Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 24 April 2014 15:32
Masih Banyak Warnet di Rohul Belum Kantongi Izin

Kamis, 24 April 2014 15:20
Gagal Nyaleg, Ketua DPRD Riau Pilih Back to Campus

Kamis, 24 April 2014 15:13
Besok, Gubri Hadiri Undangan Presiden Peringati Hari Otda

Kamis, 24 April 2014 14:54
Bupati Bengkalis Buka Pencanangan Bulan Bhakti IBI KB Kes Tingkat Kabupaten di Desa Selatbaru

Kamis, 24 April 2014 14:43
Perlu Diperbaiki Segera,
Pelabuhan Wisata Religi Syekh Abdurrahman Siddik Memprihatinkan


Kamis, 24 April 2014 14:37
Polda Riau Tak Pernah Periksa Maimanah Umar dan Putrinya sebagai Tersangka

Kamis, 24 April 2014 14:34
Dua Hari, TMP Penyewaan Baru Akan Diujicoba



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Maret 2013 18:18
Kabut Asap Kebakaran Lahan Selimuti Wilayah Kota Dumai

Kebakaran hutan dan lahan mulai merebak di sejumlah kawasan. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat Dumai. Kabut asap menyelmuti kawasan tersebut.

Riauterkini-DUMAI- Beberapa hari belakangan ini Kota Dumai dan sekitarnya dilanda kemarau. Alhasil, menyebabkan lahan di sejumlah area Dumai mengalami kebakaran. Kondisi tersebut menimbulkan dampak yakni kabut asap baik yang muncul pada malam dan pagi hari.

Kabut asap terlihat tebal pagi Selasa (19/3/13) hingga pukul 07.00 WIB. Beruntung muncul angin dan dilanjutkan dengan hujan. Kabut asap tersebut secara perlahan menghilang. Meskipun demikian, keberadaan cukup menganggu masyrakat.

Abdul Razak, warga Siderejo kepada riauterkinicom mengatakan, kabut asap sudah mulai terlihat sejak beberapa hari belakangan namun masih tipis. Meskipun demikian ia sudah menebak kondisi tersebut akan semakin parah, jika tidak turun hujan.

"Ini sudah dapat diprediksi. Kabut asap di Dumai ini bukan sekali dua kali terjadi. Kalau sudah mulai muncul asap tipis, beberapa hari kemudian siap-siaplah bakalan muncul lebih tebal. Ternyata benarkan?," kata Abdul Razak.

Meskipun mengaku sudah terbiasa, namun tetap merasakan khawatir. Pasalnya ia memiliki bayi yang masih berumur satu tahun. Keberadaan kabut asap tersebut dipastikan akan menganggu kesehatan anaknya.

Sementara keterangan pihak dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kota Dumai menyatakan, terdapat tiga titik api di Dumai. Jumlah titik api tersebut menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya yakni sebanyak enam titik.

Kepala Distanbunhut Kota Dumai, Surianto menjelaskan, Sejak Sabtu (16/3) telah terjadi kebakaran di beberapa areal di Dumai. Lokasi-lokasinya itu diantaranya adalah di lahan masyarakat yang terdapat di Bukit Timah dan Bukit Jin.

“Kita sudah langsung turun ke lokasi memantau dan melakukan pemadaman. Dua lokasi ini adalah lahan masayarakat. Memang kita melihat ada yang mengambil kayu akasia dilahan tersebut tapi yang mengambilnya masayarakat lain dan bukan pemilik lahan,” katanya.

Selain dua lokasi tersebut, pihaknya juga mendapatkan kebakaran lahan di areal pembukaan lahan baru untuk perkebunan di Rawa Panjang. Ditempat itu tidak ditemukan pelaku hanya mendapatkan tumpukan sisa pembersihan lahan yang dibakar di atas lahan gambut.

Lokasi kebakaran lain juga di temukan di perbatasan Dumai-Rohil dekat daerah Mamugo, tapi masih masuk dalam wilayah Dumai. Sementara titik api yang ditemukan pada Selasa (19/3) ditemukan di Bukit Timah, Bukit Kapur dan Basilam Baru.

“Kita menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan untuk kepentingan apapun. Selain itu juga berhati-hati termasuk membuang puntung rokok. Sebab dengan musim panas sekarang ini sangat mudah menyulut api,” katanya.

Ia juga mengakui telah menyurati seluruh perusahaan pengelola hutan yang menguasai sejumlah area hutan. Intinya pemerintah minta perusahaan untuk menjaga areal pengelolaan mereka. Termasuk mengawasi aktivitas masyarakat yang ada di dalam kawasan pengelolaan hutan mereka.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- LKPJ Bupati Kuansing, PAD 2013 Lampaui Target
- EMP MSSA Kenalkan Langkah Penanganan Karhutla pada Pelajar di Sei Apit
- Gubri Coret Alokasi Anggaran Penanggulangan Pasca Karhutla
- Cek Kesiapan Penanggulangan Karhutla,
Menteri LH RI Turun ke Sepahat, Bengkalis

- Wawako Pekanbaru Resmikan Biogas Terpadu di Ponpes Dar Rel Hikmah
- Meneg-LH Targetkan Pencemaran Lingkungan Turun 50 Persen
- Cegah Karhulat, Polres Bengkalis Wajibkan Perusahaan Siapkan Embung


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.237.95.6
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com