Untitled Document
Rabu, 1 Zulqaidah 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 27 Agustus 2014 19:49
APBN 2014 Rp11 M,
Pemerintah Akan Bangun Sarana Air Bersih di Kepenuhan Hulu, Rohul


Rabu, 27 Agustus 2014 19:46
Biro PT. PLN Banyak Janji,
Listrik di Sukadamai Ujungbatu Belum juga Menyala


Rabu, 27 Agustus 2014 19:46
Dibantu Mahasiswa KKN UR,
Halaman Kantor Camat Tanah Putih Rohil Bakal Jadi Pembibitan Ikan


Rabu, 27 Agustus 2014 19:35
Karyawan 7 Perusahaan Subkon CPI Masih Perjuangkan Hak

Rabu, 27 Agustus 2014 19:31
Line Terbaru Generasi i10,
Hyundai Lahirkan Grand i10


Rabu, 27 Agustus 2014 19:23
Warga Tanjung Medan Rohil Keluhkan Pungutan Perbaikan Meteran Listrik

Rabu, 27 Agustus 2014 19:20
Kembali Puluhan Gajah Liar Ancam Jiwa Manusia di Duri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2013 16:33
Masyarakat Dumai Keluhkan Kabut Asap Tebal

Udara Kota Dumai tak lagi bersih. Keberadaan kabut asap yang menebal membuat masyarakat tak nyaman berkatifitas di luar ruangan.

Riauterkini-DUMAI- Kondisi udara akibat kabut asap kiriman dari bekas kebakaran lahan di kabupaten tentangga Kota Dumai, kondisinya sudah menggangu jarak padang bagi pengguna sepeda motor dan kendaraan lainnya. Tak hanya itu saja, kabut asap itu sendiri saat ini menjadi keluhan bagi masyarakat setempat.

Syahrul, warga Jaya Mukti, mengku bahwa kondisi kabut asap di Kota Dumai sudah menunjukkan parah. Hal itu terbukti dari jarak pandang yang sangat pendek dan diperparah udara di daerah ini berbauk pekat. Tak hanya itu, kabut asap sendiri juga menyesakkan pernafasan serta membuat mata perih.

"Kabut asap membuat jarak pandang terhambat karena sangat tebal. Sejauh ini, pihak pemerintah sendiri belum ada melakukan pembagian melindung hidung dan mulut seperti masker. Kondisi cuaca juga sangat panas. Kabut asap sendiri terjadi sudah sepekan dan belum ada tanda-tanda hilangnya kabut asap tersebut," ucap dia kepada, Ahad (16/6/13).

Abdul Razak, warga Sidorejo juga mengaku sama. Ketebalan kabut asap sendiri terjadi sudah sejak sepekan, namun kondisi parahnya dua hari lalu hingga sekarang. Tidak hanya kabut asap yang menyelimuti wilayah Dumai. Razak mengaku melihat banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan ke udara dan jatuh di lingkungan pemukiman masyarakat.

"Sejak siang sampai sore banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan dan kabut asap sangat tebal. Kami sangat mengeluhkan kondisi ini, karena setiap musim kebakaran lahan tidak seperti ini. Atas kejadian ini, kami harapkan kepada seluruh instansi pemerintahan yang membidangi masalah ini untuk cepat turun tangan," harap Abdul Razak.

Sementera Afrimen, warga yang tinggal di pusat kota mengaku, bahwa jarak pandang akibat asap di udara hanya menyisakan sekitar 50 meter kedepan di ruas jalan. Diakui juga, kondisi musiman ini paling terparah yaitu baru kali ini. Untuk itu, pihaknya sangat mengeluhkan kondisi kabut asap ini.

"Kabut asap terparah baru kali ini. Selain tebal, juga ada abu yang ikut berterbangan hingga terhirup. Hal ini sangat mencemaskan kondisi kesehatan manusia kalau tidak secepatnya dilakukan pengantisipasian oleh pemerintah. Dan bagi dinas kesehatan kiranya untuk secepatnya membagikan masker kepada pengguna jalan raya," harapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kembali Puluhan Gajah Liar Ancam Jiwa Manusia di Duri
- Warga Rimba Melintang Rohil Dapat Sosialisasi Kebijakan Pencegahan Karhutla
- UR Gelar Workshop Internasional Penanganan Kebakaran Gambut
- Hujan Deras Disertai Angin Kencang,
Kota Duri Kembali "Berkuah"

- Pendaftaran CPNS Online Efektif Mulai 24 Agustus
- Dua Pakar Gambut Jepang Studi Banding di Konsesi RAPP
- Cemari Sungai dengan Limbah Pabrik,
Massa IPM-PB Desak Ijin PT PSJ di Langgam Dicabut



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.181.191
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com