Untitled Document
Kamis, 6 Muharram 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 30 Oktober 2014 20:33
Diskes Hanya Berikan Teguran Lisan,
Pembangunan Pagar Puskesmas Siak tak Pakai Plang Nama Proyek


Kamis, 30 Oktober 2014 20:23
Pelindung Tubuh Saat Berkendara,
Stellarmoto Hadirkan Jaket A1AM-Gear Multifungsi


Kamis, 30 Oktober 2014 20:18
640 Tenaga Pendidik Usia Dini Rohul Ikuti Pelatihan Kompetensi

Kamis, 30 Oktober 2014 20:15
Pengguna BBM di Duri Keluhkan Maraknya Pertemanan Porno

Kamis, 30 Oktober 2014 20:05
Polisi Gerebek Judi Jack Pot di Bagansinembah, Rohil

Kamis, 30 Oktober 2014 20:01
SKA Serahkan Hadiah Pemenang Shop and Win Family Card ,
“Mobilio Ini Kado Spesial untuk Istri Saya”


Kamis, 30 Oktober 2014 19:56
Puluhan JH Rohul Ikuti Pembinaan Pasca Haji



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2013 16:33
Masyarakat Dumai Keluhkan Kabut Asap Tebal

Udara Kota Dumai tak lagi bersih. Keberadaan kabut asap yang menebal membuat masyarakat tak nyaman berkatifitas di luar ruangan.

Riauterkini-DUMAI- Kondisi udara akibat kabut asap kiriman dari bekas kebakaran lahan di kabupaten tentangga Kota Dumai, kondisinya sudah menggangu jarak padang bagi pengguna sepeda motor dan kendaraan lainnya. Tak hanya itu saja, kabut asap itu sendiri saat ini menjadi keluhan bagi masyarakat setempat.

Syahrul, warga Jaya Mukti, mengku bahwa kondisi kabut asap di Kota Dumai sudah menunjukkan parah. Hal itu terbukti dari jarak pandang yang sangat pendek dan diperparah udara di daerah ini berbauk pekat. Tak hanya itu, kabut asap sendiri juga menyesakkan pernafasan serta membuat mata perih.

"Kabut asap membuat jarak pandang terhambat karena sangat tebal. Sejauh ini, pihak pemerintah sendiri belum ada melakukan pembagian melindung hidung dan mulut seperti masker. Kondisi cuaca juga sangat panas. Kabut asap sendiri terjadi sudah sepekan dan belum ada tanda-tanda hilangnya kabut asap tersebut," ucap dia kepada, Ahad (16/6/13).

Abdul Razak, warga Sidorejo juga mengaku sama. Ketebalan kabut asap sendiri terjadi sudah sejak sepekan, namun kondisi parahnya dua hari lalu hingga sekarang. Tidak hanya kabut asap yang menyelimuti wilayah Dumai. Razak mengaku melihat banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan ke udara dan jatuh di lingkungan pemukiman masyarakat.

"Sejak siang sampai sore banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan dan kabut asap sangat tebal. Kami sangat mengeluhkan kondisi ini, karena setiap musim kebakaran lahan tidak seperti ini. Atas kejadian ini, kami harapkan kepada seluruh instansi pemerintahan yang membidangi masalah ini untuk cepat turun tangan," harap Abdul Razak.

Sementera Afrimen, warga yang tinggal di pusat kota mengaku, bahwa jarak pandang akibat asap di udara hanya menyisakan sekitar 50 meter kedepan di ruas jalan. Diakui juga, kondisi musiman ini paling terparah yaitu baru kali ini. Untuk itu, pihaknya sangat mengeluhkan kondisi kabut asap ini.

"Kabut asap terparah baru kali ini. Selain tebal, juga ada abu yang ikut berterbangan hingga terhirup. Hal ini sangat mencemaskan kondisi kesehatan manusia kalau tidak secepatnya dilakukan pengantisipasian oleh pemerintah. Dan bagi dinas kesehatan kiranya untuk secepatnya membagikan masker kepada pengguna jalan raya," harapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BME Klaim Gajah Sumatera di TNTN Tersisa 73 Ekor
- Keraguan Banyak Pihak Terbukti, Pemko Batal Gusur PKL Pasar Arengka
- Hujan Deras Porak-Porandakan Sejumlah Proyek di Duri
- Komit Selamatkan Lingkungan, Pemprov Riau Teken MoU Implementasi REDD+
- Muncul Empat Titik Api di Rohil
- Karhutla Sempat Muncul di Pulau Padang
- Wako Tegaskan PKL Pasar Arengka Melanggar dan Harus Pindah ke Dalam


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.124.198
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com