Untitled Document
Senin, 9 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Ahad, 29 Maret 2015 21:58
Anggota KUD Gunung Sari, Kampar Terima 800 Sertifikat KKPA

Ahad, 29 Maret 2015 21:51
Bupati Inhil Hadiri Pengukuhan KKB Provinsi Kepri dan Kota Batam

Ahad, 29 Maret 2015 21:46
DPW PPP Riau Gelar Rapat Partai di Meranti

Ahad, 29 Maret 2015 21:22
Bupati Jefry Buka Konfrensi Daerah PGRI Kampar

Ahad, 29 Maret 2015 20:31
Tiga Pelaku Curat di Tapung Hilir, Kampar Berhasil Diringkus

Ahad, 29 Maret 2015 20:27
Tiga Bulan Komisioner dan Honorer KPID Tak Terima Gaji

Ahad, 29 Maret 2015 19:30
Pilkada Kuansing 2015,
Mantan Sekda Sosialisasikan Pencalonan Imran di Simandolak Benai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 16 Juni 2013 16:33
Masyarakat Dumai Keluhkan Kabut Asap Tebal

Udara Kota Dumai tak lagi bersih. Keberadaan kabut asap yang menebal membuat masyarakat tak nyaman berkatifitas di luar ruangan.

Riauterkini-DUMAI- Kondisi udara akibat kabut asap kiriman dari bekas kebakaran lahan di kabupaten tentangga Kota Dumai, kondisinya sudah menggangu jarak padang bagi pengguna sepeda motor dan kendaraan lainnya. Tak hanya itu saja, kabut asap itu sendiri saat ini menjadi keluhan bagi masyarakat setempat.

Syahrul, warga Jaya Mukti, mengku bahwa kondisi kabut asap di Kota Dumai sudah menunjukkan parah. Hal itu terbukti dari jarak pandang yang sangat pendek dan diperparah udara di daerah ini berbauk pekat. Tak hanya itu, kabut asap sendiri juga menyesakkan pernafasan serta membuat mata perih.

"Kabut asap membuat jarak pandang terhambat karena sangat tebal. Sejauh ini, pihak pemerintah sendiri belum ada melakukan pembagian melindung hidung dan mulut seperti masker. Kondisi cuaca juga sangat panas. Kabut asap sendiri terjadi sudah sepekan dan belum ada tanda-tanda hilangnya kabut asap tersebut," ucap dia kepada, Ahad (16/6/13).

Abdul Razak, warga Sidorejo juga mengaku sama. Ketebalan kabut asap sendiri terjadi sudah sejak sepekan, namun kondisi parahnya dua hari lalu hingga sekarang. Tidak hanya kabut asap yang menyelimuti wilayah Dumai. Razak mengaku melihat banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan ke udara dan jatuh di lingkungan pemukiman masyarakat.

"Sejak siang sampai sore banyak abu sisa pembakaran yang beterbangan dan kabut asap sangat tebal. Kami sangat mengeluhkan kondisi ini, karena setiap musim kebakaran lahan tidak seperti ini. Atas kejadian ini, kami harapkan kepada seluruh instansi pemerintahan yang membidangi masalah ini untuk cepat turun tangan," harap Abdul Razak.

Sementera Afrimen, warga yang tinggal di pusat kota mengaku, bahwa jarak pandang akibat asap di udara hanya menyisakan sekitar 50 meter kedepan di ruas jalan. Diakui juga, kondisi musiman ini paling terparah yaitu baru kali ini. Untuk itu, pihaknya sangat mengeluhkan kondisi kabut asap ini.

"Kabut asap terparah baru kali ini. Selain tebal, juga ada abu yang ikut berterbangan hingga terhirup. Hal ini sangat mencemaskan kondisi kesehatan manusia kalau tidak secepatnya dilakukan pengantisipasian oleh pemerintah. Dan bagi dinas kesehatan kiranya untuk secepatnya membagikan masker kepada pengguna jalan raya," harapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kampanye Hitam CPO Indonesia,
Gapki: Anak Negeri Hajar Negeri Sendiri

- Polda-Pemprov-LAM Riau Edukasi Warga Tak Bakar Lahan
- Antisipasi Karhutla, 40,8 TON Garam Ditaburkan Untuk Hujan Buatan di Riau
- Hari Bhakti Rimbawan ke-32, PT RAPP Tanam 2.000 Bibit Pohon di Kuansing
- Hadapi Kemarau, Diskes Dumai Siagakan 30 Ribu Masker
- 30 KK Terpaksa Mengungsi, Banjir Bandang Landa Kebun Durian, Kampar
- Kawasan HL dan HPT di Rohul Makin Memprihatinkan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.72.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com