Berita Terhangat.. |
Kamis, 9 September 2010 04:04 Empat Penakik Karet di Rohul Korban Serangan Beruang
Rabu, 8 September 2010 18:05 Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
Rabu, 8 September 2010 18:03 Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
Rabu, 8 September 2010 17:42 Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
Rabu, 8 September 2010 16:01 PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
Rabu, 8 September 2010 15:57 11 Langsung Bebas, 280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran
Rabu, 8 September 2010 14:19 Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya, Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil
|
|
|
|
Senin, 27 Maret 2006 18:05 Polri Bantah Temukan 16 Jenazah di dalam Hutan Pasca Kerusuhan di Abepura
Polri membantah telah ditemukan 16 jenazah di dalam hutan pasca kerusuhan di Abepura Papua, terkait pengakuan Senator Natasha Stott Despoja dari Partai Demokrat Australia
Riauterkini-Jakarta-Polri membantah telah ditemukan 16 jenazah di dalam hutan pasca kerusuhan di Abepura Papua, terkait pengakuan Senator Natasha Stott Despoja dari Partai Demokrat Australia.
Hal tersebut dikatakan Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Anton Bachrul Alam di Mabes Polri Jakarta hari ini, Senin (27/3).
Sabtu kemarin, dalam pemberitaan media The Weekend Australia, Senator Natasha Stott Despoja dari Partai Demokrat Australia mengaku mendapat laporan dari Lembaga Swadaya Masyarakat Papua yang menyebutkan bahwa ada 16 orang dibunuh oleh aparat, yang ditemukan telah menjadi mayat di sebuah hutan di daerah Abepura.
Brigjen Polisi Anton Bachrul Alam mengatakan, para mahasiswa Universitas Cendrawasih yang mendengar tentang isu tersebut telah mengecek kebenarannya dan ternyata tidak ada 16 jenazah yang ditemukan. Hal tersebut jelasnya, adalah isu yang berkembang di luar negeri, yang dimuat oleh media luar negeri yang tidak tahu situasi dan kondisi di Abepura Papua yang telah kondusif dan Kampus Uncen telah dibuka kembali.
Anton menyatakan, Polri tidak perlu mengecek kebenaran tentang isu tersebut. ***(elshinta)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
|