Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 28 Juli 2016 22:05
Antisipasi Radikalisme Beragama, FKUB Kuansing Gelar Dialog

Kamis, 28 Juli 2016 22:00
Wadir Lajnah Jamiyyah Asia Tenggara Kunjungi Pompes Al-Utsaimin, Kampar

Kamis, 28 Juli 2016 20:25
Komisi A DPRD Riau Sayangkan Alasan Pemerintah Pusat Tunda Penerimaan PNS

Kamis, 28 Juli 2016 20:22
200-an Pensiunan BRK Hadiri Halal Bi Halal di Menara Dang Merdu

Kamis, 28 Juli 2016 20:16
Bangun Kebun dalam Hutan Lindung, Wabup Kuansing Digugat di PN Rengat

Kamis, 28 Juli 2016 20:11
Belum Deadline, ,
DPRD Riau Tak Bisa Gelar Paripurna Pengesahan Tata Cara Pengelolaan BUMD


Kamis, 28 Juli 2016 19:17
Status Siaga Darurat Karhutla Diperpanjang, Tim FERT PT RAPP Selalu Siaga



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Juni 2013 20:05
Hari Ini, BMKG Pekanbaru Catat Ada 142 Titik Api

Jumlah titik api di Riau kian bertambah. Hari ini, Badan Meteoroloi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat ada 142 titik api di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Analis BMKG Pekanbaru, Warih Budi Lestari Rabu (19/6/13) mengatakan bahwa jumlah titik api di Riau kian hari kian bertambah. Jika pada tanggal 16 Juni 2013 lalu, jumlah titik api hanya 115, sehari setelahnya jumlah titik api di Riau menurun sedikit hanya sebanyak 106 titik api saja.

Namun, tambahnya, tanggal 18 Juni, jumlah titik api kembali meningkat tajam. Dari 106 mehari sebelumnya menjadi 148 titik api. Hari ini, jumlah titik api yang terpantau oleh satelite NOAA 18 tercatat menurun tipis menjadi 142 titik api di Riau.

"Terbanyak adalah Rokan Hulu sebanyak 35 titik api, Kemudian di Pelalawan sebanyak 25 titik api, diikuti Inhil dengan 23 titik api. Lalu, di Siak ada 14 titik api, di Bengaklis ada 12 titik api, Inhu ada 10 titik api, di Rohul ada 9 titik api," terangnya.

Kemudian, tambah Warih Budi Lestari, di Kampar ada 6 titik api, di Dumai ada 4 titik api, di Kuansing ada 3 titik api. Sedangkan di Pekanbaru hanya ada 1 titik api dan di Meranti tidak ditemukan adanya titik api.

Terkait surat protes dari Singapura mengenai kabut asap dari Riau yang sampai di Singapura, Warih mengatakan bahwa sebaiknya untuk menjaga hubungan diplomatik dengan negeri Singapura tetap baik, warga Riau tidak melakukan pembersihan lahan (land clearing) dengan metode pembakaran.

"Untuk jarak pandang, hingga saat ini masih kondusif. Hari ini jarak pandang paling rendah hanya sejauh empat kilometer saja," terangnya.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Rumah Warga Kepenuhan Rohul Ludes Terbakar, Diduga Akibat Arus Pendek
- Pasir Timbul di Teluk Kiambang jadi Lokasi Wisata Dadakan Masyarakat Inhil
- Menteri LHK Batalkan Join Swasta Kelola TNZ di Siak
- Wakil Ketua DPR Minta Pemerintah tak Membiarkan SP3 Terhadap Perusahaan Pembakar Hutan
- Warga Minta BLH Rohul Serius Menangani,
Limbah PKS PTPN V Sei Tapung Diduga Cemari Sungai Tapung

- Disambut Atraksi Pemadaman Api,
Mendagri Tjahjo Kumolo Berkunjung ke PT RAPP

- Bahas TNTN, Men-LHK Undang LSM Lingkungan Hidup


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.226.90
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com