Untitled Document
Sabtu, 15 Rajab 1434 H |
Home > Pendidikan>>

Berita Terhangat...
Sabtu, 25 Mei 2013 17:48
Pilkada, Ribuan Massa Antar CERDAS Mendaftar ke KPU Inhil

Sabtu, 25 Mei 2013 17:45
Mazda VX-1, Cara Mudah dan Nyaman Berkendaraan

Sabtu, 25 Mei 2013 17:43
Usai Daftar, Herman Abdullah Bertemu Warga Simpang Baru

Sabtu, 25 Mei 2013 17:35
Gagal Rebut Demokrat, tak Membuat Zainal Abidin Surut Ikut Pilkada Inhil

Sabtu, 25 Mei 2013 17:33
Pilkada, Pasangan SUMBAWA Pertama Daftar ke KPU Inhil

Sabtu, 25 Mei 2013 17:28
Ketua IKBR Tumpal Hutabarat Dikukuhkan

Sabtu, 25 Mei 2013 13:20
Meriah. Puncak Peringatan Milad Pemuda Muhammadiyah ke-81 di UMRI



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 14 April 2012 17:20
Isentif Guru Bengkalis Dipotong untuk Bayar Hutang PGRI

PGRI Kabupaten Bengkalis dikabarkan sedang dililit hutang. Untuk membayarnya, diminta seluruh UPTD memotong dana isentif para guru.

Riauterkini - DURI - Sungguh aneh dan ganjil ulah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bengkalis yang secara terang terangan meminta kepada seluruh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan yang ada di Kabupaten berjuluk negeri Sri Junjungan untuk memotong isentif guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan bersaran berbeda Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu perorangnya dengan melalui surat edaran.

Khusus di Kecamatan Mandau, Edaran. Yang ditulis dikertas putih tersebut tertera bahwasannya pemotongan tersebut diperuntukkan guna membayar hutang PGRI Kabupaten Bengkalis tanpa dirinci hutang apa yang dimaksud.

Yang lebih ironisnya lagi, ternyata kesepakatan tersebut tidak pernah dikonfirmasikan kepada sebahagian guru PNS yang menjadi korbannya tersebut sesuai dengan pengakuan kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mandau M.Rasyid beberapa waktu yang lalu.

"Bagaimana mau ikhlas kalau dipotong dengan alasan sepihak saja. Keperluannyapun tidak dirinci,"keluh salah seorang guru yang tidak ingin identitasnya disebutkan ketika ditemui riauterkini.com.

Ditempat terpisah, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Mandau, M Rasyid saat dikonfirmasi riauterkini.com menjelaskan bahwasannya pemotongan dana isentive yang bervariasi tersebut sudah melalui prosedur yang berlaku diantaranya sudah melalui surat edaran dan disepakati."Hal tersebut sudah disepakati guru PNS yang ada dan edarannyapun ada. Jadi jangan dibesar besarkanlah,"jelasnya.

Ketua PGRI Kabupaten Bengkalis Syafri, saat dikonfirmasi terkait pemotongan dana isentive guru tersebut melalui sambungan telepon genggamnya beberapa kali tak kunjung diangkat dan melalui pesan singkat juga tidak dibalas.***(hen)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Odot
sebaik nya guru2 yg tdk mengetahui pemotongan,kroscek terlebih dahulu d UPTD kecamatan.UPTD jg sebaiknya lbh meningkatkan sosialisasi agar tdk terjadi berita yg simpang siur.

herliyan
herliyan2 tak ado caro lain bayo utang....sian nengok guru

Anti Barang kuno
Kalau mau jualan jangan disini kang, ngk akan laku..

Bambang Yuniarto



Berita Sosial lainnya ..........
- Siswa SMA Plus Mewakili Indonesia Ikuti Olimpiade Biologi di Beijing


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.5.29
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com