Untitled Document
Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 31 Januari 2015 22:21
Pameran Batu di Senapelan Plaza Ramai Pengunjung

Sabtu, 31 Januari 2015 21:08
Hanura Riau Kembali Dukung Wiranto Jadi Ketum

Sabtu, 31 Januari 2015 19:28
Pedagang Masih Jual Apel AS,
Disperindag Inhil Diminta Lakukan Sidak


Sabtu, 31 Januari 2015 19:17
Evaluasi Izin Perkrbunan di Inhil,
Dewan Nilai Kerja Tim Tidak Maksimal


Sabtu, 31 Januari 2015 17:34
Bupati Bengkalis Hadiri Peresmian MAN Sungai Pakning

Sabtu, 31 Januari 2015 17:15
Pemko Pekanbaru ‎Serap Aspirasi Masyarakat Bersama Kompak

Sabtu, 31 Januari 2015 15:10
Ini Nama Oknum Diduga Pemodal dan Perambah HPT di Kuansing



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Juni 2013 20:05
Hari Ini, BMKG Pekanbaru Catat Ada 142 Titik Api

Jumlah titik api di Riau kian bertambah. Hari ini, Badan Meteoroloi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat ada 142 titik api di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Analis BMKG Pekanbaru, Warih Budi Lestari Rabu (19/6/13) mengatakan bahwa jumlah titik api di Riau kian hari kian bertambah. Jika pada tanggal 16 Juni 2013 lalu, jumlah titik api hanya 115, sehari setelahnya jumlah titik api di Riau menurun sedikit hanya sebanyak 106 titik api saja.

Namun, tambahnya, tanggal 18 Juni, jumlah titik api kembali meningkat tajam. Dari 106 mehari sebelumnya menjadi 148 titik api. Hari ini, jumlah titik api yang terpantau oleh satelite NOAA 18 tercatat menurun tipis menjadi 142 titik api di Riau.

"Terbanyak adalah Rokan Hulu sebanyak 35 titik api, Kemudian di Pelalawan sebanyak 25 titik api, diikuti Inhil dengan 23 titik api. Lalu, di Siak ada 14 titik api, di Bengaklis ada 12 titik api, Inhu ada 10 titik api, di Rohul ada 9 titik api," terangnya.

Kemudian, tambah Warih Budi Lestari, di Kampar ada 6 titik api, di Dumai ada 4 titik api, di Kuansing ada 3 titik api. Sedangkan di Pekanbaru hanya ada 1 titik api dan di Meranti tidak ditemukan adanya titik api.

Terkait surat protes dari Singapura mengenai kabut asap dari Riau yang sampai di Singapura, Warih mengatakan bahwa sebaiknya untuk menjaga hubungan diplomatik dengan negeri Singapura tetap baik, warga Riau tidak melakukan pembersihan lahan (land clearing) dengan metode pembakaran.

"Untuk jarak pandang, hingga saat ini masih kondusif. Hari ini jarak pandang paling rendah hanya sejauh empat kilometer saja," terangnya.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Ini Nama Oknum Diduga Pemodal dan Perambah HPT di Kuansing
- Diprotes Warga, Dua Pembangunan Proyek Dihentikan Satpol PP
- Kota Dumai Kini Punya Bank Hijau Indonesia
- 60 Persen Wilayah Riau Gambut,
Kadishut Riau Setuju PP no 71 Direvisi

- Titik Api Mulai Terpantau, BPBD Damkar Bengkalis Kerahkan Personel
- 8 Spesies Kantong Semar Mahal Ditemukan di Rohul
- Tindaklanjuti Ratusan Ikan Mati,
BLH Rohul Sudah Turunkan Petugas ke Sungai Ngaso



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.204.68.123
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com