Untitled Document
Ahad, 19 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Ahad, 20 April 2014 18:26
Jelang Ramadhan, Pujasera di Duri Difungsikan

Ahad, 20 April 2014 18:19
Bisa Bawa Pulang TV Samsung LED 32 Inch Tanpa Diundi,
Beli New Sorento Selama Pameran di Ciputra


Ahad, 20 April 2014 18:12
Penerimaan Taruna Akpol 2014,
Kapolres Inhil Imbau Calon Peserta Tidak Percaya Calo


Ahad, 20 April 2014 18:06
Atlet FPTI Meranti Tampil di Kejurnas Sakai Climbing 2014

Ahad, 20 April 2014 17:06
Berdalih Laporan Kedaluarsa,
Panwaslu Rohul Stop Kasus Dugaan Pidana Anggota KPPS


Ahad, 20 April 2014 17:02
Panwaslu Inhu Tindak-lanjuti Dugaan Pengalihan Suara Caleg Gerindra

Ahad, 20 April 2014 16:39
Sandera Pemilik Toko,
5 Rampok Bersenjata Api Gondol 3 Kilogram Emas dan Uang Ratusan Juta




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2013 16:33
Masyarakat Dumai Keluhkan Kabut Asap Tebal

Udara Kota Dumai tak lagi bersih. Keberadaan kabut asap yang menebal membuat masyarakat tak nyaman berkatifitas di luar ruangan.

Riauterkini-DUMAI- Kondisi udara akibat kabut asap kiriman dari bekas kebakaran lahan di kabupaten tentangga Kota Dumai, kondisinya sudah menggangu jarak padang bagi pengguna sepeda motor dan kendaraan lainnya. Tak hanya itu saja, kabut asap itu sendiri saat ini menjadi keluhan bagi masyarakat setempat.

Syahrul, warga Jaya Mukti, mengku bahwa kondisi kabut asap di Kota Dumai sudah menunjukkan parah. Hal itu terbukti dari jarak pandang yang sangat pendek dan diperparah udara di daerah ini berbauk pekat. Tak hanya itu, kabut asap sendiri juga menyesakkan pernafasan serta membuat mata perih.

"Kabut asap membuat jarak pandang terhambat karena sangat tebal. Sejauh ini, pihak pemerintah sendiri belum ada melakukan pembagian melindung hidung dan mulut seperti masker. Kondisi cuaca juga sangat panas. Kabut asap sendiri terjadi sudah sepekan dan belum ada tanda-tanda hilangnya kabut asap tersebut," ucap dia kepada, Ahad (16/6/13).

Abdul Razak, warga Sidorejo juga mengaku sama. Ketebalan kabut asap sendiri terjadi sudah sejak sepekan, namun kondisi parahnya dua hari lalu hingga sekarang. Tidak hanya kabut asap yang menyelimuti wilayah Dumai. Razak mengaku melihat banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan ke udara dan jatuh di lingkungan pemukiman masyarakat.

"Sejak siang sampai sore banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan dan kabut asap sangat tebal. Kami sangat mengeluhkan kondisi ini, karena setiap musim kebakaran lahan tidak seperti ini. Atas kejadian ini, kami harapkan kepada seluruh instansi pemerintahan yang membidangi masalah ini untuk cepat turun tangan," harap Abdul Razak.

Sementera Afrimen, warga yang tinggal di pusat kota mengaku, bahwa jarak pandang akibat asap di udara hanya menyisakan sekitar 50 meter kedepan di ruas jalan. Diakui juga, kondisi musiman ini paling terparah yaitu baru kali ini. Untuk itu, pihaknya sangat mengeluhkan kondisi kabut asap ini.

"Kabut asap terparah baru kali ini. Selain tebal, juga ada abu yang ikut berterbangan hingga terhirup. Hal ini sangat mencemaskan kondisi kesehatan manusia kalau tidak secepatnya dilakukan pengantisipasian oleh pemerintah. Dan bagi dinas kesehatan kiranya untuk secepatnya membagikan masker kepada pengguna jalan raya," harapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cegah Karhulat, Polres Bengkalis Wajibkan Perusahaan Siapkan Embung
- Satelit Pantau Kemunculan 47 Titik Panas di Riau
- RAPP Paparkan Inisiatif Konservasi di Pelatihan Mahasiswa Kehutanan
- Pekan Penghijauan XXVI, Prodi Biologi FKIM UR Siap Hijaukan Pesisir Riau
- Tim Pemkab Inhil Mulai Inventarisir Kerusakan Kelapa di Tiga Kecamatan
- Hadapi Bencana Kabut Asap Jilid II,
Disbun Latih 62 Personel Damkar 29 Perusahaan Sawit Riau

- Menhut Sebut Pemegang Izin HTR Meningkat Pesat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.23.239
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com