Untitled Document
Kamis, 4 Safar 1436 H |
Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 27 Nopember 2014 17:05
Kasus Penyertaan Modal ke PT BLJ Rp300 M
Kejari Bengkalis Temukan 165 Aliran Dana Bermasalah


Kamis, 27 Nopember 2014 17:02
Tiga Perwira Menengah di Polres Rohul Jalani Sertijab

Kamis, 27 Nopember 2014 16:45
Tersangka Karhutla, UKP4 Minta Tiga Petinggi PT NSP Dihukum Berat

Kamis, 27 Nopember 2014 16:43
Peserta Tes CPNS Tahap II Dipersilahkan Lihat Kelulusan di Internet

Kamis, 27 Nopember 2014 16:29
Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil Kembali Terjadi di Kuansing

Kamis, 27 Nopember 2014 16:19
Diikuti Camat, Kades dan Wakil Warga,
Bupati Kampar Beri Motivasi Peserta Diklat P4S


Kamis, 27 Nopember 2014 16:15
Presiden Minta Pemprov Bangun Kanal Jaga Kelembapan Gambut di Meranti



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 18 Maret 2013 20:17
Pengerjaan Galian Kabel Sering Ganggu Pengguna Jalan

Sejumlah masyarakat Pekanbaru mengharapkan instansi terkait mengawasi penggalian kabel. Pelaksanaannya sering mengganggu pengguna jalan.

Riauterkini-PEKANBARU-Banyaknya keluhan masyarakat terhadap galian kabel di beberapa ruas jalan mendapat perhatian Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T), Alimuddin. Pihaknya meminta Dinas PU Riau melakukan pengawasan terhadap galian kabel.

Alimudin menyebutkan persoalan galian kabel yang dilakukan berbagai perusahaan harusnya bertanggung jawab atas galian yang mereka lakukan. Dilapangan sendiri banyak sisa galian dibiarkan dengan menutup lubang menggunakan tanah.

Selain mengganggu pengguna jalan, galian yang dilakukan tersebut dapat merusak aspal jalan.

"Terkait galian kabel ini, Dinas PU yang memiliki tanggung jawab mengawasi segala bentuk galian kabel. Kita minta PU Riau lebih ketat lagi melakukan pengawasan," kata Alimudin.

Alimuddin membenarkan tiap tahunnya ada perusahaan yang mengajukan perizinan untuk galian kabel. Namun, Alimuddin masih enggan untuk memapatkan perusahaan mana saja yang meminta izin tersebut.

Sesuai dengan ketentuan apa pun jenis galian, baik yang dalam kota mau pun antar kabupaten perizinan galian dikeluarkan oleh BP2T Riau. Namun izin tersebut hanya sebatas perizinan untuk penggaliannya saja. Namun untuk instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan adala Dinas PU Riau.

Keluhan galian kabel ini dilontarkan Aisyah, Warga Jalan Rambutan yang sering melintas di Jalan Paus. Ada beberapa ruas jalan Paus yang tidak dirapikan setelah penggalian dilakukan.

"Gara-gara jalan yang tidam rata sering terjadi macet. Apalagi kalau hari hujan, kita harus hati-hati," imbuhnya.

Sementara itu, Yuni, warga Jalan Kartama meminta pihak galian kabel yang baru memulai pekerjaan di lingkungannya ini memerhatikab kondisi jalan usai penggalian dilakukan.

"Kita minta pihak penggali untuk bertanggung jawab dengab galian yang dilakukab. Jangan udah digali nanyi dibiarkan gitu aja," ucapnya.***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Presiden Minta Pemprov Bangun Kanal Jaga Kelembapan Gambut di Meranti
- Anggaran Rp80 Miliar untuk Jembatan Siak IV Tergerus Kenaikan Harga BBM
- Kecamatan Langgam, Pelalawan Terisolir Akibat Banjir
- PLTA Buka Pintu Air,
Sejumlah Desa Disepanjang Sungai Kampar Terendam Banjir

- Dihadang Cuaca Buruk di Siak, Presiden Batal ke Meranti
- Tanggul di PKS PT APSL dan PT SJI Dituding Penyebab Banjir
- Program Pemberdayaan Masyarakat Dishutbun Rohul Tuntas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.191.154
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com