Untitled Document
Ahad, 26 Zulqaidah 1435 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Ahad, 21 September 2014 11:55
Ikatan Keluarga Alumni PCR Resmi Dibentuk

Ahad, 21 September 2014 02:37
Usut Kebakaran Pujasera di Selatpanjang,
Polres Meranti Datangkan Tim Puslabfor Medan


Sabtu, 20 September 2014 20:13
Philips Buka Home Lighting Store Pertama di Pekanbaru

Sabtu, 20 September 2014 17:34
RAPP Gelar Donor Darah ke-40,
Targetkan 2 juta cc Darah Tahun 2014


Sabtu, 20 September 2014 17:30
Bahas Gambut, APFP-SEApeat Beraudiensi dengan Gubri

Sabtu, 20 September 2014 16:13
Sudah Banyak Kubangan,
Kerusakan Jalinprov Riau di Bangunpurba Rohul Makin Parah


Sabtu, 20 September 2014 13:08
Korban Kebakaran Pujasera Alang Meninggal di RSUD Selatpanjang



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 18 Maret 2013 20:17
Pengerjaan Galian Kabel Sering Ganggu Pengguna Jalan

Sejumlah masyarakat Pekanbaru mengharapkan instansi terkait mengawasi penggalian kabel. Pelaksanaannya sering mengganggu pengguna jalan.

Riauterkini-PEKANBARU-Banyaknya keluhan masyarakat terhadap galian kabel di beberapa ruas jalan mendapat perhatian Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T), Alimuddin. Pihaknya meminta Dinas PU Riau melakukan pengawasan terhadap galian kabel.

Alimudin menyebutkan persoalan galian kabel yang dilakukan berbagai perusahaan harusnya bertanggung jawab atas galian yang mereka lakukan. Dilapangan sendiri banyak sisa galian dibiarkan dengan menutup lubang menggunakan tanah.

Selain mengganggu pengguna jalan, galian yang dilakukan tersebut dapat merusak aspal jalan.

"Terkait galian kabel ini, Dinas PU yang memiliki tanggung jawab mengawasi segala bentuk galian kabel. Kita minta PU Riau lebih ketat lagi melakukan pengawasan," kata Alimudin.

Alimuddin membenarkan tiap tahunnya ada perusahaan yang mengajukan perizinan untuk galian kabel. Namun, Alimuddin masih enggan untuk memapatkan perusahaan mana saja yang meminta izin tersebut.

Sesuai dengan ketentuan apa pun jenis galian, baik yang dalam kota mau pun antar kabupaten perizinan galian dikeluarkan oleh BP2T Riau. Namun izin tersebut hanya sebatas perizinan untuk penggaliannya saja. Namun untuk instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan adala Dinas PU Riau.

Keluhan galian kabel ini dilontarkan Aisyah, Warga Jalan Rambutan yang sering melintas di Jalan Paus. Ada beberapa ruas jalan Paus yang tidak dirapikan setelah penggalian dilakukan.

"Gara-gara jalan yang tidam rata sering terjadi macet. Apalagi kalau hari hujan, kita harus hati-hati," imbuhnya.

Sementara itu, Yuni, warga Jalan Kartama meminta pihak galian kabel yang baru memulai pekerjaan di lingkungannya ini memerhatikab kondisi jalan usai penggalian dilakukan.

"Kita minta pihak penggali untuk bertanggung jawab dengab galian yang dilakukab. Jangan udah digali nanyi dibiarkan gitu aja," ucapnya.***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Antisipasi DBD,
Diskes Bengkalis Sterilisasi Pemondokan Kafilah MTQ XXXIX

- Satelit NOAA-18 Deteksi 1 Hotspost di Riau,
BNPB Klaim Operasi Hujan Buatan Sangat Efektif

- BNPB: 3 Bulan, Kerugian Riau Capai Rp20 Triliun karena Karhutla
- Dishub Dumai Uji Emisi dan Sosialisasikan UU 6/2014
- Dari Bandung, Walikota Instruksikan Siaga Asap di Pekanbaru
- Polres Rohil dan PT. RUJ Gelar Sosialisasi Penanggulangan Karhutla
- APKI Nilai Presiden Keliru Tampung NGO Asing


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.58.198
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com