Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Pebruari 2018 22:01
Ditabrak Truck Balak, Anggota Damkar Mandau, Bengkalis Tewas Ditempat

Ahad, 25 Pebruari 2018 21:42
Seorang Suami di Inhu Tega Bunuh Istrinya

Ahad, 25 Pebruari 2018 19:45
LE Mulai Kampanyekan Prabowo-Cak Imin untuk Pilpres 2019

Ahad, 25 Pebruari 2018 16:38
Pasangan AYO Sambangi Sentra Nenas di Rokan Hilir

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:48
Capella Honda Serahkan Unit PCX150 Kepada 10 Konsumen Pembeli Perdana

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:43
Ini Rencana Besar Pasangan AYO untuk Kota Dumai

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:56
KBM di Desa Koto Ranah, Mahasiswa UPP Rohul Merasa Pulang Kampung

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:53
Arminareka Perdana Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Asal Rohul Maret 2018

Ahad, 25 Pebruari 2018 13:22
Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Dukung dan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Ahad, 25 Pebruari 2018 10:19
Sudah Diikuti 1.600 Murid, Diluncurkan Didikan Subuh Quran di Bengkalis


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Maret 2013 18:18
Kabut Asap Kebakaran Lahan Selimuti Wilayah Kota Dumai

Kebakaran hutan dan lahan mulai merebak di sejumlah kawasan. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat Dumai. Kabut asap menyelmuti kawasan tersebut.

Riauterkini-DUMAI- Beberapa hari belakangan ini Kota Dumai dan sekitarnya dilanda kemarau. Alhasil, menyebabkan lahan di sejumlah area Dumai mengalami kebakaran. Kondisi tersebut menimbulkan dampak yakni kabut asap baik yang muncul pada malam dan pagi hari.

Kabut asap terlihat tebal pagi Selasa (19/3/13) hingga pukul 07.00 WIB. Beruntung muncul angin dan dilanjutkan dengan hujan. Kabut asap tersebut secara perlahan menghilang. Meskipun demikian, keberadaan cukup menganggu masyrakat.

Abdul Razak, warga Siderejo kepada riauterkinicom mengatakan, kabut asap sudah mulai terlihat sejak beberapa hari belakangan namun masih tipis. Meskipun demikian ia sudah menebak kondisi tersebut akan semakin parah, jika tidak turun hujan.

"Ini sudah dapat diprediksi. Kabut asap di Dumai ini bukan sekali dua kali terjadi. Kalau sudah mulai muncul asap tipis, beberapa hari kemudian siap-siaplah bakalan muncul lebih tebal. Ternyata benarkan?," kata Abdul Razak.

Meskipun mengaku sudah terbiasa, namun tetap merasakan khawatir. Pasalnya ia memiliki bayi yang masih berumur satu tahun. Keberadaan kabut asap tersebut dipastikan akan menganggu kesehatan anaknya.

Sementara keterangan pihak dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kota Dumai menyatakan, terdapat tiga titik api di Dumai. Jumlah titik api tersebut menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya yakni sebanyak enam titik.

Kepala Distanbunhut Kota Dumai, Surianto menjelaskan, Sejak Sabtu (16/3) telah terjadi kebakaran di beberapa areal di Dumai. Lokasi-lokasinya itu diantaranya adalah di lahan masyarakat yang terdapat di Bukit Timah dan Bukit Jin.

“Kita sudah langsung turun ke lokasi memantau dan melakukan pemadaman. Dua lokasi ini adalah lahan masayarakat. Memang kita melihat ada yang mengambil kayu akasia dilahan tersebut tapi yang mengambilnya masayarakat lain dan bukan pemilik lahan,” katanya.

Selain dua lokasi tersebut, pihaknya juga mendapatkan kebakaran lahan di areal pembukaan lahan baru untuk perkebunan di Rawa Panjang. Ditempat itu tidak ditemukan pelaku hanya mendapatkan tumpukan sisa pembersihan lahan yang dibakar di atas lahan gambut.

Lokasi kebakaran lain juga di temukan di perbatasan Dumai-Rohil dekat daerah Mamugo, tapi masih masuk dalam wilayah Dumai. Sementara titik api yang ditemukan pada Selasa (19/3) ditemukan di Bukit Timah, Bukit Kapur dan Basilam Baru.

“Kita menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan untuk kepentingan apapun. Selain itu juga berhati-hati termasuk membuang puntung rokok. Sebab dengan musim panas sekarang ini sangat mudah menyulut api,” katanya.

Ia juga mengakui telah menyurati seluruh perusahaan pengelola hutan yang menguasai sejumlah area hutan. Intinya pemerintah minta perusahaan untuk menjaga areal pengelolaan mereka. Termasuk mengawasi aktivitas masyarakat yang ada di dalam kawasan pengelolaan hutan mereka.***(had)

Loading...



Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Plt Wako Kampanyekan '"Pekanbaru Bersih, Bisa Kok" di Car Free Day
- Sempena HPSN, Pemko Janji Tuntaskan Sampah dalam Tuga Bulan
- Penyu Seberat 50 Kg Terdampar di Pantai Muntai, Bengkalis
- Sudah Makan Korban Jiwa, Warga Desak Perbaikan Jalan Kubang
- Diduga Buang Limbah Saat Hujan Deras,
Pencemaran Sungai Kerumatan oleh PT MAS Semakin Terkuak

- Sulit Ditempuh, Petugas Pemadam Bengkalis Harus Berjibaku ke Lokasi KarhutlaD
- Siaga Karhutla, Tim Pemadam PT. RAPP Patroli 24 Jam


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 50.19.34.255
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com