Untitled Document
Senin, 9 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Senin, 30 Maret 2015 12:06
Lembar Soal UN 2015 untuk 76 Sekolah di Rohul sudah Didistribusikan

Senin, 30 Maret 2015 12:01
Mengenal Tim Fire Fighter RAPP, "Pantang Pulang Sebelum Padam"

Senin, 30 Maret 2015 11:54
Buntut Turap Ambrol, Satpol PP Segel Pergudangan Angkasa II

Senin, 30 Maret 2015 11:52
PPP Belum Putuskan Jago di Pillkada Meranti

Senin, 30 Maret 2015 11:30
Honorer Tiga Bulan Belum Gajian, Tanggung Jawab SKPD

Senin, 30 Maret 2015 10:44
Suap APBD Riau, KPK Periksa Johar dan Rusli Efendi

Senin, 30 Maret 2015 09:53
Tes Tulis Asessment Pemko, Dua Terlambat dan Seorang Alpa



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Juni 2013 20:05
Hari Ini, BMKG Pekanbaru Catat Ada 142 Titik Api

Jumlah titik api di Riau kian bertambah. Hari ini, Badan Meteoroloi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat ada 142 titik api di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Analis BMKG Pekanbaru, Warih Budi Lestari Rabu (19/6/13) mengatakan bahwa jumlah titik api di Riau kian hari kian bertambah. Jika pada tanggal 16 Juni 2013 lalu, jumlah titik api hanya 115, sehari setelahnya jumlah titik api di Riau menurun sedikit hanya sebanyak 106 titik api saja.

Namun, tambahnya, tanggal 18 Juni, jumlah titik api kembali meningkat tajam. Dari 106 mehari sebelumnya menjadi 148 titik api. Hari ini, jumlah titik api yang terpantau oleh satelite NOAA 18 tercatat menurun tipis menjadi 142 titik api di Riau.

"Terbanyak adalah Rokan Hulu sebanyak 35 titik api, Kemudian di Pelalawan sebanyak 25 titik api, diikuti Inhil dengan 23 titik api. Lalu, di Siak ada 14 titik api, di Bengaklis ada 12 titik api, Inhu ada 10 titik api, di Rohul ada 9 titik api," terangnya.

Kemudian, tambah Warih Budi Lestari, di Kampar ada 6 titik api, di Dumai ada 4 titik api, di Kuansing ada 3 titik api. Sedangkan di Pekanbaru hanya ada 1 titik api dan di Meranti tidak ditemukan adanya titik api.

Terkait surat protes dari Singapura mengenai kabut asap dari Riau yang sampai di Singapura, Warih mengatakan bahwa sebaiknya untuk menjaga hubungan diplomatik dengan negeri Singapura tetap baik, warga Riau tidak melakukan pembersihan lahan (land clearing) dengan metode pembakaran.

"Untuk jarak pandang, hingga saat ini masih kondusif. Hari ini jarak pandang paling rendah hanya sejauh empat kilometer saja," terangnya.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kampanye Hitam CPO Indonesia,
Gapki: Anak Negeri Hajar Negeri Sendiri

- Polda-Pemprov-LAM Riau Edukasi Warga Tak Bakar Lahan
- Antisipasi Karhutla, 40,8 TON Garam Ditaburkan Untuk Hujan Buatan di Riau
- Hari Bhakti Rimbawan ke-32, PT RAPP Tanam 2.000 Bibit Pohon di Kuansing
- Hadapi Kemarau, Diskes Dumai Siagakan 30 Ribu Masker
- 30 KK Terpaksa Mengungsi, Banjir Bandang Landa Kebun Durian, Kampar
- Kawasan HL dan HPT di Rohul Makin Memprihatinkan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.177.140
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com