Untitled Document
Rabu, 3 Safar 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 26 Nopember 2014 16:41
Polres Kampar Gelar Apel Operasi Zebra Dibawah Guyuran Hujan

Rabu, 26 Nopember 2014 16:34
Tolak Kehadiran Presiden Jokowi, Mahasiswa UIR Blokir Jalan

Rabu, 26 Nopember 2014 16:27
Presiden Menginap dan Besok ke Meranti

Rabu, 26 Nopember 2014 16:20
SKPD Dilarang Buat Acara Diluar Kantor,
PHRI Dumai Keluhkan Kebijakan Menpan RB


Rabu, 26 Nopember 2014 16:17
Banjir Rendam Desa Kopah dan Desa Pangean Kuansing

Rabu, 26 Nopember 2014 16:14
Banjir di Rohul Telan Korban,
Jasad Pemuda Asal Nias yang Tenggelam Sudah Ditemukan


Rabu, 26 Nopember 2014 16:12
Tuan Rumah Porprov Riau 2017, Tim Nilai Rohul Penuhi Syarat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Juni 2013 20:05
Hari Ini, BMKG Pekanbaru Catat Ada 142 Titik Api

Jumlah titik api di Riau kian bertambah. Hari ini, Badan Meteoroloi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat ada 142 titik api di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Analis BMKG Pekanbaru, Warih Budi Lestari Rabu (19/6/13) mengatakan bahwa jumlah titik api di Riau kian hari kian bertambah. Jika pada tanggal 16 Juni 2013 lalu, jumlah titik api hanya 115, sehari setelahnya jumlah titik api di Riau menurun sedikit hanya sebanyak 106 titik api saja.

Namun, tambahnya, tanggal 18 Juni, jumlah titik api kembali meningkat tajam. Dari 106 mehari sebelumnya menjadi 148 titik api. Hari ini, jumlah titik api yang terpantau oleh satelite NOAA 18 tercatat menurun tipis menjadi 142 titik api di Riau.

"Terbanyak adalah Rokan Hulu sebanyak 35 titik api, Kemudian di Pelalawan sebanyak 25 titik api, diikuti Inhil dengan 23 titik api. Lalu, di Siak ada 14 titik api, di Bengaklis ada 12 titik api, Inhu ada 10 titik api, di Rohul ada 9 titik api," terangnya.

Kemudian, tambah Warih Budi Lestari, di Kampar ada 6 titik api, di Dumai ada 4 titik api, di Kuansing ada 3 titik api. Sedangkan di Pekanbaru hanya ada 1 titik api dan di Meranti tidak ditemukan adanya titik api.

Terkait surat protes dari Singapura mengenai kabut asap dari Riau yang sampai di Singapura, Warih mengatakan bahwa sebaiknya untuk menjaga hubungan diplomatik dengan negeri Singapura tetap baik, warga Riau tidak melakukan pembersihan lahan (land clearing) dengan metode pembakaran.

"Untuk jarak pandang, hingga saat ini masih kondusif. Hari ini jarak pandang paling rendah hanya sejauh empat kilometer saja," terangnya.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dihadang Cuaca Buruk di Siak, Presiden Batal ke Meranti
- Tanggul di PKS PT APSL dan PT SJI Dituding Penyebab Banjir
- Program Pemberdayaan Masyarakat Dishutbun Rohul Tuntas
- Terendam Banjir, Dua SD di Rohul Masih Diliburkan
- HITI Usulkan Pengelolaan Gambut Lestari dengan teknologi Ekohidro
- Warga Rohul Tuding Replanting di PTPN V Sei Tapung Sebabkan Banjir
- Banjir Paksa Sejumlah Sekolah di Rohil Libur


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.16.49
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com