Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Agustus 2017 14:54
‎Tidak Kantongi Izin Selama 17 Tahun,
Pemkab Rohul Tutup PT Abidin Bros di Muara Dilam


Rabu, 23 Agustus 2017 14:48
Pilgubri 2018, PPP Riau Versi Djan Faridz Berniat Buka Penjaringan

Rabu, 23 Agustus 2017 14:37
Pilkada Inhil 2018, Wardan Daftar Penjaringan DPD PPP

Rabu, 23 Agustus 2017 14:19
‎Diduga Cabuli Anak Tiri, Pria di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul

Rabu, 23 Agustus 2017 13:54
Demo di PTPN V Kebun Tandun, FSPTI Dua Kabupaten Desak Bongkar-muat Tanpa Kontraktor

Rabu, 23 Agustus 2017 13:51
Wagubri Pimpin Rapat Bahas Lima Persoalan Batas Wilayah

Rabu, 23 Agustus 2017 13:48
Dintuntut 2 Tahun Penjara, Mantan Kacab BNI 46 Rengat Nangis Sampaika Pledoi

Rabu, 23 Agustus 2017 13:05
Mabuk dan Bikin Onar, Seorang Adik di Dumai Tewas Dipukul Abangnya

Rabu, 23 Agustus 2017 12:17
Baleho Dukungan untuk Andi Rachman Bertebaran di Arena Pacu Jalur Kuansing

Rabu, 23 Agustus 2017 10:29
Aktif Cegah Karlahut,
4 Desa di Riau Dapat Penghargaan dan Bonus Rp100 Juta dari Asian Agri




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 25 April 2013 02:36
Riau Membentuk Pusat Energi Terbarukan

Pemerintah Riau bersama pihal-pihak lain membentuk program pusat energi terbaru atau RiREC. Pembentukan RiREC ini didanai oleh Kementarian Luar Negeri Finlandia melalui EEP.

Riauterkini-PEKANBARU-Rabu 24 April 2013 mungkin merupakan awal yang penting dari sebuah babak baru pengembangan energi baru dan terbarukan di Provinsi Riau. Lebih 16 perwakilan dari lembaga pemangku kepentingan (stakeholder) sepakat membentuk Riau Renewable Energy Center (RiREC), dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

Perwakilan stakeholder yang berasal dari lembaga pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan LSM di Provinsi Riau sepakat bahwa Provinsi Riau yang kaya akan sumber energi terbarukan memiliki peluang besar untuk menjadi Provisi pertama di Indonesia yang mengambil langkah nyata untuk mewujudkan kedaulatan energi di Provinsi Riau, untuk kesejahteraan rakyat. Langkah ini sejalan dengan berbagai peraturan perundang-undangan yang mendorong pengembangan energi terbarukan, dan selaras dengan upaya mengatasi perubahan iklim dari sektor energi.

Pihak pemerintah tingkat Provinsi Riau yang hadir dan sepakat untuk menjadi pendiri RiREC adalah Badan Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura. Sedangkan pihak perguruan tinggi yang hadir adalah Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska, Fakultas Pertanian UR, Fakultas Teknik UIR, Fakultas Teknik UNILAK, dan Energy Research Centre (EnReach) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Suska. Juga hadir pihak LSM dan industri terkait yaitu Jaringan Kerja Energi Berkelanjutan Riau (Jaket Riau), PTPN V, dan PT. PLN (Persero) Wilayah Riau Kepri.

Pembentukan RiREC merupakan bagian dari kegiatan yang didanai oleh Kementarian Luar Negeri Finlandia melalui program Energy and Environment Partnership (EEP) with Indonesia. Nasrullah Salim, Koordinator Nasional EEP Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas pertama yang akan dilakukan oleh RiREC adalah membentuk Pusat Informasi dan Konsultansi Energi Terbarukan tingkat Provinsi Riau. “Setiap kebijakan energi yang baik mesti berpijak pada data yang kuat sehingga keputusan dapat diambil secara tepat,” jelas Nasrullah. “Riau tidak boleh mengulangi kesalahan sejarah dalam mengembangkan energi, di mana kebijakan diambil tanpa landasan data yang kuat,” imbuh Nasrullah.

Kegiatan pembentukan RiREC merupakan kerjasama tiga pihak antara EnRach FST UIN Suska, Dinas Perkebunan, dan VTT Technical Research Center of Finland. Kunaifi, Ketua Dewan Pengurus EnReach dan Project Manager, mengatakan bahwa RiREC nanti tidak hanya akan menjadi pusat informasi dan konsultansi, tetapi juga akan berperan sebagai lembaga think-tank pertama pada tingkat Provinsi Riau, yang akan mendorong riset, kebijakan, pemanfaatan, dan edukasi energi berkelanjutan. “RiREC bukan milik lembaga tertentu, tetapi milik Provinsi Riau,” tegas Kunaifi.

Sementara itu, Ir. Muhardi, M.Si. yang mewakili Kepala Dinas Perkebunan menegaskan bahwa Riau sebagai pusat perkebunan kelapa sawit di Indonesia memiliki limbah kelapa sawit dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. “Dinas Perkebunan berkomitmen membangun RiREC dan kami akan menyediakan kantor untuk RiREC,” kata Muhardi.

Sejarah baru telah ditorehkan di Provinsi Riau. Upaya ini diharapkan kembali menegaskan peran Riau sebagai “lumbung” energi nasional dengan pendekatan modern, untuk memberikan akses energi yang handal, adil, terjangkau, dan ramah lingkungan untuk seluruh rakyat.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Anak Singkong
Riau selalu mengaku yang pertama dalam berbagai hal, namun faktanya paling terbelakang. Terkait dengan energi terbarukan, Riau memang lumbung biomassa dan sumber energi nabati, namun lagi-lagi hanya banyak cakap, realisasi nol besar. Petani menjerit

Anak Riau
Apelah kalian ini subuk mengurus org, urus diri sendiri baru keluarga kalian.

anonim
Karena dananya bakalan di korupsi oleh para pejabat di Riau sementara manfaat acaranya tidak terasa ke masyarakat.


loading...

Berita lainnya..........
- Aktif Cegah Karlahut,
4 Desa di Riau Dapat Penghargaan dan Bonus Rp100 Juta dari Asian Agri

- PT RAPP dan Sinarmas Serahkan 42 Peralatan Damkar kepada Polda Riau
- Gubri Tebar 58 Ribu Bibit Ikan Baung di Hilir Sungai Rokan
- Untuk Tata Kawasan Kumuh,
BKM Duri Timur Taja Latihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat

- Tergerus Abrasi, Wisata Ombak Bono di Teluk Meranti Terancam Hilang
- Puskesmas Rambah Hilir, Rohul Beri Penghargaan Tiga Desa Tersehat
- Tak Percaya Kerja Pemko Dumai,
APLD Laporkan Tumpahan Minyak PT Nagamas ke Pusat



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.92.138
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com