Home > Pendidikan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Agustus 2017 08:36
Diawali Penyerahan Bantuan Program K3S, Bupati Inhil Buka MTQ Kecamatan Enok

Rabu, 23 Agustus 2017 08:33
Wens Manggut Terpilih Secara Aklamasi jadi Ketua Umum AMSI

Rabu, 23 Agustus 2017 07:29
Cabuli Gadis 13 Tahun, Warga Bengkalis Ditangkap Polisi

Rabu, 23 Agustus 2017 07:25
Bakal Dibuka Gubri, Sebanyak 193 Team Mulai Hari ini Adu Cepat di Pacu Jalur 2017

Selasa, 22 Agustus 2017 21:11
Pertengahan 2017, Peserta BPJS Kesehatan Pekanbaru Tembus Angka 1,7 Juta Jiwa

Selasa, 22 Agustus 2017 21:02
Diapresiasi Bupati,
Bakaroh, Cara Warga Sungai Intan, Inhil Jaga Ekosistem Sungai


Selasa, 22 Agustus 2017 19:52
Kemendikbud Sahkan 11 Warisan Budaya Tak Benda Riau

Selasa, 22 Agustus 2017 19:48
Smartfren Berikan Bonus Hingga 13 GB dengan Pembelian Kartu Perdana

Selasa, 22 Agustus 2017 19:16
Periode Kedua, Senator Riau Gafar Usman Kembali Pimpin BAP DPD RI

Selasa, 22 Agustus 2017 19:12
Harus Bijak Menggunakan Medsos,
Kemenko PMK Tanamkan Revolusi Mental kepada Puluhan Pelajar di Riau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 15 Maret 2012 14:10
Protes Skorsing,
Mahasiswa STIES Mengadu Bupati dan DPRD Bengkalis


Kisruh STIES Bengkalis terus berlanjut. Sejumlah mahasiswa berdemo di Kantor Bupati dan DRPD setempat, memprotes skorsing terhadap sejumlah temannya.

Riauterkini-BENGKALIS- Belasan mahasiswa mengatasnamakan diri Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi (AMPD) Bengkalis, berunjukrasa ke Kantor Bupati Bengkalis, Kamis (15/3/12).

Aksi unjukrasa belasan mahasiswa ini, merupakan buntut dari sanksi skorsing yang diberikan manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Bengkalis terhadap sejumlah mahasiswa. Karena dipicu sejumlah aksi Ketua STIES Bengkalis dijabat Nurul Amin didesak mundur. Mereka menilai skorsing yang diberikan itu, mencoreng demokrasi kampus dan membunuh karakter mahasiswa.

Membekali spanduk karton, dan berorasi di depan Kantor Bupati para mahasiswa meminta, agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis ikut menyelesaikan persoalan di kampus STIES Bengkalis.

"Kami meminta agar Pemkab juga berperan dalam menyelesaikan masalah STIES Bengkalis. Demokrasi kampus seperti di kebiri, kami yang kritis harus di skorsing," ujar Hanafi, salah seorang mahasiswa disela-sela unjuk rasa.

Sebelum menuju ke Kantor Bupati Bengkalis, belasan mahasiswa berkumpul dan berorasi di depan Kampus STIES Bengkalis. Akhirnya, sejumlah mahasiswa diperkenankan menemui Pemkab Bengkalis diwakili Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bengkalis Herman Sani, didampingi Kabag Humas Basri, dan Kabag Umum Herman, di Ruang Rapat Lantai II.

Dalam pertemuan tersebut, 6 (enam)perwakilan mahasiswa memaparkan latar belakang kisruh di kampus hingga kini belum tuntas dan meruncing berujung pada penyekoran sejumlah mahasiswa. Perwakilan mahasiswa menyebutkan, penandatanganan pernyataan pada saat mediasi dan temuh ramah dengan sejumlah manajemen kampus, terjadi penindasan dan intimidasi serta paksaan terhadap aktivis untuk menandatangani pernyataan.

"Kami merasa diintimidasi saat penandatanganan peryataan itu. Kita ingin hak-hak mahasiswa jangan ditindas. Kita juga ada bukti video ketika kami diintimidasi," ujar salah seorang mahasiswa Hariyanto, saat pertemuan.

Sementara itu, menanggapi aspirasi belasan mahasiswa tersebut. Kepala Disdik Kabupaten Bengkalis Herman Sani menyatakan, segera menindaklanjuti tuntutan para mahasiswa itu. Sejumlah dokumen yang disampaikan mahasiswa, Disdik berencana memanggil kedua belah pihak, untuk sama-sama mencari solusi.

"Kita cari solusilah, hak-hak mahasiswa seperti mahasiswa tetap kuliah, manajamen kampus harus diperbaiki. Saya harap kita tidak mau ini akan ditunggangi pihak lain," katanya.

"Kami akan panggil kedua belah pihak dan meminta masukan. Dan masalah ini jika mengganggu persoalan pendidikan kita akan memberikan rekomendasi," imbuh Herman.

Setelah mendengar pernyataan tersebut, belasan mahasiswa kemudian membubarkan diri secara tertib. Tidak cukup di Kantor Bupati, belasan mahasiswa ini juga mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bengkalis di Jalan Antara, untuk menyampaikan aspirasi.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Nurul Amin
mike usah lh nak lagak2...mike tu tak ad ap2 ny d, ap lgi pemerintah kab.bengkalis ap tak gune tu d... kmi tak butuh YBI tu d..kami dh buad yayasan sendiri tuk STIE ni...mmpuslah..!!

ALIANSI MAHASISWA BENGKALIS
PAYAH STIE.... BAYK BETOL MASALAH NYO... DARI DULU LAGI.... MANA DATAG LAGI KASUS BARU TENTANG GAGAL NYA UJIAN MUNAQOSAH (UJIAN SKRIPSI) KARNA YG DI UNDANG BUKAN DARI KOPERTAIS UNTUK TIM PENGUJI SESUAI KETENTUAN YG BERLAKU,, DARI HAL INI PIHAK KOPERT

Nurul Amin
Mike jangan sibok ye... nak kene..

Dulu Kami Juga Mahasiswa
Dulu Mahasiswa kompak, apabila yang diperjuangkan adalah untuk kebaikan bersama. masa' Mahasiswa Syariah jalan sendiri-sendiri... Kita juga sering mengikuti berita perkembangan di STIE Bengkalis.. Kalau sudah begini.. Ya.. dari pada Putra-Putri Bengk


loading...

Berita Pendidikan lainnya..........
- Usai Direnovasi PT RAPP,
Istri Kapolda Riau Resmikan Resmikan Pemakaian Kembali SD Bhayakari Pekanbaru

- PCR Expo 2017, Cara Jitu Kenalkan Jurusan Akademik ke Masyarakat
- Gubri Temu Ramah dengan Guru dan Jajaran Dinas Pendidikan di Dumai
- Universitas Riau Dukung Program Budidaya Kurma di Desa Babussalam, Rohul
- HUT RI di Kepenuhan, Ratusan Pelajar Rohul Arak Bendera Merah Putih Sepanjang 72 Meter
- Sambut Kemerdekaan RI,
IBS Gelar Doa dan Khatam Al Quran Sebanyak 17 Kali

- Mahasiswa KKN UMRI Gelar Pengobatan Gratis di Kelurahan Sukamulia


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.32.80
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com