Home > Lingkungan >>
Berita Terhangat..
Senin, 29 Mei 2017 19:55
Baru Mediasi, Listrik di Rohul Padam Lagi, Ini Jawaban Manager PLN

Senin, 29 Mei 2017 19:46
Polda Riau Tangani 32 Kasus Pungli

Senin, 29 Mei 2017 19:31
Di Kerumutan Listrik Mati Saat Sahur,
Ketua Komisi III DPRD Pelalawan Minta PLN Maksimal Layani Masyarakat


Senin, 29 Mei 2017 19:23
Harga Daging Mahal, Komisi B DPRD Riau Desak Pemerintah Mencari Solusi

Senin, 29 Mei 2017 17:50
Pemko Dumai Adakan Safari Ramadan 1438 Hijriah

Senin, 29 Mei 2017 17:49
Pasca Aktif Kembali, Bupati Suparman Ajak Masyarakat Rohul Bersatu Lagi Bangun Daerah

Senin, 29 Mei 2017 17:45
Diselenggarakan Kemendikbud,
"Sultan Syarif Kasim II Sang Republikan" Masuk 30 Besar Lomba LKAS 2017


Senin, 29 Mei 2017 17:37
Polsek Batu Hampar, Rohil Ajak Jaga Kamtibmas Selama Ramadhan

Senin, 29 Mei 2017 17:36
Hasil Mediasi dengan Pemkab Rohul,
PLN Pasirpangaraian Diminta tidak Melakukan Pemadaman dan Tempatkan Petugas


Senin, 29 Mei 2017 17:35
Berkaca Dari Kasus PLN Rohul,
Kapolres Rohil Beri Arahan Khusus Saat Apel Pagi




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 19 Maret 2013 18:18
Kabut Asap Kebakaran Lahan Selimuti Wilayah Kota Dumai

Kebakaran hutan dan lahan mulai merebak di sejumlah kawasan. Dampaknya mulai dirasakan masyarakat Dumai. Kabut asap menyelmuti kawasan tersebut.

Riauterkini-DUMAI- Beberapa hari belakangan ini Kota Dumai dan sekitarnya dilanda kemarau. Alhasil, menyebabkan lahan di sejumlah area Dumai mengalami kebakaran. Kondisi tersebut menimbulkan dampak yakni kabut asap baik yang muncul pada malam dan pagi hari.

Kabut asap terlihat tebal pagi Selasa (19/3/13) hingga pukul 07.00 WIB. Beruntung muncul angin dan dilanjutkan dengan hujan. Kabut asap tersebut secara perlahan menghilang. Meskipun demikian, keberadaan cukup menganggu masyrakat.

Abdul Razak, warga Siderejo kepada riauterkinicom mengatakan, kabut asap sudah mulai terlihat sejak beberapa hari belakangan namun masih tipis. Meskipun demikian ia sudah menebak kondisi tersebut akan semakin parah, jika tidak turun hujan.

"Ini sudah dapat diprediksi. Kabut asap di Dumai ini bukan sekali dua kali terjadi. Kalau sudah mulai muncul asap tipis, beberapa hari kemudian siap-siaplah bakalan muncul lebih tebal. Ternyata benarkan?," kata Abdul Razak.

Meskipun mengaku sudah terbiasa, namun tetap merasakan khawatir. Pasalnya ia memiliki bayi yang masih berumur satu tahun. Keberadaan kabut asap tersebut dipastikan akan menganggu kesehatan anaknya.

Sementara keterangan pihak dari Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kota Dumai menyatakan, terdapat tiga titik api di Dumai. Jumlah titik api tersebut menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya yakni sebanyak enam titik.

Kepala Distanbunhut Kota Dumai, Surianto menjelaskan, Sejak Sabtu (16/3) telah terjadi kebakaran di beberapa areal di Dumai. Lokasi-lokasinya itu diantaranya adalah di lahan masyarakat yang terdapat di Bukit Timah dan Bukit Jin.

“Kita sudah langsung turun ke lokasi memantau dan melakukan pemadaman. Dua lokasi ini adalah lahan masayarakat. Memang kita melihat ada yang mengambil kayu akasia dilahan tersebut tapi yang mengambilnya masayarakat lain dan bukan pemilik lahan,” katanya.

Selain dua lokasi tersebut, pihaknya juga mendapatkan kebakaran lahan di areal pembukaan lahan baru untuk perkebunan di Rawa Panjang. Ditempat itu tidak ditemukan pelaku hanya mendapatkan tumpukan sisa pembersihan lahan yang dibakar di atas lahan gambut.

Lokasi kebakaran lain juga di temukan di perbatasan Dumai-Rohil dekat daerah Mamugo, tapi masih masuk dalam wilayah Dumai. Sementara titik api yang ditemukan pada Selasa (19/3) ditemukan di Bukit Timah, Bukit Kapur dan Basilam Baru.

“Kita menghimbau seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan untuk kepentingan apapun. Selain itu juga berhati-hati termasuk membuang puntung rokok. Sebab dengan musim panas sekarang ini sangat mudah menyulut api,” katanya.

Ia juga mengakui telah menyurati seluruh perusahaan pengelola hutan yang menguasai sejumlah area hutan. Intinya pemerintah minta perusahaan untuk menjaga areal pengelolaan mereka. Termasuk mengawasi aktivitas masyarakat yang ada di dalam kawasan pengelolaan hutan mereka.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Pemprov Riau Tolak Aktifkan Izin Pasir Laut di Beting Aceh, Rupat
- Memasuki Kemarau, BNPB Kerahkan 5 Helikopter ke Riau
- Puluhan Gajah Rusak Dua Rumah Warga Pinggir, Bengkalis
- Seekor Buaya Naik ke Pemukiman Hebohkan Warga Penyagun, Meranti
- 3 Unit Rumah Rusak, Longsor Kembali Landa Desa Tanah Merah, Inhil
- Seekor Anak Harimau Ditemukan di Kebun Warga Bukit Batu
- Tak Hanya Seekor, Harimau Masih Berkeliaran di Desa Tanjung Simpang, Inhil


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.184.185
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com