Untitled Document
Senin, 27 Zulqaidah 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Senin, 22 September 2014 21:07
Diduga Pengedar dan Pemakai Sabu,
Polsek Medang Kampi Tangkap Seklur Pelintung, Dumai


Senin, 22 September 2014 20:58
Marah-marah,
Seorang Anggota DPRD Dumai Terjaring Razia KTP


Senin, 22 September 2014 20:52
Bupati Kampar Mutasi Eselon II dan III

Senin, 22 September 2014 20:47
SKKMigas-CPI Terima Penghargaan dari Pemerintah Kota Dumai

Senin, 22 September 2014 20:46
Intesifkan Pemberantasan Pekat,
20 Personel Buser Satpol PP Rohul Dikukuhkan


Senin, 22 September 2014 20:41
Gas EMP Penuhi Hampir 50 Persen Kebutuhan Listrik di Pekanbaru

Senin, 22 September 2014 20:35
Polisi Ungkap Pencurian dan Penadahan Minyak Mentah Chevron di Mandau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 13 Juni 2013 11:20
Kota Duri Deselimuti Kabut Asap

Jarak pandang di Kota Duri, Bengkalis terbatas. Sejak pagi kabut asap cukup tebal menyelumuti kewasan tersebut.

Riauterkini - DURI - Sejak dua hari terakhir, langit Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis tampak gelap dan disesaki udara yang menyesakkan dada jika dihirup. Diduga gelapnya pemandangan kota minyak tersebut disebabkan terbakarnya hutan dan lahan.

Dengan didukung cuaca ekstrem yang akhir akhir ini melanda, cauaca di Kota Duri semakin tidak menentu." Nafas agak sesak jika menghirup udara, apalagi jika dipagi hari," ujar Ujang, salah seorang warga.

Namun sejauh ini Dinas Kesehatan sama sekali belum mengeluarkan himbauan bahaya asap tebal yang menyelimuti Kota dari pagi hingga sore hari tersebut.

Dari pantauan riauterkini dilapangan, khusus dikawasan jalan Siak, Desa Balai Makam, tampak sejumlah lahan semak belukat dibakar tanpa ada yang menjaga rembetan api yang menimbulkan kepulan asap tebal tersebut.***(hen)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
nofrizon
Kita berharap pelaku pembakaran hutan itangkap dan diproses secara hukum, karna perbuatannya ini merugikan,kasian anak anak banyak terserang penyakit..


Berita lainnya..........
- Wagubri Kagumi Peralatan Penanggulangan Karhutla RAPP di Riau Expo 2014
- Rusak 4 Rumah, Angin Puting Beliung Bikin Warga Dumai Trauma
- Antisipasi DBD,
Diskes Bengkalis Sterilisasi Pemondokan Kafilah MTQ XXXIX

- Satelit NOAA-18 Deteksi 1 Hotspost di Riau,
BNPB Klaim Operasi Hujan Buatan Sangat Efektif

- BNPB: 3 Bulan, Kerugian Riau Capai Rp20 Triliun karena Karhutla
- Dishub Dumai Uji Emisi dan Sosialisasikan UU 6/2014
- Dari Bandung, Walikota Instruksikan Siaga Asap di Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.89.233.81
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com