Home > Lingkungan >>

Berita Terhangat..
Kamis, 3 September 2015 21:27
PT LIH Kerahkan Bantuan Padamkan Karhutla di Dua Desa di Pangkalan Kuras

Kamis, 3 September 2015 21:24
KPU Dumai Tetapkan DPS dari 7 Kecamatan 168.017 Suara

Kamis, 3 September 2015 20:18
Antisipasi Bahaya Asap, Sekolah di Pekanbaru Diliburkan Sampai Sabtu

Kamis, 3 September 2015 20:02
Pj Bupati Meranti dan Dirjen Kominfo Teken MoU,
Tanah Merah dan Bokor Jadi Desa Broadband


Kamis, 3 September 2015 19:54
Kepala DPPKP Harapkan Barang Luar Negeri Dilegalkan Masuk ke Meranti

Kamis, 3 September 2015 19:47
Dinilai Tak Etis,
Komisi D: Ada Empat Perusahaan Menangkan 6 Paket Proyek Jalan


Kamis, 3 September 2015 19:37
Dukung KIH,
F PAN DPRD Riau Imbau Seluruh Kadernya Ikuti Putusan Partai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 18 Maret 2013 20:17
Pengerjaan Galian Kabel Sering Ganggu Pengguna Jalan

Sejumlah masyarakat Pekanbaru mengharapkan instansi terkait mengawasi penggalian kabel. Pelaksanaannya sering mengganggu pengguna jalan.

Riauterkini-PEKANBARU-Banyaknya keluhan masyarakat terhadap galian kabel di beberapa ruas jalan mendapat perhatian Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T), Alimuddin. Pihaknya meminta Dinas PU Riau melakukan pengawasan terhadap galian kabel.

Alimudin menyebutkan persoalan galian kabel yang dilakukan berbagai perusahaan harusnya bertanggung jawab atas galian yang mereka lakukan. Dilapangan sendiri banyak sisa galian dibiarkan dengan menutup lubang menggunakan tanah.

Selain mengganggu pengguna jalan, galian yang dilakukan tersebut dapat merusak aspal jalan.

"Terkait galian kabel ini, Dinas PU yang memiliki tanggung jawab mengawasi segala bentuk galian kabel. Kita minta PU Riau lebih ketat lagi melakukan pengawasan," kata Alimudin.

Alimuddin membenarkan tiap tahunnya ada perusahaan yang mengajukan perizinan untuk galian kabel. Namun, Alimuddin masih enggan untuk memapatkan perusahaan mana saja yang meminta izin tersebut.

Sesuai dengan ketentuan apa pun jenis galian, baik yang dalam kota mau pun antar kabupaten perizinan galian dikeluarkan oleh BP2T Riau. Namun izin tersebut hanya sebatas perizinan untuk penggaliannya saja. Namun untuk instansi yang bertanggung jawab melakukan pengawasan adala Dinas PU Riau.

Keluhan galian kabel ini dilontarkan Aisyah, Warga Jalan Rambutan yang sering melintas di Jalan Paus. Ada beberapa ruas jalan Paus yang tidak dirapikan setelah penggalian dilakukan.

"Gara-gara jalan yang tidam rata sering terjadi macet. Apalagi kalau hari hujan, kita harus hati-hati," imbuhnya.

Sementara itu, Yuni, warga Jalan Kartama meminta pihak galian kabel yang baru memulai pekerjaan di lingkungannya ini memerhatikab kondisi jalan usai penggalian dilakukan.

"Kita minta pihak penggali untuk bertanggung jawab dengab galian yang dilakukab. Jangan udah digali nanyi dibiarkan gitu aja," ucapnya.***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- PT LIH Kerahkan Bantuan Padamkan Karhutla di Dua Desa di Pangkalan Kuras
- 14 Jadwal Penerbangan di SSK II Pekanbaru Delayed
- Asap Tebal Selimuti Pekanbaru, Ada 107 Titik Api di Riau
- Asap Pekat Masih Lumpuhkan Bandara SSK II Pekanbaru
- Prihatin Asap, Pendemo Kritik Lemahnya Penegakkan Hukum
- Dianggap Gagal Atasi Kabut Asap, Komisi E DPRD Riau Minta Kepala BPBD Riau Diganti
- Bahaya Asap, Disdik Inhil Liburkan TK Sampai SMP


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.86.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com