Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 27 Mei 2018 22:29
Prosesi Pelantikan Hingga Sahur,
Yayasan Matankari Fokus Percepatan Pembangunan Balai Adat Andiko dan Museum


Ahad, 27 Mei 2018 22:19
Terpilih Defenitif, Rinaldi Resmi Pimpin Kepengurusan DPW PSI Riau

Ahad, 27 Mei 2018 22:11
Safari Ramadhan,
Legislator Pekanbaru Ini Gelar Bukber dengan Jamaah Masjid Al Hasan, Tampan


Ahad, 27 Mei 2018 21:36
Buka Puasa Bersama LBDH,
Warga Parit 13: Wardan Sangat Responsif dengan Aspirasi Kami


Ahad, 27 Mei 2018 21:32
T Zulmizan: Masyarakat 11 Kabupaten/Kota di Riau Iri dengan Siak

Ahad, 27 Mei 2018 21:25
Gelar Baksos, IKA SMP GB 95 Duri Berbagi Takjil ke Warga dan Panti Asuhan

Ahad, 27 Mei 2018 20:58
Gerebek Warung di Surau Gading,
5 Penjudi Song di Rambah Samo Diciduk Tim Buser Polres Rohul


Ahad, 27 Mei 2018 20:43
Survei Firdaus-Rusli Teratas,
Azis Zaenal Minta Kader PPP Kawal Hingga Hari Pencoblosan


Ahad, 27 Mei 2018 20:34
5000-an Buruh Ivo Mas Tunggal di Kandis Siap Menangkan Cagubri Syam-Edy

Ahad, 27 Mei 2018 20:30
Dukungan Terhadap Firdaus-Rusli Menguat di Rohul


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Mei 2013 11:36
Menhut Resmikan Program Restorasi Ekosistem di Semenanjung Kampar

Riau menyusul tiga daerah lain di Indonesia menjadi lokasi restorasi ekosistem. Progra yang berlokasi di Semenanjung Kampar, Pelalawan tersebut diresmikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

Riauterkini-JAKARTA- Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan hari ini, Selasa (7/5/13) di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta meresmikan program jangka panjang, yakni restorasi area hutan lindung rawa gambut di Semenanjung Kampar yang terletak di Provinsi Riau, pantai Timur Pulau Sumatra. Program ini akan memulihkan dan melindungi 20.265 hektar hutan gambut sebagai hutan lindung. Izin Restorasi Ekosistem Riau (RER) diberikan kepada PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN).

Arean yang signifikan dari semenjanjung Kampar ini meliputi area konsesi yang akan dipulihkan yang telah rusak akibat aktivitas pembalakan liar di masa lalu, termasuk area pembakaran dan perambahan hutan gambut, berada di wilayah inti dari semenanjung Kampar.

Program restorasi ini dipimpin sebuah lembaga nirlaba, Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang digagas oleh APRIL. Dimana pihak APRIL akan menyiapkan bantuan pendanaan mauapun teknis bagi keberhasilan program ini. Program ini dilaksanakan sesuai izin restorasi selama 60 tahun yang diberikan oleh Kementerian Kehutanan. REP akan mengalokasikan dana 7 juta Dollar AS dalam tiga tahun pertama untuk menjadikan kawasan hutan ini menjadi kawasan hutan lindung kelas dunia.

Disamping itu, RER juga mempunyai mitra termasuk Fauna & Flora Intenasional, sebuah lembaga nirlaba intenasional yang memfokuskan pada upaya-upaya konservasi ekosistem dan spesiies yang terancam di berbagai belahan dunia, ada juga Bidara, merupakan sebuah lembaga non politik yang memfokuskan pada masalah-masalah sosial serta, Daemeter, sebuah konsultasi independen yang mendorong manajemen sumber daya alam berkelanjutan di Indonesia.

"Ini merupakan izin restorasi ekosistem yang signifikan dan pertama diberikan pihak Kementerian Kehutanan kepada sebuah organisasi yang secara terstruktur melakukan kerjasama dan melibatkan pihak swasta serta kelompok kemasyarakatan. Saya memandang ini sebuah model kerja kolaboratif yang mendukung upaya pemerintah dalam menjamin keseimbangan antara pengembangan industri kehutanan yang bertanggung jawab dengan konservasi area hutan utama," kata Menhut Zulkifli Hasan dalam sambutanya.

Zulkifli Hasan mengapresiasi PT RAPP berkomitmen dan memberikan dukungan dan keuangan untuk keseimbangan dan restorasi ekosistem. "Kami memberikan apresisi kepada RAPP berkomitmen memberikan dukungan keuangan dan teknik dalam restorasi ekositem ini," kata Zulkifli Hasan.

Dalam acara tersebut Kementerian Kehutanan juga meluncurkan alamat Website Restorai Ekositen Riau. www.rekoforest.org.

Sementara itu General Manager RER, Anthony Greer mengatakan, bahwa RER berkomitmen untuk melibatkan masyarakat lokal sekitar sebagai bagaian dari program restorasi untuk membangung pemahaman bersama di sekitar area tentang prioritas-prioritas konsevasi di daerah tersebut.

"RER akan menciptakan lapangan kerja serta skema pengembangan kapasitas yang melibatkan partisipasi langsung dari komunitas sekeliling terdekat. Kami menargetkan untuk merestorasi dan melindungi area konservasi melalui upaya-upaya pemulihan dan perlindungan yang dijalankan secara bersama antara RER dan masyarakat desa," kata Anthony Greer.***(jor)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
aneh
sungguh aneh, kalau tidak pernah mengusik semenanjung kampar, kenapa rapp yg membiayai restorasinya?


loading...

Berita lainnya..........
- Upaya Pencurian Diduga Picu Kebocoran Pipa Minyak Chevron di Duri
- Pasca Bocor, Lokasi Pipa Chevron Terbuka Tanpa Garis Pembatas
- Genangi Lahan dan Perkebunan Warga,
Kembali, Pipa Minyak Chevron di Duri Meledak

- BBPOM Pekanbaru Uji Puluhan Produk Makanan di Bengkalis
- Pagi Ini Hotspot Nihil, Sudah 1.868,96 Hektar Luasan Lahan Terbakar di Riau
- Kerjasama Pihak Ketiga, Dishub Pekanbaru Miliki 100 Separator
- Produksi Sampah di Kota Pekanbaru Lampau 500 Ton Sehari


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com