Untitled Document
Sabtu, 26 Syawwal 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Agustus 2014 17:44
Terkait Penerimaan CPNS di Pemprov,
Gubri Ngotot tak Ikut Aturan Pusat


Sabtu, 23 Agustus 2014 17:30
DPPKP Meranti Berikan Pelayanan Kesehatan Rutin Hewan Ternak

Sabtu, 23 Agustus 2014 17:23
Hadiri Halal Bihalal dengan PMRJ,
Gubri Curhat Sulitnya Menyatukan Tokoh-tokoh Riau


Sabtu, 23 Agustus 2014 17:19
Menhut Setujui Revisi RTRWP Riau

Sabtu, 23 Agustus 2014 17:15
Ny Mimi, Konsumen Yamaha Meranti Mendapat Hadiah Mio

Sabtu, 23 Agustus 2014 15:14
Catatan Kasus Penculikan 3 Gadis di Duri,
Masyarakat Kaitkan dengan Mitos Bulan Syuro


Sabtu, 23 Agustus 2014 14:56
Penculikan 3 Gadis Remaja di Duri,
Sebelum Lolos, Korban An Sempat Hampir Digorok Pelaku




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Juni 2013 20:05
Hari Ini, BMKG Pekanbaru Catat Ada 142 Titik Api

Jumlah titik api di Riau kian bertambah. Hari ini, Badan Meteoroloi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat ada 142 titik api di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Analis BMKG Pekanbaru, Warih Budi Lestari Rabu (19/6/13) mengatakan bahwa jumlah titik api di Riau kian hari kian bertambah. Jika pada tanggal 16 Juni 2013 lalu, jumlah titik api hanya 115, sehari setelahnya jumlah titik api di Riau menurun sedikit hanya sebanyak 106 titik api saja.

Namun, tambahnya, tanggal 18 Juni, jumlah titik api kembali meningkat tajam. Dari 106 mehari sebelumnya menjadi 148 titik api. Hari ini, jumlah titik api yang terpantau oleh satelite NOAA 18 tercatat menurun tipis menjadi 142 titik api di Riau.

"Terbanyak adalah Rokan Hulu sebanyak 35 titik api, Kemudian di Pelalawan sebanyak 25 titik api, diikuti Inhil dengan 23 titik api. Lalu, di Siak ada 14 titik api, di Bengaklis ada 12 titik api, Inhu ada 10 titik api, di Rohul ada 9 titik api," terangnya.

Kemudian, tambah Warih Budi Lestari, di Kampar ada 6 titik api, di Dumai ada 4 titik api, di Kuansing ada 3 titik api. Sedangkan di Pekanbaru hanya ada 1 titik api dan di Meranti tidak ditemukan adanya titik api.

Terkait surat protes dari Singapura mengenai kabut asap dari Riau yang sampai di Singapura, Warih mengatakan bahwa sebaiknya untuk menjaga hubungan diplomatik dengan negeri Singapura tetap baik, warga Riau tidak melakukan pembersihan lahan (land clearing) dengan metode pembakaran.

"Untuk jarak pandang, hingga saat ini masih kondusif. Hari ini jarak pandang paling rendah hanya sejauh empat kilometer saja," terangnya.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Pendaftaran CPNS Online Efektif Mulai 24 Agustus
- Dua Pakar Gambut Jepang Studi Banding di Konsesi RAPP
- Cemari Sungai dengan Limbah Pabrik,
Massa IPM-PB Desak Ijin PT PSJ di Langgam Dicabut

- Curah Hujan Riau Meningkat
- Karhutla Terus Berulang,
Sawit Watch Nilai Minim Komitmen Pemerintah Jaga Lahan Gambut

- BP REDD+ dan UR Komit Tingkatkan Pengelolaan Hutan dan Lahan Berkelanjutan
- Bioethanol Nipah Asal Bengkalis Raih Penghargaan Energi Prakarsa Kemen ESDM


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.195.38
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com