 atau dulu SD 008 Kecamatan Limapuluh lebih parah lagi. Gurunya memungut uang les sampai Rp250 ribu sebulan untuk les 3 kali seminggu. Kalau tidak ikut les, anak2 diancam tidak naik kelas. Kalau tidak percaya datang saja ke sekolah

Rakyat Biasa
Bagusnya untuk kepala sekolah, fakta integritasnya menyangkut komitmen tidak memakan uang BOS sepeser pun. Sebab BOS itu miliknya murid, dan harus kembali ke murid. Tapi kebanyakan, kepala sekolah menganggap dana BOS itu miliknya, sehingga dipakainya

kalau hati sudah dikeraskan, tak peka pada kebenaran!
Erzet dan antek2nya masih menyebut2 dia telah berjasa pada Riau. jasa? sedikit mungkin ada tapi yang banyak apakah bukan pemborosan dan ketidakefisienan? kalau dana pembangunan riau yang berpuluh2 triliun dalam 10 tahun ini dikelola oleh orang yang l


Berita Pendidikan lainnya..........
- Yayasan Ar-Ridha Bagansiapiapi Peringati Ulang Tahun ke-18
- Pansel Tetapkan 11 Anggota Dewan Pendidikan Rohul dan 11 PAW-nya
- Tak Ikut PIlkada, Seluruh Sekolah di Pelalawan Besok Libur
- Hari ini, Mahasiswa Kembali Demo Pemkab Meranti Soal Beasiswa
- Kadisdik Kuansing Kaget Dana Sertifikasi Guru Sudah Habis
- Gedung Sekolah MDTA Teluk Latak, Bengkalis Rusak Parah
- Unri Siapkan Soft Skill Bidang Perminyakan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.144.205.182
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com