Untitled Document
Rabu, 1 Zulqaidah 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 27 Agustus 2014 15:46
Komisi A DPRD Riau Pamitan dengan Seluruh Satker Mitra

Rabu, 27 Agustus 2014 15:43
Temuan Lapangan,
Disperindag Pekanbaru Tegur Ritel Jual Minuman Beralkohol


Rabu, 27 Agustus 2014 15:37
Terancam Langka,
Walikota Pekanbaru Minta Masyarakat Awasi Pendistribusian BBM Bersubsidi


Rabu, 27 Agustus 2014 15:34
Masyarakat Meranti di Jakarta Gelar Halal Bihalal

Rabu, 27 Agustus 2014 15:21
HMI Pekanbaru Minta Kejati Riau Usut Dugaan Korupsi di PTPN V

Rabu, 27 Agustus 2014 15:21
Satu Korban Meninggal,
Sebuah Rumah di Kampar Ludes Terbakar


Rabu, 27 Agustus 2014 15:11
Wako Intruksikan Camat Dan Lurah Jadi 'Corong' BPJS



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Mei 2013 11:36
Menhut Resmikan Program Restorasi Ekosistem di Semenanjung Kampar

Riau menyusul tiga daerah lain di Indonesia menjadi lokasi restorasi ekosistem. Progra yang berlokasi di Semenanjung Kampar, Pelalawan tersebut diresmikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

Riauterkini-JAKARTA- Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan hari ini, Selasa (7/5/13) di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta meresmikan program jangka panjang, yakni restorasi area hutan lindung rawa gambut di Semenanjung Kampar yang terletak di Provinsi Riau, pantai Timur Pulau Sumatra. Program ini akan memulihkan dan melindungi 20.265 hektar hutan gambut sebagai hutan lindung. Izin Restorasi Ekosistem Riau (RER) diberikan kepada PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN).

Arean yang signifikan dari semenjanjung Kampar ini meliputi area konsesi yang akan dipulihkan yang telah rusak akibat aktivitas pembalakan liar di masa lalu, termasuk area pembakaran dan perambahan hutan gambut, berada di wilayah inti dari semenanjung Kampar.

Program restorasi ini dipimpin sebuah lembaga nirlaba, Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang digagas oleh APRIL. Dimana pihak APRIL akan menyiapkan bantuan pendanaan mauapun teknis bagi keberhasilan program ini. Program ini dilaksanakan sesuai izin restorasi selama 60 tahun yang diberikan oleh Kementerian Kehutanan. REP akan mengalokasikan dana 7 juta Dollar AS dalam tiga tahun pertama untuk menjadikan kawasan hutan ini menjadi kawasan hutan lindung kelas dunia.

Disamping itu, RER juga mempunyai mitra termasuk Fauna & Flora Intenasional, sebuah lembaga nirlaba intenasional yang memfokuskan pada upaya-upaya konservasi ekosistem dan spesiies yang terancam di berbagai belahan dunia, ada juga Bidara, merupakan sebuah lembaga non politik yang memfokuskan pada masalah-masalah sosial serta, Daemeter, sebuah konsultasi independen yang mendorong manajemen sumber daya alam berkelanjutan di Indonesia.

"Ini merupakan izin restorasi ekosistem yang signifikan dan pertama diberikan pihak Kementerian Kehutanan kepada sebuah organisasi yang secara terstruktur melakukan kerjasama dan melibatkan pihak swasta serta kelompok kemasyarakatan. Saya memandang ini sebuah model kerja kolaboratif yang mendukung upaya pemerintah dalam menjamin keseimbangan antara pengembangan industri kehutanan yang bertanggung jawab dengan konservasi area hutan utama," kata Menhut Zulkifli Hasan dalam sambutanya.

Zulkifli Hasan mengapresiasi PT RAPP berkomitmen dan memberikan dukungan dan keuangan untuk keseimbangan dan restorasi ekosistem. "Kami memberikan apresisi kepada RAPP berkomitmen memberikan dukungan keuangan dan teknik dalam restorasi ekositem ini," kata Zulkifli Hasan.

Dalam acara tersebut Kementerian Kehutanan juga meluncurkan alamat Website Restorai Ekositen Riau. www.rekoforest.org.

Sementara itu General Manager RER, Anthony Greer mengatakan, bahwa RER berkomitmen untuk melibatkan masyarakat lokal sekitar sebagai bagaian dari program restorasi untuk membangung pemahaman bersama di sekitar area tentang prioritas-prioritas konsevasi di daerah tersebut.

"RER akan menciptakan lapangan kerja serta skema pengembangan kapasitas yang melibatkan partisipasi langsung dari komunitas sekeliling terdekat. Kami menargetkan untuk merestorasi dan melindungi area konservasi melalui upaya-upaya pemulihan dan perlindungan yang dijalankan secara bersama antara RER dan masyarakat desa," kata Anthony Greer.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
aneh
sungguh aneh, kalau tidak pernah mengusik semenanjung kampar, kenapa rapp yg membiayai restorasinya?


Berita lainnya..........
- Warga Rimba Melintang Rohil Dapat Sosialisasi Kebijakan Pencegahan Karhutla
- UR Gelar Workshop Internasional Penanganan Kebakaran Gambut
- Hujan Deras Disertai Angin Kencang,
Kota Duri Kembali "Berkuah"

- Pendaftaran CPNS Online Efektif Mulai 24 Agustus
- Dua Pakar Gambut Jepang Studi Banding di Konsesi RAPP
- Cemari Sungai dengan Limbah Pabrik,
Massa IPM-PB Desak Ijin PT PSJ di Langgam Dicabut

- Curah Hujan Riau Meningkat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.84.14
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com