Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Selasa, 27 Juni 2017 20:46
H+3 Lebaran, Diperkirakan 10.000 Pengunjung Padati Pantai Solop Inhil

Selasa, 27 Juni 2017 20:00
Bupati Inhil Silahturrahmi ke Gubernur dan Forkopimda Riau

Selasa, 27 Juni 2017 18:13
Antisipasi Keamanan Lapas,
Kabag Ops Polres Kampar Kunjungi Lapas Kelas IIb Bangkinang


Selasa, 27 Juni 2017 18:08
Balon Gubri Harris Buka Kejuaraan Motorcross di Tapung, Kampar

Selasa, 27 Juni 2017 18:02
Pergi Berlebaran,
Seorang Bocah di Inhil Tewas Terbentur Besi Mesin Pompong


Selasa, 27 Juni 2017 17:42
Sebar Personel di Pusat Keramaian,
Kapolresta Pantau Situasi Keamanan Pekanbaru di Hari Ketiga Lebaran


Selasa, 27 Juni 2017 17:37
6 Rumah Rusak,
Longsor Kembali Terjadi di Kuala Enok, Inhil


Selasa, 27 Juni 2017 15:10
Belasan Orang Terjebur,
Pelabuhan Rakyat Desa Tanjung Gadai, Meranti Ambruk


Selasa, 27 Juni 2017 13:23
Mayat Tanpa Identitas di Desa Kuala Sebatu Ternyata Warga Tembilahan, Inhil

Selasa, 27 Juni 2017 08:13
Tamu Tagram Hotel Pekanbaru Kehilangan Perhiasaln Rp70 juta



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 11 April 2013 17:45
Riau, Salah Satu Penyumbang Kabut Asab di Indonesia

Petani Riau masih suka membuka lahan dengan membakar hutan. Ini menjadi penyumbang kabut asab di Indonesia.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Direktur Jenderal Bidang Perlindungan Perkebunan Kementrian Pertanian (Kementan), Joko Suhardianto, mengatakan, Provinsi Riau masuk sebagai salah satu daerah penyumbang kabut asap di Indonesia.

Bukan hanya kawasan hutan gambut yang sebabkan kabut asap, tapi kawasan hutan non gambut turut sebabkan kabut asap di Indonesia hingga sampai ke Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Menurut Joko, kabut asap di Riau akibat masih maraknya petani yang membuka kawasan hutan dan areal untuk dijadikan areal perkebunan atau ladang dengan sengaja mengambil jalan pintas yakni melakukan aksi pembakaran.

Sedikitnya tiga kabupaten di Riau menjadi perhatian khusus dan fokus pihak Kementan, karena masih marak aksi pembukaan lahan dengan cara dibakar meliputi di Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir, dan Kabupaten Rokan Hulu.

"Areal perkebunan di Rokan Hulu beda dengan Rohil atau Pelalawan. Karena arealnya non gambut, perilaku petani membuka lahan dengan sengaja membakar untuk membuka ladang masih tinggi, apalagi sebagai daerah penyumbang kabut asap di Riau," jelas Joko kepada riauterkinicom saat berkunjung ke Rohul, Kamis (11/4/13).

Untuk meminimalisir semakin tingginya aksi pembukaan lahan disertai pembakaran, diperkirakan Mei atau Juni mendatang, Kementan RI akan menggelar sosialisasi di Riau seperti di Pelalawan, Rohil, dan Rohul.

"Sosialiasasi yang akan lakukan di Riau yaitu membangun kesadaran petani kita agar tidak membuka lahan tanpa dibakar. Kata bupati petani masih mampu membuka lahan tanpa aksi pembakaran, sehingga kita tidak bisa dogmatis melalui penekanan," kata Joko.

Fakta selama ini, ungkap Joko, petani melakukan aksi bakar lahan secara acak. Kayu basah sengaja ditumpuk dan selanjutnya dibakar sehingga menyebabkan asap menyebar sampai ke Negara tetangga.

Rencananya, Kementan RI akan menggelar sosialisasi tersebut pada Mei atau Juni mendatang, namun saat ini masih menunggu keputusan Provinsi Riau soal dana untuk sosialisasinya.

"Kita akan lakukan secepatnya, sebab diprediksi Juni dan Agustus sudah memasuki musim kering. Biasanya pada bulan ini banyak petani yang melakukan aksi pembakaran saat membuka lahan." ujarnya.

Sosialisasi juga sebagai langkah pemerintah tidak memanjakan petani, pasalnya jika petani terus diberi bantuan rutin, akan sebabkan petani cengeng alias manja.

Joko mengaku masih sulit menangkap pelaku aksi pembakaran areal untuk dijadikan areal perkebunan, pasalnya saat petugas berada di lokasi kebakaran, pemilik lahan tidak berada di tempat sehingga tidak ada yang bisa disalahkan.

"Sanksi hukum tetap kita berlakukan dan tidak ada kesan membiarkan. Untuk menangkap tangan memang masih sulit, pasalnya saat kebakaran, petani sudah tidak berada di tempat," ungkap Joko lagi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
rekan riau terkini
tlg diedit dulu... masa kata " asap" ditulis "asab" kayaknya kurang pengawasan nih Riau Terkini..

Oran Riau
maksudnya kan baik,agar petani tidak bakar lahan, apa anda juga pembakar lahan juga ya? ketahuan.

KENTUTLAH
BEGINILAH ANEHNYA ORANG PUSAT, RIAU PENGHASIL KABUT DIBERITAKAN, TAPI PENGHASIL MIGAS TERBESAR DI INDONESIA DANANYA SEMUANYA DIAMBIL DAN TAK PERNAH MASYARAKAT RIAU MERASAKANNYA, KENTUTLAH ORANG PUSAT TAUNYA YANG NEGAT4VE AJA KOMENTARNYA.


loading...

Berita lainnya..........
- Atasi Sampah di Idul Fitri,
12 Armada dan 150 Personil Disiapkan UPT Persampahan di Duri, Bengkalis

- Gubri Resmikan Dua RTH untuk Rekrearasi Warga di Pekanbaru
- Banjir, 17 Kendaraan Tenggelam di Basement Hotel Grand Central Pekanbaru
- Hujan Deras Rendam Rumah Warga di Tangerang Tengah, Pekanbaru
- Kapolda Riau Memohon Warga Kuansing Tak Lagi Rusak Lingkungan
- Grup APRIL Umumkan ‘Periode Bahaya Api’ di Area Konsesinya
- Korsleting Listrik,
Klinik Laboratorium Prodia Pekanbaru Hangus Terbakar



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 107.22.56.104
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com