Untitled Document
Rabu, 17 Rajab 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Selasa, 5 Mei 2015 22:42
Beli Sabu di Pekanbaru, Warga Jake Ditangkap di Kuansing

Selasa, 5 Mei 2015 22:37
SPR Belum Mau Diaudit,
BPKP Perwakilan Riau Tinggal Menunggu Perintah Pemprov


Selasa, 5 Mei 2015 22:29
Ditutup Bupati Harris,
Kesebelsan Kemang FC Sukses Menjadi Juara Tundukkan Persama 3-1


Selasa, 5 Mei 2015 22:19
Diseperindag Dumai Bentuk Tim Pengawasan Zat Berbahaya

Selasa, 5 Mei 2015 22:09
Oknum PNS Diskes Rohil Simpan Sabu Ditangkap Polisi

Selasa, 5 Mei 2015 21:44
Korupsi Dana BOS SMK 1 Mempura
Kejari Siak Tetapkan Tiga Tersangka


Selasa, 5 Mei 2015 21:32
Hasil Rontgen RS Eka Hospital Pekanbaru,
Murid SD Islam di Rohul Meninggal karena Tumor




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2013 16:33
Masyarakat Dumai Keluhkan Kabut Asap Tebal

Udara Kota Dumai tak lagi bersih. Keberadaan kabut asap yang menebal membuat masyarakat tak nyaman berkatifitas di luar ruangan.

Riauterkini-DUMAI- Kondisi udara akibat kabut asap kiriman dari bekas kebakaran lahan di kabupaten tentangga Kota Dumai, kondisinya sudah menggangu jarak padang bagi pengguna sepeda motor dan kendaraan lainnya. Tak hanya itu saja, kabut asap itu sendiri saat ini menjadi keluhan bagi masyarakat setempat.

Syahrul, warga Jaya Mukti, mengku bahwa kondisi kabut asap di Kota Dumai sudah menunjukkan parah. Hal itu terbukti dari jarak pandang yang sangat pendek dan diperparah udara di daerah ini berbauk pekat. Tak hanya itu, kabut asap sendiri juga menyesakkan pernafasan serta membuat mata perih.

"Kabut asap membuat jarak pandang terhambat karena sangat tebal. Sejauh ini, pihak pemerintah sendiri belum ada melakukan pembagian melindung hidung dan mulut seperti masker. Kondisi cuaca juga sangat panas. Kabut asap sendiri terjadi sudah sepekan dan belum ada tanda-tanda hilangnya kabut asap tersebut," ucap dia kepada, Ahad (16/6/13).

Abdul Razak, warga Sidorejo juga mengaku sama. Ketebalan kabut asap sendiri terjadi sudah sejak sepekan, namun kondisi parahnya dua hari lalu hingga sekarang. Tidak hanya kabut asap yang menyelimuti wilayah Dumai. Razak mengaku melihat banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan ke udara dan jatuh di lingkungan pemukiman masyarakat.

"Sejak siang sampai sore banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan dan kabut asap sangat tebal. Kami sangat mengeluhkan kondisi ini, karena setiap musim kebakaran lahan tidak seperti ini. Atas kejadian ini, kami harapkan kepada seluruh instansi pemerintahan yang membidangi masalah ini untuk cepat turun tangan," harap Abdul Razak.

Sementera Afrimen, warga yang tinggal di pusat kota mengaku, bahwa jarak pandang akibat asap di udara hanya menyisakan sekitar 50 meter kedepan di ruas jalan. Diakui juga, kondisi musiman ini paling terparah yaitu baru kali ini. Untuk itu, pihaknya sangat mengeluhkan kondisi kabut asap ini.

"Kabut asap terparah baru kali ini. Selain tebal, juga ada abu yang ikut berterbangan hingga terhirup. Hal ini sangat mencemaskan kondisi kesehatan manusia kalau tidak secepatnya dilakukan pengantisipasian oleh pemerintah. Dan bagi dinas kesehatan kiranya untuk secepatnya membagikan masker kepada pengguna jalan raya," harapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Ratusan Ribu Hektar Hutan Kampar Digarap Tanpa Prosedural
- MCCB Bermasalah, Pendistribusian Air PDAM di Duri Terganggu
- Nilai BLH Inhil Lalai,
AMPL Gelar Aksi Penyelamatan Danau Mablu

- BLH Rohul Telaah Hasil Uji Limbah PT MAN
- Sejumlah Rumah di Duri Timur Rusak Akibat Angin Kencang
- Hujan Dan Angin Kencang Porak Porandakan Jaringan Listrik di Duri
- Illog di HPT Kaiti-Kubu Pauh Marak,
3,7 Kubik Diamankan Polhut Dishutbun Rohul dari Dua Lokasi



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.221.168
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com