Untitled Document
Kamis, 16 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 17 April 2014 08:11
Kue Semprong Selatpanjang,
Manisnya Bikin Warga Singapura Ketagihan


Kamis, 17 April 2014 08:07
Zulaikhah Wardan Lantik Pengurus TP PKK Tempuling

Kamis, 17 April 2014 08:04
PT Pulau Sambu Dinilai 'Anak-tirikan' Kebun Petani Plasma

Kamis, 17 April 2014 08:01
Pemkab Meranti Akan Bangun Pasar Lelang Pertanian di Desa Gogok

Kamis, 17 April 2014 07:59
Miliki Ganja Sekilo, Honorer Dishub Siak dan Rekannya Ditangkap

Kamis, 17 April 2014 07:57
Investasi 'Bodong', Laporkan ke OJK

Kamis, 17 April 2014 07:56
Menuju Bandara Embarkasi, SSK II Berbenah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 18 Maret 2013 20:17
Pengerjaan Galian Kabel Sering Ganggu Pengguna Jalan

Sejumlah masyarakat Pekanbaru mengharapkan instansi terkait mengawasi penggalian kabel. Pelaksanaannya sering mengganggu pengguna jalan.

Riauterkini-PEKANBARU-Banyaknya keluhan masyarakat terhadap galian kabel di beberapa ruas jalan mendapat perhatian Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T), Alimuddin. Pihaknya meminta Dinas PU Riau melakukan pengawasan terhadap galian kabel.

Alimudin menyebutkan persoalan galian kabel yang dilakukan berbagai perusahaan harusnya bertanggung jawab atas galian yang mereka lakukan. Dilapangan sendiri banyak sisa galian dibiarkan dengan menutup lubang menggunakan tanah.

Selain mengganggu pengguna jalan, galian yang dilakukan tersebut dapat merusak aspal jalan.

"Terkait galian kabel ini, Dinas PU yang memiliki tanggung jawab mengawasi segala bentuk galian kabel. Kita minta PU Riau lebih ketat lagi melakukan pengawasan," kata Alimudin.

Alimuddin membenarkan tiap tahunnya ada perusahaan yang mengajukan perizinan untuk galian kabel. Namun, Alimuddin masih enggan untuk memapatkan perusahaan mana saja yang meminta izin tersebut.

Sesuai dengan ketentuan apa pun jenis galian, baik yang dalam kota mau pun antar kabupaten perizinan galian dikeluarkan oleh BP2T Riau. Namun izin tersebut hanya sebatas perizinan untuk penggaliannya saja. Namun untuk instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan adala Dinas PU Riau.

Keluhan galian kabel ini dilontarkan Aisyah, Warga Jalan Rambutan yang sering melintas di Jalan Paus. Ada beberapa ruas jalan Paus yang tidak dirapikan setelah penggalian dilakukan.

"Gara-gara jalan yang tidam rata sering terjadi macet. Apalagi kalau hari hujan, kita harus hati-hati," imbuhnya.

Sementara itu, Yuni, warga Jalan Kartama meminta pihak galian kabel yang baru memulai pekerjaan di lingkungannya ini memerhatikab kondisi jalan usai penggalian dilakukan.

"Kita minta pihak penggali untuk bertanggung jawab dengab galian yang dilakukab. Jangan udah digali nanyi dibiarkan gitu aja," ucapnya.***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tim Pemkab Inhil Mulai Inventarisir Kerusakan Kelapa di Tiga Kecamatan
- Hadapi Bencana Kabut Asap Jilid II,
Disbun Latih 62 Personel Damkar 29 Perusahaan Sawit Riau

- Menhut Sebut Pemegang Izin HTR Meningkat Pesat
- Antisipasi Karhutla, RAPP Terus Pantau Titik Api di Lapangan
- Stand RAPP di IndoGreen Forestry Expo 2014 Mendapat Perhatian Menhut
- DIbuka Menhut, RAPP Ikuti Indogreen Forestry Expo 2014
- 14 April, Didata Kerusakan Kebun Kelapa Warga Tiga Kecamatan di Inhil


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.87.25
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com