Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Ahad, 29 Mei 2016 20:18
Sambut Ramadhan,
Masyarakat Tapung Pekanbaru Gelar Silaturahmi Akbar dan Pelantikan IKTS


Ahad, 29 Mei 2016 19:41
Empat Nama Gugur,
Besok Pagi, Pansel Umumkan Tiga Nama Calon Sekdaprov Riau


Ahad, 29 Mei 2016 19:04
Sabet Juara II Tahun Lalu,
Modifikator Ryan Fadhlan Optimis Juara Lagi di HMC 2016 Pekanbaru


Ahad, 29 Mei 2016 18:48
Selamatkan Generasi Rohul dari Narkoba, Polsek Tandun Bentuk GRANT

Ahad, 29 Mei 2016 18:41
Bupati Kampar Hadiri Syukuran Listrik Masuk Desa Sungai Agung

Ahad, 29 Mei 2016 18:37
Gila Keseringan Hisap Lem dan Ganja,
Pengangguran di Lima Puluh Pekanbaru Nekat Gantung Diri


Ahad, 29 Mei 2016 18:30
Dirawat di RSUD Arifin Achmad,
Bayi Penderita Atresia Bilier Asal Inhil Harus Dirujuk ke RSCM Jakarta




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 25 April 2013 02:36
Riau Membentuk Pusat Energi Terbarukan

Pemerintah Riau bersama pihal-pihak lain membentuk program pusat energi terbaru atau RiREC. Pembentukan RiREC ini didanai oleh Kementarian Luar Negeri Finlandia melalui EEP.

Riauterkini-PEKANBARU-Rabu 24 April 2013 mungkin merupakan awal yang penting dari sebuah babak baru pengembangan energi baru dan terbarukan di Provinsi Riau. Lebih 16 perwakilan dari lembaga pemangku kepentingan (stakeholder) sepakat membentuk Riau Renewable Energy Center (RiREC), dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan di Dinas Perkebunan Provinsi Riau.

Perwakilan stakeholder yang berasal dari lembaga pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan LSM di Provinsi Riau sepakat bahwa Provinsi Riau yang kaya akan sumber energi terbarukan memiliki peluang besar untuk menjadi Provisi pertama di Indonesia yang mengambil langkah nyata untuk mewujudkan kedaulatan energi di Provinsi Riau, untuk kesejahteraan rakyat. Langkah ini sejalan dengan berbagai peraturan perundang-undangan yang mendorong pengembangan energi terbarukan, dan selaras dengan upaya mengatasi perubahan iklim dari sektor energi.

Pihak pemerintah tingkat Provinsi Riau yang hadir dan sepakat untuk menjadi pendiri RiREC adalah Badan Lingkungan Hidup, Bappeda, Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Pertambangan dan Energi, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura. Sedangkan pihak perguruan tinggi yang hadir adalah Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN Suska, Fakultas Pertanian UR, Fakultas Teknik UIR, Fakultas Teknik UNILAK, dan Energy Research Centre (EnReach) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Suska. Juga hadir pihak LSM dan industri terkait yaitu Jaringan Kerja Energi Berkelanjutan Riau (Jaket Riau), PTPN V, dan PT. PLN (Persero) Wilayah Riau Kepri.

Pembentukan RiREC merupakan bagian dari kegiatan yang didanai oleh Kementarian Luar Negeri Finlandia melalui program Energy and Environment Partnership (EEP) with Indonesia. Nasrullah Salim, Koordinator Nasional EEP Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas pertama yang akan dilakukan oleh RiREC adalah membentuk Pusat Informasi dan Konsultansi Energi Terbarukan tingkat Provinsi Riau. “Setiap kebijakan energi yang baik mesti berpijak pada data yang kuat sehingga keputusan dapat diambil secara tepat,” jelas Nasrullah. “Riau tidak boleh mengulangi kesalahan sejarah dalam mengembangkan energi, di mana kebijakan diambil tanpa landasan data yang kuat,” imbuh Nasrullah.

Kegiatan pembentukan RiREC merupakan kerjasama tiga pihak antara EnRach FST UIN Suska, Dinas Perkebunan, dan VTT Technical Research Center of Finland. Kunaifi, Ketua Dewan Pengurus EnReach dan Project Manager, mengatakan bahwa RiREC nanti tidak hanya akan menjadi pusat informasi dan konsultansi, tetapi juga akan berperan sebagai lembaga think-tank pertama pada tingkat Provinsi Riau, yang akan mendorong riset, kebijakan, pemanfaatan, dan edukasi energi berkelanjutan. “RiREC bukan milik lembaga tertentu, tetapi milik Provinsi Riau,” tegas Kunaifi.

Sementara itu, Ir. Muhardi, M.Si. yang mewakili Kepala Dinas Perkebunan menegaskan bahwa Riau sebagai pusat perkebunan kelapa sawit di Indonesia memiliki limbah kelapa sawit dalam jumlah besar yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. “Dinas Perkebunan berkomitmen membangun RiREC dan kami akan menyediakan kantor untuk RiREC,” kata Muhardi.

Sejarah baru telah ditorehkan di Provinsi Riau. Upaya ini diharapkan kembali menegaskan peran Riau sebagai “lumbung” energi nasional dengan pendekatan modern, untuk memberikan akses energi yang handal, adil, terjangkau, dan ramah lingkungan untuk seluruh rakyat.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Anak Singkong
Riau selalu mengaku yang pertama dalam berbagai hal, namun faktanya paling terbelakang. Terkait dengan energi terbarukan, Riau memang lumbung biomassa dan sumber energi nabati, namun lagi-lagi hanya banyak cakap, realisasi nol besar. Petani menjerit

Anak Riau
Apelah kalian ini subuk mengurus org, urus diri sendiri baru keluarga kalian.

anonim
Karena dananya bakalan di korupsi oleh para pejabat di Riau sementara manfaat acaranya tidak terasa ke masyarakat.


Berita lainnya..........
- Peduli Lingkungan,
Himpunan Mahasiswa Biologi Riau Aksi Damai di Pasirpangaraian

- Warga Pelalawan dan Kepulauan Meranti Praktekkan Buka Lahan Tanpa Bakar
- Perintah Menteri LHK, Tim Verifikasi Turun ke Kawasan Rawa Seribu di Mahato, Rohul
- Longsor di Desa Tanah Merah, Inhil Hancurkan Lima Rumah
- Tersisa 371 Ekor,
Joe Taslim Suarakan Perlindungan Harimau Sumatera

- Tiger Warrior WWF Joe Taslim Kunjungi TNBT Riau
- Sambaran Petir di Inhil, Seorang Tewas dan Dua Luka Bakar Serius


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.191.202
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com