Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Juni 2016 22:54
Buka Bersama PMI Inhil Diisi Pembagian Santunan Buat Warga

Sabtu, 25 Juni 2016 22:48
Sambil Bantu Urai Kemacetan,
Karang Taruna Delima, Pekanbaru Bagikan 120 Paket Takjil


Sabtu, 25 Juni 2016 22:44
Sekdaprov, Gubri Menunggu Putusan Mendagri

Sabtu, 25 Juni 2016 22:37


Sabtu, 25 Juni 2016 22:37
Gelar Kegiatan Sosial,
PAC PP Mandau, Bengkalis Kian Dipuji Masyarakat


Sabtu, 25 Juni 2016 22:34
Buka Puasa Bersama,
Wabup Rohul Minta Dukungan Doa untuk Suparman


Sabtu, 25 Juni 2016 21:44
Di Bukitbatu dan Siakkecil,
Plt. Sekda Bengkalis Resmikan Pasar Murah Ramadhan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Juni 2013 20:05
Hari Ini, BMKG Pekanbaru Catat Ada 142 Titik Api

Jumlah titik api di Riau kian bertambah. Hari ini, Badan Meteoroloi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat ada 142 titik api di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Analis BMKG Pekanbaru, Warih Budi Lestari Rabu (19/6/13) mengatakan bahwa jumlah titik api di Riau kian hari kian bertambah. Jika pada tanggal 16 Juni 2013 lalu, jumlah titik api hanya 115, sehari setelahnya jumlah titik api di Riau menurun sedikit hanya sebanyak 106 titik api saja.

Namun, tambahnya, tanggal 18 Juni, jumlah titik api kembali meningkat tajam. Dari 106 mehari sebelumnya menjadi 148 titik api. Hari ini, jumlah titik api yang terpantau oleh satelite NOAA 18 tercatat menurun tipis menjadi 142 titik api di Riau.

"Terbanyak adalah Rokan Hulu sebanyak 35 titik api, Kemudian di Pelalawan sebanyak 25 titik api, diikuti Inhil dengan 23 titik api. Lalu, di Siak ada 14 titik api, di Bengaklis ada 12 titik api, Inhu ada 10 titik api, di Rohul ada 9 titik api," terangnya.

Kemudian, tambah Warih Budi Lestari, di Kampar ada 6 titik api, di Dumai ada 4 titik api, di Kuansing ada 3 titik api. Sedangkan di Pekanbaru hanya ada 1 titik api dan di Meranti tidak ditemukan adanya titik api.

Terkait surat protes dari Singapura mengenai kabut asap dari Riau yang sampai di Singapura, Warih mengatakan bahwa sebaiknya untuk menjaga hubungan diplomatik dengan negeri Singapura tetap baik, warga Riau tidak melakukan pembersihan lahan (land clearing) dengan metode pembakaran.

"Untuk jarak pandang, hingga saat ini masih kondusif. Hari ini jarak pandang paling rendah hanya sejauh empat kilometer saja," terangnya.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Diberi Penghargaan Rekor Sampah, Firdaus Minta Mahasiswa Lebih Baik Darinya
- Kunjungi Pasar Bawah, Setya Novanto Dikagetkan Horor Sampah
- Peduli Sampah, Mahasiswa Lakukan Kerja Bakti Bersihkan kota Pekanbaru
- Kepala BNPB Serahkan Bantuan Alat Pemadaman Karlahut kepada Bupati Rohil
- Dua Rumah di Asrama Pancasila Terbakar
- Janji Sepekan Tuntas,
Plt Kepala DKP Langsung Pimpin Angkut Sampah Hingga Dini Hari

- Aliansi 4 Perusahaan Lakukan Workshop Pencegahan Karlahut


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.255.72
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com