Berita Terhangat... |
Kamis, 20 Juni 2013 07:38 Berbelit dan Gugup Ditanya Hakim, Pencuri Motor Terancam Tujuh Tahun Penjara.
Rabu, 19 Juni 2013 20:51 Proton Preve Hadir di Pekanbaru
Rabu, 19 Juni 2013 20:41 Eksekusi Lahan di Dumai Berlangsung Ricuh
Rabu, 19 Juni 2013 20:36 Chaidir Mundur, Pengurus PD Riau Merasa Kehilangan
Rabu, 19 Juni 2013 20:32 Polisi Tangkap 5 Perampok Dumtruk di Tapung Hilir
Rabu, 19 Juni 2013 20:19 Bupati Kampar Lantik Kades Sei Simpang Dua
Rabu, 19 Juni 2013 20:05 Hari Ini, BMKG Pekanbaru Catat Ada 142 Titik Api
|
|
|
|
Jum’at, 25 Mei 2012 18:49 18 Siswa SMA Sederat di Dumai Tak Lulus UN
Sebanyak 18 dari 3.55 siswa SMA sederat di Kota Dumai tidak lulus UN.
Riauterkini-DUMAI- Dinas Pendidikan Kota Dumai menyatakan bahwa dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2012 ini, sebanyak 18 siswa dari total keseluruhan 3.555 orang SMA sederajat dinyatakan tidak lulus. Sedangkan untuk pengumuman lulus akan disampaikan di masing-masing sekolah
dan media cetak terbitan lokal.
"Tingkat kelulusan mencapai 99,60 persen. Siswa yang tidak lulus ini tersebar hampir di semua tingkatan sekolah, baik SMA, SMK maupun MA di 30 sekolah se-kota Dumai. Kelulusan akan disampaikan secara serentak melalui papan pengumuman sekolah masing-masing dan dapat dilihat sekitar pukul
10.00 WIB," kata Sya'ari, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Dumai, Jumat (25/5/12).
Bagi siswa yang tidak lulus ini, ungkap mantan Kadisdik Bengkalis ini, 4 di antaranya merupakan siswa yang tidak mengikuti UN tanpa ada keterangan yang jelas. Sehingga oleh Disdik dianggap Drop Out (DO).
Sedangkan rincian kelulusan anak didik yang selesai mengikuti masa pendidikan di bangku sekolah menengah atas ini, yaitu 99,74 persen siswa SMA, 96,89 persen siswa MA dan 99,86 persen siswa yang bersekolah di SMK negeri maupun swasta.
"Yang dinyatakan tidak lulur itu diantaranya karena DO, sedangkan untuk selebihnya nilai mata ujiannya masih kurang dan perlu untuk melakukan ujian susulan. Kemudian untuk persentase pendidikan sendiri, saya kira di Dumai sudah lumayan bagus dari pada tahun sebelumnya," cetus Sya'ari.
Ketika disinggung mengenai soal peringkat dan rata-rata nilai siswa serta peringkat prestasi, Kadisdik Dumai mengaku belum dilakukan penghitungan. Alasannya, Disdik mengumumkan kelulusan di media cetak, agar siswa tidak beramai-ramai datang ke sekolah melihat pengumuman dan hal itu juga untuk menghindari perayaan kelulusan secara berkonvoi dan melakukan aksi yang tidak dianjurkan.
"Penghitungan jelas belum ada, namun kemungkinkan untuk tingkatan SMA dan
MA naik peringkat se provinsi Riau. Siswa dapat melihat pengumuman
kelulusan di salah satu media cetak lokal dan di sekolah masing-masing.
Namun untuk itu saya harapkan kepada siswa dan siswi yang lulus agar tidak
melakukan konvoi dengan mencoret-coret baju. Jika hal itu dilakukan, maka
sangat disayangkan jika memeriahkan kelulusan dengan malakukan hal
tersebut," pungkas Kadisdik Dumai.***(had)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|