Untitled Document
Rabu, 11 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Rabu, 1 April 2015 11:17
‎Kejari Bengkalis dan BPJS Dumai Teken MoU Datun

Rabu, 1 April 2015 11:13
Belasan Mobil Operasional Kesehatan Pekanbaru 'Dijadikan Besi Tua'

Rabu, 1 April 2015 11:05
Plt Gubri Saksi Sidang Terdakwa Annas Maamun di PN Bandung

Rabu, 1 April 2015 10:37
Suap APBD 2015, KPK Kembali Periksa Mantan Anggota DPRD Riau

Rabu, 1 April 2015 10:36
Gepeng di Pekanbaru Bakal Dilatih jadi Tukang Pijat Profesional

Rabu, 1 April 2015 07:52
Dapat Sabu dari Napi di LP, WN Malaysia Ditangkap Polisi Pekanbaru

Rabu, 1 April 2015 07:31
BPJS Dituding Bersikap Arogan dan Cenderung Rugikan Rumah Sakit



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 18 Maret 2013 20:17
Pengerjaan Galian Kabel Sering Ganggu Pengguna Jalan

Sejumlah masyarakat Pekanbaru mengharapkan instansi terkait mengawasi penggalian kabel. Pelaksanaannya sering mengganggu pengguna jalan.

Riauterkini-PEKANBARU-Banyaknya keluhan masyarakat terhadap galian kabel di beberapa ruas jalan mendapat perhatian Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T), Alimuddin. Pihaknya meminta Dinas PU Riau melakukan pengawasan terhadap galian kabel.

Alimudin menyebutkan persoalan galian kabel yang dilakukan berbagai perusahaan harusnya bertanggung jawab atas galian yang mereka lakukan. Dilapangan sendiri banyak sisa galian dibiarkan dengan menutup lubang menggunakan tanah.

Selain mengganggu pengguna jalan, galian yang dilakukan tersebut dapat merusak aspal jalan.

"Terkait galian kabel ini, Dinas PU yang memiliki tanggung jawab mengawasi segala bentuk galian kabel. Kita minta PU Riau lebih ketat lagi melakukan pengawasan," kata Alimudin.

Alimuddin membenarkan tiap tahunnya ada perusahaan yang mengajukan perizinan untuk galian kabel. Namun, Alimuddin masih enggan untuk memapatkan perusahaan mana saja yang meminta izin tersebut.

Sesuai dengan ketentuan apa pun jenis galian, baik yang dalam kota mau pun antar kabupaten perizinan galian dikeluarkan oleh BP2T Riau. Namun izin tersebut hanya sebatas perizinan untuk penggaliannya saja. Namun untuk instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan adala Dinas PU Riau.

Keluhan galian kabel ini dilontarkan Aisyah, Warga Jalan Rambutan yang sering melintas di Jalan Paus. Ada beberapa ruas jalan Paus yang tidak dirapikan setelah penggalian dilakukan.

"Gara-gara jalan yang tidam rata sering terjadi macet. Apalagi kalau hari hujan, kita harus hati-hati," imbuhnya.

Sementara itu, Yuni, warga Jalan Kartama meminta pihak galian kabel yang baru memulai pekerjaan di lingkungannya ini memerhatikab kondisi jalan usai penggalian dilakukan.

"Kita minta pihak penggali untuk bertanggung jawab dengab galian yang dilakukab. Jangan udah digali nanyi dibiarkan gitu aja," ucapnya.***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cegah Keracunan, Dinkes Pekanbaru Awasi Usaha Air Isi Ulang
- Warga Kuansing Diingatkan Tak Serobot Hutan Lindung
- Kampanye Hitam CPO Indonesia,
Gapki: Anak Negeri Hajar Negeri Sendiri

- Polda-Pemprov-LAM Riau Edukasi Warga Tak Bakar Lahan
- Antisipasi Karhutla, 40,8 TON Garam Ditaburkan Untuk Hujan Buatan di Riau
- Hari Bhakti Rimbawan ke-32, PT RAPP Tanam 2.000 Bibit Pohon di Kuansing
- Hadapi Kemarau, Diskes Dumai Siagakan 30 Ribu Masker


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.158.164.47
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com