Untitled Document
Jumat, 26 Safar 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 18 Desember 2014 20:55
BBM Bersubsidi Tepat Sasaran,
Pertamina Laksanakan Kartu Survei


Kamis, 18 Desember 2014 20:52
2015, Pertumbuhan Ekonomi Riau Diprdiksi Melambat

Kamis, 18 Desember 2014 20:52
Miliki Lahan di Cagar Biosfer,
Kompol Suparno Jalani Sidang Perdana di PN Siak


Kamis, 18 Desember 2014 20:19
Pemprov Riau Kukuhkan P3ER, Fokus Pengembangan Maritim dan Pangan

Kamis, 18 Desember 2014 19:47
Sambut Hari Ibu,
Ratusan Anak-anak Siak Ikuti Lomba Mewarnai


Kamis, 18 Desember 2014 19:16
Promo Akhir Tahun,
Nginap 3 Malam di Grand Central, Pekanbaru Hanya Bayar 2 Malam


Kamis, 18 Desember 2014 18:53
Kapal MV. Malaysia Ekspress 1 Nyaris Tenggelam di Perairan Rupat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 Maret 2013 18:18
Kabut Asap Kebakaran Lahan Selimuti Wilayah Kota Dumai

Kebakaran hutan dan lahan mulai merebak di sejumlah kawasan. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat Dumai. Kabut asap menyelmuti kawasan tersebut.

Riauterkini-DUMAI- Beberapa hari belakangan ini Kota Dumai dan sekitarnya dilanda kemarau. Alhasil, menyebabkan lahan di sejumlah area Dumai mengalami kebakaran. Kondisi tersebut menimbulkan dampak yakni kabut asap baik yang muncul pada malam dan pagi hari.

Kabut asap terlihat tebal pagi Selasa (19/3/13) hingga pukul 07.00 WIB. Beruntung muncul angin dan dilanjutkan dengan hujan. Kabut asap tersebut secara perlahan menghilang. Meskipun demikian, keberadaan cukup menganggu masyrakat.

Abdul Razak, warga Siderejo kepada riauterkinicom mengatakan, kabut asap sudah mulai terlihat sejak beberapa hari belakangan namun masih tipis. Meskipun demikian ia sudah menebak kondisi tersebut akan semakin parah, jika tidak turun hujan.

"Ini sudah dapat diprediksi. Kabut asap di Dumai ini bukan sekali dua kali terjadi. Kalau sudah mulai muncul asap tipis, beberapa hari kemudian siap-siaplah bakalan muncul lebih tebal. Ternyata benarkan?," kata Abdul Razak.

Meskipun mengaku sudah terbiasa, namun tetap merasakan khawatir. Pasalnya ia memiliki bayi yang masih berumur satu tahun. Keberadaan kabut asap tersebut dipastikan akan menganggu kesehatan anaknya.

Sementara keterangan pihak dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kota Dumai menyatakan, terdapat tiga titik api di Dumai. Jumlah titik api tersebut menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya yakni sebanyak enam titik.

Kepala Distanbunhut Kota Dumai, Surianto menjelaskan, Sejak Sabtu (16/3) telah terjadi kebakaran di beberapa areal di Dumai. Lokasi-lokasinya itu diantaranya adalah di lahan masyarakat yang terdapat di Bukit Timah dan Bukit Jin.

“Kita sudah langsung turun ke lokasi memantau dan melakukan pemadaman. Dua lokasi ini adalah lahan masayarakat. Memang kita melihat ada yang mengambil kayu akasia dilahan tersebut tapi yang mengambilnya masayarakat lain dan bukan pemilik lahan,” katanya.

Selain dua lokasi tersebut, pihaknya juga mendapatkan kebakaran lahan di areal pembukaan lahan baru untuk perkebunan di Rawa Panjang. Ditempat itu tidak ditemukan pelaku hanya mendapatkan tumpukan sisa pembersihan lahan yang dibakar di atas lahan gambut.

Lokasi kebakaran lain juga di temukan di perbatasan Dumai-Rohil dekat daerah Mamugo, tapi masih masuk dalam wilayah Dumai. Sementara titik api yang ditemukan pada Selasa (19/3) ditemukan di Bukit Timah, Bukit Kapur dan Basilam Baru.

“Kita menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan untuk kepentingan apapun. Selain itu juga berhati-hati termasuk membuang puntung rokok. Sebab dengan musim panas sekarang ini sangat mudah menyulut api,” katanya.

Ia juga mengakui telah menyurati seluruh perusahaan pengelola hutan yang menguasai sejumlah area hutan. Intinya pemerintah minta perusahaan untuk menjaga areal pengelolaan mereka. Termasuk mengawasi aktivitas masyarakat yang ada di dalam kawasan pengelolaan hutan mereka.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PNS Dilarang ke Kantor Berkendaraan Bermotor,
Wako Pekanbaru Luncurkan Kamis Bersih Tanpa Polusi Alias Kasihpapa

- Jalankan Rekomendasi SAC, RAPP Studi Bentang Alam di Dua Wilayah
- Deteksi Dini Karhutla, Pemkab Meranti Gandeng REDD+
- Warga Tuding Kanal Perusahaan Perkebunan,
Banjir Rendam Puluhan Rumah Dua Desa di Siakkecil, Bengkalis

- Masuk ke Pemukiman,
Belum Ada Warga Rohul Diganggu Beruang Madu

- Kanal Meluap, Rumah dan Sekolah di Bukitbatu, Bengkalis Kebanjiran
- Diguyur Hujan Semalaman,
Desa Muara Tobek, Kuansing Kebanjiran



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.89.36.189
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com