Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juli 2017 22:40
Hot Spot Terus Meningkat, Riau dan Empat Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

Rabu, 26 Juli 2017 22:32
Bupati Buka Jambore Kader PKK 2017

Rabu, 26 Juli 2017 21:21
Program Lentera Solusi Atasi Kekurangan Listrik di Siak

Rabu, 26 Juli 2017 20:49
Imigrasi Dumai Sebut Penyelundupan Warga Asing Terus Meningkat

Rabu, 26 Juli 2017 20:40
Polres Inhil Gelar Raker Analisa dan Evaluasi Semester I 2017

Rabu, 26 Juli 2017 19:55
Januari-Juli, 548 Ha Lahan di Riau Terbakar

Rabu, 26 Juli 2017 19:54
Cabuli Gadis Remaja, Seorang Wanita Lesbian di Pekanbaru Diciduk Polisi

Rabu, 26 Juli 2017 19:49
Peringatan HAN 2017,
Mahasiswa Riau dan Puskesmas Ajarkan Cara Sikat Gigi‎ ke Murid SD di Rohul


Rabu, 26 Juli 2017 19:45
Tersangka Kasus Penggelapan,
Pelantikan Syahrani Andrian sebagai Direktur BUMD di Dumai Dinilai Tak Etis


Rabu, 26 Juli 2017 19:36
Dirampok dan Ditusuk, Warga Rohul Kehilangan Uang Rp16 Juta



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 17 Juni 2013 16:21
Serahkan Penghargaan Lingkungan Hidup,
Wagubri Sampaikan Pesan Bahaya Sisa Makanan


Sejumlah penghargaan lingkungan hidup diserahkan Wagubri. Ia juga menyampaikan pesan Menneg LH terkait bahaya limbah dari sisa makanan.

Riauterkini-PEKANBARU-Hasil studi kementerian Lingkungan Hidup tahun 2012 menunjukkan indeks Perilaku Peduli Lingkungan masih berkisar pada Angkat 0,57 persen. Angka ini mengindikasikan masyarakat Indonesia belum berprilaku peduli lingkungan dalam menjalankan kehidupan keseharian.

Hal ini dikemukakan Wakil Gubernur Riau R Mambang Mit saat menyampai sambutan dan pesan tertulis Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Se Dunia di Halaman Kantor Gubernur Riau, Senin ( 17/6 ).

Menurut Balthasar Kambuaya prilaku konsumsi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhannya 49,3 persen berupa bahan makanan yang berasal dari luar daerah. Kondisi ini tentunya akan memberikan dampak bagi lingkungan, seperti meningkatnya emisi karbon kegiatan pengangkutan bahan makanan tersebut dari daerah asal ketempat tujuan.

Sedangkan dalam mengkonsumsi produk yang dihasilkan daerahnya sendiri baru tercatat 36,4 persen masyarakat mengkonsumsi makanan dari produk sayuran dan umbi umbian lokal, ungkap Kambuaya.

Sisi lain kata Kambuaya yang patut dipertimbangkan adalah prilaku " membuang" makanan bukan hanya berdampak pada pemborosan keuangan, tapi limbah makanan juga akan menyebabkan ; pertama pencemaran lingkungan. Sisa sampah organik yang berasal dari makanan hanya 2,2 persen yang dikomposkan, selebihnya dibuang dan menjadi beban pencemaran lingkungan; kedua pemborosan konsumsi bahan bakar yang telah digunakan untuk transportasi , penyimpanan dan pendistribusian.

Ketiga penggunaan bahan kimia, seperti pupuk dan pestisida yang telah digunakan selama masa penumbuhan tanaman; keempat makanan membusuk menciptakan lebih banyak metana ( salah satunya penyebab gas rumah kaca dan kontribusi terhadap pemanasan global. Ia menambahkan; dalam jumlah yang sama, metana 23 kali lebih kuat dari CO2 menyumbang pembentukan emisi gas rumah kaca. Karenanya besarnya mumlah makanan terbuang ke tempat sampah secara signifikan berkontribusi terhadap perubahan iklim yang terjadi selama ini.

Dibagian lain kata Balthasar Kambuaya, pada tahun ini juga telah dilaksanakan Pekan Lingkungan Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center dari tanggal 30 Mei sampai 2 Juni 2013 dengan menerapkan prinsip zero waste event. Artinya kata Menteri Lingkungan Hidup selama penyelenggaraan PLI akan bersih dari sampah yang berserakan dan mendaur ulang semua sampah, termasuk sisa makanan dan botol air kemasan. Dan pada akhir PLI kata Kambuaya akan diketahui berapa jumlah sampah yang dihasilkan, jenis sampah yang dihasilkan (organik, anorganik, kaca, B3 dan lain lain serta pengelolaan sampah sampah, ungkap Kambuaya.

Pada saat itu Wakil Gubernur Riau juga menyerahkan beberapa penghargaan di bidang lingkungan hidup tahun ini berupa : Kalpataru kepada Soffia Seffen staf Pusat Pengelolaan Ekoregion Sumatera. Sementara untuk Adiwiyata Mandiri tahun 2013 ini diterima oleh SMK Negeri I Dumai, SMA Negeri 2 Siak Hulu Kampar, SMA Negeri 1 Bangkinang Kabupaten Kampar, SMK Negeri 2 Taluk Kuantan, Kuantan Singingi.

Dan untuk Adiwiyata tingkat Provinsi juga diserahkan kepada ; SMK Negeri Pasir Penyu Kabupaten Inhu, SMK Negeri 4 Pekanbaru, SMK Negeri 1 Bandar Sikijang Pelalawan, SMP Negeri 1 Bangkinang, SD Negeri 150 Pekanbaru, SMP Negeri 6 Kandis Kabupaten Siak, SMA Negeri 3 Tapung Kabupaten Kampar, SMK Taruna Dumai, SMP Negeri Kampar Kiri Tengah Kab Kampar, SMP Negeri 2 Pangkalan Kerinci Pelalawan, SMK Negeri 2 Pekanbaru, SMA Negeri 5 Pekanbaru, Madrasah Tsanawiyah Negeri Kuok Kabupaten Kampar, SMP Negeri Sei Lala Kabupaten Inhu, SD Negeri 6 Dumai, SMK Negeri 4 Dumai, SMP Negeri 1 Taluk Kuantan Kab Kuansing, SD Negeri 01 Bengkalis.

Sementara itu Wakil gubernur Riau juga menyerahkan penghargaan kepada perusahaan yang berpridekat biru hasil Program Peringkat (PROPER) kinerja Pengelolaan Lingkungan Perusahaan tahun 2012 yang lalu kepada ; PT.Gandaerah Hendana, PT Multi Palma Sejahtera, PT Lembah Sari Subur II ( Pelalawan), PT.Citra Riau Sarana I, PT Mustika Agro Sari, PT Tri Bakti Sarimas (Kuantan Singingi); PT Murini Sam Sam, PT Adei Plantation ( Bengkalis ); PTPN-V Lubuk Dalam Siak. PT Bahana Nusa Interindo, PT Darma Wungu Guna, PT Gunung Mas Raya Sei Bangko, PT Salim Ivo Mas Pratama Sei Dua (Rokan Hilir); PT Padasa Enam Kalsa, PT Rohul Sawit Industri (Rokan Hulu); PT Arindo Tri Sejahtera, PT Tunggal Yunus Estate, PTPN-V Sei Garo (Kampar) dan PT Indirplan Indragiri Hulu.

Disamping itu menurut Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau Kasiarudin, SH pada peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia, Institusi BLH Riau memberikan penilaian dalam bentuk Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) bagi kabupaten dan kota se Riau. Ia menambahkan ; SLHD adalah kumpulan data dan informasi lingkungan yang menggambarkan keadaan lingkungan hidup, baik penyebab, dampak dan permasalahan maupun respon pemerintah, masyarakat dan pihak lainnya dalam upaya meningkatkan Kualitas lingkungan Hidup.

Kabupaten yang mendapat penghargaan adalah Kabupaten Kampar dengan nilai 74,742, Kabupaten Rokan Hulu mendapat nilai 70,482 sedangkan Kabupaten Kuantan Singingi dengan nilai 61,207. Ia menambahkan, Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau pada Pekan Lingkungan Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center 30 Mei hingga 2 Juni 2013 yang lalu meraih peringkat II. ***(rls MC Riau )




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Hot Spot Terus Meningkat, Riau dan Empat Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla
- Januari-Juli, 548 Ha Lahan di Riau Terbakar
- Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah di Desa Boncah Kesuma Rohul Rusak
- 15 Hektare Gambut Terbakar,
Petugas Gabungan di Duri Bertungkus Lumus Padamkan Api

- Bangun Mental dan Karakter, Fire Fighter RAPP Dilatih Paskhas TNI AU
- Penanggulangan Karlahut di Inhu tak Terkoordinir dan Tanpa Anggatan
- Karlahut Mulai Terjadi di Rohil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.109.48
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com