Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Pebruari 2018 22:01
Ditabrak Truck Balak, Anggota Damkar Mandau, Bengkalis Tewas Ditempat

Ahad, 25 Pebruari 2018 21:42
Seorang Suami di Inhu Tega Bunuh Istrinya

Ahad, 25 Pebruari 2018 19:45
LE Mulai Kampanyekan Prabowo-Cak Imin untuk Pilpres 2019

Ahad, 25 Pebruari 2018 16:38
Pasangan AYO Sambangi Sentra Nenas di Rokan Hilir

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:48
Capella Honda Serahkan Unit PCX150 Kepada 10 Konsumen Pembeli Perdana

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:43
Ini Rencana Besar Pasangan AYO untuk Kota Dumai

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:56
KBM di Desa Koto Ranah, Mahasiswa UPP Rohul Merasa Pulang Kampung

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:53
Arminareka Perdana Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Asal Rohul Maret 2018

Ahad, 25 Pebruari 2018 13:22
Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Dukung dan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Ahad, 25 Pebruari 2018 10:19
Sudah Diikuti 1.600 Murid, Diluncurkan Didikan Subuh Quran di Bengkalis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 28 September 2012 14:43
Dua Kecamatan di Rohul Kekurangan Guru

Tenaga pendidik di Kabupaten Rokan Hulu belum terdistribusi merata. Terbukti, sejumlah sekolah di dua kecamatan kekurangan guru.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sejumlah sekolah di Kecamatan Tambusai Utara dan Bonaidarussalam masih kekurangan puluhan tenaga guru. Untuk mengisi kekosongan saat jam proses belajar mengajar, pengawas sekolah diberi kewenangan ikut mengajar.

Perihal ini terungkap saat rapat rutin 41 pengawas sekolah tingkat SLTP dan SLTA dari tiga Rayon, di Aula Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdipora) Rohul, Jumat (28/9/12). Kepala Disdikpora Rohul, Muhammad Zen, mengungkapkan, saat rapat tadi, pada umumnya pengawas sekolah mengeluhkan masalah klasik, yakni masalah kekurangan tenaga guru di sejumlah di daerah tertentu.

Diakuinya, sudah beberapa kali Disdikpora Rohul mengajukan rencana penambahan puluhan tenaga guru di wilayah kerjanya ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) , tapi hal ini terhambat adanya aturan lima menteri untuk merekrut tenaga honor.

“Karena ada aturan lima menteri yang melarang merekrut tenaga honor, sebab itu lah sebagai solusinya, para pengawas sekolah di Rohul kita beri kewenangan untuk ikut mengajar,” jelasnya menjawab riauterkini.com di Pasirpangaraian, Jumat siang.

Pada rapat rutin, M Zen intruksikan seluruh pengawas sekolah untuk turun setiap minggu ke sekolah-sekolah di wilayah Rayon nya, sehingga seluruh kendala proses belajar mengajar dipecahkan bersama Disdikpora Rohul setiap Jumat.

Pengawas juga diwajibkan mendampingi kepala sekolah dalam membenahi administrasi sekolah, termasuk membantu para guru dalam mempersiapkan rencana persiapan pengajaran (RPP) dan terus diawasi.

Menghadapi ujian nasional (UN) 2012-2013 mendatang, para pengawas sekolah juga mendapat tugas penting, yakni menyiapkan materi 20 tipe soal. Pun, sekolah diwajibkan menggelar bimbingan belajar bagi pelajar nya di sekolah masing-masing.

Bimbel bagi pelajar, kata M Zen sudah dimulai bulan ini dan akan berakhir menjelang sebulan menjelang UN. Untuk dana sendiri, pihak sekolah dimintanya menggelar rapat dengan komite sekolah. “Intinya dana tidak memberatkan orang tua siswa,” harap Kadisdikpora Rohul lagi.***(zal)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Nini Pelet Rokan
Untk BpK Ka. dis...Yth: Jadi Pemimpin Yang Bijak n Arif...Bijak Dalam Memutuskan Suatu Perkara, dan Arif setiap Langkah Menyikapi KOndisi( tdk Gampang Mendengar Kata Yg belum Jelas Niatny) Bagi Temen2 Yang Merasa Butuh Biaya HIdup..Bekerja Keraslah

Buat pak m.zen
Di dinas pendidikan tu banyak mafia, setiap urusan pasti harus ada duit, apa ini perintah pak zen, contoh naik pangkat, berkala, dan masih banyak lagi pak

mantan guru komite
mo aku lah prnah jd guru komite 6th,.ndak ado hsilnyo..kwan2 bru honor lgsung dpek sk honor GB,ntah dr siapo nyo dpek awak ndak tahu, pak zen di ujungbatu ado kabar urang baru tamat paket c dpek sk GB,.HAi pak wartawan iko berita mantap klau ndak pec

Tokoh masyarakat
Harusnya diberdayakan yang ada, jangan yang honor yang diangkat jadi guru, di dinas pendidikan tu berserak guru pindahkan aja lagi, guru udah melimpah ruah di rohul jangan ditambah lagi

honor
guru honor komite sudah ada tapi sayang gajinya hanya 300 - 500 rb. Mentok kesjahtraan tak dapt, tnjgn NUPTK nol. Kasian mereka. Anak istri mau makan apa ???

Untuk Pak Kadis
Segera gelar Sidak pak, banyak guru di Rohul jarang masuk, jadi lah pimpinan yang disiplin, sebab guru kita banyak nongkrong di warung.


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- KBM di Desa Koto Ranah, Mahasiswa UPP Rohul Merasa Pulang Kampung
- Orasi Ilmiah, Wisuda Angkatan Kedua STAILe Pekanbaru akan Diisi Menteri Hanif Dhakhiri
- 46 Casis dari Lanud Rsn Siap Ikuti Seleksi SMA Pradita Dirgantara
- Pelalawan Kekurangan 6.954 Set Meja-kursi Belajar SD dan SMP
- Kaderisasi Ulama dan Guru Hafiz,
Manara dan MUI Begnkalis Kirim 24 Santri Mondok di Pulau Jawa

- Markas Koramil 02 Rambah 'Diserbu' Puluhan Murid RA Azza Rohul
- Pertanyakan Status, Guru Honor Komite Sekolah Mengadu ke Komisi III DPRD Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.242.236.164
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com