Untitled Document
Sabtu, 8 Muharram 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 1 Nopember 2014 10:41
Suparman Bersama Petinggi Golkar Riau Ketemu Ical, Ada Apa?

Sabtu, 1 Nopember 2014 10:39
Malam ini ,Tim Kesenian Rohil Tampil Pada Festival Tabot Bengkulu

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:27
Kebakaran Ludeskan Gudang Batako di Jalan Inpres, Pekanbaru

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:23
Polres Bengkalis Ringkus Maling 26 Ton Minyak PT Chevron

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:12
Ribuan Ikan Ditemukan Mati Mengapung di Sungai Muara Kuku, Rohul

Jum’at, 31 Oktober 2014 22:07
111

Jum’at, 31 Oktober 2014 22:02
Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Mei 2013 11:36
Menhut Resmikan Program Restorasi Ekosistem di Semenanjung Kampar

Riau menyusul tiga daerah lain di Indonesia menjadi lokasi restorasi ekosistem. Progra yang berlokasi di Semenanjung Kampar, Pelalawan tersebut diresmikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

Riauterkini-JAKARTA- Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan hari ini, Selasa (7/5/13) di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta meresmikan program jangka panjang, yakni restorasi area hutan lindung rawa gambut di Semenanjung Kampar yang terletak di Provinsi Riau, pantai Timur Pulau Sumatra. Program ini akan memulihkan dan melindungi 20.265 hektar hutan gambut sebagai hutan lindung. Izin Restorasi Ekosistem Riau (RER) diberikan kepada PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN).

Arean yang signifikan dari semenjanjung Kampar ini meliputi area konsesi yang akan dipulihkan yang telah rusak akibat aktivitas pembalakan liar di masa lalu, termasuk area pembakaran dan perambahan hutan gambut, berada di wilayah inti dari semenanjung Kampar.

Program restorasi ini dipimpin sebuah lembaga nirlaba, Restorasi Ekosistem Riau (RER) yang digagas oleh APRIL. Dimana pihak APRIL akan menyiapkan bantuan pendanaan mauapun teknis bagi keberhasilan program ini. Program ini dilaksanakan sesuai izin restorasi selama 60 tahun yang diberikan oleh Kementerian Kehutanan. REP akan mengalokasikan dana 7 juta Dollar AS dalam tiga tahun pertama untuk menjadikan kawasan hutan ini menjadi kawasan hutan lindung kelas dunia.

Disamping itu, RER juga mempunyai mitra termasuk Fauna & Flora Intenasional, sebuah lembaga nirlaba intenasional yang memfokuskan pada upaya-upaya konservasi ekosistem dan spesiies yang terancam di berbagai belahan dunia, ada juga Bidara, merupakan sebuah lembaga non politik yang memfokuskan pada masalah-masalah sosial serta, Daemeter, sebuah konsultasi independen yang mendorong manajemen sumber daya alam berkelanjutan di Indonesia.

"Ini merupakan izin restorasi ekosistem yang signifikan dan pertama diberikan pihak Kementerian Kehutanan kepada sebuah organisasi yang secara terstruktur melakukan kerjasama dan melibatkan pihak swasta serta kelompok kemasyarakatan. Saya memandang ini sebuah model kerja kolaboratif yang mendukung upaya pemerintah dalam menjamin keseimbangan antara pengembangan industri kehutanan yang bertanggung jawab dengan konservasi area hutan utama," kata Menhut Zulkifli Hasan dalam sambutanya.

Zulkifli Hasan mengapresiasi PT RAPP berkomitmen dan memberikan dukungan dan keuangan untuk keseimbangan dan restorasi ekosistem. "Kami memberikan apresisi kepada RAPP berkomitmen memberikan dukungan keuangan dan teknik dalam restorasi ekositem ini," kata Zulkifli Hasan.

Dalam acara tersebut Kementerian Kehutanan juga meluncurkan alamat Website Restorai Ekositen Riau. www.rekoforest.org.

Sementara itu General Manager RER, Anthony Greer mengatakan, bahwa RER berkomitmen untuk melibatkan masyarakat lokal sekitar sebagai bagaian dari program restorasi untuk membangung pemahaman bersama di sekitar area tentang prioritas-prioritas konsevasi di daerah tersebut.

"RER akan menciptakan lapangan kerja serta skema pengembangan kapasitas yang melibatkan partisipasi langsung dari komunitas sekeliling terdekat. Kami menargetkan untuk merestorasi dan melindungi area konservasi melalui upaya-upaya pemulihan dan perlindungan yang dijalankan secara bersama antara RER dan masyarakat desa," kata Anthony Greer.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
aneh
sungguh aneh, kalau tidak pernah mengusik semenanjung kampar, kenapa rapp yg membiayai restorasinya?


Berita lainnya..........
- Ribuan Ikan Ditemukan Mati Mengapung di Sungai Muara Kuku, Rohul
- Pagi Diguyur Hujan Deras, Sebagian Jalan di Duri Kebanjiran
- RAPP Beri Pelatihan Dasar Harvesting dan Plantation pada Masyarakat
- BME Klaim Gajah Sumatera di TNTN Tersisa 73 Ekor
- Keraguan Banyak Pihak Terbukti, Pemko Batal Gusur PKL Pasar Arengka
- Hujan Deras Porak-Porandakan Sejumlah Proyek di Duri
- Komit Selamatkan Lingkungan, Pemprov Riau Teken MoU Implementasi REDD+


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 174.129.74.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com