Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 10 Desember 2016 04:03
Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas Ditikam Teman Sendiri

Jum’at, 9 Desember 2016 21:41
Pengendara Motor di Bengkalis Tewas Tertabrak Mobil Dinas Pemkab Siak

Jum’at, 9 Desember 2016 20:59
Pentas Seni HAKI dari Rohil Mendapat Sambutan Hangat

Jum’at, 9 Desember 2016 20:48
Mal Ciputra Seraya Pekanbaru Gelar Home Decor

Jum’at, 9 Desember 2016 20:27
Tindak Pidana Curas,
DPO Polres Rohil Berhasil Ditangkap


Jum’at, 9 Desember 2016 19:55
Peringati HAKI 2016, Kejari Rohul Bagikan Seribu Stiker dan Brosur Anti Korupsi

Jum’at, 9 Desember 2016 19:17
Sepuluh Calon Kades di Rohul Ajukan Gugatan Pilkades 2016

Jum’at, 9 Desember 2016 18:52
Sepuluh Rumah di Asrama Pancasila Pekanbaru Terbakar

Jum’at, 9 Desember 2016 18:43
Besok, Putri Pariwisata Indonesia Ramaikan Parade Kain Tradisional Riau

Jum’at, 9 Desember 2016 18:38
HAKI 2016, Kejari Dumai Bersama Awak Media Bagikan Stiker Anti Korupsi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2013 16:33
Masyarakat Dumai Keluhkan Kabut Asap Tebal

Udara Kota Dumai tak lagi bersih. Keberadaan kabut asap yang menebal membuat masyarakat tak nyaman berkatifitas di luar ruangan.

Riauterkini-DUMAI- Kondisi udara akibat kabut asap kiriman dari bekas kebakaran lahan di kabupaten tentangga Kota Dumai, kondisinya sudah menggangu jarak padang bagi pengguna sepeda motor dan kendaraan lainnya. Tak hanya itu saja, kabut asap itu sendiri saat ini menjadi keluhan bagi masyarakat setempat.

Syahrul, warga Jaya Mukti, mengku bahwa kondisi kabut asap di Kota Dumai sudah menunjukkan parah. Hal itu terbukti dari jarak pandang yang sangat pendek dan diperparah udara di daerah ini berbauk pekat. Tak hanya itu, kabut asap sendiri juga menyesakkan pernafasan serta membuat mata perih.

"Kabut asap membuat jarak pandang terhambat karena sangat tebal. Sejauh ini, pihak pemerintah sendiri belum ada melakukan pembagian melindung hidung dan mulut seperti masker. Kondisi cuaca juga sangat panas. Kabut asap sendiri terjadi sudah sepekan dan belum ada tanda-tanda hilangnya kabut asap tersebut," ucap dia kepada, Ahad (16/6/13).

Abdul Razak, warga Sidorejo juga mengaku sama. Ketebalan kabut asap sendiri terjadi sudah sejak sepekan, namun kondisi parahnya dua hari lalu hingga sekarang. Tidak hanya kabut asap yang menyelimuti wilayah Dumai. Razak mengaku melihat banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan ke udara dan jatuh di lingkungan pemukiman masyarakat.

"Sejak siang sampai sore banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan dan kabut asap sangat tebal. Kami sangat mengeluhkan kondisi ini, karena setiap musim kebakaran lahan tidak seperti ini. Atas kejadian ini, kami harapkan kepada seluruh instansi pemerintahan yang membidangi masalah ini untuk cepat turun tangan," harap Abdul Razak.

Sementera Afrimen, warga yang tinggal di pusat kota mengaku, bahwa jarak pandang akibat asap di udara hanya menyisakan sekitar 50 meter kedepan di ruas jalan. Diakui juga, kondisi musiman ini paling terparah yaitu baru kali ini. Untuk itu, pihaknya sangat mengeluhkan kondisi kabut asap ini.

"Kabut asap terparah baru kali ini. Selain tebal, juga ada abu yang ikut berterbangan hingga terhirup. Hal ini sangat mencemaskan kondisi kesehatan manusia kalau tidak secepatnya dilakukan pengantisipasian oleh pemerintah. Dan bagi dinas kesehatan kiranya untuk secepatnya membagikan masker kepada pengguna jalan raya," harapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dua Rumah Warga Seberida Inhu Hangus Terbakar
- DKPP dan TP PKK Inhil Gelar Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon
- Minamas Plantation Laksanakan Program Cegah Karlahut Berbasis Desa
- 5 Sekolah dan 2 Desa di Bengkalis Berhasil Raih Penghargaan Adiwiyata dan Proklim Nasional
- Dihantam Ombak Besar, Tongkang Kontainer Nyaris Karam di Perairan Rupat
- Masuk Kawasan Suaka Margasatwa BRBB,
Tokoh Warga Desa Petai, Kuansing Kembalikan Lahan ke Negara

- Jalinprov Rohul-Duri di Bonai,
Lubang Jalan yang Terendam Banjir Bikin Macet



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.159.189.139
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com