Untitled Document
Senin, 17 Syawwal 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Senin, 3 Agustus 2015 17:33
Ninik Mamak di Luhak Kecamatan Kunto Darussalam Protes Pernyataan Ketuanya

Senin, 3 Agustus 2015 17:25
‎Rencana Pemindahan Kampus IPDN ke Pekanbaru Belum Final

Senin, 3 Agustus 2015 17:00
Suap APBD Riau,
KPK Lanjutkan Pemeriksaan Terhadap Sejumlah Pejabat dan Anggota Dewan


Senin, 3 Agustus 2015 16:27
Sekdaprov Dikabarkan Simpan Delapan Mobdin di Rumahnya

Senin, 3 Agustus 2015 16:22
Kunjungi KPU Riau, BEM Unri Gelar Diskusi Terkait Pilkada

Senin, 3 Agustus 2015 15:44
Difokuskan Hanya di Jalan Arifin Ahmad,
Menjamur, Satpol PP Pekanbaru Akan Tertibkan PKL Bendera


Senin, 3 Agustus 2015 15:25
Bahas Percepatan Pembangunan, Walikota Pekanbaru Ikuti Rakor ESDM di Bandung



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2013 16:33
Masyarakat Dumai Keluhkan Kabut Asap Tebal

Udara Kota Dumai tak lagi bersih. Keberadaan kabut asap yang menebal membuat masyarakat tak nyaman berkatifitas di luar ruangan.

Riauterkini-DUMAI- Kondisi udara akibat kabut asap kiriman dari bekas kebakaran lahan di kabupaten tentangga Kota Dumai, kondisinya sudah menggangu jarak padang bagi pengguna sepeda motor dan kendaraan lainnya. Tak hanya itu saja, kabut asap itu sendiri saat ini menjadi keluhan bagi masyarakat setempat.

Syahrul, warga Jaya Mukti, mengku bahwa kondisi kabut asap di Kota Dumai sudah menunjukkan parah. Hal itu terbukti dari jarak pandang yang sangat pendek dan diperparah udara di daerah ini berbauk pekat. Tak hanya itu, kabut asap sendiri juga menyesakkan pernafasan serta membuat mata perih.

"Kabut asap membuat jarak pandang terhambat karena sangat tebal. Sejauh ini, pihak pemerintah sendiri belum ada melakukan pembagian melindung hidung dan mulut seperti masker. Kondisi cuaca juga sangat panas. Kabut asap sendiri terjadi sudah sepekan dan belum ada tanda-tanda hilangnya kabut asap tersebut," ucap dia kepada, Ahad (16/6/13).

Abdul Razak, warga Sidorejo juga mengaku sama. Ketebalan kabut asap sendiri terjadi sudah sejak sepekan, namun kondisi parahnya dua hari lalu hingga sekarang. Tidak hanya kabut asap yang menyelimuti wilayah Dumai. Razak mengaku melihat banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan ke udara dan jatuh di lingkungan pemukiman masyarakat.

"Sejak siang sampai sore banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan dan kabut asap sangat tebal. Kami sangat mengeluhkan kondisi ini, karena setiap musim kebakaran lahan tidak seperti ini. Atas kejadian ini, kami harapkan kepada seluruh instansi pemerintahan yang membidangi masalah ini untuk cepat turun tangan," harap Abdul Razak.

Sementera Afrimen, warga yang tinggal di pusat kota mengaku, bahwa jarak pandang akibat asap di udara hanya menyisakan sekitar 50 meter kedepan di ruas jalan. Diakui juga, kondisi musiman ini paling terparah yaitu baru kali ini. Untuk itu, pihaknya sangat mengeluhkan kondisi kabut asap ini.

"Kabut asap terparah baru kali ini. Selain tebal, juga ada abu yang ikut berterbangan hingga terhirup. Hal ini sangat mencemaskan kondisi kesehatan manusia kalau tidak secepatnya dilakukan pengantisipasian oleh pemerintah. Dan bagi dinas kesehatan kiranya untuk secepatnya membagikan masker kepada pengguna jalan raya," harapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PU Pekanbaru Lanjutkan Proyek Jalur Lambat HR Sobrantas
- RAPP dan Asian Agri Bantu Padamkan Karhutla di Desa Terusan Bawah, Pelalawan
- Isolasikan Exavator 12 Unit,
Seratusan Karyawan PT Safari Riau Terjun ke Lapangan Siang-Malam Padamkan Karhutla

- Delapan Hotspot di Riau Belum Ganggu Jadwal Penerbangan
- RAPP Bantu Padamkan Kebakaran 60 Hektar Lahan Warga Meranti
- Alhamdulillah, Hujan Lebat Guyur Inhil
- Dampak Karhutla, 3 Ribu Warga Riau Terpapar Kabut Asap


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.77.26
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com